Ephesus

Peradaban Romawi Kuno dan Sejarahnya

Peradaban Romawi Kuno – Terdapat beberapa peradaban yang menakjubkan yang ada di dunia, diantaranya adalah Peradaban Sungai Gangga, Peradaban Mesir Kuno, dan Peradaban Romawi Kuno. Romawi merupakan salah satu peradaban di dunia yang terletak di Kota Roma. Kota Roma diperkirakan dibangun pada tahun 750 SM.

Sistem pemerintahan kebudayaan Romawi pada awalnya adalah monarki hingga kekaisaran. Akan tetapi, setelah 12 abad, kebudayaan Romawi berubah menjadi republikoligarki. Berdasarkan kepercayaan setempat, kata Romawi berasal dari nama kakek moyang bangsa Romawi yang bermakna Remus dan Romulus.

Remus dan Romulus menjadi anak dari Rhea Silva, ia merupakan anak dari keturunan Aeneas (pahlawan Perang Troya), dimana sewaktu kecil diyakini jika mereka disusui dan dibesarkan oleh seekor serigala.

Letak Geografis Peradaban Romawi Kuno

letak geografis romawi kuno
Photo by cacingpadangpasir.blogspot.com

Wilayah Romawi sebelah barat dibatasi oleh Laut Tirrenia dan sebelah timur dibatasi oleh Laut Ionia dan Laut Adriatik. Sebelah utara, wilayah Romawi berbatasan dengan negara Swiss dan Austria. Di sebelah selatan, wilayah Romawi dibatasi oleh Pulau Sisilia dan Laut Tengah.

Peradaban Romawi terletak di negara Italia yang sekarang ini, tepatnya berada di Pegunungan Apenia. Lembah Pegunungan Apenia merupakan wilayah yang subur. Wilayah ini cocok untuk dijadikan lahan pertanian karena terletak diantara tujuh buah bukit.

Pegunungan Apenia juga ditemukan tambang-tambang mineral, seperti emas, bijih besi, tembaga, batu pualam, dan marmer. Bahkan, marmer yang berada di Pegunungan Apenina merupakan jenis batu marmer yang berkualitas tinggi.

Penduduk Peradaban Romawi Kuno

Kaum Pleibei
Photo by kembangpete.com

Bangsa asli peradaban Romawi Kuno pada awalnya tinggal di wilayah Italia bagian Utara, tepatnya di sekitar wilayah Danau Maggiore. Mereka bermata pencaharian sebagai petani dan berburu. Akan tetapi, bangsa Romawi Kuno lebih bergantung pada hasil pertanian. Hal ini terjadi disebabkan wilayahnya berada di daerah yang subur, yakni Pegunungan Aeonia yang berbentuk berupa dataran rendah yang sempit dan terletak di sepanjang sungai.

Pada zaman besi, yakni 600 – 1000 SM, beberapa bangsa datang ke Italia. Beberapa bangsa yang datang diantaranya adalah bangsa Umbria di bagian Utara, bangsa Latin di Lembah Sungai Tiger, dan bangsa Samnite di Selatan.

Kerajaan Romawi muncul di sekitar daerah Sungai Tiber yang ada di bagian tengah Italia hingga menyebar ke seluruh daratan Eropa, Asia, dan Afrika. Kebudayaan yang berkembang saat itu wilayah kebudayaan Latin.

Penduduk peradaban Romawi Kuno dibagi menjadi dua golongan, yakni:

  • Golongan Patricia

Golongan Patricia merupakan golongan penduduk tertua. Golongan ini adalah golongan yang memegang kekuasaan pemerintahan pada masa peradaban Yunani Kuno. Golongan ini terdiri dari para penguasa tanah dan kalangan masyarakat atas.

Populasi jumlah golongan Patricia hanyalah sekitar 8% dari total keseluruhan populasi bangsa Romawi. Meskipun terbilang sedikit, pengaruh golongan Patricia sangat kuat dalam pemerintahan Romawi Kuno.

  • Golongan Pleibei

Golongan Pleibei merupakan golongan pendatang. Golongan ini terdiri dari kalangan masyarakat kecil dan menengah, seperti petani, pedagang, dan lain-lain.

Kepercayaan Peradaban Romawi Kuno

agama di romawi kuno
Photo by museicapitolini.org

Kepercayaan bangsa Romawi pada awalnya meyakini kekuatan roh atau bisa juga mempercayai kepercayaan animisme. Kekuatan roh ini berkaitan dengan dewa rumah tangga, diantaranya adalah:

  1. Leres : roh penjaga ladang
  2. Penates : penjaga gudang
  3. Janus : penjaga pintu rumah
  4. Vesta : penjaga api
  5. Lares Familiaris : penjaga rumah.

Bangsa Romawi Kuno mulai meyakini kepercayaan polytheisme, yakni mempercayai banyak dewa dikarenakan masuknya kebudayaan bangsa Yunani dan bangsa Etrusci. Sehingga, penyembahan yang dilakukan oleh bangsa Romawi Kuno tidak jauh berbeda dengan penyembahan yang dilakukan oleh bangsa Yunani.

Dewa-dewa bangsa Romawi Kuno pun tidak jauh berbeda dengan dewa-dewa bangsa Yunani, hanya saja nama-namanya diganti seperti Zeus menjadi Yupiter, Aprhodite menjadi Venus, Aries menjadi Mars, Poseidon menjadi Neptunus, dan lain sebagainya.

Berikut beberapa dewa-dewa Romawi:
  1. Apollo : Dewa Matahari, Musik, Persajakan, Ramalan, dan Penyembuhan
  2. Bacchus : Dewa Anggur
  3. Bellona : Dewi Perang
  4. Ceres : Dewi Jagung
  5. Cupid : Dewa Cinta
  6. Diana : Dewi Kesuburan, Perburuan, dan Bulan
  7. Faunus : Dewa Ramalan
  8. Flora : Dewi Bunga-Bunga
  9. Janus : Dewa Gerbang dan Pintu
  10. Juno : Dewi Pernikahan dan Wanita
  11. Jupiter : Dewa Tertinggi, Penguasa Langit
  12. Lares : Dewa Rumah Tangga dan Negara
  13. Libitina : Dewi Pemakaman
  14. Maia : Dewi Pertumbuhan dan Peningkatan
  15. Mars : Dewa Perang
  16. Mercury : Utusan Tuhan, Dewa Perniagaan
  17. Minerva : Dewi Kebijaksanaan, Seni, dan Perdagangan
  18. Mithras : Dewa Matahari, Dewa Cahaya
  19. Neptune : Dewa Laut
  20. Ops : Dewi Kesuburan
  21. Pales : Dewi Domba dan Gembala
  22. Pluto : Dewa Neraka
  23. Pomona : Dewi Pohon Buah dan Buah-Buahan
  24. Proserpine : Dewi Neraka
  25. Saturn : Dewa Pembenihan dan Panen
  26. Venus : Dewi Kecantikan dan Cinta
  27. Vertumus : Dewa Musim
  28. Vesta : Dewi Perapian atau Tungku
  29. Vulcan : Dewa Api

Pemerintahan Zaman Peradaban Romawi Kuno

peradaban romawi kuno
Photo by brilio.net

Sistem pemerintahan Romawi pada zaman peradaban Romawi Kuno dibagi menjadi tiga sistem. Ketiga sistem tersebut yakni:

  • Zaman Kerajaan

roman forum
Photo by tourkeeropa.com

Pada abad ke 7 – 8 SM, wilayah Italia Selatan dan Pantai Sicilia merupakan wilayah koloni miliki Yunani. Meskipun wilayah koloni milik Yunani berdekatan dengan wilayah Romawi, bangsa Romawi tidak pernah menganggap wilayah tersebut. Akibat peristiwa ini, hubungan antara bangsa Yunani dan bangsa Romawi kurang baik.

Pada saat yang bersamaan, yakni tahun ke-8 SM bangsa Etruska merebut kekuasaan Romawi di Kota Roma dan menjadikannya sebagai ibukota. Kota Roma pun menjadi kota yang sangat maju, terutama dalam bidang perdagangan dengan bangsa lain di sekitar Laut Tengah. Hal ini terjadi sebab bangsa Etruska memiliki kemampuan teknologi yang lebih maju dari bangsa Romawi asli.

Kekuasaan bangsa Etruska di wilayah Romawi merasa tersaingi dengan kekuasaan bangsa Yunani di sebagian wilayah Italia yang lain. Untuk menghindari peristiwa yang tidak diinginkan, tahun 535 SM, bangsa Etruska menjalin kerja sama dan persekutuan dengan bangsa Kartago. Mereka pun berhasil mengusir bangsa Yunani dari wilayah Italia.

Pada masa ini, pemerintahan Romawi Kuno diserahkan kepada raja dengan sistem kekuasaan yang absolut. Raja yang memimpin juga menjabat sebagai panglima perang, hakim tertinggi, dan kepala agama. Undang-undang pemerintahan yang berlaku dibuat oleh raja dan senat. Para senat terdiri dari 300 orang yang berisi atas kaum bangsawan dan rakyat biasa.

Ancaman dan krisis yang dialami oleh bangsa Yunani dan bangsa Romawi, menjadikan mereka membuat sebuah aliansi pada tahun 509 SM untuk memerangi dan mengusir bangsa Kartago dan bangsa Etruska. Aliansi Yunani – Romawi pun berhasil merebut dan menguasai ibukota Roma.

Akibat adanya pertemuan dan interaksi antar bangsa di wilayah Romawi, khususnya Italia, terjadilah percampuran kebudayaan di wilayah tersebut. Percampuran kebudayaan ini pada contohnya bangsa Romawi mengambil beberapa budaya bangsa Etruska dan bangsa Yunani, kemudian kebudayaan tersebut dikembangkan contohnya adalah huruf alphabet.

  • Zaman Republik

peradaban romawi kuno
Photo by tourkeeropa.com

Setelah bangsa Romawi berhasil bangsa Etruska keluar dari wilayah Romawi, bangsa Roma pun membentuk suatu pemerintahan dengan sistem republik. Pemerintahan bersistem republik ini terdiri dari negara-negara kota (polis) di Yunani.

Sistem pemerintahan republik bangsa Romawi dikuasai oleh kalangan Patricia. Pengaruh kalangan Patricia ini sangat berpengaruh terhadap pemerintahan Romawi, sehingga republik ini juga disebut sebagai Republik Kaum Patricia.

Setelah lima tahun kemenangan bangsa Romawi atas bangsa Etruska, sistem pemerintahan pun diubah dari republik menjadi imperium yang dikuasai oleh dua orang konsul. Kedua konsul yang memimpin imperium ini harus berasal dari kalangan Patricia. Walaupun begitu, kalangan Pleibei kurang menyetujui hal tersebut dan mengajukan petisi persamaan hak dengan kalangan Patricia dalam berpolitik.

Petisi persamaan hak dalam berpolitik yang diajukan oleh kalangan Pleibei pun melahirkan Tribunate of Pleibei yang mengijinkan adanya hak veto dari Comitia Cuarita kepada Senat dan Comitia Centuriata. Ketidakpersaman hak dalam beberapa aspek kehidupan antara dua golongan di wilayah Romawi pun menjadi semakin meruncing, misalnya terjadi pemberontakan oleh Spartacus.

Pemberontakan oleh Spartacus ini terjadi pada tahun 73- 71 SM. Pemberontakan ini terjadi akibat kecemburuan sosial dari masyarakat kalangan bawah kepada kalangan Patricia. Kalangan Patricia cenderung memiliki kekuasaan kepemilikan tanah. Selain pemberontakan, juga terjadi perang saudara, adanya kaum proletar, dan ancaman perang dari bangsa lain.

  • Persekutuan Tiga Serangkai

Triumvirat
Photo by pinterest

Kekacauan yang terjadi ini membuat senat kewalahan. Akhirnya, pada tahun 44 SM muncullah Triumvirat  (persekutuan tiga serangkai) yang terdiri dari Pompeius, Crassus, dan Yulius Caesar. Ketiga orang ini selalu bersaing untuk menjadi orang nomor satu di Romawi.

Crassus terbunuh ketika melakukan pertempuran di wilayah Mesopotamia. Hal ini pun memudahkan Pompeius untuk menjadi orang nomor satu, ia berusaha menyingkirkan Yulius dengan merangkul senat. Akan tetapi, Yulius pada akhirnya berhasil membunuh Pompeius di Yunani dan berhasil menguasai Peninsula (semenanjung Italia).

Yulius Caesar pun menjadi orang nomor satu di Romawi. Yulius Caesar bersifat diktator selama masa pemerintahannya menjadi pemimpin tunggal di Romawi. Ia pun dibunuh oleh anak angkatnya, Brutus. Kematian Yulius menimbulkan kekacauan di Romawi dan menjadikan senat ingin menguasai pemerintahan.

Hal tersebut pun disikapi dengan membuat Triumvirat baru. Triumvirat baru ini terdiri dari Antonius, Lepidus, dan Octavianus yang diambil dari para panglima Yulius Caesar. Akhirnya, Romawi pun berhasil dikendalikan dan Brutus berhasil dibunuh.

Atas jasanya, ketiga panglima ini diberi imbalan berupa wilayah kekuasaan. Antonius diberi wilayah sebelah Timur 9Mesir dan Asia Kecil), Lepidus diberi wilayah Selaran (Afrika Utara), dan Octavianus diberi wilayah Barat (Spanyol dan Yunani).

Seperti Triumvirat sebelumnya, Triumvirat baru ini pun terjadi perselisihan. Perselisihan ini terjadi antara Octavianus dan Antonius yang saling mencurigai akan menjadi penguasa tunggal dalam Imperium Romawi, terlebih ketika Lepidus meninggal. Perselisihan ini semakin meruncing ketika Antonius menikah dengan Putri Cleopatra dari Mesir.

Pada tahun 31 SM, Octavianus berhasil menghancurkan dan mengalahkan kekuatan Antonius. Senat kemudian menganngkat Ovtavianus menjadi kaisar tunggal dengan gelar Agustus (Yang Maha Mulia).

  • Zaman Kekaisaran

Ephesus
Photo by corporatetravel.id

Setelah Octavianus diangkat menjadi penguasa tunggal Imperium Romawi, sistem pemerintahan Romawi pun diubah menjadi kekaisaran. Octavianus pun menjadi kaisar pertama di Romawi. Masa pemerintahan Octavianus disebut sebagai Pax Roma, yakni Roma yang damai.

Pada zaman ini, banyak pembaharuan yang dilakukan seperti peningkatan subsidi gandum. Kota Roma pun mulai dilengkapi dengan polisi dan pemadam kebakaran. Selain itu, kuil pun mulai dibangun. Setelah Kaisar Octavianus meninggal dunia, kedudukan kaisar digantikan oleh Tiberus. Tiberus memimpin dalam kurun waktu tahun 37 – 14 SM.

Pada masa pemerintahan Tiberius, mulai ada penyebaran agama Nasrani oleh Nabi Isa (Yesus Kristus). Ajaran Monotheisme yang disebar oleh Nabi Isa dengan tidak mendewakan manusia dianggap sebagai pemberontakan. Kaum Nasrani (Kaum Kristen) pun ditindas, sedangkan Nabi Isa dihukum mati dengan disalib.

Pada masa pemerintahan Konstantin Agung, yakni rentang tahun 312 – 337 M, kaum Nasrani tidak lagi mengalami penindasan. Bahkan, agama Nasrani dijadikan sebagai agama resmi negara. Selain itu, Konstanting Agung juga memindahkan ibukota Roma ke Konstantinopel. Hal ini menyebabkan Imperium Romawi terbagi menjadi dua, yakni Romawi Barat dan Romawi Timur.

Imperium Romawi Barat beribukotakan Roma dan Imperium Romawi Timur beribukotakan Konsantinopel. Pada tahun 476 M, Imperium Romawi Barat hancur akibat mendapatkan serangan dari bangsa Jerman. Sedangkan Imperium Romawi Timur hancur akibat mendapatkan serangan dari bangsa Turki Usmani pada tahun 1543 M.

Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

peradaban romawi kuno
Photo by engin akyurt
Ilmu pengetahuan dan teknologi peradaban Romawi Kuno banyak mengadaptasi dari kebudayaan yang sudah berkembang sebelumnya di wilayah Romawi.

Peradaban yang sudah ada sebelumnya di wilayah Romawi Kuno adalah peradaban Yunani, Persia, Etrusci, dan Hellenisme. Dari peninggalan kebudayaan-kebudayaan tersebut, bangsa Romawi mempelajarinya dan mengembangkannya menjadi lebih beragam.

Bangsa Romawi telah menemukan teknik pembuatan beton dengan cara mendirikan bangunan berbentuk kubah. Bangsa Romawi memanfaatkan berat beton pada kubah dengan ditopang oleh tiang-tiang penyangga. Selain itu, mulai bermunculan pengetahuan tentang pembuatan jalan, akuaduk (saluran air gantung), dan tata kota.

Dalam sektor militer, bangsa Romawi telah mengenal sistem organisasi yang dengan garis komando yang telah teratur. Mereka juga mulai memakai istilah-istilah yang masih dipakai dan dikenal hingga sekarang, seperti legion, divisi, dan lain-lain.

Dalam bidang seni pahat, bangsa Romawi menyukai pembuatan pahatan dengan objek benda berdasarkan yang sudah dilihat. Hal ini berbeda dengan bangsa Yunani yang menggunakan sebuah model, contohnya sosok manusia yang dijadikan model untuk pahatan dewa.

Dalam sistem pemerintahan, bangsa Romawi sudah mengenal sistem kekuasaan berada di tangan pemimpin oleh satu orang secara mutlak tanpa melupakan kewajiban dan tanggung jawab pemerintah untuk mensejahterakan rakyatnya.

Dalam bidang kesusilaan, bangsa Romawi memiliki sifat kesederhanaan yang patut untuk dijadikan contoh. Mereka memperlakukan sesama manusia dengan perlakuan yang sama, termasuk perlakuan terhadap budak. Akan tetapi, sifat ini sudah mulai memudar ketiak kebudayaan dari luar Romawi masuk.

Peninggalan Kebudayaan Peradaban Romawi Kuno

colosseum
Photo by Free-Photos

Dalam bidang kesusastraan, banyak ditemukan karya sastra peninggalan Romawi Kuno yang dijadikan bahan literatur untuk mempelajari bahasa Latin.

Karya satra bangsa Romawi Kuno yang terkenal diantaranya adalah:
  • Epos Aeneas oleh Vergulius
  • Ode dan Satire oleh Horatius
  • Amores oleh Ovidius
  • De Bello Civili oleh Lucan
  • Historia, Annuarium, dan Germania oleh Tacitus

Bangsa Romawi kuno juga meninggalkan peninggalan dalam seni bangunan dengan gaya yang indah, kuat, dan arsitektural. Peninggalan ini dapat kita temukan di Italia yang masih berdiri kokoh hingga sekarang. Bangunan peninggalan Romawi Kuno diantaranya adalah amphiteather di Coloseum, bangunan ini digunakan untuk mempertontonkan adu gladiator.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah dan peradaban Romawi Kuno di wilayah Italia. Semoga, materi kali ini dapat menambah wawasan kita mengenai sejarah peradaban yang ada di dunia. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: