wabah pes

Sejarah Wabah Mematikan di Dunia dari Masa ke Masa

Sejarah Wabah di Dunia – Wabah merupakan salah satu peristiwa yang dapat mengubah lukisan peradaban umat manusia. Virus Corona (Covid-19) yang saat ini mewabah di seluruh dunia merupakan salah satu contoh dari sekian virus yang juga pernah mewabah dalam sejarah kehidupan umat manusia.

Yuval Noah Harari dalam bukunya “Homo Deus” menuliskan jika wabah virus atau armada bayangan merupakan musuh nomor dua bagi umat manusia setelah kemiskinan. Wabah virus menyebabkan populasi umat manusia berkurang dan merubah sejarah peradaban manusia.

Dalam ilmu yang menjabarkan mengenai pola penyebaran suatu penyakit, terdapat beberapa istilah medis yang berkaitan dengan cara penularan penyakit tersebut. Istilah-istilah tersebut diantaranya adalah Epidemi, Endemi, dan Pandemi.

Epidemi merupakan penyebaran penyakit dengan jumlah banyak dan menyerang secara cepat. Contoh penyakit berjenis epidemi diantaranya adalah chicken pox di Amerika Serikat.

Endemi merupakan penyakit yang menjangkiti orang dalam jumlah yang besar dan terjadi di suatu wilayah atau populasi tertentu. Contoh penyakit berjenis endemi adalah malaria dan meningitis.

Pandemi adalah penyakit yang menyerang orang dalam jumlah banyak dan terjadi dalam banyak tempat atau wilayah. Lebih singkatnya, pendemi merupakan epidemi yang tersebar. Contoh dari penyakit berjenis pandemi adalah HIV/AIDS.

Sejarah Wabah dalam Sejarah Peradaban di Dunia

Berikut beberapa wabah yang pernah terjadi dalam sejarah peradaban umat manusia.

  • Wabah Justinian

wabah justinian
Photo by boombastis.com

Salah satu wabah yang mengawali sejarah wabah di dunia adalah wabah Justinian. Tiga dari pandemi mematikan tercatat dalam sejarah yang disebabkan oleh bakteri Yersinia Pestis, yakni sebuah virus yang menyebabkan penyakit pes dan disebarkan melalui virus yang menumpang tikus.

Wabah Justinian merupakan wabah yang terjadi pada tahun 541 Masehi atau Common Era dan muncul pertama kali di Konstantinopel, ibu kota Kekaisaran Romawi Timur. Wabah ini terus menyebar hingga ke Eropa, Asia, Afrika Utara, dan Arab. Wabah ini menewaskan sekitar 30-50 juta jiwa yang diperkirakan setengah dari populasi dunia kala itu.

Professor sejarah dari De Paul University, Thomas Mockaitis, menuturkan, “Orang-orang tidak mengetahui bagaimana cara melawannya (wabah Justinian) kecuali dengan menghindari mereka yang terinfeksi wabah tersebut”.

“Mengenai bagaimana wabah (wabah Justinian) ini berakhir, kemungkinan besar orang-orang yang ada ditengah pandemi tersebut entah bagaimana mampu bertahan hidup dan mereka yang selamat (dari pademi Justinian) memiliki kekebalan,” tutur Mockaitis.

  • Cacar

wabah cacar di athena
Photo by kaltim.idntimes.com

Penyakit cacar atau smallpox pernah menjadi endemi di Eropa, Asia, dan Arab dalam beberapa abad. Penyakit ini pernah menewaskan lebih dari 30.000 orang di wilayah Athena, Yunani. Penyakit yang disebabkan oleh virus variola ini pernah terjadi pada 430 SM di Athena ini telah mengurangi populasi kurang lebih 20 persen.

Pengidap penyakit cacar mengalami demam dan ruam kulit yang khas dan progresif. Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 3 dari 10 pengidap penyakit cacar meninggal dunia. Banyak pengidap cacar yang sembuh dari penyakit ini memiliki bekas luka permanen, terutama di area sekitar wajah. Bahkan beberapa diantaranya mengalami kebutaan.

Cacar merupakan epidemi pertama yang berhasil diakhiri dengan vaksin. Pada tahun 1770-an, dokter asal Inggris yang bernama Edward Jenner mengembangkan vaksin dari cacar sapi. Hal itu dapat membantu tubuh menjadi imun kepada cacar air tanpa menimbulkan penyakit.

  • Kolera

wabah kolera
Photo by republika.co.id

Sejarah wabah di dunia selanjutnya terjadi pada tahun 1817 M. Pada tahun tersebut terdapat sebuah pandemi yang berasal dari wilayah di dekat kota Calcutta yang dinamakan kolera Asiatik atau kolera Asiatik pertama. Wabah ini terus menyebar hingga ke seluruh Asia tenggara, Timur Tengah, Afrika Timur, hingga Pantai Mediterania. Pada tahun tersebut, tercatat lebih dari 100.000 kematian akibat bakteri ini.

Pandemi kolera dimulai ketika orang-orang minum dari air yang sudah terkontaminasi dengan bakteri tersebut. Asal dari pandemi ini berasal dari Sungai Gangga. Ketika festival, para peziarah tertular penyakit setelah meminum air dari Sungai Gangga dan membawanya ke tempat-tempat lainnya di India setelah kembali dari festival.

Total kematian akibat wabah kolera belum dapat dipastikan secara jelas. Namun, menurut perkiraan beberapa ahli jumlah korban dari wabah ini di Bangkok Thailand mencapai 30.000 kematian. Penyakit kolera menyerang usus besar yang ditandai dengan gejala muntah-muntah dan buang air besar yang hebat. Penderita kolera dapat mengalami kematian dalam beberapa jam jika tidak ditangani dengan penanganan yang tepat.

Pada tahun 1820, virus Kolera menyebar hingga ke Thailand, Filipina, dan Thailand. Di Indonesia, virus ini menewaskan sekitar 100 ribu orang di Pulau Jawa. Pada tahun 1820, penyakit tersebut menyebar ke China dan pada tahun 1822 menyebar hingga ke Jepang melalui orang-orang yang terinfeksi dan melakukan perjalanan dengan kapal laut.

Pandemi ini baru berakhir enam tahun kemudian setelah bakteri penyebabnya mati di tengah musim dingin yang ekstrem pada tahun 1823-1824.

Pandemi kolera kedua terjadi sekitar tahun 1829-1851. Sementara itu, pandemi ketiga dan yang paling menyakitkan terjadi pada tahun 1852-1859. Pandemi keempat terjadi pada tahun 1863-1875, dan pandemi kelima terjadi pada tahun 1881-1896. Dan pandemi keenam terjadi pada tahun 1899-1923.

Penyakit kolera merupakan penyakit yang disebabkan karena mengkonsumsi makanan atau air yang terkontaminasi oleh bakteri tertentu. Hal ini menjadikan wabah yang sangat membahayakan bagi negara-negara yang mempunyai kesenjangan yang tinggi, kemiskinan, tingkat kesehatan rendah, dan pembangunan sosial yang kurang.

  • Flu Spanyol

wabah flu spanyol
Photo by historia.id

Flu Spanyol merupakan virus flu H1N1 yang telah mengalami mutasi genetik sehingga jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan virus flu biasa yang hanya membunuh 0,1 persen dari total penderita. Virus ini berhasil mengguncang dunia sekitar tahun 1918-an. Saat wabah terjadi, Perang Dunia 1 akan berakhir dan otoritas kesehatan publik tidak mempunyai atau hanya memiliki sedikit protokol resmi dalam menghadapi wabah.

Menurut sebuah jurnal di US National Library of Medicine National Institues of Health, pandemi influenza ini berhasil membunuh jutaan orang. Flu Spanyol telah menewaskan lebih dari 50 juta orang di seluruh dunia, termasuk 670 ribu orang di Amerika Serikat.

Flu Spanyol juga berhasil menginfeksi lebih dari 500 juta orang di seluruh dunia dengan menewaskan setidaknya 20 juta jiwa, termasuk orang-orang yang berada di pulau-pulau Pasifik yang terpencil hingga ke Kutub Utara. Hal ini menjadikan wabah Flu Spanyol sebagai salah satu wabah yang paling mematikan dalam sejarah.

Dahsyatnya serangan wabah Flu Spanyol ini membuat seorang virologis asal Amerika Serikat yang bernama Jeffery Taubenberger menyebut wabah ini sebagai “The Mother of All Pandemics”. Pada bulan Oktober 1918, wabah ini sudah membunuh sekitar 195 ribu orang di Amerika.

Asal mula dari wabah Flu Spanyol atau Spanish Flu tidak berasal dari Spanyol. Asal mula penyebaran dari virus ini masih menjadi perdebatan. Ada yang mengatakan virus ini berasal dari Prancis, China, Inggris, atau Amerika Serikat. Akan tetapi, kasus wabah ini pertama kali terdeteksi dan dilaporkan di Camp Funston di Fort Riley, Kansas, Amerika Serikat pada tanggal 11 Maret 1918.

Akibat wabah Flu Spanyol, angka harapan hidup rata-rata di Amerika Serikat menurun lebih dari 12 tahun. beberapa analisis menunjukkan jika virus ini sangat mematikan karena memicu badai sitokin yang merusak sistem kekebalan tubuh. Hal ini diperparah dengan kondisi malnutrisi, kamp medis, dan rumah sakit yang penuh sesak serta kebersihan yang buruk menjadikan virus ini cepat menyebar.

  • The Black Death

the black death
Photo by jogja.tribunnews.com

The Black Death merupakan wabah yang menyebabkan kulit penderita menjadi menghitam. Hal ini disebabkan karena pendarahan subdermal. Wabah akibat Yersinia pestis ini tidak pernah benar-benar berakhir pada masa wabah Justinian dan muncul kembali 800 tahun kemudian.

Wabah ini kembali muncul di Benua Eropa dan dikenal sebagai The Black Death. Bakteri Yersinia Pestis kembali mencetak sejarah wabah di dunia yang terjadi dalam tiga periode.

Sejarah The Black Death

sejarah wabah di dunia
Photo by idntimes.com

The Black Death mulai muncul pada tahun 1330-an, wabah ini diperkirakan berasal dari Asia Timur atau Tengah. Virus ini disebabkan oleh bakteri yang menumpang kutu Yersinia Pestis dan mulai menginfeksi manusia yang digigit oleh kutu tersebut. Dengan menumpang pada tubuh kutu dan tikus, wabah ini dengan cepat menyebar ke seluruh Asia, Eropa, hingga Afrika Utara.

Sebagian kalangan berpendapat jika wabah pes di Eropa terbawa masuk melalui jalur perdagangan di jalur sutra. Akan tetapi, pendapat tersebut dibantah oleh sejarawan Norwegia Ole Jorgen Benedictow dalam bukunya yang berjudul The Black Death 1346-1353. Menurutnya, pes tidak masuk lewat Tiongkok tetapi muncul pada musim semi dari dekat Laut Kaspia, selatan Rusia yang kini masuk wilayah Ukraina.

Wabah pes yang melanda Eropa pada abd ke-14 ini telah membunuh sekitar 60 persen dari populasi di Eropa pada waktu itu. Wabah pes menjadi salah satu pendemi paling mematikan dalam sejarah umat manusia dengan jumlah korban sebanyak 75 juta hingga 200 juta jiwa.

Meskipun belum diketahui secara pasti bagaimana wabah ini bisa berhenti, menurut para ahli berhentinya wabah ini berkaitan dengan jarak. Pejabat di kota Pelabuhan Ragusa yang dikuasai Venesia memutuskan untuk mengisolasi para pelaut yang baru datang hingga terbukti tidak terpapar dari virus ini.

Para pelaut ditahan di kapal mereka selama 30 hari, yang kemudian penahanan ini dikenal dalam hukum Venseia sebagai trentino. Seiring berjalannya waktu, waktu penahanan isolasi paksa ini ditambah menjadi 40 hari atau quarantino (kata asli dari karantina yang dilakukan saat menghadapi wabah).

Sejarah The Black Death di Indonesia

sejarah wabah di dunia
Photo by suluhdesa.com

The Black Death atau kita kenal sebagai wabah pes juga pernah mewabah di Indonesia. Orang Jawa biasa menamakan wabah ini sebagai wabah pageblug jrong yang terjadi sekitar tahun 1920-an. Penyakit pes yang disebarkan oleh tikus ini mewabah di Jawa, termasuk wilayah Solo dan sekitarnya.

Dalam catatan sejarah Indonesia, dr Cipto Mangunkusumo pernah menangani wabah pes di Malang, Jatim. Setelah berhasil menangani wabah tersebut di Malang, dr Cipto juga ingin menangani wabah tersebut di Solo yang terkena wabah ini belakangan. Akan tetapi, niat baik tersebut dihalangi oleh Belanda.

Untuk mengatasi wabah pes yang melanda Jawa pada tahun 1920-an yang menewaskan sekitar 120.000 jiwa, pemerintah kolonial Hindia-Belanda menerapkan program pembongkaran terhadap sekitar satu juta rumah. Rumah yang dibongkar di bagian atap, dinding anyaman, dan menutup lubang bambu tempat tikus bersembunyi.

Gerak cepat yang dilakukan oleh pemerintah Belanda dalam menangani wabah pes di Indonesia tidak terlepas dari pengalaman bangsa Eropa yang juga terjangkit wabah ini pada abad ke-4. Orang-orang Eropa menyebut wabah ini sebagai The Black Death. Nama ini diambil dari terjemahan bahasa latin arta mortem yang muncul dari gejala penderita.

Orang yang terinfeksi dari wabah pes memiliki ciri kulit menghitam, biasanya terletak di bagian jari tangan, jari kaki, atau ujung hidung. Kehitaman ini muncul akibat terdapat jaringan yang mati.

Di Indonesia, wabah pes terakhir terdeteksi pada tahun 2007 ketika ditemukan 82 kasus di Kabupaten Pasuruan (Jawa Timur), Kabupaten Sleman (DI Yogyakarta), Kabupaten Boyolali (Jawa Tengah), dan Ciwidey (Jawa Barat).

Pes masih tetap eksis meskipun dengan jumlah korban yang lebih sedikit. Bada kesehatan dunia WHO mencatat jika sepanjang 2010-2015, terdapat 3.248 kasus Pes di dunia dengan 584 kematian. Epidemi pes paling parah terjadi di Kongo, Madagaskar, dan Peru.

  • Wabah Besar London

wabah the black death di London
Photo by adventuretravel.co.id

Wabah pes kembali melanda benua Eropa, tepatnya melanda London, Inggris. Wabah yang disebabkan oleh virus Yersinia pestis ini melanda pada abad ke-17. Wabah ini merupakan gelombang ketiga dari wabah pes yang pernah melanda Eropa pada abad ke-14 M dan tahun ke 541 Masehi.

Dahulu, orang-orang Eropa juga menggunakan mantra spiritual untuk pengobatan wabah ini, seperti menggunakan jimat. Sebelumnya, penduduk Eropa menggunakan lintah untuk menyedot keluar kotoran dari tubuh atau memakai spons yang dibasahi cuka, namun hasilnya nihil.

Orang-orang Eropa di London pun mencoba untuk menelusuri sumber dari penyakit mematikan ini. Mereka mulai mengaitkan penyakit ini dengan Perang Sipil Inggris (1642 – 1651) hingga melintasnya komet di langit London pada bulan Desember 1664.

Setelah diteliti secara mendalam, sumber masalah yang menyebabkan penyakit ini berada di sekeliling mereka. Fasilitas sanitasi yang menjadi sarang tikus got untuk berkembang biak dan berkeliaran. Tikus tersebut membawa kutu yang ditunggangi bakteri Yersinia Pestis. Akibat dari gigitan kutu ini, manusia menjadi terinfeksi oleh bakteri tersebut.

Inggris pun menerapkan kebijakan pertamanya dengan memisahkan dan mengisolasi rumah sakit. Rumah-rumah yang diperkirakan terjangkiti wabah ditandai dengan tali jerami pada tiang di luar rumah. Jika memiliki anggota keluarga yang terjangkiti wabah ini, maka anggota keluarga lainnya harus membawa tiang putih ketika keluar rumah. Hewan-hewan yang dianggap berpotensi membawa wabah ini pun dibunuh.

Wabah besar yang terjadi pada tahun 1665-an menjadi waabah terakhir dan terparah yang melanda London. Wabah ini berhasil menewaskan sekitar 100 ribu orang dalam kurun waktu tujuh bulan. Seluruh sarana dan hiburan umum ditutup untuk mencgah penularan penyakit, pasien yang terinfeksi juga dipaksa tinggal didalam rumah. Salib merah dicat di pintu-pintu mereka yang disertai dengan permohonan ampunan: “Tuhan, kasihanilah kami”.

Meskipun tampak kejam dan mengerikan, ketentuan yang memaksa orang sakit untuk diam di rumah mereka dan korban yang meninggal dikubur di kuburan massal menjadi satu-satunya cara di kala itu untuk mengakhiri wabah besar.

  • Polio

sejarah wabah di dunia
Photo by voi.id

Sejarah wabah di dunia berikutnya adalah polio. Polio merupakan penyakit kelumpuhan secara permanen, penyakit ini pernah menjadi penyakit yang paling ditakuti di Amerika Serikat. Pada awal tahun 1950-an sebelum vaksin polio tersedia, wabah polio menyebabkan lebih dari 15.000 kasus kelumpuhan pertahun. Puncak kasus dari penyakit ini hampir menginfeksi 60.000 orang dan 3.000 diantaranya tewas.

Menurut WHO, pengidap polio mengalami beragam gejala. Gejala-gejala tersebut diantaranya demam, kelelahan, sakit kepala, muntah, kekakuan pada leher, dan rasa nyeri pada tungkai. Sebagian kecil dari kasus, penyakit inni menyebabkan kelumpuhan yang seringkali bersifat permanen. Tidak ada obat untuk mengatasi penyakit polio, akan tetapi penyakit ini dapat dicegah dengan vaksin.

  • HIV

wabah hiv
Photo by suara.com

Pada tahun 1984, para ilmuwan mengidentifikasi adanya virus human immunodeficiency virus atau HIV sebagai virus yang menyebabkan AIDS. Pada tahun yang sama, setidaknya virus ini telah menewaskan kurang lebih 5.500 orang di Amerika Serikat.

Menurut catatan WHO, sejau ini HIV telah menewaskan lebih dari 32 juta jiwa. Selain itu, terdapat sekitar 37,9 juta jiwa yang hidup dengan HIV pada akhir tahun 2018.

  • SARS

sejarah wabah di dunia
Photo by tirto.id

Penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) yang muncul pada tahun tanggal 16 November 2002 di Kota Foshan, Provinsi Guangdong, Tiongkok dan terus menyebar ke negara lainnya. Negara yang pernah terpapar dari virus ini diantaranya adalah Hongkong, Vietnam, Singapura, Indonesia, Malaysia, Benua Eropa (Inggris, Italia, Swedia, Swiss, dan Rusia), hingga ke Amerika Serikat.

Virus SARS merupakan virus yang disebabkan oleh coronavirus (SARS-CoV) ini menular dan berkembang melalui penampungan hewan, seperti kelawar. Kemudian, dari kellawar tersebut menyebar ke hewan lainnya, sepeti kucing dan musang, lalu ditularkan ke manusia.

Epidemi SARS berakhir hingga pertengahan tahun 2003. Wabah ini berhasil menjangkiti 8.098 jiwa dan meluas hingga 26 negara. Setidaknya, terdapat 774 jiwa yang meninggal akibat penyakit infeksi saluran pernafasan tersebut.

  • Flu Babi

wabah flu babi
Photo by merdeka.com

Flu Babi merupakan virus influenza yang pernah terjadi pada tahun 2009. Wabah ini berhasil menginfeksi sekitar 60,8 juta jiwa di Amerika Serikat dengan kematian global mencapai 151.700 hingga 575.400. Penyakit ini diberi nama flu babai karena diduga bakteri dari wabah ini berpindah dari babi dan menular ke manusia.

Tingkat kematian yang diakibatkan oleh flu babi berbeda dengan flu biasanya yang hanya 0,1 persen dari total penderita. Flu babi mengakibatkan kematian 80 persen kematian dimana hal tersebut terjadi pada orang yang berusia kurang dari 65 tahun.

  • Ebola

sejarah wabah di dunia
Photo by aa.com.tr/id

Pada tahun 2014, terjadi epidemi Ebola di Afrika Barat. Virus ini diberi nama ebola sesuai dengan nama sungai yang dekat dengan lokasi awal munculnya wabah ini. Wabah ebola pada saat itu tercatat sebagai wabah ebola terbesar yang pernah terjadi. Pada bulan Agustus 2014 hingga bulan Maret 2016, terdapat sekitar 30.000 jiwa yang terinfeksi virus Ebola, 11.000 diantaranya meninggal dunia.

Akibat keganasan virus ebola, WHO menetapkan penyakit ini sebagai Global Health Emergency seperti swine flu atau flu babi pada tahun 2009. Sebagian besar kasus ebola ini terjadi di Guinea, Liberia, dan Sierre Leone.

  • Virus Zika

sejarah wabah virus zika
Photo by dw.com

Virus Zika merupakan penyakit yang ditularkan melalui nyamuk yang dapat menyebabkan cacat lahir seperti mikrosefali. WHO menetapkan virus Zika sebagai Global Health Emergency pada tahun 2016. Virus ini diperkirakan dapat menginfeksi 3 hingga 4 juta orang dalam kurun waktu satu tahun.

  • Virus Corona

wabah virus corona
Photo by detik.com

Virus Corona merupakan virus dari keluarga besar yang dapat menginfeksi burung dan mamalia, manusia. Menurut WHO (World Health Organization), virus ini menyebabkan penyakit flu ringan hingga mampu menginfeksi saluran pernapasan yang lebih parah seperti MERS-CoV dan SARS-CoV.

Virus Corona bertanggung jawab atas beberapa wabah yang pernah terjadi dalam sejarah wabah di dunia, termasuk didalamya pendemi Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2002-2003 dan wabah Middle East Respiratory Syndrome (MERS) tahun 2015.

Pada akhir tahun 2019, muncul virus corona baru yang kita kenal sebagai covid-19. Virus corona berjenis baru yang disebut severe acute respiratory syndrome coronavirus 2 (SARS-CoV-2) pertama kali teridentifikasi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Virus ini menyebabkan penyakit yang kita kenal sebagai Covid-19. Pada bulan Maret 2020, WHO menetapkan wabah corona sebagai pendemi karena menyebar di berbagai negara.

Virus Corona ini dapat menyebabkan gangguan pada sistem pernapasan, pneumonia akut, hingga menyebabkan kematian bagi penderita. Gejala apabila terpapar virus ini diantaranya mengalami gejala flu, seperti demam, pilek, batuk kering, sakit tenggorokan, dan sakit kepala. Apabila mengalami gejala yang lebih berat, pasien akan mengalami demam tinggi, batuk berdahak bahkan berdarah, sesak napas, dan nyeri dada.

Gejala-gejala diatas terjadi ketika tubuh bereaksi melawan virus corona yang menginfeksi tubuh pasien. Menurut penelitian, gejala dari covid-19 muncul dalam kurun waktu 2 hari hingga 2 pekan setelah terpapar virus corona.

Sebuah penelitian mengenai virus covid-19 mengatakan jika virus ini memiliki urutan sekuens genetic yang mirip sebesar 88% dengan virus corona dari kelelawar. Hal ini menjadi dugaan sementara dimana virus covid-19 berasal.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah wabah yang pernah menjadi wabah di dunia dari masa ke masa. Semoga ulasan materi sejarah wabah di dunia kali ini dapat menyadarkan kita untuk hidup lebih bersih supaya mampu kebal dan tahan terhadap penyakit. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!