bendera negara asean

Sejarah dan Latar Belakang Berdirinya ASEAN

Sejarah ASEAN – Manusia sebagai makhluk sosial, tentu saja tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain dalam menjalani kehidupan. Terdapat organisasi sebagai salah satu bentuk wadah bagi manusia untuk bersosialisasi dengan manusia lainnya. Organisasi baik dalam lingkup kecil hingga lingkup besar yang berhubungan dengan antar negara.

Salah bentuk kerja sama Indonesia dengan negara lainnya adalah dengan bergabung organisasi di Asia Tenggara. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu negara yang memprakasai berdirinya organisasi tersebut. Kerja sama yang dilakukan oleh negara di Asia Tenggara dinamakan kerja sama regional. Dikatakan regional dikarenakan dilakukan dalam ruang lingkup yang berdekatan.

Berikut akan kita ulas bersama sejarah dan latar belakang berdirinya ASEAN, salah satu organisasi di Asia Tenggara yang juga diprakasai oleh Indonesia.

Letak Geografis ASEAN

Peta negara Asia Tenggara
Photo by akbarfach9a.blogspot.com

Sebagai salah satu wilayah yang tergabung di Benua Asia, tentu saja wilayah Asia Tenggara memiliki batas-batas wilayah dan letak geografis dari wilayah ini. Luas wilayah ASEAN mencapai 4.522.518 km persegi atau sekitar 3 persen dari luas total daratan di bumi.

Negara terbesar yang ada di wilayah Asia Tenggara yakni Indonesia dengan luas wilayah yang dimiliki mencapai 1,9 juta kilometer persegi. Sedangkan wilayah terkecil di Asia Tenggara adalah negara Singapura dengan luas wilayah yang dimiliki 721.5 kilometer persegi.

Sebagian negara-negara ASEAN adalah berupa kepulauan. Wilayah ASEAN juga dikelilingi oleh dua samudera, yakni Samudera Pasifik dan Samudera Hindia. Luas wilayah laut di ASEAN lebih luas dibanding dengan luas daratannya, yakni tiga kali lipat luas daratannya.

Wilayah paling utara sekaligus paling barat adalah Myanmar. Sementara, di ujung selatan dan paling timur adalah Indonesia. Secara geografis, ASEAN terletak diantara 28 ̊ LU – 11 ̊ LS dan 92 ̊ BT – 141 ̊ BT. Lokasi geografis wilayah ASEAN di sekitar garis ekuator atau garis khatulistiwa, menjadikan seluruh negara di kawasan ASEAN beriklim tropis dan relative mempunyai kekayaan alam yang sama.

Berikut batas-batas wilayah ASEAN:

NoBatas-Batas Wilayah ASEAN
1Sebelah Utara berbatasan dengan Dataran China
2Sebelah Selatan berbatasan dengan Samudera Hindia dan Timor Leste
3Sebelah Timur berbatasan dengan Samudera Pasifik dan Papua Nugini
4Sebelah Barat berbatasan dengan Samudera Pasifik dan India

 

Latar Belakang Terbentuknya ASEAN

latar belakang berdirinya ASEAN
Photo by sites.google.com

Pada tanggal 08 Agustus 1967 M, beberapa negara di wilayah Asia Tenggara mengadakan pertemuan di Bangkok, Thailand sebagai langkah awal dimulainya sejarah ASEAN. Negara Asia Tenggara yang melakukan pertemuan tersebut adalah Thailand, Indonesia, Singapura, Malaysia, dan Filipina. Kelima negara ini menyetujui untuk membentuk suatu badan di wilayah Asia Tenggara bernama ASEAN (Association of South East Asia Nation).

NoLatar Belakang Persamaan Sebab Terbentuknya ASEAN
1Negara di Asia Tenggara memiliki persamaan geografis, yakni sebelah utara berbatasan dengan Republik Rakyat Cina, selatan berbatasan dengan Samudera Hindia, sebelah timur berbatasan dengan Samudera Pasifik, dan sebelah barat berbatasan dengan Teluk Benggala dan Benua India.
2Bangsa di Asia Tenggara memiliki persamaan ras, yakni Ras Mongoloid dan memiliki persamaan kebudayaan yang berdasar Melayu Austronesia.
3Memiliki sejarah yang sama, yakni mengalami penjajahan oleh beberapa bangsa, diantaranya adalah bangsa Portugis, Belanda, Perancis, dan Inggris yang datang ke wilayah Asia Tenggara melalui jalur perdagangan laut. Hanyalah Thailand, negara di Asia Tenggara yang tidak memiliki sejarah dijajah oleh bangsa lain.
4Memiliki persamaan kepentingan untuk memajukan negaranya dalam segala bidang.

Kelima negara yang diwakili oleh masing-masing Menteri Luar Negeri melakukan pertemuan di Bangkok pada tanggal 5-8 Agustus 1967 M. Hasil akhir dari pertemuan tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan deklarasi Bangkok yang menjadi tanda resmi berdirinya organisasi ASEAN di Asia Tenggara.

Kerjasama yang dilakukan antara lain dalam berbagai bidang, diantaranya dalam bidang ekonomi, pendidikan, ilmu pengetahuan dan teknologi, sosial budaya, dan segala bentuk informasi, pembangunan dan kerja sama transnasional lainnya yang dibutuhkan oleh setiap negara.

Deklarasi Bangkok

menteri luar negeri dalam deklarasi bangkok
Photo by dunia-pendidik.com

Deklarasi Bangkok yang menjadi salah satu bukti sejarah berdirinya organisasi ASEAN di Asia Tenggara ditandatangani oleh perwakilan Menteri Luar Negeri dari negara-negara yang hadir. Berikut masing-masing perwakilan negaras Asia Tenggara yang memprakasai berdirinya ASEAN:

  1. Adam Malik sebagai perwakilan Menteri Luar Negeri Indonesia
  2. Rajaratnam sebagai perwakilan Menteri Luar Negeri Singapura
  3. Tun Abdul Rozak sebagai perwakilan Menteri Luar Negeri Malaysia
  4. Naracisco Ramos sebagai perwakilan Menteri Luar Negeri Thailand
  5. Thanat Koman sebagai perwakilan Menteri Luar Negeri Filipina

Isi Deklarasi Bangkok

Berikut isi dari Deklarasi Bangkok yang mana merupakan tujuan dari pembentukan organisasi ASEAN:

  1. Meningkatkan pertumbuhan ekonomi, pengembangan kebudayaan, dan memajukan kehidupan sosial di wilayah Asia Tenggara.
  2. Menjaga stabilitas regional dan meningkatkan perdamaian.
  3. Meningkatkan kerjasama dan saling membantu antar kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, ilmu pengetahuan, administrasi, dan teknik.
  4. Berupaya menjalin kerja sama yang solid dan saling membantu antar kepentingan bersama anggota ASEAN meskipun telah ada organisasi regional dan internasional lainnya.
  5. Dalam bidang pendidikan, latihan, dan penelitian di wilayah Asia Tenggara akan ditingkatkan dalam kerja sama.

Negara-Negara ASEAN

bendera negara asean
Photo by Pixabay

Pada awal berdirinya, organisasi ASEAN di wilayah Asia Tenggara tidak semua negara ikut dalam pertemuan di Bangkok. Sehingga, terdapat negara sebagai pendiri organisasi ASEAN dan negara anggota ASEAN yang tidak memprakasai organisasi tersebut. Berikut daftar negara pendiri dan negara anggota ASEAN.

  • Negara Pendiri ASEAN

Negara yang menjadi pendiri atau pemarkasa berdirinya organisasi ASEAN di wilayah Asia Tenggara ada lima. Kelima negara tersebut yakni:

  1. Indonesia
  2. Malaysia
  3. Filipina
  4. Singapura
  5. Thailand
  • Negara Anggota ASEAN

Negara anggota ASEAN merupakan negara di wilayah Asia Tenggara yang masuk organisasi ASEAN diluar kelima negara pendiri ASEAN. Berikut negara yang menjadi anggota ASEAN dan urutannya menjadi anggota organisasi ASEAN.

  1. Brunei Darussalam (07 Januari 1984 M)
  2. Vietnam (28 Juli 1995 M)
  3. Laos (23 Juli 1997 M)
  4. Myanmar (23 Juli 1997)
  5. Kamboja (16 Desember 1998 M)

Lambang ASEAN

lambang Asean
Photo by asean.org

Sebagai salah satu organisasi, tentu saja ASEAN memiliki lambang yang melambangkan dari tujuan dan cita-cita organisasi ini dibuat. Lambang ASEAN telah digunakan bertahun-tahun yang lalu meskipun belum diresmikan.

Lambang ASEAN diresmikan penggunaannya pada bulan Juli 1997 bersamaan dengan bendera ASEAN. Bentuk dari lambang ASEAN terdiri dari 10 batang padi yang terhimpun dan terletak di lingkaran merah. Kemudian, lingkaran merah tersebut dibatasi oelh cincin putih dan biru.

Ke-10 batang padi dalam lambang ASEAN melambangkan 10 negara anggota ASEAN dengan harapan sesame anggota ASEAN terikat dalam persahabatan dan persaudaraan. Lambang ini juga melambangkan kemantapan, perdamaian, persatuan, dan dinamika ASEAN.

Padi digunakan sebagai lambang ASEAN karena padi merupakan tanaman penting bagi masyarakat Asia Tenggara. Padi juga bahan dasar pokok makanan pokok masyarakat ASEAN yang memakan nasi sebagai makanan pokok sehari-hari.

Sedangkan warna biru, merah, putih, dan kuning adalah warna-warna yang digunakan dalam bendera-bendera negara anggota ASEAN. Sebagai patokan, biru merupakan perlambangan perdamaian, merah melambangkan keberanian dan dinamika, putih melambangkan kesucian, dan kuning melambangkan kemakmuran.

Sedangkan, lambang lingkaran dalam logo ASEAN melambangkan simbol akan persatuan negara-negara ASEAN.

Piagam ASEAN

piagam asean
Photo by bukalapak.com

Untuk menjaga keberlangsungan organisasi dan mampu beradaptasi dengan arus globalisasi yang terus berlangsung, ASEAN melakukan banyak perubahan untuk keberlangsungan organisasi sesuai perkembangan zaman.

Setelah ASEAN resmi didirikan di Bangkok, ASEAN pun memiliki Piagam ASEAN atau ASEAN Charter. ASEAN Charter dibuat dengan tujuan agar dapat mengubah ASEAN yang awalnya adalah asosiasi regional menjadi asosiasi internasional dengan landasan hukum yang kuat, aturan-aturan absolut, dan struktur organisasi yang efektif dan efisien.

Pada tanggal 20 November 2007, dilakukan penandatanganan ASEAN oleh sepuluh anggota ASEAN dalam Knferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-13 ASEAN di Singapura. Setelah melalui proses ratifikasi di masing-masing negara anggota ASEAN, Piagam ASEAn mulai diberlakukan sejak tanggal 15 Desember 2008. Presiden RI juga telah menandatangani RUU Pengesahan Piagam ASEAN menjadi UU No. 38 Tahun 2008.

Piagam ASEAN terdiri dari Preamble, 13 Bab, dan 15 Pasal yang disertai dengan lampiran-lampiran yang menegaskan kembali mengenai keberlakuan semua nilai, prinsip, peraturan, dan tujuan ASEAN. Piagam ASEAN telah mengubah ASEAN menjadi organisasi yang memiliki legal personality dan memiliki aturan-aturan yang jelas.

Prinsip-Prinsip Dasar dalam Piagam ASEAN

Berikut prinsip-prinsip dasar yang tertuang dalam Piagam ASEAN.

NoPrinsip-Prinsip Dasar Piagam ASEAN
1Seluruh negara anggota ASEAN saling berupaya untuk menghormati kemerdekaan, kedaulatan, kesetaraan, integritas wilayah, dan identitas nasional.
2Menjalankan dan menjaga komitmen dan tanggung jawab yang kolektif dalam meningkatkan keamanan, perdamaian, dan kemakmuran regional.
3Seluruh ancaman, agresi, hingga penggunaan kekuatan atau tindakan illegal yang tidak sesuai dengan hukum international akan ditolak.
4Berupaya untuk memilih cara penyelesaian damai dalam permasalahan sengketa.
5Sesama negara anggota ASEAN tidak diperkenankan ikut campur dalam urusan dan masalah internal masing-masing negara.
6Menjaga eksistensi nasional tiap negara anggota agar terbebas dari campur tangan eksternal, subversi, dan paksaan dengan cara mmenghormati hak-hak masing negara.
7Hal-hal yang dianggap serius dan mempengaruhi kepentingan bersama ASEAN akan dilakukan konsultasi.
8Bersama dengan negara anggota ASEAN lainnya turut menjunjung tinggi piagam PBB dan hukum internasional.
9Menekankan nilai-nilai kebersamaan dalam keanekaragaman dan semangat persatuan serta menghormati perbedaan budaya, bahasa, dan agama masyarakat ASEAN.
10Hubungan politik, ekonomi, sosial, dan budaya eksternal menjadi sentralitas ASEAN.

Selain itu, ASEAN juga memiliki struktur organisasi sebagaimana sebuah organisasi pada umumnya. Struktur organisasi yang sesuai degan Deklarasi Bangkok terdiri dari:

  1. Konferensi Tingkat Tinggi (KTT)
  2. Pertemuan Para Menteri Luar Negeri ASEAN (ASEAN Ministerial Meeting atau AMM)
  3. Pertemuan Menteri-Menteri Sektoral (Sectoral Bodies Ministerial Meeting atau SBDMM)
  4. Panitia Tetap ASEAN (ASEAN Standing Committee atau ASC)

Peran Indonesia dalam ASEAN

sejarah asean
Photo by muamala.net

Indonesia merupakan negara terbesar dengan luas wilayah dan jumlah penduduk terbanyak di kawasan Asia Tenggara. Oleh sebab itu, Indonesia memiliki peran yang cukup mendalam dalam sejarah ASEAN.

Berikut beberapa peran Indonesia dalam ASEAN:

  • Indonesia merupakan salah satu negara yang memprakasi berdirinya ASEAN
  • Mendirikan gedung secretariat ASEAN di Jakarta
  • Indonesia sebagai tempat pertama berlangsungnya Konferensi Tingkat Tinggi ASEAN di Bali
  • Indonesia memperbolehkan Kepulauan Riau sebagai pusat karantina hewan dan tanaman untuk keperluan ASEAN
  • Indonesia merupakan salah satu penggagas terbentuuknya komunitas keamanan ASEAN

Selain peran-peran tersebut, Indonesia juga memiliki peran dalam berbagai bidang di ASEAN. Berikut peranan Indonesia dalam berbagai bidang di ASEAN.

  • Bidang Ekonomi

Berikut beberapa peran Indonesia dalam ASEAN di bidang ekonomi:

  1. Pembukaan Pusat Promosi ASEAN

Promosi yang dilakukan ASEAN agar lebih dikenal oleh berbagai negara diluar ASEAN dengan mempromosikan sektor perdagangan, pariwisata, dan investasi.

  1. Penyediaan Cadangan Pangan

Seperti yang telah kita ketahui, beberapa negara di wilayah ASEAN dikenal sebagai lumbung padi seperti Thailand, Indonesia, dan Kamboja. Hingga saat ini, negara-negara tersebut konsisten menjadi penyediaan cadangan pangan bagi negara-negara anggota ASEAN.

Bentuk kerja sama ini tidak hanya dilakukan untuk kerja sama saling menguntungkan, tetapi juga dalam keadaan darurat. Misalnya ketika salah satu negara di wilayah ASEAN mengalami krisis pangan karena bencana, maka negara lain siap mensuplai makanan ke negara tersebut.

  1. Penyelenggaraan Proyek Industri

Negara-negara anggota ASEAN juga melebarkan sayap kerja sama antar negara dalam sektor industri. Sektor industri yang dinaungi oleh negara-negara ASEAN sangat beragam untuk kemajuan bersama-sama negara anggota. Beberapa proyek industri yang dilakukan oleh ASEAN meliputi idustri pupuk, tembaga, vaksin, dan abu soda.

Berikut beberapa proyek industri kerja sama yang dilakukan untuk memajukan negara-negara anggota ASEAN:

  • ASEAN Aceh Fertilizer Project = Pabrik pupuk yang terletak di Aceh, Indonesia
  • ASEAN Urea Project = Pabrik pupuk di Malaysia
  • ASEAN Copper Fabrication Project = Pabrik industri tembaga di Filipina
  • ASEAN Vaccine Project = Pabrik yang memproduksi vaksin di Singapura
  • Rock Salt Soda Ash Project = Pabrik yang memproduksi abu soda di Thailand
  1. Kawasan Perdagangan Bebas

Kawasan perdagangan bebas ASEAN atau bisa juga disebut sebagai AFTA (ASEAN Free Trade Area) merupakan bentuk kerja sama dalam bidang ekonomi negara-negara ASEAN yang mana merupakan persetujuan dalam pengelolaan sektor produksi-produksi lokal yang ada diseluruh negara-negara ASEAN tanpa terkecuali.

Keberadaan AFTA dimaksudkan untuk meingkatkan daya saing negara-negara ASEAN dalam melakukan produksi untuk pasar dunia dengan menghapuskan bea dalam ASEAN. Selain itu, diharapkan dengan adanya AFTA dapat meningkatkan investasi oleh pihak asing secara langsung kepada negara-negara ASEAN.

  1. Koperasi ASEAN

Koperasi ASEAN atau ASEAN Cooperative Organization (ACO) merupakan salah satu bentuk kerjasama negara-negara anggota ASEAN dalam bidang ekonomi. Organisasi ini merupakan organisasi yang didirikan dan bergerak dalam bidang koperasi. Diharapkan, organisasi ini mampu meningkatkan kesejahteraan negara-negara ASEAN.

Dalam tujuannya, koperasi ASEAN memiliki keinginan untuk mengkokohkan organisasinya sebagai sebuah gerakan koperasi yang dapat menopang perekonomian di wilayah Asia Tenggara.

  • Bidang Politik

Berikut beberapa peran serta Indonesia dalam ASEAN di bidang politik:

  1. Defense Ministers Meeting
  2. Pengiriman Duta dan Konsulat
  3. Perjanjian Ekstradisi ASEAN
  4. Perjanjian Kawasan Bebas Nuklir
  5. Perjanjian Kawasan Damai, Bebas, dan Netral

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah dan latar belakang terbentuknya ASEAN. Semoga materi Sejarah ASEAN dapat menambah wawasan kita mengenai Indonesia dan negara lainnya di Asia Tenggara. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!