Sejarah dan Penyebab Perang Dunia 1 (1914-1918)

Perang Dunia 1 – Konflik merupakan salah satu peristiwa yang sudah pasti pernah terjadi dalam lingkup kehidupan kita, baik dari skala kecil maupun skala besar. Terdapat ribuan konflik yang pernah terjadi di muka bumi. Konflik dalam skala besar yang tidak segera diselesaikan maka akan menjadi sebuah perang besar.

Perang besar yang pernah terjadi dalam sejarah manusia diantaranya adalah Perang Dunia I dan Perang Dunia II. Kedua perang ini menimbulkan kerugian material dan immaterial yang tidak sedikit. Kali ini, kita akan membahas perang dunia 1 dalam sejarah peradaban manusia.

Perang Dunia 1 atau dalam bahasa Inggris dikenal sebagai Great War, War of The Nations, atau War to End All Wars merupakan sebuah konflik perang yang terjadi dari tahun 1914 sampai dengan tahun 1918. Berikut akan kita ulas lebih lengkap mengenai perang dunia 1.

Latar Belakang dan Penyebab Perang Dunia 1

suasana pertempuran
Photo by WikiImages

Dalam sejarah abad modern, Perang Dunia 1 merupakan salah satu perang yang menyebabkan perubahan sejarah di dunia, terutama dalam geopolitik hubungan internasional antar negara. Konflik yang terjadi di Eropa yang menyebabkan perang dunia 1 membawa dampak yang sangat luas terhadap mayoritas negara di dunia.

Sebab Umum Terjadinya Perang Dunia 1

Berikut beberapa sebab umum yang menyebabkan terjadinya perang dunia 1:

  • Pertentangan Antar Negara di Eropa

  1. Pertentangan antara Inggris dengan Prancis. Prancis ingin membalas kekalahannya dalam perang yang terjadi pada tahun 1871.
  2. Persaingan antara Inggris dan Prancis. Mereka saling memperebutkan daerah jajahan, armada laut, dan tempat untuk memasarkan industri mereka.
  3. Pertikaian antara Jerman dengan Rusia. Rusia menganggap jika Jerman menjadi salah satu faktor penghambat Rusia untuk menguasai pelabuhan di Laut Tengah.
  4. Pertentangan antara Austria-Hongaria dengan Rusia dalam perebutan wilayah di daerah Balkan.
  5. Pertentangan Austria-Hongaria dengan Serbia dalam perebutan wilayah di daerah Bosnia Herzegovina.
  6. Pertikaian antara Turki dengan Rusia memperebutkan pelabuhan di wilayah Balkan. Politik Air Hangat yang menjadi salah satu strategi Rusia untuk mendapatkan pelabuhan laut yang pada musim dingin tidak beku dihalangi oleh Turki.
  7. Pertikaian antara Bulgaria dengan Serbia. Pertikaian ini diawali tuntutan Bulgaria agar Serbia mengembalikan wilayah yang direbutnya ketika terjadi peperangan pada tahun 1913.
  • Politik Mencari Kawan (Aliance Politic)

  1. Pada tahun 1882, didirikanlah sebuah aliansi yang dinamakan Triple Alliante yang beranggotakan Jerman, Austria-Hongaria, dan Italia.
  2. Pada tahun 1907, didirikan pula sebuah aliansi yang dinamakan Triple Entente yang beranggotakan Prancis, Rusia, dan Inggris.
  • Perlombaan Senjata Antar Negara

Berbagai negara di Benua Eropa dan sekitarnya saling berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan kuantitas persenjataan tempur. Hal ini terjadi karena antara negara saling curiga akan adanya serangan dari luar. Peningkatan persenjataan dapat dilihat dari peningkatan pistol, artileri, tank, pesawat tempur, dan gas kimia.

Sebab Khusus Terjadinya Perang Dunia 1

Berikut beberapa sebab khusus yang melatarbelakangi terjadinya Perang Dunia 1:

  • Insiden Sarajevo

Insiden Sarajevo merupakan insiden terbunuhnya putra mahkota Austria yang bernama Frans Ferdinand dan istrinya di Sarajevo (Ibukota Bosnia) pada tanggal 28 Juni 1914. Pembunuhan ini dilakukan oleh Gavrilo Principe yang mana merupakan seorang anggota kelompok nasionalis di Serbia.

Akibat insiden ini, Austria pun mengeluarkan sebuah ultimatum yang dikenal dengan Ultimatum Habsurg. Ultimatum ini ditujukan kepada Serbia agar Serbia menyerahkan pembunuh putra mahkota dalam waktu dekat, ultimatum yang dikeluarkan oleh Austria tidak digubris oleh Serbia. Pada tanggal 28 Juni 1914, Austria pun mengeluarkan ultimatum perang kepada Serbia.

  • Pada tanggal 1 Agustus 1914, sekutu Austria yakni Jerman menyatakan perang kepada Rusia.
  • Pada tanggal 4 Agustus 1914, Jerman juga menyatakan perang kepada Prancis dan Inggris. Dalam waktu singkat, perang pun meluas di Benua Eropa.

Kronologi dan Sejarah Terjadinya Perang Dunia 1

perang dunia 1
Photo by hot.liputan6.com

Perang Dunia 1 berlangsung kurang lebih selama empat tahun, yakni dari tanggal 28 Juli 1914 – 11 November 1918. Perang ini diawali dengan perang antara Austria-Serbia hingga melibatkan para sekutu negara yang terlibat perang dalam aliansi masing-masing.

Serbia mendapatkan dukungan dari Rusia dan Prancis. Jerman pun menyatakan berpihak kepada Austria dengan menyatakan perang terhadap Prancis. Masing-masing negara yang terlibat dalam pertikaian membangun sebuah koalisi dan aliansi.

Koalisi Serbia, Rusia, dan Prancis disebut sebagai koalisi sekutu atau aliansi sekutu. Sedangkan, koalisi Austria-Hungaria dan Jerman dinamakan sebagai koalisi sentral atau aliansi sentral. Berikut kronologi Perang Dunia 1:

  • Perang Dunia Tahun 1914

parit pasukan perang dunia 1
Photo by Bruce Mewett

Pada tanggal 29 Juli 1914, Rusia mendekati wilayah perbatasan Austria-Hungaria dan Jerman dengan maksud agar Serbia tidak dihancurkan oleh koalisi sentral. Selain itu, Rusia juga berencana untuk mencaplok wilayah Turki Usmani bagian Konstantinopel da merebut selat-selat disekitarnya, mulai laut mati hingga Laut Aegean. Akan tetapi, rencana Rusia tersebut dihalangi oleh koalisi sentral.

Pada tanggal 31 Juli 1914, Jerman memberikan ultimatum peringatan kepada Rusia agar Rusia menghentikan pergerakan perangnya. Selain itu, Jerman juga memberikan ultimatum kepada Prancis agar ia bersikap netral dalam menghadapi permasalahan antara Jerman dengan Rusia.

Akan tetapi, Prancis dan Rusia mengabaikan ultimatum peringatan yang diberikan oleh Jerman. Pertempuran antara Rusia dengan Jerman pun berlangusng di perbatasan dua negara tersebut yang terjadi pada tanggal 1 Agustus 1914. Pada tanggal 3 Agustus 1914, Jerman pun mendeklarasikan dirinya perang terhadap Prancis.

Pada dasarnya, seluruh kekuatan aliansi berencana perang yang terjadi dirancang untuk kemenangan yang cepat. Ketika kedua aliansi saling berhadapan, panglima tertinggi Jerman Helmuth von Moltke menerapkan rencana yang telah disusun oleh Jenderal von Schlieffen dengan beberapa perubahan.

Rencana ini mengharuskan sayap kiri tentara Jerman menahan pasukan Prancis di sekitar Sungai Rhine. Sedangkan, sayap kanan pasukan Jerman menyapu pasukan Prancis melalui Belgia dan wilayah Prancis Utara menuju Paris. Rencana ini diperkirakan dapat menaklukkan Prancis dan sekutu dalam kurun waktu enam pekan.

Pada tanggal 4 Agustus 1914, Jerman pun menerobos wilayah Belgia untuk menyerang Perancis. Inggris akhirnya memberikan bantuan kepada Belgia dan Perancis, ia juga ikut menyatakan perang kepada Jerman karena melanggar perbatasan Belgia dalam perjanjian yang dibuat pada tahun 1838.

Pada tanggal 1 September 1914, Jerman berhasil menyingkirkan tentara prancis sejauh lima belas mil dari Kota Paris. Pemerintah Prancis pun mengungsi ke wilayah Bordeux. Kemenangan tersebut membuat semangat tentara Jerman melecut.

Pembalasan Prancis

Jerman pun berencana untuk menggerakkan pasukannya dengan kereta api menuju ke timur untuk mengalahkan Rusia. Prancis pun berencana untuk melakukan serangan balasan ke Jerman. Karena Prancis menghormati perbatasan Belgia yang tertuang dalam perjanjian tahun 1838, Prancis pun memusatkan pertahanannya di tengah dan sayap kanan.

Rusia berencana untuk memecah aliansi sentral, kemudian melancarkan serangannya ke wilayah Berlin tetapi rencana ini gagal. Sedangkan, rencana Schlieffen Jerman mendekati titik keberhasilan.

Pada permulaan bulan September 1914, pasukan sayap kanan Jerman hampir mencapai Paris. Akan tetapi sebelum pasukan Jerman berhasil merebut kota Prancis, Prancis sudah lebih dahulu menyerang pasukan sayap kanan Jerman yang terbuka.

Serangan balik yang dilakukan oleh pasukan Prancis terhadap Jerman ini berhasil memukul mundur pasukan Jerman dalam pertempuran pertama di wilayah Marne. Pertempuran Marne yang terjadi pada tanggal 6-10 September merupakan pertempuran awal yang menjadi titik balik krusial dalam Perang Dunia 1.

Pertempuran yang terjadi di Merne merubah harapan Jerman mengenai pertempuran yang singkat. Pertempuran di front barat pun berubah menjadi pertempuran di parit-parit perlindungan. Kedua aliansi pun membuat parit-parit perlindungan dari Sungai Aisne hingga perbatasan Swiss yang diperpanjang hingga enam ratus mil.

Pada tanggal 29 Oktober 1914, Turki Usmani pun menyatakan perang dan bergabung ke aliansi sentral. Bergabungnya Turki ke aliansi sentral dilatarbelakangi beberapa faktor. Beberapa faktor tersebut adalah bantuan ekonomi dan militer Jerman kepada Turki, kecemasan pemerintahan Turki terhadap Rusia yang ingin menguasai beberapa wilayahnya, dan keinginan untuk mengembalikan kekuasaan beberapa provinsi yang terlepas.

Bergabungnya Turki Usmani ke aliansi sentral menyebabkan komunikasi laut antara rusia dengan pihak sekutu dapat di putus. Pasukan Turki Usmani pun bergerak ke selatan dan mengancam akan merebut Terusan Suez untuk memutus komunikasi Inggris dengan Timur Jauh. Untuk menjaga Terusan Suez, aliansi sekutu terpaksa menempatkan pasukan yang besar di ujung timur dekat Laut Mediterania.

  • Perang Dunia Tahun 1915

Gas racun perang
Photo by kompas.com

Pada tahun 1915, Jerman dan Austria-hungaria masih memfokuskan Rusia sebagai target utama untuk dikalahkan. Pada permulaan tahun 1915, Rusia mulai melancarkan serangannya untuk menyerbu Hungaria. Pada tanggal 2 Mei, Jerman membalas serangan tersebut dalam pertempuran yang berpusat di Brestlitovsk dengan menerobos bagian tengah front Rusia.

Pada Pertempuran Brestlitovsk, pasukan Jerman berhasil memukul mundur pasukan Rusia hingga ke wilayah Pinsk. Jerman juga berhasil mendapatkan 750 ribu tawanan dan Rusia masih melakukan perlawanan. Pada tahun ini, terjadi kebuntuan di front barat akibat kurangnya pemasokan longsong meriam.

Pada bulan April, Jerman menggunakan gas beracun berjenis klorin untuk melumpuhkan pasukan prancis di Ypres. Strategi peperangan pun berubah menjadi peperangan menggunakan berbagai tipe gas beracun untuk menghancurkan pertahanan musuh.

Tahun 1915 menjadi tahun kampanye Jerman menggunakan kapal selam. Jerman semakin gigih memblokade perairan Inggris. Pada bulan februari, Jerman mengumumkan jika zona perairan sekitar Inggris masuk dalam zona perang. Jerman juga memperingatkan kapal-kapal perdagangan yang ditemukan dalam zona perairan perang akan dihancurkan, termasuk kapal milik bangsa yang netral.

Pada tanggal 7 Mei 1914, di sekitar wilayah Kinsalehead di Irlandia, Jerman menghancurkan sebuah kapal mewah Lusitania menggunakan torpedo. Serangan ini mengakibatkan 1.198 orang tewas, 120 diantaranya adalah warga Amerika. Akibat serangan ini, Inggris mulai khawatir akan terpaksa keluar dari aliansi perang akibat banyaknya kerugian yang ditanggungnya, terutama dalam bidang pengiriman laut.

Partisipasi Italia

Pada bulan April 1915, Italia menandatangani sebuah perjanjian rahasia dengan koalisi sekutu. Perjanjian ini berisi tawaran kepada Italia wilayah Austria jika Italia ikut berperang melawan aliansi sentral. Italia pun menerima tawaran tersebut karena wilayah di Austria banyak dihuni oleh keturunan Italia.

Pada tanggal 23 Mei, Italia menyatakan perang terhadap Austria-Hungaria. Ia baru menyatakan perang terhadap Jerman pada bulan Agustus 1916.

Pada tanggal 25 April 1914, Sir Ian Hamilton mendaratkan pasukan Anzasc korps tentara Australia dan Selandia Baru di semenanjung Galipoli. Pasukan tersebut direncanakan untuk melawan Istambul Turki melalui darat dan laut. Akan tetapi, ekspedisi Gallipolli ini mengalami kegagalan total. Pasukan ini pun ditarik mundur ke Terusan Suez untuk melindunginya dari ancaman Turki Usmani.

Pada tanggal 11 Oktober, salah satu kekuatan di semenanjung Balkan yakni Bulgaria bergabung dengan koalisi sentral. Bulgaria pun bergabung dengan Austria-Hungaria dan Jerman untuk menyerang Serbia dan Montonegro. Serangan ini membuka jalan menuju Istambul dan membanru imperium Turki Usmani menghadapi sekutu.

  • Perang Dunia Tahun 1916

tank perang dunia 1
Photo by id.rbth.com

Armada Jerman tidak menantang kekuasaan sekutu atas perairan di permukaan air, serangan Jerman sebelumnya selalu dilakukan menggunakan kapal selam. Pada tanggal 31 Mei 1916, terjadi pertempuran Jutland. Pada awalnya, Pertempuran Jutland didominasi oleh pasukan Jerman. Akan tetapi, Pertempuran Jutland pada akhirnya dimenangkan oleh pasukan Inggris.

Pada tahun 1916, terjadi dua kampanye besar. Dua kampanye tersebut yakni serangan Jerman atas Verdun pada bulan Februari 1916, dan serangan sekutu atas Jerman di dekat Sungai Somme.

Di front barat, Jerman melakukan serangan besar terhadap Prancis di Verdun. Sebelum serangan tersebut, Jerman menghujani Prancis dengan tembakan meriam yang memiliki daya hancur yang paling kuat pada zamannya. Prancis pun berusaha untuk menahan laju serangan tentara Jerman. Pertempuran ini terus berlanjut selama beberapa bulan.

Pada bulan Juli, Inggris datang membantu pasukan Prancis dengan serangan terhadap Jerman di wilayah Somme. Inggris menyerang Jerman dengan kendaraan lapis baja milik mereka, kendaraan lapis baja ini diberi kode dengan nama “Tank”. Tank merupakan persenjataan yang dikembangkan oleh Inggris secara rahasia, perang ini merupakan pertama kalinya Inggris memperkenalkan Tank kepada dunia.

Akibat dari serangan yang dibantu kendaraan lapis baja ini, pasukan sekutu berhasil mendesak pasukan Jerman hingga sejauh 14 kilometer. Ketika musim dingin tiba, perang diakhiri untuk sementara waktu.

Perlombaan untuk memperkenalkan persenjataan terus berlangsung selama Perang Dunia 1, kedua aliansi terus memperkenalkan persenjataan baru mereka. Kedua aliansi terus berlomba untuk membuat pesawat yang dapat menembak pesawat musuh.

Tidak hanya pesawat tempur, pesawat model balon udara (Zeppelin) juga digunakan untuk melakukan pemboman dari udara. Pesawat jenis ini banyak digunakan oleh Jerman, setidaknya, Zeppelin mampu melancarkan serangan sebanyak 51 kali.

Akan tetapi, pesawat Zeppelin sangat rentan untuk dihancurkan, baik karena badai atau pun serangan dari pasukan sekutu. Hal ini terbukti dengan hancurnya 77 kapal Zeppelin selama Perang Dunia 1 berlangsung.

Perjanjian Sykes-Picot

Pada tahun ini, aliansi sekutu juga berusaha untuk mengadu domba umat Islam dengan Imperium Turki Usmani agar melemahkan kekuatan imperium tersebut. Tercetuslah perjanjian rahasia antar negara dalam aliansi sekutu mengenai pembagian wilayah Turki Usmani yang diprediksi akan kalah dalam pertempuran ini. Perjanjian ini dinamakan Sykes-Picot.

Prancis akan mendapatkan wilayah di Libanon, bagian barat laut Turki, Syiria Utara, dan Irak Utara. Sedangkan Inggris mendapatkan wilayah Irak, Transjordan, dan Arabia yang berbatasan dengan teluk Persia.

Wilayah Palestina ditujukan sebagai hak wilayah rezim internasional. Rusia mendapatkan wilayah Istambul dan beberapa bagian timur Anatolia. Sedangkan Italia dijanjikan wilayah selatan Anatolia.

Demi melancarkan ambisi sekutu untuk menjadi penguasa Timur Tengah, Inggris memulai konspirasi dengan menjanjikan kemerdekaan negara Arab kepada Syarif Husain di Makkah. Tawaran yang dijanjikan Inggris kepada Syarif Husain diberikan dengan syarat Syarif Husain harus ikut serta berperang melawan pasukan Turki Utsmani.

Syarif Husain pun menerima tawaran tersebut. Ia mulai menyiapkan dan mengorganisir pasukan untuk menyerang Turki Utsmani di wilayah kekuasaan Turki Utsmani yang terletak di wilayah Timur Tengah.

  • Perang Dunia Tahun 1917

perang dunia 1
Photo by republika.co.id

Peperangan yang terjadi pada tahun 1917 diwarnai dengan berbagai peristiwa besar di dunia. Pertama, terjadinya revolusi di Rusia, dan yang kedua yakni keikutsertaan Amerika Serikat dalam Perang Dunia 1.

Pada tanggal 11 Maret 1917, terjadi revolusi di Rusia. Revolusi ini diprakasai oleh seorang tokoh nasionalis bernama Alexander Krensky beserta pengikutnya. Akibat revolusi ini, kekaisaran Romanov dengan rajanya Tsar Nicholas II terpaksa turun dari tahta.

Pemerintahan Republik Rusia dibawah pemerintahan Alexander Krensky menyatakan akan meneruskan perang. Akan tetapi, rakyat Rusia sudah muak dengan peperangan yang terjadi. Akibatnya, para revolusionis komunis membentuk Partai Bolshevik dan memutuskan untuk menjadi penentang pemerintah. Pada tanggal 9 November, terjadi revolusi kedua di Rusia yang menumbangkan pemerintah nasionalis.

Bergabungnya Amerika Serikat ke aliansi sekutu dalam Perang Dunia 1 dilatarbelakangi beberapa faktor. Ketika awal Perang Dunia 1 berkecamuk pada tahun 1914, Amerika Serikat memutuskan untuk bangsa yang netral. Amerika tidak ingin ikut campur tangan dalam urusan negara-negara Eropa.

Dilindungi hukum internasional, AS sebagai bangsa yang netral mempunyai hak untuk melanjutkan perdagangan dengan setiap negara yang terlibat dalam peperangan. Amerika juga berusaha untuk mengajak negara-negara yang sedang bertikai untuk melakukan perundingan damai.

Akan tetapi, peristiwa-peristiwa yang terjadi selama peperangan berlangsung membuat Amerika mengubah sikap terhadap perang di Eropa. Pertama, kebrutalan Jerman yang menyerang seluruh kapal yang melintasi perairan zona perang, tidak peduli kapal tersebut kapal sekutu atau kapal dagang biasa. Hal tersebut jelas melanggar hukum internasional.

Kedua, penggunaan gas beracun yang dilakukan dalam peperangan sangatlah ditentang oleh opini public Amerika Serikat.

Akan tetapi, pemicu perang sebenarnya adalah penerbitan telegram Zimmerman pada tanggal 1 Maret 1917di Koran Amerika. Telegram tersebut berisi pengungkapan tawaran Jerman kepada Meksiko untuk mendukung perang melawan Amerika Serikat. Sebagai balasannya, Jerman akan memberikan wilayah Amerika Serikat bagian barat daya kepada Meksiko.

Partisipasi Amerika Serikat

Masyarakat Amerika menjadi percaya jika Jerman memperoleh kemenangan dalam Perang Dunia 1, maka posisi Amerika Serikat akan terancam. Adanya tuntutan public untuk melakukan peperangan, dengan terpaksa Presiden Amerika Serikat Woodrow Wilson menyatakan ikut berperang pada tanggal 6 April 1917.

Pada bulan April 1917, muncul suatu pemberontakan yang dipimpin oleh Jenderal Robert Nivelle di Prancis. Jenderal Nivelle pun digantikan oleh Jenderal Philippe Petain sebagai panglima perang Prancis. Petain mengsitirahatkan pasukannya sementara waktu untuk mengikuti pertempuran besar, hal ini dimaksudkan untuk menguatkan kembali semangat pasukannya.

Pada tahun 1917, pasukan Inggris melakukan sebagian besar pertempurannya di front barat. Inggris kehilangan pasukan yang cukup besar, terutama dalam pertempuran Yepres yang menewaskan hampir seperempat juta pasukan Inggris. Kekhawatiran perang juga membawa bencana bagi front Italia.

Pada bulan Oktober 1917, Austtria-Hungaria dan Jerman melakukan serangan dadakan ke wilayah Caporetto. Serangan ini mengakibatkan tentara Italia berlarian mundur dari peperangan dan 265 ribu lainnya ditawan.

  • Perang Dunia Tahun 1918

Ketika aliansi sekutu berada diambang kekalahan dalam Perang Dunia 1, Amerika muncul sebagai penyelamat mereka dalam ambang kekalahan tersebut. Pada tanggal 21 Maret 1918, Jerman melancarkan serangan ke wilayah Sungai Somme. Serangan tersebut dirancang oleh Jenderal Hiddenburg dan Ludendorf untuk memenangkan Perang Dunia 1.

Dalam beberapa hari, Jerman terus maju untuk menguasai wilayah tersebut. Serangan tersebut berakhir setelah Jerman berhasil merebut wilayah sejauh 56 km setelah berhasil merebut 56 km sebelumnya. Dalam serangan ini, Amerika memerankan peran penting untuk mempertahankan pasukan sekutu untuk mundur lebih jauh pertahanan mereka.

Pada tanggal 27 Mei, Jerman kembali menyerang dengan pasukan besar di sepanjang Sungai Aisne. Jerman begitu bersemangat untuk mengakhiri Perang Dunia 1 setelah empat tahun dengan kemenangan. Selama satu minggu, Prancis mundur dari wilayah tersebut. Pertempuran kembali terjadi di Sungai Merne di Chateau Thierry yang berjarak sekitar 71 km dari Paris.

Untuk menghentikan serangan besar yang dilakukan oleh Jerman, tiga divisi milik AS diturunkan untuk beraksi di Chateau Thierry, Cantigny, dan Belleau Wood. Divisi ini ditugaskan untuk melakukan pertahanan ataupun serangan ke Jerman.

Usaha yang dilakukan oleh tiga divisi milik AS yang juga dibantu veteran Prancis dan Inggris menghasilkan hasil yang memuaskan. Jerman berhenti melakukan serangan kepada Prancis pada tanggal 6 Juni 1918.

Pada tanggal 15 Juli, Jerman kembali melancarkan serangan besar-besarannya. Akan tetapi, situasi pertempuran terbalik. Pasukan Prancis yang dibantu pasukan Amerika berhasil menghancurkan sayap barat pasukan Jerman dari utara Chaeteau Tierry. Pasukan Jerman pun berlari ke wilayah di Sungai Aisne untuk menghindari perebutan wilayah tersebut dari pasukan Prancis.

  • Akhir Perang Dunia 1

akhir peperangan
Photo by Michal Jarmoluk

Bergabungnya Amerika Serikat ke dalam koalisi sekutu membalikkan keadaan dan situasi perang. Koalisi sentral yang awalnya mendominasi peperangan, berubah terbalik dan dapat disaingi oleh pasukan sekutu meskipun koalisi sekutu sudah dikurangi Rusia yang menarik diri dari peperangan sejak 3 Maret.

Akibat menarik diri dari peperangan, Rusia harus kehilangan wilayahnya di Polandia dan hampir seluruh wilayah yang dikuasai Rusia di sekitar wilayah yang berbatasan dengan Laut Baltik.

Pada tanggal 08 Agustus, Inggris memulai serangan ke wilayah Somme. Korps Kanada kemudian berhasil mendesak hingga sejauh 13 km pada hari pertama penyerangan. Hal tersebut merupakan salah satu kemajuan besar koalisi sekutu dalam melawan pasukan sentral.

Setelah melakukan penyerangan selama sebulan lebih, pasukan sekutu berhasil mendapatkan 100.000 tawanan dan dapat memukul mundur pasukan Jerman secara penuh. Setelah Jerman berhasil dipukul mundur, koalisi sekutu menyiapkan serangan besar untuk mengakhiri perlawanan koalisi sentral dalam Perang Dunia 1.

Pada bulan September 1918, pasukan Amerika berhasil merebut St. Mihiel. Serangan yang dilakukan oleh pasukan sekutu pun dilanjutkan melalui Hutan Argone yang kemudian berlanjut ke arah Utara di sepanjang Meuse dari Verdun hingga ke Sedan. Serangan ini dimulai pada tanggal 26 September hingga berlanjut ke bulan November.

Ketika Jerman mendapatkan serangan balasan dari aliansi Sekutu, aliansi sentral pun mulai tumbang dan runtuh. Bulgaria menandatangani gencatan senjata dengan pihak sekutu pada tanggal 30 September, kemudian juga disusul oleh Turki Usmani pada tanggal 31 Oktober.

Italia berhasil mengalahkan Austria-Hungaria setelah kekalahannya. Austria-Hungaria diberi gencatan senjata pada tanggal 3 November 1918. Gencatan senjata yang diberikan kepada Austria-Hungaria ini mengharuskan keduanya membubarkan pasukan, menyerahkan sebagian besar wilayahnya, dan menyerahkan angkatan laut. Hal ini juga menandai runtuhnya imperium Austria-Hungaria.

Kekalahan Jerman

Front dalam negeri Jerman juga runtuh akibat tentaranya mundur dari seluruh front pertempuran. Pada tanggal 03 Oktober, penguasa Jerman meminta kepada sekutu untuk dilakukan gencatan senjata. Armada perang Jerman di Kiel juga melakukan pemberontakan. Para sosialis independen di Berlin juga menolak untuk mendukung pemerintah kembali.

Para penguasaan di Kerajaan Bavaria dan Wurttenberg turun dari tahta. Kaisar Jerman turun dari tahta kerajaannya pada tanggal 9 November dan melarikan diri ke Belanda. Pada tanggal 11 November, Jerman menandatangani gencatan senjata umum dengan sekutu.

Syarat-syarat yang diajukan oleh sekutu untuk mengabulkan gencatan senjata dengan Jerman sangatlah berat. Jerman harus menyerahkan seluruh kapal selam dan persediaan militer kepada sekutu. Jerman juga harus menyerahkan seluruh tawanan mereka dan mengganti kerugian akibat Perang Dunia 1.

Konferensi perdamaian Paris berencana menyusun rencana untuk mengakhiri Perang Dunia 1 yang dlakasanakan pada tanggal 1 Januari 1919. Seluruh negara yang ikut serta dalam Perang Dunia 1 mengirimkan perwakilannya dalam konferensi tersebut. Salah satu keputusan dalam konferensi tersebut adalah dibentuknya Liga Bangsa-Bangsa (LBB).

Senjata Perang Dunia 1

Berikut beberapa senjata yang digunakan selama Perang Dunia 1 berlangsung, diantaranya adalah:

  • U-Boat 93

kepal selam U-Boat 93
Photo by uboat.net

U-Boat 93 merupakan salah satu senjata yang paling mematikan yang digunakan selama Perang Dunia 1. Kapal selam ini digunakan oleh Jerman dalam menghadapi musuh-musuhnya selama peperangan.

Nama U-Boat berasal dari Unterseeboot yang berarti kapal bawah laut. Tipe 93 ini dibangun oleh Kaiserliche Marine. Kapal selam U-Boat 93 ini bertugas membawa 16 torpedo dan dilengkapi dengan pengaturan senjata.

  • Balon Udara Zeppelin

balon udara Zeppelin
Photo by indozone.id

Airsips atau balon udara ini merupakan jenis balon udara yang lebih ringan dari jenis pesawat lainnya. Kapal udara ini sudah digunakan sebelum perang berlangsung, tetapi semenjak perang dimulai, kapal udara ini digunakan sebagai senjata udara. Zeppelin merupakan kapal udara pertama yang digunakan untuk perang.

Nama Zeppelin diambil dari pencipta kapal udara ini, yakni Count von Zeppelin. Pada awal Perang Dunia 1 berlangsung, Jerman menggunakan balon udara ini untuk membawa bom keperluan perang.

  • Fosgen dan Gas Air Mata

gas air mata
Photo by nationalgeographic.grid.id

Gas air mata tidak digunakan untuk membunuh, tetapi dapat membuat fokus musuh terpecah dari tempat pertahanan mereka. Gas air mata juga membuka jalan penggunaan bahan kimia lainnya selama Perang Dunia 1 berlangsung. Efek dari gas air mata baru akan hilang sekitar 30 menit setelahnya.

Sedangkan Fosgen merupakan bahan kimia di era berikutnya yang digunakan bersamaan dengan zat klorin. Zat kimia ini dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru yang berujung pada kematian. Diperlukan waktu sekitar 48 jam hingga efek dari gas ini muncul.

  • Klorarsin dan Gas Mustard

klorin dan gas mustard
Photo by indozone.id

Klorarsin dapat menyebabkan gangguan pernapasan jangka yang cukup pendek namun lebih intens. Zat kimia ini dapat melumpuhkan sementara manusia yang terkena gasnya. Meskipun efek yang ditimbulkan tidak menyebabkan kematian, penggunaan gas kimia ini terbilang cukup efektif dalam peperangan.

Sedangkan, gas mustard memiliki dampak yang cukup besar terhadap kulit dan paru-paru. Gas mustard tidak dapat mudah dideteksi kecuali jika mengalami serangan secara langsung. Jerman menggunakan gas mustard untuk berperang pada tahun 1917.

  • Mark V Tank

mark v tank
Photo by en.wikipedia.org

Mark V Tank merupakan tank terakhir dan tank terbesar dalam Perang Dunia 1. Tank ini merupakan hasil ciptaan Inggris. Mark V Tank merupakan hasil modifikasi dari Mark IV Tank. Pada bulan Maret 1919, sekitar 1.070 tank telah diproduksi. Drivetrain dan transmisi Mark V Tank lebih kuat daripada Mark VI Tank.

  • Maxim MG 08 atau Maschinengewehr 08

maxim mg
Photo by militaryfactory.com

Maxim MG merupakan senjata api yang sudah memiliki pendingin udara dan dapat menembakkan peluru lebih dari 500 putaran per menit dengan jarak efektif lebih dari 2.000 yard (1.830 m).

Ketika terjadi pertempuran di Somme pada tanggal 01 Juli 1916, hanya dalam satu hari kehilangan 21.000 orang. Sebagian besar pasukan yang tewas dari pasukan Inggris disebabkan penggunaan senapan ini.

  • Fokker Triplane

Fokker Triplane
Photo by historynet.com

Fokker Triplane merupakan salah satu pesawat yang terkenal dalam Perang Dunia 1. Pesawat ini merupakan pesawat yang dirancang oleh Jerman sebagai salah satu respon munculnya Sopwith Triplane milik Inggris yang terkenal.

Pesawat ini diterbangkan oleh pilot andalan milik Jerman, Ace Manfred Albrecht Freiherr von Richthofen. Pilot andalan Jerman yang juga dikenal sebagai Red Baron ini berhasil menumbangkan lebih dari 70 pilot sekutu selama berperang.

Pesawat ini memiliki tiga sayap pesawat yang melekat dengan badan pesawat dan baling-baling di bagian depan. Pesawat ini juga didukung dengan mesin 110 hp dan dilengkapi dengan dua senjata LMG 08/15 0,31 inci.

  • Big Bertha

Big Bertha
Photo by britannica.com

Big Bertha merupakan artileri bergerak terbesar dan yang paling kuat yang digunakan oleh Jerman. Senjata ini menggunakan caliber 420 milimeter.

Senjata ini digunakan pada masa awal perang, yakni tahun 1914. Pada awal perang, Jerman memiliki dua Big Bertha. Serangan dari senjata ini mampu menembus hingga 12 meter, baik itu penghalang beton maupun lainnya. Nama Big Bertha terinspirasi dari nama pemilik perusahaan Krupp yang membuat senjata, yakni Bertha Krupp von Bohlen und Holbach.

Penyebab Kekalahan Blok Sentral dalam Perang Dunia 1

Berikut beberapa penyebab kekalahan yang dialami oleh Blok Sentral dalam Perang Dunia 1:

  1. Jumlah anggota Blok Sekutu lebih banyak daripada Blok Sentral, yakni sebesar 23 negara. Dalam segi kekuatan, Blok Sekutu lebih kuat daripada Blok Sentral, ditambah masuknya Amerika Serikat ke Blok Sekutu.
  2. Terjadi perpecahan dalam koalisi Blok Sentral. Italia yang sebelumnya berada di pihak Blok Sentral berpindah pihak ke Blok Sekutu disebabkan Italia ingin menguasai wilayah yang dikuasai Austria.
  3. Terjadi pemberontakan oleh rakyat di negara-negara anggota Blok Sentral yang disebabkan mulai bosan berperang dan tidak mau lagi mendukung pemerintahan di negara-negara tersebut.

Jumlah Korban Perang Dunia 1

perang dunia 1
Photo by idntimes.com

Peristiwa perang tentu saja mengakibatkan korban yang berjatuhan, baik itu bersifat materil maupun non-materil. Berikut jumlah korban Perang Dunia 1:

  • Pihak Sekutu

  1. Inggris mendapatkan jumlah tentara yang tewas sebanyak 750.000 orang dan 1.500.000 lainnya terluka.
  2. Prancis mendapatkan jumlah tentara yang tewas sebanyak 1.400.000 orang dan 2.500.000 lainnya terluka.
  3. Belgia mendapatkan jumlah tentara yang tewas sebanyak 50.000 orang.
  4. Italia mendapatkan jumlah tentara yang tewas sebanyak 600.000 orang.
  5. Rusia mendapatkan jumlah tentara yang tewas sebanyak 1.700.000 orang.
  6. Amerika mendapatkan jumlah tentara yang tewas sebanyak 116.000 orang.
  • Pihak Sentral

  1. Jerman mendapatkan jumlah tentara yang tewas sebanyak 2.000.000 orang.
  2. Austria-Hungaria mendapatkan jumlah tentara yang tewas sebanyak 1.200.000 orang.
  3. Turki mendapatkan jumlah tentara yang tewas sebanyak 325.000 orang.
  4. Bulgaria mendapatkan jumlah tentara yang tewas sebanyak 100.000 orang.

Jadi, total keseluruhan korban Perang Dunia 1 adalah 8.500.000 orang dengan 21.000.000 orang lainnya terluka.

Perjanjian yang Mengakhiri Perang Dunia 1

perjanjian versailles
Photo by parliament.uk

Pasca terjadinya Perang Dunia 1, terdapat beberapa perjanjian antara pihak yang menang dan kalah dalam Perrang Dunia 1. Berikut beberapa perjanjian tersebut:

  • Perjanjian Versailles

Perjanjian Versailles yang terjadi pada tanggal 28 Juni 1919 yang berisi tentang perjanjian antara pihak sekutu dengan pihak Jerman. Perjanjian ini ditandatangani di Istana Trianon. Isi dari perjanjian tersebut adalah:

  1. Jerman menyerahkan wilayah Alsace-Lorraine kepada pihak Prancis dan wilayah Eupen-Malmedy kepada pihak Belgia.
  2. Wilayah Danzig dan sekitarnya menjadi kota merdeka dibawah naungan LBB.
  3. Jerman kehilangan seluruh wilayah jajahannya yang diambil oleh Inggris, Perancis, dan Jepang.
  4. Jerman harus membayar ganti rugi perang sebesar 132 Milyar Mark Emas kepada pihak sekutu karena Jerman yang memulai Perang Dunia 1. Angkatan perang Jerman juga diperkecil.
  5. Kapal perang atau pun kapal dagang milik Jerman diambil alih oleh Inggris. Wilayah Jerman sebelah barat Sungai Rhijn (Rhein) diambil alih dan diduduki oleh sekutu selama 15 tahun.
  • Perjanjian St. Germain

Perjanjian St. Germain merupakan perjanjian antara pihak sekutu dengan pihak Austria yang dilaksanakan pada tanggal 10 September 1919. Isi dari perjanjian tersebut adalah:

  1. Tidak diperkenankan adanya gabungan Jerman-Austria
  2. Austria harus menyerahkan wilayah Tirol Selatan dan Istria kepada Italia. Wilayah milik Austria di Bohemia, dan Moravia juga diserahkan kepada Cekoslowakia.
  • Perjanjian Neuilly

Perjanjian Neuilly merupakan perjanjian antara pihak Sekutu dengan pihak Bulgaria. Perjanjian ini dilaksanakan pada tanggal 27 November 1919. Isi dari Perjanjian Neuilly adalah:

  1. Bulgaria menyerahkan wilayah Pantai Aegia kepada pihak Yunani.
  • Perjanjian Trianon

Perjanjian Trianon merupakan perjanjian antara pihak Sekutu kepada Hungaria. Perjanjian ini dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 1920. Isi dari Perjanjian Trianon adalah:

  1. Wilayah kekuasaan Hungaria diperkecil.
  2. Keluarga Hapsburg tidak diperbolehkan menjadi raja di Austria-Hungaria.
  • Perjanjian Sevres

Perjanjian Sevres merupakan perjanjian antara pihak sekutu dengan Turki pada tanggal 20 Agustus 1920. Isi dari perjanjian ini adalah:

  1. Wilayah Turki diperkecil dan hanya menyisakan Kota Konstantinopel dan sekitarnya.
  2. Wilayah yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan dari pemerintahan Turki.
  3. Smyrna dan Thracia diduduki oleh Yunani. Wilayah Dardanella, Laut Marmora, dan Selat Borporus harus dibuka untuk semua bangsa.
  4. Armenia diberikan ststus merdeka.
  5. Kurdi dimerdekakan.

Dampak Perang Dunia 1

dampak perang dunia 1
Photo by matamatapolitik.com

Peperangan yang terjadi tentu menimbulkan dampak bagi negara-negara yang terlibat secara langsung maupun tidak. Berikut beberapa dampak yang terjadi akibat perang dunia 1 dari berbagai bidang.

  • Bidang Politik

Dalam bidang politik, negara-negara yang mengalami kekalahan dalam Perang Dunia 1 seperti Jerman, Ottoman (Turki), dan Austria-Hungaria mengalami penyusutan wilayah. Imperium yang telah berdiri selama berabad-abad lamanya mengalami keruntuhan akibat kekalahan ini.

Selain itu, pihak sekutu yang diwakili oleh Rusia pimpinan Raja Tsar Nicholas II juga mengalami hal yang sama. Imperium Rusia pun bangkit dari keterpurukannya dibawah naungan Lenin. Pemerintahan Lenin membawa paham komunis dalam memimpin negara tersebut.

  • Bidang Ekonomi

Bidang ekonomi juga terimbas dari dampak Perang Dunia 1. Berikut beberapa dampak terhadap bidang ekonomi pasca Perang Dunia 1:

  1. Rusaknya sarana dan prasarana bagi negara-negara yang terlibat perang, baik sarana fisik maupun non-fisik.
  2. Pusat industri di Rusia mengalami kerusakan.
  3. Pertanian mengalami kehancuran yang mengakibatkan terjadi kelaparan dimana-mana, diantaranya adalah negara Rusia maupun negara lainnya yang terlibat perang.
  4. Terjadi krisis dalam berbagai sektor perekonomian negara-negara yang terlibat perang, baik negara-negara Eropa maupun Amerika.
  5. Angka pengangguran meningkat tajam dari berbagai pihak.
  • Bidang Sosial

Selain bidang ekonomi, Perang Dunia 1 juga berimbas dalam lingkup sosial. Berikut beberapa dampak dalam bidang social:

  • Penurunan populasi manusia akibat kematian perang di negara Eropa
  • Peningkatan peran perempuan untuk meningkatkan kelangsungan hidup mereka
  • Negara Eropa melakukan pengupayaan untuk meningkatkan produktifitas industri.

Peristiwa Perang Dunia 1 juga diangkat ke layar lebar. Film yang menceriakan mengenai peristiwa Perang Dunia 1 adalah film yang berjudul “1917”. Film 1917 merupakan sebuah film yang disutradai oleh Sam Mendes. Film 1917 tayang secara perdana pada tanggal 4 Desember 2019 di Royal Film Performance, London. Film ini mendapatkan review yang positif dari para kritikus.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah Perang Dunia 1 yang mengubah wajah dan wilayah geografis dunia setelahnya. Semoga materi kali ini dapat menambah wawasan kita dan menjadikan kita menjadi lebih bijak dalam menghadapi permasalahan. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!