Zubair bin Awwam, Hawari Setia Rasulullah

Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu merupakan salah satu sahabat yang masuk Islam pada masa awal kenabian Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam, atau biasa disebut sebagai generasi Assabiqunal Awwalun. Selain masuk dalam golongan Assabiqunal Awwalun, Zubair radhiyallahu ‘anhu juga termasuk salah satu dari 10 sahabat yang telah dijanjikan Surga ketika masih hidup.

Zubair ibnu Awwam radhiyallahu ‘anhu mempunyai nama kunyah Abu Abdullah, karena salah satu anaknya bernama Abdullah. Beliau juga digelari sebagai Hawari (teman setia) Nabi Muhammad shallahu ‘alaihi wa sallam.

Kelahiran Zubair bin Awwam

zubair bin awwam
Photo by izzatunnisauin.wordpress.com

Zubair radhiyallahu ‘anhu lahir pada tahun ke-594 M atau 28 tahun sebelum hijriah di Mekkah. Nama ayahnya adalah Awwam ibnu Khuwailid, yang mana merupakan saudara dari Khadijah binti Khuwailid radhiyallahu ‘anha, istri Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam dan nama ibunya adalah Shafiyah binti Abdul Muthalib, juga bibi dari Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam.

Silsilah Zubair bin Awwam

Nasab silsilah dari Zubair radhiyallahu ‘anhu adalah Zubair bin Awwam bin Khuwailid bin Asad bin ‘Abdul ‘Uzza bin Qushay bin Kilab bin Al-Quraisy Al-Asadi.

Riwayat Hidup Zubair bin Awwam

riwayat hidup zubair bin awwam
Photo by muslimobsession.com

Zubair ibnu Awwam radhiyallahu ‘anhu merupakan salah satu sahabat Rasulullah yang menemani perjalanan hidup Rasulullah lumayan panjang. Dan diantara riwayat hidup Zubair adalah,

  • Masuk Islam

Hawari Rasulullah ini masuk Islam pada umurnya yang ke-15 tahun melalui perantara Abu Bakar As-Siddiq radhiyallahu ‘anhu. Keislaman Zubair ibnu Awwam radhiyallahu ‘anhu membuat marah keluarganya dan kaum musyrik Quraisy.

Ketika Zubair ibnu Awwam radhiyallahu ‘anhu masuk Islam, pamannya, Naufal ibnu Khuwailid, menyiksa hawari Rasulullah ini dengan menggulung badannya dengan tikar, lalu dipanaskannya tikar itu dengan api agar Zubair kembali kepada agama nenek moyangnya. Namun, dengan keimanan ia mengatakan tidak akan kembali kepada kekufuran dan agama nenek moyangnya selama-lamanya.

  • Hijrah

Zubair ibnu Awwam radhiyallahu ‘anhu melakukan hijrah pada umurnya yang ke-18 tahun. Hawari Rasulullah ini pertama kali ikut hijrah dari Mekkah ke Habsayah dan tetap tinggal di Habasyah hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengijinkannya untuk pulang ke Madinah. Dan hijrah kedua kalinya ini ia melakukan hijrah ke Madinah.

  • Menikah

pernikahan zubair bin awwam
Photo by DWilliams

Zubair ibnu Awwam radhiyallahu ‘anhu menikah dengan Asma’, putri dari Abu Bakar As-Siddiq radhiyallahu ‘anhuma, seorang sahabiyah nabi yang memiliki gelar ‘Dzaatun Nithaaqain’ (perempuan pemilik dua selendang) setelah hijrah ke Habasyah.

Zubair menikah dengan Asma’ atas penawaran dari Abu Bakar. Betapa senangnya hati Asma’ binti Abu Bakar ketika Zubair menerima tawaran dari ayahnya. Alasan terbesar Zubair menikahi Asma’ adalah ketertarikan Asma’ kepadanya.

Ketika akan hijrah dari Habsyah ke Madinah, Asma’ sedang hamil tua dan akan melahirkan dalam waktu dekat. Abdullah bin Zubair pun lahir ketika di Madinah dan bayi pertama yang lahir di Madinah. Kelahiran Abdullah bin Zubair radhiyallahu ‘anhuma menepis kedustaan kaum Yahudi akan kutukan bahwasannya tidak akan ada bayi yang lahir di Madinah setelah peristiwa hijrah.

Asma’ binti Abu Bakar mendampingi Zubair selama 28 tahun. Dari pernikahan keduanya, mereka dikaruniai putra dan putri yang bernama Abdullah, Urwah, Mundzir, Ashim, Muhajir, Khadijah, Ummul Hasan, dan Aisyah.

Kemudian, Zubair bin Awwam menikah dengan Atikah binti Zaid. Kecantikan Atikah membuat Zubair menjaga istrinya dengan sangat ekstra. Sedangkan, Asma’ binti Abu Bakar yang sejak kecil merupakan wanita pemberani tentu tidak membuat Zubair khawatir. Oleh karena itu, perhatian Zubair kepada Asma’ tidak sebesar perhatiannya kepada Atikah.

Ketidakseimbangan inilah yang menjadi badai besar dalam pernikahan Zubair dan Asma’. Pada suatu hari sekitar tahun ke-29 Hijriah, Zubair menceraikan Asma’ setelah 28 tahun mereka mengarungi bahtera rumah tangga bersama. Perceraian mereka entah karena alasan spesifik apa. Akan tetapi, kecenderungan Zubair terhadap Atikah menjadi alasan terbesar perceraian ini terjadi.

Keteladanan dan Kepribadian Zubair bin Awwam

Setiap sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai sifat dan kepribadian yang menonjol dan dapat diteladani. Dan diantara keteladanan dan kepribadian dari Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu adalah,

  • Dermawan

emas
Photo by Steve Bidmead

Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu merupakan orang yang dikenal sebagai seorang yang dermawan. Ia membelanjakan sebagian besar harta yang ia miliki untuk Agama Islam dan menolong siapa saja yang membutuhkan pertolongannya. Kedermawanan Zubair hingga ia tidak begitu memperdulikan dirinya dan keluarganya.

Ketika menjelang akhir hayatnya, Zubair berpesan kepada anaknya yang bernama Abdullah agar putranya melunasi hutangnya seraya mengatakan, “Apabila kamu tidak sanggup melunasi hutangku, maka mintalah pertolongan pada Penolongku”. Ketika ditanya siapa yang dimaksud dengan “Penolong” itu, ia menjawab,”Allah. Dialah sebaik-baik penolong.”

Beberapa lama kemudian, Abdullah dapat melunasi hutang ayahnya, Zubair bin Awwam, tanpa mengalami kesulitan. Dan diceritakan dalam suatu riwayat, hal ini karena doa Abdullah, “Wahai penolong Zubair, lunasilah hutangnya,” maka Allah pun melunasi hutang ayahnya Abdullah.

Maksud dari “hutang” Zubair bukanlah karena Zubair meminjam uang kepada orang lain. Bahkan, Zubair terkenal sebagai seorang saudagar yang sukses sekaligus amanah. Pada masa itu, tempat yang aman untuk menitipkan barang berharga adalah kepada orang yang amanah.

Dan Zubair menjadi salah satu orang yang dititipkan oleh orang-orang harta berharga mereka. Sahabat setia Nabi Muhammad ini menganggap bahwasannya barang yang dititipak kepadanya bukanlah suatu barang titipan, akan tetapi sebagai hutang.

Zubair menganggapnya sebagai hutang karena, apabila barang berharga yang dititipkan kepadabya hilang semua atau sebagiannya maka ia harus membayar atau mengganti barang berharga tersebut. Akan tetapi, jika ia menganggapnya sebagai barang titipan, maka apabila barang tersebut hilang sebagian atau semuanya, ia tidak memiliki tanggung jawab untuk menggantinya, karena itu hanya titipan.

  • Tawakkal

Selain Dermawan, Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu juga merupakan seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang tawakkal kepada Allah.

  • Pejuang yang Tangguh

zubair bin awwam
Photo by Bernhard_Staerck

Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu merupakan seorang pejuang yang tangguh di medan perang. Dalam berbagai keikut sertaannya dalam peperangan membela Islam, Zubair memiliki kontribusi yang besar baik itu peperangan selama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam masih hidup maupun ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah meninggal.

Keutamaan Zubair bin Awwam

Setiap sahabat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai keutamaan yang berbeda-beda di sisi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. kalaupun keutamaannya adalah sama, maka porsi keutamaan dihadapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berbeda.

Keutamaan Zubair bin Awwam
  1. Hawari (teman setia) Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam
  2. Dijanjikan Masuk Surga ketika Masih Hidup
  3. Orang yang Pertama Kali Menghunuskan Pedang
  4. Wafat sebagai Syuhada
  • Hawari (teman setia) Rasulullah shallahu ‘alaihi wa sallam
hawari rasulullah
Photo by minanews.net

Dalam suatu riwayat dari Jabir bin Abdillah, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda di hari pada Perang Ahzab, “Siapakah yang akan memerangi Bani Quraidhah?” Zubair bin Awwam pun menjawab, “Saya (Ya Rasulullah)” Rasulullah kembali bertanya, “Siapa yang akan memerangi Bani Quraidhah?” Zubair bin Awwam kembali menjawab, “Saya (Ya Rasulullah)” Lalu Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya setiap nabi memiliki hawari (teman-teman setia), dan hawariku adalah Zubair.”

  • Dijanjikan Masuk Surga ketika Masih Hidup

Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu merupakan salah satu sahabat dari 10 sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang dijanjikan Surga ketika ia masih hidup.

  • Orang yang Pertama Kali Menghunuskan Pedang
pedang
Photo by Free-Photos
“Pedang ini, Demi Allah, adalah pedang yang selama ini digunakan pemiliknya membebaskan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dari berbagai marabahaya.”

– Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu

Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu adalah orang yang pertama kali menghunuskan pedang di jalan Allah. Diriwayatkan dari Aurah dan Ibnu Musayyib keduanya berkata, “Laki-laki yang pertama kali menghumuskan pedangnya di jalan Allah adalah Zubair bin Awwam.” Peristiwa terjadi saat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diganggu, lalu ia menghunuskan pedangnya kepada orang-orang yang mengganggu nabi.

  • Wafat sebagai Syuhada

Kematian Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu bukanlah karena meninggal dalam keadaan sakit. Akan tetapi, ia wafat dalam keadaan dibunuh ketika perjalanan pulang dari Perang Jamal.

Kematian Zubair bin Awwam

lembah kematian
Photo by Johannes Plenio

Zubair meninggal pada hari Kamis bulan Rabi’ul Awwal tahun ke-36 H. Ketika itu, kisaran umurnya adalah 66 tahun atau 67 tahun. Ia dibunuh oleh seorang yang bernama Amr bin Jumruz ketika ia baru keluar dari Perang Jamal. Ia diikuti dan dibunuh dari belakang di suatu tempat yang bernama lembah Siba.

Kabar wafatnya Zubair terdengar hingga ke telinga Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu. Kabar ini membawa luka dan duka yang mendalam bagi Amirul Mukminin Ali bin Abi Thalib, ia mengatakan, “Nerakalah bagi pembunuh putra Shafiyah ini”.

Setelah jenazah Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu dimakamkan, Ali mengucapkan kalimat perpisahan kepada Zubair, “Sesungguhnya aku berharap bahwa aku, Thalhah, Zubair, dan Utsman termasuk orang-orang yang difirmankan Allah,

وَنَزَعْنَا مَا فِي صُدُورِهِمْ مِنْ غِلٍّ إِخْوَانًا عَلَىٰ سُرُرٍ مُتَقَابِلِينَ

“Dan Kami hilangkan apa-apa yang ada didalam dada (hati) mereka dari rasa dendam, sedang mereka merasa saling bersaudara duduk berhadap-hadapan diatas dipan-dipan.” (QS. Al-Hijr: 47)

Kemudian, Ali ibnu Abi Thalib menatap kuburan Thalhah ibnu ‘Ubaidillah dan Zubair ibnu Awwam sembari mengatakan, “Sungguh, kedua telingaku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Thalhah dan Zubair berjalan di Surga.”

Demikianlah sekelumit kisah dan biografi mengenai Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu, seorang sahabat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam yang telah Allah janjikan Surga untuknya bahkan ketika ia masih hidup. Selain Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu , terdapat beberapa sahabat lainnya yang masuk dalam golongan Assabiqunal Awwalun, yaitu Utsman bin Affan dan Abdurrahman bin Auf radhiyallahu ‘anhum.

Semoga, dengan kita membaca dan merenungi kisah Zubair bin Awwam radhiyallahu ‘anhu dapat membuat kita lebih mencintai Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam lewat kecintaan para sahabatnya pada beliau. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!