Sejarah dan Peradaban Bangsa Yunani Kuno

Peradaban Yunani Kuno – Peradaban manusia telah dimulai dari ribuan tahun yang lalu. Melalui peninggalan-peninggalannya, kita dapat mengetahui peradaban hebat yang telah manusia ciptakan di dunia. Dan diantara peradaban menakjubkan yang ditinggalkan oleh manusia pada zaman dahulu adalah Peradaban Amerika Kuno, Peradaban Mesopotamia, dan Peradaban Yunani Kuno.

Yunani merupakan salah satu pusat peradaban yang terkenal di dunia dan peradaban tertua di Eropa. Peradaban ini lahir dari lingkungan geografis yang tidak begitu mendukung. Tanah di Yunani tidak seperti tanah di Mesopotamia, Mesir, maupun Huang Ho yang subur.

Yunani memiliki wilayah yang kering dengan banyak banteng alam yang kuat, seperti jurang-jurang yang terjal, gunung-gunung yang menjulang tinggi, dan pantai-pantai yang curam lagi terjal. Hujan pun jarang turun di wilayah Yunani.

Bangsa Yunani terdiri dari percampuran bangsa pendatang dari laut Kaspia dan penduduk asli Yunani yang terdiri dari petani. Masyarakat Yunani pun membentuk suatu kelompok-kelompok kota yang disebut sebagai Polis. Dan diantara polis-polis yang terkenal di Yunani adalah Athena, Sparta, dan Thebe.

Berikut akan kita ulas bersama mengenai sejarah dan peradaban Yunani Kuno.

Letak Geografis Yunani

letak geografis Yunani Kuno
Photo by wawasansejarah.com

Letak geografis wilayah Yunani Kuno sama dengan letak geografis Yunani pada masa sekarang. Wilayah Yunani terletak di Ujung Selatan Semenanjung Balkan. Selain yang ada di daratan tersebut, wilayah Yunani juga meliputi pulau di Laut Aegeia.

Batas-batas wilayah Yunani meliputi wilayah utara berbatasan dengan Albania, Macedonia, Bulgaria, dan Turki. Wilayah timur berbatasan dengan Laut Aegeia. Wilayah selatan berbatasan dengan Laut Tengah, dan wilayah barat berbatasan dengan Laut Ionia.

Sebagian besar wilayah Yunani didominasi dengan gunung-gunung, sehingga antar satu wilayah dengan wilayah yang lainnya terpisah. Tiga puluh persen wilayah Yunani berupa daratan rendah yang berada di dekat laut dan terbentuk oleh endapan lumpur sungai. Sisa wilayah Yunani berupa jazirah yakni Peloponesos dan Attica.

Wilayah Yunani yang bergunung-gunung menyebabkan tanahnya kurang subur. Oleh karena itu, biasanya masyarakat menanam gandum dan anggur di sekitar lereng gunung. Untuk mencari daerah yang lebih subur, para petani (Colonus) meninggalkan tempat tinggalnya dan mendirikan wilayah koloni di sekitar wilayah Yunani.

Selain melakukan kegiatan pertanian, masyarakat Yunani juga mengembangkan perekonomian melalui kegiatan pelayaran dan perdagangan. Hal ini dikarenakan letak wilayah Yunani yang strategis di perairan Laut Tengah.

Awal Peradaban Yunani Kuno

peradaban yunani kuno
Photo by pendidikanmu.com
Masyarakat Pulau Kreta mempercayai kepercayaan yang bersifat Polytheisme dan memuja kekuatan-kekuatan alam. Dalam kepercayaan Pulau Kreta, Dewa tidak difungsikan sebagai pencipta malapetaka, tapi berfungsi sebagai pelindung dan pemberi berkah bagi mereka.

Perkembangan peradaban Yunani Kuno dimulai dari peradaban masyarakat di pulau Kreta. Pulau Kreta terletak di wilayah perairan laut tengah bagian timur. Letaknya yang strategis membuat pulau ini menjadi pusat aktivitas perairan daerah perairan laut tengah bagian timur.

Pulau Kreta menjadi wilayah penghubung antara banyak wilayah pusat perdagangan di pulau Sicilia, Mesir, Pantai Levant, Byzantium, dan Yunni. Sumber berita mengenai keberadaan Kerajaan Kreta ini diperoleh melalui cerita-cerita rakyat Yunani yang bersifat metologi, hasil-hasil penggalian arkeologi, dan syair-syair pujangga Homerus terutama yang tertuang dalam kitab Illyas dan Odyssea.

Pulau Kreta terletak di persimpangan jalan pelayaran antara wilayah Mesir dan Yunani dan wilayah lainnya di daerah Italia dan Punisia. Masyarakat di Pulau Kreta merupakan masyarakat maritime yang bermata pencaharian pokok berdagang dan berlayar di lautan.

Masyarakat Pulau Kreta telah mengenal bentuk tulisan yang dinamakan tulisan Minos. Nama minis sendiri diambil dari nama raja besar kerajaan, yakni Raja Minos. Akan tetapi, tulisan minos hingga sekarang belum berhasil untuk dibaca, sehingga sejarah mengenai kerajaan Pulau Kreta belum terungkap dengan jelas.

Pada abad ke-15 SM, Kerajaan Pulau Kreta mengalami kemunduran akibat mundurnya perdagangan, daerah-daerah koloni melepaskan diri, dan bencana alam. Akan tetapi, sejak abad ke-15 SM terjadi invasi yang cukup besar dan penyerbuan bangsa-bangsa Indo-Jerman dari Asia Tengah yang masuk ke wilayah semenanjung Yunani hingga akhirnya dapat merebut Pulau Kreta.

Periode Perkembangan Peradaban Yunani Kuno

peninggalan bangunan yunani kuno
Photo by dictio.id

Secara garis besar, perkembangan peradaban Pulau Kreta terbagi dalam 4 periode, yakni:

  1. Fase pembentukan negara-negara berbentuk kota yang disebut polis. Masa ini berlangsung kurang lebih antara 1000 – 800 SM.
  2. Fase ekspansi negara-negara kota atau disebut sebagai fase kolonisasi polis-polis Yunani. Ekspansi polis-polis Yunani dilakukan kea rah barat hingga ke Italia Selatan, sedangkan arah timur sampai ke Asia Kecil (Troya).
  3. Masa kejayaan polis-polis Yunani. Masa ini berlangsung dari tahun 600 – 400 SM.
  4. Masa keruntuhan polis-polis Yunani yang berlangsung dalam kurun waktu 400 – 300 SM, tetapi kebudayaan Yunani terus berkembang ke luar daerah Yunani itu sendiri.

Selama periode klasik, yakni abad ke-5 SM, Yunani terbentuk dari berbagai daerah bagian kecil dan besar yang memiliki banyak macam bentuk internasional dan dalam bentuk internal, seperti Athena, Sparta, dan Thebes.

Ketika memasuki abad ke-4 SM, wilayah bagian Yunani membentuk suatu aliansi yang dinamakan Coenon of Corinth. Aliansi ini dipimpin oleh Alexander Agung yang menjabat sebagai presiden sekaligus panglima aliansi. Kemudian, Raja Macedonia pun menyatakan perang kepada Kerajaan Persia dan membebaskan bangsa Yunani lainnya yang masih terjajah dan melakukan perluasan.

Akibat perluasan yang dilakukan oleh Raja Macedonia, peradaban Yunani pun berkembang dan meluas dari India Utara hingga Laut Tengah Barat dan dari wilayah Rusia Selatan hingga Sudan. Akan tetapi, aliansi yang dibentuk tidak bertahan lama dikarenakan bangsa Yunani jatuh ke tangan bangsa Romawi pada tahun 146 SM.

Negara – Negara Kota (Polis) Masa Peradaban Yunani Kuno

kota acropolis
Photo by fineartamerica.com

Wilayah Yunani yang berbukit-bukit menyebabkan terbentuknya suatu kota-kota polis. Berikut beberapa kota polis yang terkenal dalam peradaban Yunani.

  • Athena

Wilayah Athena menerapkan sisitem yang bersifat demokratis. Sistem demokratis ini pertama kali diperkenalkan oleh Solob (638 – 599 SM) yang mana kekuasaan tertinggi terdapat di tangan dewan rakyat. Pemegang dan pelaksanaan pemerintahan di wilayah Athena dilakukan oleh sembilan orang Archon yang mana berganti setiap tahunnya.

Untuk menjaga kestabilan pemerintahan, kesembilan Archon yang bertugas ini diawasi oleh Aeropagus (Mahkamah Agung). Para Aeropagus ini diambil dari mantan anggota Archon sebelumnya.

Wilayah Athena juga terkenal sebagai sebuah polis yang melahirkan banyak sekali ilmuwan filsuf yang pemikirannya berpengaruh ke kehidupan mendatang. Diantara para filsuf yang berasal dari wilayah Athena ialah Anaximander, Tahles, Anaximenes, Heraclitus, Pytagoras, Socrates, Hippocartus, Plato, Parmenindes, dan Aristoteles.

  • Spartha

Polis selanjutnya di wilayah Yunani adalah Spartha. Pola pemerintahan yang ada di Spartha berbentuk militeristik yang diperkenalkan oleh Lycurgus pada tahun 625 SM. Sistem pemerintahan di wilayah Spartha dipegang oleh dua orang raja. Sedangkan, dalam pelaksanaannya dipegang oleh suatu dewan yang terdiri dari lima orang disebut Ephor.

Setiap dewan Ephor memiliki dewan tua yang sudah berusia minimal 60 tahun. Dewan ini bertugas untuk mempersiapkan dan mengajukan UU yang akan diajukan ke dewan rakyat. Dewan rakyat ini terdiri dari perwakilan dari semua warga kota yang ada di polis tersebut. Pemilihan tentara didasarkan pemilihan pemuda-pemuda yang diseleksi berdasarkan kekuatan fisik dan mental.

Polis-polis di wilayah Yunani kerap kali saling berperang untuk memperebutkan hegemoni kekuasaan atas wilayah Yunani. Akan tetapi, ketika bangsa Persia datang untuk menginvasi wilayah Yunani, para polis di Yunani bersatu untuk menghadapi bangsa Persia.

Berikut perang yang terjadi antara Yunani dan Persia

  • Perang Persia – Yunani I (492 SM)

Peperangan ini mengalami kegagalan disebabkan armada tempur milik Persia hancur karena diterjang badai, sehingga mereka harus kembali pulang.

  • Perang Persia – Yunani II (490 SM)

Perang ini terjadi di Marathon yang dimenangkan oleh Yunani. Dalam peperangan ini, tentara Yunani harus berlari dari Marathon ke Athena dengan jarak tempuh 42 km untuk berkonsolidasi dan meminta bantuan.

  • Perang Persia – Yunani III

Perang ini terjadi merupakan bentuk pembalasan atas kekalahan yang dirasakan oleh Persia pada perang sebelumnya. Perang ini terjadi di Termopile dan dimenangkan oleh pihak Yunani, meskipun Raja Spartha terbunuh dalam peperangan.

Setelah Persia mengalami kekalahan, pada tahun 448 SM diadakanlah suatu perjanjian perdamaian antara Persia dan Yunani. Namun, akibat konflik internal dan saling serang antar polis di wilayah Yunani menyebabkan Yunani dikuasai oleh Alexander Agung. Setelah Alexander Agung wafat, kekuasaannya terpecah belah yang membentuk beberapa didopos, yakni Yunani, Mesir, Syiria.

Kepercayaan Yunani Kuno

dewa dewi Yunani
Photo by libgar.com

Ketika peradaban Yunani kuno baru terbangun hingga berbentuk kerajaan, masyarakat Yunani memiliki kepercayaan terhadap mitologi banyak dewa. Kepercayaan ini dikembangkan pada masa periode Mycenas yang digambarkan sebagai kekuatan utama dalam kehidupan masyarakat Yunani. Dewa-dewi dalam masyarakat Yunani digambarkan seperti manusia namun memiliki kekuatan dan kehidupan abadi.

Dewa-dewi dalam kepercayaan mereka tinggal di gunung Olympus dengan dewa tertinggi bernama Dewa Zeus. Sebagai dewa tertinggi, Dewa Zeus dibuatkan sebuah kuil Dewa Zeus di gunung Olympus sebagai bentuk penghormatan untuknya.

Sosok dewa dalam kepercayaan masyarakat Yunani digambarkan layaknya kehidupan manusia, dapat saling berpasangan, memiliki sifat yang baik maupun buruk, dan berjenis kelamin.

Dewa-Dewi Olympus
  • Dewa Zeus
  • Dewi Hera
  • Dewa Poseidon
  • Dewa Ares
  • Dewa Hermes
  • Dewa Hefaistos
  • Dewi Afrodit
  • Dewi Athena
  • Dewa Apollo
  • Dewi Artemis
  • Dewi Demeter
  • Dewi Hestia
  • Dewa Zeus

Dewa Zeus merupakan pemimpin atau raja dari para dewa. Ia juga penguasa Olympus, dewa iklim, dewa petir, dan dewa cuaca.

  • Dewi Hera

Dewi Hera merupakan istri dari Zeus, ratu para dewa. Ia adalah dewi pelindung pernikahan, pengorbanan, dan kesetiaan.

  • Dewa Poseidon

Dewa Poseidon merupakan dewa laut, gempa bumi, dan bapak bangsa kuda.

  • Dewa Ares

Dewa Ares merupakan dewa perang dan pembantaian.

  • Dewa Hermes

Dewa Hermes merupakan dewa penunjuk jalan, pelindung para petualang, penggembala, dan penghibur. Ia merupakan utusan dari Dewa Zeus.

  • Dewa Hefaistos

Dewa Hefaistos merupakan dewa api, tukang kayu, penempa besi, dan pengrajin senjata.

  • Dewi Afrodit

Dewi Afrodit merupakan dewi cinta, seks, dan keindahan fisik.

  • Dewi Athena

Dewi Athena merupakan dewi kebijaksanaan, perang, keindahan jiwa, seni, dan pendidikan.

  • Dewa Apollo

Dewa Apollo merupakan dewa matahari, cahaya, music, tarian, obat-obatan, dan pelindung para pemanah.

  • Dewi Artemis

Dewi Artemis merupakan dewi bulan, pelindung hewan, perburuan, kesuburan, dan kesucian. Ia merupakan saudara kembar dari Dewa Apollo.

  • Dewi Demeter

Dewi Demeter merupakan dewi bunga, tumbuh-tumbuhan, makanan, agraris, dan pelindung perkawinan.

  • Dewi Hestia

Dewi Hestia merupakan dewi pelindung rumah, keluarga, dan perapian.

Masyarakat Yunani membangunkan altar-altar peribadatan sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa, bukan kuil-kuil peribadatan.

Peninggalan-Peninggalan Peradaban Yunani Kuno

bangunan peninggalan Yunani Kuno
Photo by lewatmana.com

Yunani Kuno meninggalkan peradaban yang masih dapat kita nikmati keberadaan dan manfaatnya hingga sekarang ini. Berikut peninggalan peradaban Yunani Kuno:

  • Seni Sastra

Dalam bidang seni sastra, sastrawan yang terkenal di Yunani adalah Homerus yang menulis kitab Illiad dan Odysseia. Lalu, ada juga cerita Peloponnesian war yang ditulis oleh Thuchydides, sastra lucu karya Aristifane, dan cerita tragedi karya Aiskhilos dan Sofokles.

  • Seni Bangunan dan Seni Pahat

Patung yang dibuat di YUnani terbuat dari marmer dan perunggu dengan gaya naturalis. Pemahat yang terkenal di Yunani bernama Phidias, sedangkan arsitek yang terkenal bernama Ikhtinus. Seni pahat yang dihasilkan berupa patung para dewa dan tokoh yang terkenal, seperti Dewa Zeus, Perikles, Plato, Aristoteles, dan lain-lain.

Peninggalan bangunan kuno yang ditinggalkan berupa kuil pemujaan, seperti kuil Parthenon dan kuil Erechteum yang didalamnya terdapat patng Dewi Palas Athena di bukit Acropolis. Di bukit Olympus terdapat kuil untuk Dewa Zeus yang disebut kuil Altis. Di daerah koloni milik Yunani juga dibangun kuil, misalnya kuil Zeus di Italia Selatan, kuil Apollo di Millate, dan lain-lain.

  • Filsafat

Filsafat merupakan ilmu pengetahuan seperti ilmu fikir (logika), ilmu alam (physica), ilmu kesusilaan (Ethica), dan ilmu negara (politica). Polis di Yunani, terutama polis Athena menghasilkan banyak sekali ilmuwan yang ilmunya masih dapat kita rasakan hingga sekarang.

Berikut beberapa fisuf dari Yunani:

  1. (469 – 399 SM) Socrates
  2. (427 – 347 SM) Plato
  3. (384 – 322 SM) Aristoteles
  • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

Selain filsafat, bangsa Yunani pun telah memiliki berbagai macam ilmu pengetahuan dan teknologi yang tinggi, seperti Matematika, Astronomi, dan Kedokteran. Berikut beberapa tokoh dalam ilmu pengetahuan dan teknologi:

  1. Thales, ia merupakan bapak pengetahuan Yunani dalam bidang astronomi dari Mesir dan Persia.
  2. Herodotus, ia merupakan bapak penulisan sejarah.
  3. Tuchydides, ia merupakan bapak penulisan sejarah kritis.
  4. Pythagoras, ia merupakan ahli matematika dan ilmu ukur yang mana ilmunya masih dipakai hingga sekarang.
  5. Heraclitus, ia merupakan ahli ilmu pengetahuan alam.
  6. Hippocrates, ia merupakan ahli dalam bidang kedokteran.

Peradaban Yunani pun telah mengenal tulisan, hal ini karena segala jenis karya sastra tidak dapat terlepas dari tulisan. Bangsa Yunani pun mempunyai alphabet yang sederhana yang mengandung huruf, contohnya α, β, γ, δ, π, σ, ψ, ω.

Selain itu, mereka juga sudah mampu membuat teknologi-teknologi canggih, seperti:

  • Menciptakan perahu layar untuk mengarungi laut tengah dan menghubungkan daratan Yunani dengan daerah-daerah sekitarnya.
  • Membuat barang-barang berbahan dasar tanah liat
  • Menghasilkan karya arsitektur yang megah, seperti kuil Zeus, kuil Partenon, dan gedung teater raksasa.
  • Mengembangkan industri untuk menunjang perekonomian mereka dalam berdagang.
  • Membuat karya dari logam, terutama untuk persediaan alat-alat perang.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah peradaban tertua di Eropa, peradaban Yunani Kuno. Semoga dengan mempelajari materi ini, dapat membantu kita dalam memahami sejarah yang ada di dunia. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!