Perbedaan Reseller dan Dropshipper, Untung Mana?

Apa sih perbedaan Reseller dan Dropshipper?

Pertanyaan tersebut sering kali terlintas di benak banyak orang yang ingin memulai bisnis online. Biasanya, reseller atau dropshipper dijalankan oleh mahasiswa atau mereka yang ingin memulai bisnis namun tidak memiliki modal atau minim modal. Nah, kedua model bisnis tersebut tentu memiliki perbedaan meskipun sama-sama menjual barang milik orang lain.

Meskipun begitu, masih banyak dari kita yang bingung dengan perbedaan antara reseller dan dropshipper. Berikut ulasan mengenai perbedaan dua model bisnis tersebut.

Pengertian Reseller dan Dropshippper

perbedaan reseller dan dropshipper
Photo by Alexas_Fotos from Pixabay

Sebelum kita menelusuri perbedaan antara Reseller dan Dropshipper, alangkah baiknya kita mengerti dulu “Apa sih Reseller dan Dropshipper itu?

  • Reseller

Reseller adalah seseorang membeli suatu produk dengan harga tertentu dan menjualnya kembali dengan harga yang lebih tinggi. Dengan begitu, pelaku reseller akan mendapatkan profit dari selisih harga tersebut.

  • Dropshipper

Fokus dari dropshipper adalah mencari konsumen saja.

Dropshipper adalah seseorang yang menjual suatu produk dari pemasok atau supplier namun tidak memiliki produk dari pemasok tersebut. Jadi, dapat dikatakan supplier hanyalah seseorang yang menjual informasi dari suatu produk. Jika terdapat pelanggan yang akan membeli produk tersebut, maka dropshipper tersebut akan meneruskan pesanan ke pemasok.

Perbedaan Reseller dan Dropshipper

paket
Photo by Free-Photos from Pixabay

Berikut perbedaan antara Reseller dan Dropshipper

No

Perbedaan

Reseller

Dropship

1

Cara Kerja Membeli barang lebih dulu sebelum menjualnya kepada konsumen Menawarkan produk dulu kepada konsumen, baru membeli produk tersebut jika ada pesanan

2

Modal Lebih banyak dari dropshipper Lebih minim modal ketimbang reseller

3

Profit Lebih menguntungkan ketimbang dropshipper Kurang menguntungkan ketimbang reseller

4

Resiko Lebih beresiko Tidak begitu beresiko

5

Pelayanan Lebih baik dari dropshipper Kurang begitu memberikan pelayanan yang maksimal

6

Pemasaran Offline dan Online Online
  • Cara Kerja 

Perbedaan antara reseller dan dropshipper dapat dilihat dari cara kerjanya. Reseller dapat dibilang mirip pedagang karena harus membeli produk yang akan dijual terlebih dahulu sebelum menjualnya kembali ke konsumen. Reseller membeli produk tersebut dari pemasok.

Sedangkan dropshipper menawarkan suatu produk dahulu kepada konsumen. Jika terdapat konsumen yang memesan barulah dropshipper meneruskan pemesanan tersebut kepada pemasok. Setelah informasi pemesanan sampai kepada pemaok, barulah pemasok mengirimkan produk tersebut kepada konsumen.

  • Modal 

Reseller dan Dropshipper, mana yang lebih minim modal? Jawabannya adalah bisnis dropshipper.

Jika anda menjadi seorang dropshipper, anda tidak harus membeli produk yang anda jual di pemasok. Anda cukup bermodalkan hp atau laptop, paket internet, dan informasi mengenai produk yang akan anda jual.

Sedangkan reseller harus mengeluarkan modal untuk membeli barang lebih dahulu. Besarnya modal yang dikeluarkan menentukan produk yang akan anda dapatkan. Selain modal untuk membeli produk, anda juga dikenai biaya pulsa atau paket internet dan ongkos pengiriman.

  • Profit

Jika ditanya tentang profit, maka lebih menguntungkan reseller. Hal ini disebabkan reseller dapat membeli dengan harga termurah dan bebas dalam mengatur harga jual produk tersebut. Oleh karena itu, Reseller secara bebas dapat menaksir keuntungan yang ia dapatkan.

Sedangkan jika anda menjadi dropshipper, keuntungan ditentukan oleh pihak pemasok. Hal ini dikarenakan dropshipper tidak mendapatkan harga murah dari pemasok dikarenakan pemesanan yang diberikan dropshipper lebih sedikit dibanding dengan pembelian reseller.

  • Resiko

Berbisnis sebagai reseller dan dropshipper tentu memiliki resikonya sendiri-sendiri. Kedua-duanya tentu memiliki konsekuensinya sendiri-sendiri.

Meskipun bisnis dropshipper terlihat lebih mudah dibanding reseller, tentu terdapat kendalanya terutama dalam masalah produk. Produk yang anda jual tidak selalu tersedia di pihak pemasok. Oleh karena itu, jika anda tidak memiliki stok barang maka anda harus menolak pesanan dari pelanggan. Jika keadaan seperti ini terus, maka anda tidak akan memiliki pemasukan.

Sedangkan resiko menjadi reseller antara lain jika produk yang sudah anda beli dari pemasok tidak habis terjual. Jika hal ini terjadi, anda sudah pasti akan mengalami kerugian. Untuk mengurangi resiko yang lebih berat, anda pun harus menjual rugi produk yang anda beli dengan harga lebih murah dibandingkan tidak terjual sama sekali.

  • Pelayanan

Dalam memberikan pelayanan ke konsumen, seorang reseller dan dropshipper tentu memiliki cara yang berbeda. Jika anda sebagai reseller, maka anda akan lebih mudah dan lebih percaya diri dalam menawarkan suatu produk karena anda sudah memiliki produk tersebut. Sedangkan dropshipper dalam menawarkan produknya akan terpaku pada informasi yang telah diberikan oleh pemasok tanpa memiliki barang tersebut sehingga akan terkesan tidak begitu yakin dan percaya diri. Seorang dropshipper juga akan menanggapi pertanyaan lebih lama dari pelanggan karena harus menanyakan dahulu pertanyaan tersebut pada pemasok.

Dalam urusan pengiriman, reseller harus mengepak dan mengirim sendiri produk tersebut. Oleh karena itu biaya pengepakan dan biaya pengiriman menjadi tanggungannya. Sedangkan dropshipper, pengepakan dan pengiriman dikerjakan oleh pemasok sehingga ia bebas dari biaya tanggungan tersebut.

  • Pemasaran

Dalam hal pemasaran, Reseller dapat menjual produknya secara langsung atau offline dan onlinekarena seorang reseller memiliki stok produk yang memungkinkan untuk menjualnya secara offline dan online. Sedangkan dropshipper, ia harus menjual produknya secara online seperti berjualan lewat marketplace, website, Facebook, atau instagram karena ia tidak memiliki stok yang memungkinkan ia untuk berjualan secara offline.

Keuntungan Dropshipper dan Reseller

belanja online
Photo by Sica Harum from Flickr

Berikut keuntungan Dropshipper dan Reseller:

  • Dropshipper

    1. Tidak perlu memikirkan stok produk
    2. Tidak perlu memikirkan urusan pengemasan produk
    3. Bebas dari kerugian jika terdapat produk yang tidak laku
    4. Dapat bekerjasama dengan banyak supplier sekaligus
    5. Terbebas dari catatan produk dan pembukuan
  • Reseller

    1. Bebas menentukan harga jual produk
    2. Bebas menjual offline atau online
    3. Belajar bagaimana mengelola keuangan
    4. Tidak begitu khawatir terhadap kekecewaan pelanggan akibat kecacatan produk
    5. Lebih memahami kualitas produk karena memiliki produk tersebut

Reseller dan Dropshipper, Mana yang Lebih Menguntungkan?

skala pertanyaan
Photo by Arek Socha from Pixabay

Secara umum, reseller dan dropshipper adalah dua model bisnis yang sama-sama memberikan keuntungan. Tidak dapat dikategorikan mana yang lebih menguntungkan antara dua model bisnis tersebut karena keduanya memiliki resiko yang besar pula.

Namun dalam perkembangannya, bisnis dropshipper lebih berkembang daripada bisnis reseller karena seorang dropshipper tidak perlu mengelola stok untuk menjual produk mereka. Mereka hanya harus memiliki skill yang mumpuni dalam menjaring pelanggan sehingga dapat mendatangkan profit yang banyak.

Nah, demikian sedikit ulasan mengenai perbedaan Reseller dan Dropshipper. Jadi, untungan mana menurut anda?

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!