lambang koperasi indonesia

Sejarah Koperasi Indonesia dan Dunia

Sejarah Koperasi Indonesia – Koperasi merupakan salah satu tonggak pertumbuhan dan perkembangan ekonomi di Indonesia. Koperasi merupakan suatu badan usaha yang melaksanakan kegiatan perekonomian yang berdasarkan dengan asas-asas kekeluargaan.

Di Indonesia, koperasi sudah terbentuk sejak zaman pendudukan Belanda. Akan tetapi, Koperasi di Indonesia baru terlihat hasil nyatanya ketika diadakan kongres koperasi pada tahun 1947 M dan tahun 1953 M.

Lalu, bagaimana sejarah koperasi hingga dapat terbentuk dan dapat kita rasakan manfaatnya hingga saat ini? Berikut ulasan lengkapnya.

Sejarah Koperasi

sejarah koperasi indonesia
Photo by Gerd Altmann

Gagasan mengenai koperasi pertama kali muncul di Eropa ketika terjadi revolusi industri. Koperasi sendiri berasal dari bahasa Inggris, Cooperation, yang bermakna kerjasama. Ketika revolusi industri terjadi, para pemegang alat produksi kebanyakan berlaku serakah dengan memberikan upah gaji yang kecil dengan jam kerja yang sangat panjang sehingga menimbulkan gerakan kesejahteraan buruh.

Kali ini, kita dapat membedakan sejarah koperasi menjadi dua macam, yaitu:

Sejarah Koperasi Dunia

peta dunia
Photo by Yuri_B

Sejarah koperasi dunia dimulai ketika pertengahan abad ke-18 M dan permulaan abad ke-19 M di Inggris. Lembaga koperasi pada masa itu disebut sebagai “Koperasi Praindustri”. Dalam sejarah perkembangannya, sejarah koperasi dimulai ketika terjadi revolusi industri di Inggris pada tahun 1770 M. Dimana pada masa ini tenaga manusia digantikan dengan tenaga mesin-mesin industri.

Revolusi industri yang menggantikan tenaga manusia ke tenaga mesin-mesin industri berdampak pada semakin besarnya pengangguran. Ketika revolusi Prancis terjadi pada tahun 1789 M yang awalnya ingin menumbangkan kekuasaan raja yang fedoalistik, berdampak lain dengan kemunculannya hegemoni baru di masyarakat oleh kaum kapitalis.

Semboyan Liberte, Egalite, dan Fraternita (kebebasan, persamaan, dan kebersamaan) yang didengung-dengungkan pada masa revolusi untuk mengobarkan semangat perjuangan rakyat nyatanya tak merubah sedikitpun kondisi ekonomi rakyat.

Manfaat Liberte (kebebasan) hanya dinikmati dan dirasakan oleh mereka kaum capital untuk mengejar keuntungan sebesar-besarnya. Sedangkan, semboyan Egalite dan Fraternite (persamaan dan persaudaraan) hanya dapat dinikmati dan dirasakan oleh mereka lapisan masyarakat yang memiliki kedudukan pada strata sosial tinggi (pemilik modal kapitalis).

Berikut perkembangan mengenai sejarah koperasi di Prancis dan di Inggris.

  • Sejarah Koperasi Prancis

 

Revolusi industri dan perkembangannya yang terjadi di Prancis menjadikan penderitaan dan kemiskinan bagi rakyat Prancis. Penindasan dan kemiskinan yang terjadi di kalangan masyarakat bawah menjadi dasar lahirnya koperasi di Prancis.

Akan tetapi, sistem kapitalisme yang berkembang pesat yang berhadapan dengan kurangnya modal, kesadaran, dan pengetahuan yang redah dari pengurus koperasi membuat koperasi sulit berkembang. Hal ini diikuti dengan munculnya ideologi sosialisme sebagai bentuk kekecewaan atas kekurangan dari sistem kapitalisme yang tidak mampu berbuat banyak untuk merubah keadaan saat itu.

Akhirnya, terbetuklah koperasi-koperasi yang bergerak dibidang produksi yang dibangun oleh para pengusaha kecil di Prancis. Pembangunan koperasi ini tidak lepas dari dorongan para pelopor yang menyadari perbaikan nasib rakyat di Prancis. Diantara pelopor-pelopor tersebut adalah Charles Forier, Louis Blanc, dan Ferdinand Lasella.

Charles Fourier (1772-1837) merupakan seorang sosialis dari Prancis yang menganjurkan agar tujuan berdirinya unit-unit koperasi produksi “Falansteires” adalah mengedepankan semangat kebersamaan, baik itu kepemilikan kapital, kebutuhan sendiri, maupun kepemilikan terhadap alat-alat produksi.

Meskipun terpengaruh oleh cita-cita Charles Fourier, Louis Blanc (1811-1882) mencoba dengan cara yang lebih realistis dengan menyusun rencana-rencana yang lebih konkert. Ia memberi saran kepada pemerintah untuk mendirikan tempat-tempat kerja untuk kaum buruh dalam bentuk Atelier Sosiaux (Atelier Sosial).

Sistem Atelier Sosiaux merupakan sistem dimana para buruh mengorganisir sendiri tempat-tempat kerja tersebut secara kooperatif dan diawasi oleh pemerintah.

Saint Simon (1760-1825) mengemukakan pendapat jika masalah sosial yang teradi di Prancis dapat diatasi jika masyarakat diatur menjadi Assosiasi Produktif yang dipimpin oleh tenkorat dan para ahli industri.

Semakin kesini, Prancis membuat Gabungan Koperasi Konsumsi Nasional Prancis (Federation Nationale Dess Cooperative de Consommation) dan memiliki jumlah koperasi sebanyak 476 koperasi yang telah tergabung. Gabungan koperasi ini memiliki anggota sebanyak 3.460.000 orang dengan toko sebanyak 9.900 buah dan perputaran modal sebesar 3.600 milyar franch/tahun.

  • Sejarah Koperasi Inggris

Koperasi di Inggris pertama kali didirikan di kota Rochdale, Inggris pada tahun 1844 M. Koperasi ini dapat berdiri atas peloporan 28 anggota yang dapat bertahan dan sukses. Pendirian koperasi ini didasari atas semangat kebersamaan dan kemauan untuk berusaha.

Para pelopor ini duduk bersama dan menyusun berbagai langkah sebelum mendirikan sebuah satuan usaha untuk mempersatukan visi dan cita-cita bersama. Mereka mulai menyusun pedoman kerja dan melaksanakan program sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati bersama. Koperasi yang didirikan ini diberi nama Rochdale Equitable Pioneer’s Cooperative Society.

Ketika awal berdirinya, koperasi yang didirikan ini menuai banyak hujatan. Akan tetapi, koperasi yang dikelola secara bersama-sama ini mampu berkembang tahap demi tahap.

Prinsip-Prinsip Koperasi Rochdale
  1. Keanggotaan bersifat terbuka
  2. Pengawasan dilakukan secara demokratis
  3. Bunga yang terbatas atas modal anggota
  4. Pengembalian sisa hasil usaha berdasarkan jasanya yang diberikan kepada koperasi
  5. Barang-barang dijual sesuai dengan harga pasar yang berlaku dan dibayar secara tunai
  6. Tidak ada perbedaan ras, suku bangsa, agama, maupun aliran politik
  7. Barang-barang yang dijual merupakan barang yang asli, tidak rusak, dan tidak palsu
  8. Dilakukan pendidikan terhadap anggota secara berkesinambungan

Prinsip-prinsip pergerakan koperasi mulai dibentuk dari pedoman koperasi di Kota Rochdale. Walaupun prinsip-prinsip yang disusun masih terbilang sederhana, tetapi apa yang telah dilakukan oleh koperasi di Kota Rochdale menjadi tonggak pergerakan koperasi di seluruh dunia.

Prinsip-prinsip koperasi Rochdale pun dibakukan oleh gabungan koperasi internasional atau International Corporative Alliance (ICA) dan disampaikan dalam kongres ICA yang dilaksanakan pada tahun 1937 M di Austria.

Sejarah Koperasi Indonesia

sejarah koperasi indonesia
Photo by historia.id

Sejarah koperasi di Indonesia dimulai pada permulaan abad ke-20 M. Pada umumnya, sejarah berdirinya koperasi dimulai dengan hasil usaha kecil yang spontan dilakukan oleh rakyat kecil. Kemampuan ekonomi yang rendah mendorong para rakyat kecil untuk terlepas dari penderitaan untuk merubah kualitas hidupnya.

Di Indonesia, sejarah perkembangan koperasi dimulai dengan ide-ide yang diperkenalkan oleh R. Aria Wiraatmadja, patih Purwokerto, tahun 1896 M dengan mendirikan sebuah bank untuk pegawai negeri. Kemudian, semangat perkoperasian pun diteruskan oleh De Wolffvan Westerrode.

De Wolf van Westerrode kemudian mendirikan Hulp-en Spaarkbank di Purwokerto, Jawa Tengah. Hulp-en Spaarkbank ini diubah menjadi Poerwokertosche Hulp dimana para petanilah yang menjadi anggotanya.

Pada tahun 1908 M, dr. Soetomo mendirikan Boedi Oetomo yang menjadi awal pergerakan koperasi untuk memperbaiki dan mensejahterakan kehidupan perekonomian rakyat.

Pada tahun 1915 M, dibuatlah peraturan Verordening op de Cooperatieve Vereeniging dan pada tahun 1927 M dibuatlah Regeling Inlandschhe Cooperatiev.

Sarikat Dagang Islam (SDI) yang berdiri pada tahun 1927 juga menjadi tonggak berdirinya koperasi di Indonesia. Tujuan awal dari pembentukan SDI sendiri untuk memperjuangkan kedudukan ekonomi para pengusaha pribumi, terutama pengusaha muslim. Semangat koperasi pun disebarkan melalui Partai Nasional Indonesia yang didirikan pada tahun 1929 M.

Ketika Jepang berkuasa di Indonesia, koperasi yang didirikan Jepang dinamakan Koperasi Kumuyai. Kongres koperasi untuk pertama kalinya dilaksanakan pada tanggal 12 Juli tahun 1947. Akhirnya, pada tanggal kongres tersebut dilaksanakan pun kini dijadikan sebagai hari koperasi hingga saat ini.

Kongres pertama ini dilaksanakan di Tasikmalaya, Jawa Barat. Kongres tersebut menghasilkan beberapa kesepakatan, diantaranya adalah berdirinya Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia dan koperasi yang berasaskan gotong royong.

Keputusan Kongres Pertama dan Kedua
  • Kongres Pertama
  1. Mendirikan Sentral Organisasi Koperasi Rakyat Indonesia (SOKRI)
  2. Menetapkan gotong royong sebagai asas koperasi
  3. Menetapkan tanggal 12 Juli sebagai hari koperasi
  • Kongres Kedua
  1. Mebentuk Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) pengganti SOKRI
  2. Menetapkan pendidikan koperasi sebagai salah satu kurikulum pendidikan di sekolah
  3. Mengangkat Moh. Hatta sebagai Bapak Koperasi Indonesia
  4. Dalam waktu dekat akan dibuat undang-undang koperasi yang baru

Mohammad Hatta, Bapak Koperasi Indonesia

mohammad hatta
Photo by id.wikipedia.org

Pada tahun 1953 M, dilaksanakanlah kongres kedua koperasi yang dilaksanakan di Bandung, Jawa Barat. Pada kongres kedua ini, Mohammad Hatta ditunjuk sebagai Bapak Koperasi Indonesia karena jasa dan semangatnya dalam menyebarkan virus koperasi ke penjuru negeri. Selain itu, Bung Hatta juga mengisi berbagai seminar dan menulis buku mengenai koperasi dan artikel ilmiah mengenai ekonomi.

Berbagai kesepakatan yang terbentuk pada kongres koperasi kedua ini diantaranya adalah kesepakatan untuk membentuk Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) sebagai pengganti SOKRI, penususnan undang-undang koperasi yang baru, dan memasukkan koperasi ke dalam kurikulum pendidikan di sekolah.

Pembentukan koperasi di Indonesia ditujukan untuk memperbaiki perekonomian rakyat. Setelah dilaksanakannya kongres kedua, penyebaran virus pendidikan koperasi ke masyarakat semakin meluas. Dimulailah pemberian kredit kepada pelaku usaha dan industri yang terkendala masalah modal, baik itu bidang pertanian maupun industri barang dan jasa.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah koperasi di Indonesia dan dunia. Semoga materi kali ini dapat menambah wawasan kita mengenai sejarah koperasi di Indonesia khususnya. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: