peradaban bangsa persia

Sejarah Peradaban Mesopotamia dan Peninggalannya

Peradaban Mesopotamia – Sebelum memasuki era yang modern seperti sekarang, terdapat perkembangan peradaban manusia dari zaman ke zaman. Peradaban manusia pada zaman dahulu memiliki peradaban yang menakjubkan dan melegenda pada zamannya. Diantara peradaban manusia di dunia yang terkenal adalah Peradaban Yunani Kuno dan Peradaban Mesopotamia.

Peradaban Mesopotamia merupakan sebuah kehidupan bangsa-bangsa yang hidup di tepi lembah Sungai Eufrat dan Tigris yang daerahnya berbatasan dengan Laut Tengah. Wilayah ini dikenal sebagai bulan sabit subur karena wilayahnya yang subur dan membentuk bulan sabit. Bangsa yang mendiami wilayah ini antara lain Ubaid, Sumeria, Babilonia, Assyria, dan Persia.

Letak Geografis Peradaban Mesopotamia

letak geografis mesopotamia
Photo by knowledgeprovider.blogspot.com

Peradaban Mesopotamia merupakan salah satu peradaban tertua yang ada di dunia. Nama Mesopotamia diambil dari bahasa Yunani dari kata “Mesos” (Tengah) dan “Patmos” (Sungai), yang berarti daerah diantara sungai-sungai. Wilayah ini sekarang terkenal sebagai kawasan Irak.

Mesopotamia terletak di daerah lembah antara dua sungai, yakni Sungai Tigris dan Sungai Eufrat. Hulu kedua sungai ini berasal dari dataran tinggi yang bergunung-gunung di wilayah Asia Kecil yang mengalir ke arah tenggara secara pararel. Daerah yang dilewati oleh kedua sungai ini umumnya merupakan daerah yang subur.

Daratan Mesopotamia membentuk busur yang besar dari perbatasan pegunungan antara wilayah Turki dan Syiria melalui Irak ke pegunungan Zagros di Iran.

Awal Peradaban Mesopotamia

peninggalan peradaban kuno
Photo by mzmatuszewski0

Sejarah peradaban di wilayah Mesopotamia diawali dengan munculnya sebuah peradaban yang diyakini sebagai peradaban tertua di dunia yang dibangun oleh bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria membangun beberapa kota kuno yang terkenal, diantaranya adalah Ur, Ereck, Kish, dan lain-lain.

Selain itu, datang tokoh imperialistik dari bangsa lain yang juga mendiami wilayah Mesopotamia, bangsa Akkadia. Bangsa Akkadia yang dipimpin oleh Sargo Agung melakukan penaklukkan politis di wilayah Mesopotamia, namun tidak secara kultural. Bahkan, dalam berbagai unsur budaya terdapat akulturasi antara Akkad dan Sumer, sehingga era kepemimpinan ini disebut sebagai Jilid Sumer-Akkad.

Campur tangan bangsa Summeria tidak dapat diabaikan begitu saja. Ketika bangsa Akkadia terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Summeria ikut mendukung dan membantu bangsa Akkadia. Oleh karena itu, kedua bangsa ini masih dapat berkuasa di wilayah Mesopotamia.

Rentang Waktu Peradaban Mesopotamia

peradaban mesopotamia
Photo by mzmatuszewski0

Waktu

Peradaban

3500 SM Lahirnya kota-kota kecil di wilayah Mesopotamia
3200 SM Gambar dan huruf mulai dikenal
3000 SM Kelahiran penulisan bahasa Sumerian
2800 SM Kisah Gilgamesh
2600 SM Lahirnya raja-raja di kota Ur
2400 SM Tulisan-tulisan kuno
2300 SM Bangsa Sumeria tergabung dalam kekuasaan Raja Sargon (bangsa Akkadia)
2200 SM Ekspansi Dinasti Akkadia sekaligus kemundurannya
2100 SM Ur menjadi ibukota sekaligus lahirnya dinasti baru
2000 SM Dinasti Ur dihancurkan oleh Elamites dan Amorites
1900 SM Bahasa dan penulisan bangsa Akkadia mulai digunakan
1800 SM Masa-masa pemerintahan Hammurabi
1600 SM Babylonia direbut bangsa Hitti
1200 SM Bangsa Assyria menguasai Mesopotamia
500 SM Mesopotamia masuk dalam wilayah bangsa Persia
400 SM Alexander Agung mengalahkan bangsa Persia
300 SM – 500 M Tumbuhnya kerajaan-kerajaan baru
600 M Islam masuk

Bangsa-Bangsa pendukung Peradaban Mesopotamia

Wilayah Mesopotamia didiami oleh beberapa bangsa yang hidup di wilayah ini. Berikut beberapa bangsa pendukung perkembangan peradaban di wilayah Mesopotamia.

Beberapa Bangsa Pendukung Peradaban Mesopotamia
  • Bangsa Ubaid
  • Bangsa Sumeria
  • Bangsa Akkadia
  • Bangsa Babilonia Lama
  • Bangsa Assyria
  • Bangsa Babilonia Baru
  • Bangsa Persia
  • Bangsa Ubaid

Bangsa Ubaid diyakini sebagai bangsa yang pertama kali mendiami wilayah Mesopotamia. Selama bertahun-tahun, bangsa Ubaid mengandalkan pembukaan pertanian untuk kelangsungan hidup mereka. Mereka menanam biji-bijian dengan memanfaatkan air sungai sebagai sarana pengairan pertanian mereka.

Bangsa Ubaid mengandalkan sektor pertanian tanpa melakukan inovasi yang berarti dalam sektor pertanian mereka. Hal ini menyebabkan mereka tergerus dengan kedatangan bangsa Sumeria ke wilayah Mesopotamia.

  • Bangsa Sumeria

kehidupan bangsa ubaid
Photo by mzmatuszewski0

Bangsa Sumeria datang ke wilayah Mesopotamia setelah bangsa Ubaid mengalami kepunahan. Untuk menunjang kehidupan mereka, bangsa Sumeria mengandalkan pertanian sebagai mata pencaharian mereka sebagaimana bangsa Ubaid.

Bangsa Sumeria pun melakukan inovasi dalam bidang pertanian, seperti membangun saluran irigasi dengan membangun waduk-waduk. Pembangunan waduk-waduk ini digunakan untuk menampung air sebagai persiapan mereka menghadapi musim kemarau untuk mengairi lahan pertanian dan perladangan mereka.

Bangsa Sumeria juga membangun kota-kota, seperti kota Ur dan kota Sumer yang sebelumnya merupakan daerah rawa-rawa yang dikeringkan.

Bangsa Sumeria menganut kepercayaan polytheisme, yakni meyakini banyak dewa. Dewa-dewa yang disembah oleh bangsa Sumeria antara lain Uruk (Dewa Langit), Nippur (Dewa Bumi), dan Eridu (Dewa Air). Bangsa Sumeria telah mengenal sistem penulisan berupa tulisan paku.

Kehidupan bangsa Sumeria di wilayah Mesopotamia berakhir sekitar tahun 2350 SM setelah mengalami serangan dari bangsa Akkadia. Bangsa Akkadia merupakan bangsa yang berumpun dari bangsa Semit pimpinan Sargon.

  • Bangsa Akkadia

peninggalan bangsa Akkaida
Photo by kumparan.com

Bangsa Sumeria ditaklukkan oleh bangsa Akkadia pada tahun 2350 SM. Wilayah Mesopotamia pun berganti menjadi kerajaan yang dikuasai oleh bangsa Akkadia pimpinan Raja Sargon. Ibukota kerajaan Mesopotamia berada di wilayah Agede.

Dari segi kebudayaan, bangsa Akkadia meniru kebudayaan bangsa Sumeria yang sudah maju dan berkembang. Akibat akulturasi dua kebudayaan ini maka berkembanglah sebuah kebudayaan baru yang dinamakan kebudayaan Sumer-Akad berbahasa semit.

Bangsa Akkadia memuja banyak dewa. Mereka juga memiliki cerita-cerita dongeng tentang kepahlawanan, seperti cerita tentang Adopa, Etana, dan Gilgamesh.

  • Bangsa Babilonia Lama

peradaban mesopotamia
Photo by ExplorersInternational

Kerajaan Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang mana disebut juga sebagai bangsa Babilonia. Kata Babilonia berasal dari kata babilu yang bermakna gerbang menuju Tuhan. Babilonia terletak ± 97 km di selatan kota Baghdad, tepi Sungai Eufrat, Irak Selatan.

Kota Babilonia menjadi ibukota pemerintahan, perdagangan, dan juga keagamaan. Raja Babilonia yang terbesar bernama Raja Hammurabi yang berkuasa sekitar 1948 – 1905 SM. Raja Hammurabi terkenal sebagai pembuat undang-undang yang dikenal dengan nama Codex Hammurabi.

Menurut keyakinan masyarakat Babilonia, undang-undang Hammurabi atau Codex Hammurabi merupakan pemberian dari Dewa Marduk. Undang-undang dipahatkan dalam sebuah tugu setinggi 8 kaki yang ditempatkan di pusat tengah ibukota agar dapat dibaca oleh masyarakat.

Inti dari undang-undang atau Codex Hammurabi adalah pembalasan yang setimpal, seperti mata diganti mata, gigi diganti gigi. Penerapan undang-undang Hammurabi atau Codex Hammurabi sangat keras, contohnya adalah jika seseorang melakukan pencurian disebuah rumah, maka pencuri tersebut harus dibunuh dan dibakar di muka rumah tempat ia melakukan tindak pencurian.

Keteraturan masyarakat Babilonia tercapai berkat ketaatan mereka terhadap hukum. Setelah Raja Hammurabi meninggal dunia kira-kira pada tahun 1900 SM, Kerajaan Babilonia ditaklukkan oleh bangsa Hittit yang berasal dari dataran tinggi sebelah utara Mesopotamia.

  • Bangsa Assyria

peradaban mesopotamia bangsa Asyyria
Photo by mzmatuszewski0

Bangsa Assyria merupakan salah satu bangsa yang masuk dalam rumpun bangsa Semit. Mereka membangun kota Asshur dan kota Niniveh. Kota Niniveh yang terletak di tepi sungai Tigris dijadikan ibukota oleh bangsa Assyyria.

Bangsa Assyria memiliki sistem pemerintahan yang bercorak militer, mereka pun diberi gelar sebagai bangsa Roma dari Asia. Bangsa Assyria mendapatkan gelar sebagai bangsa Roma di Asia dikarenakan mereka juga menaklukkan wilayah-wilayah disekitarnya dan membentuk imperium besar. Hal tersebut seperti kebiasaan bangsa Romawi ketika melakukan penaklukkan.

Wilayah Assyria membentang dari teluk Persia hingga Laut Tengah. Bangsa Assyria sangat ditakuti oleh bangsa lain. Hal ini dusebabkan bangsa Assyria memiliki pasukan infantry, kavaleri, dan tentara dengan kereta perangnya yang terkenal kuat dan tangguh.

Wilayah kerajaan bangsa Assyria dibagi menjadi beberapa propinsi. Dan setiap propinsi dipimpin oleh seorang gubernur yang bertanggung jawab kepada raja. Untuk mempermudah dan memperlancar hubungan antara ibukota dan wilayah sekitarnya, maka dibangunlah jalan raya yang menghubungkan keduanya.

Selain memiliki sistem pemerintahan yang bercorak militer, bangsa Assyria juga menaruh perhatian lebih pada sektor pendidikan. Salah satu raja terkenal bangsa Assyria, Raja Assurbanipal, meninggalkan 22000 buah lempengan tanah liat yang tersimpan di perpustakaan Niniveh.

Lempengan tanah liat ini berisi tulisan mengenai masalah keagamaan, sastra, pengobatan, ilmu pengetahuan alam, kamus, dan sejarah. Raja-raja yang pernah memimpin Kerajaan Assyiria diantaranya adalah Raja Sargon II, Raja Sennacherib, dan Raja Assurbanipal.

Lambat laun, Kerajaan Assyria mengalami kemunduran dan kekalahan. Hal ini dapat diketahui dengan berkembangnya bangsa Chaldea di wilayah Mesopotamia selatan (bekas kekuasaan Kerajaan Babilonia lama). Bangsa ini pun menyerang Kerajaan Assyria, hingga tahun 612 SM, ibukota Niniveh berhasil dikuasai yang menandakan berakhirnya Kerajaan Assyria.

  • Bangsa Babilonia baru

peradaban babilonia baru
Photo by Clker-Free-Vector-Images

Kedatangan bangsa Chaldea kembali mengangkat kejayaan dan keperkasaan kerajaan Babilonia yang dahulu pernah berjaya. Raja dari bangsa Chaldea yang termasyhur adalah Raja Nebukadnezar. Ia kembali membangun kota Babilon dan menjadikannya sebagai ibukota, sehingga kerajaan ini disebut sebagai Babilonia Baru.

Terdapat dua peninggalan kebudayaan yang menarik di kota Babilonia, yakni menara Babel dan taman gantung. Menara babel merupakan sebuah menara yang mempunyai tinggi hingga 90 meter. Menara ini berfungsi sebagai semacam lambang keindahan kota dan mercusuar untuk pedagang di sekitar wilayah Babilonia yang akan menuju ke kota Babilonia.

Hal kedua yang menarik adalah pembuatan taman gantung. Taman gantung ini dipersembahkan untuk isterinya. Taman gantung ini dibangun di atas bukit buatan yang tingginya mencapai 107 m. bentuk taman gantung ini berupa podium bertingkat yang ditanami pohon, rumput, dan bunga-bunga. Terdapat air terjun buatan yang airnya diambil dari Sungai Eufrat dan dialirkan ke puncak bukit melalui saluran buatan.

Dalam bidang ilmu pengetahuan, bangsa Chaldea telah mengembangkan ilmu atronomi dan astrologi. Mereka meyakini jika masa depan dapat diketahui dengan mempelajari bintang-bintang. Selain meramal tentang nasib seseorang, mereka juga meramal tentang gerhana.

Dalam sistem pembagian waktu, mereka membagi satu pekan dalam tujuh hari, satu hari dihitung dalam 12 jam ganda (½ hari siang atau terang, dan ½ hari malam atau gelap). Mereka juga menghitung lewatnya waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari (sundial).

Raja Nabukadnezar juga menaklukkan kerajaan Yudae dan Palestina. Ibukota Yerusalem direbut, kemah raja Sulaiman dibakar, dan tanah Yudea dijarah. Bangsa Israel dan pemimpinnya dibawa ke nergerinya untuk dijadikan budak dan tawanan. Peristiwa ini disebut sebagai pembuangan Babilon yang terjadi dari tahun 586 – 550 SM dan sangat membekas bagi bangsa Israel.

Raja Nebukadnazer pun meninggal dunia pada tahun 539 SM. Setelah Raja Nebukadnazer meninggal dunia, kerajaan Babilonia Baru ditaklukkan oleh bangsa Persia.

  • Bangsa Persia

peradaban persia
Photo by fr.wikipedia.org

Bangsa Persia berhasil menaklukkan Babilonia Baru dan wilayah Asia Kecil dibawah pimpinan Cyrus yang agung. Raja Cyrus pun menguasai sebagian wilayah di daerah India bagian barat, tapi ketika bertempur melawan bangsa Tura, Raja Cyrus terbunuh. Ia lalu digantikan oleh putranya yang bernama Cambysses.

Raja Cambysses berhasil mengembalikan kejayaan dan ketenangan di negeri Persia. Pada tahun 525 SM, ia berhasil menaklukkan wilayah Mesir. Setelah Raja Cambysses meninggal dunia, kekuasaan Kerajaan Persia diberikan kepada Raja Darius.

Dibawah kepemimpinan Raja Darius, Kerajaan Persia mengalami masa kejayaannya. Pada zaman itu, dibangun sebuah istana yang megah dan indah di Kota Suza. Kerajaan Persia mengalami kehancuran ketika mendapatkan serangan dari Iskandar Zulkarnaen (Alexander Yang Agung).

Peninggalan Kebudayaan Peradaban Mesopotamia

Berikut beberapa peninggalan dari peradaban Mesopotamia:

  • Bangsa Sumeria

bangunan peninggalan bangsa sumeria
Photo by kabarcirebon.wordpress.com

Bangsa Sumeria memiliki pusat pemerintahan di UR. Bangsa ini menganut sistem kepercayaan Polytheisme dan pusat pemujaannya berada di kota Nippur.

Berikut peninggalan kebudayaan bangsa Sumeria:
  1. Mengenal tulisan paku
  2. Mengenal sistem penanggalan yang dihitung berdasarkan peredaran bulan dan matahari
  3. Mengenal sistem perhitungan yang didasarkan pada jumlah enam
  4. Mampu membuat pakaian, perhiasan, tongkat, dan cermin dari tembaga
  5. Mata pencaharian utama : pertanian, peternakan, dan perdagangan
  6. Bangsa Sumeria adalah penemu roda yang digunakan untuk kereta kuda dan pedati

Peradaban bangsa Sumeria di wilayah Mesopotamia mengalami kehancuran setelah mendapatkan serangan dari bangsa Akkadia dibawah pimpinan Sargon.

  • Bangsa Babilonia Lama

menara babel babilonia
Photo by antimateri.com

Bangsa Babylonia merupakan bangsa yang masih keturunan Amori, yakni orang Semit dari gurun Siria dan Arabia. Pusat pemerintahan Kerajaan Babilonia Lama berada di kota Babilon. Kepercayaan yang dianut oleh bangsa ini masih bersifat polytheisme dengan dewa Marduk sebagai dewa tertinggi.

Berikut peninggalan kebudayaan bangsa Babilonia Lama:
  1. Menciptakan undang-undang tertulis yang dipahat di tugu batu (Codex Hammurabi)
  2. Menganl ilmu Matematika
  3. Mengenal ilmu Astronomi

Kerajaan Babilonia Lama mengalami keruntuhan setelah mendapatkan ekspansi dari bangsa Assiria dibawah pimpinan Assur Nashirpal II.

  • Bangsa Assyria

peradaban bangsa asyyria
Photo by kumparan.com

Bangsa Assiria menempati wilayah hulu Sungai Tigris dengan ibukota kerajaan di Niniveh. Kerajaan Assiria mencapai puncak kejayaannya pada masa Raja Assurbanipal.

Berikut peninggalan kebudayaan bangsa Assyria:
  1. Pemimpin Assyria, Assurbanipal, mendirikan perpustakaan yang bukunya terdiri dari lempengan-lempengan tanah liat
  2. Mengenal sistem astronomi
  3. Mengenal sistem astrologi
  4. Mengenal sistem penanggalan selama setahun (365 ¼ hari)
  5. Menyempurnakan penulisan huruf paku
  6. Perkembangan ilmu pengobatan
  • Bangsa Babilonia Baru

peradaban bangsa babilonia baru
Photo by budhii.web.id

Bangsa Babilonia Baru mengalami masa kejayaannya pada masa pemerintahan Nabukednezar. Wilayah yang dikuasai oleh Kerajaan Babilonia Baru meliputi wilayah Mesopotamia, Babylonia, Arab, dan Palestina.

Berikut peninggalan kebudayaan bangsa Babylonia Baru:
  1. Peninggalan bangunan Ziggurat. Ziggurat merupakan menara bertingkat-tingkat yang biasanya digunakan untuk tempat pemujaan. Ziggurat yang paling terkenal adalah Menara Babel.
  2. Pembuatan taman gantung
  3. Pembuatan menara Babylon
  4. Mengenal ilmu astronomi

Bangsa Babilonia Baru mengalami kekalahan setelah mendapatkan serangan dari bangsa Persia dibawah pimpinan Cyrus.

  • Bangsa Persia

peradaban bangsa persia
Photo by karinedogawa.wordpress.com

Kerajaan Persia beribukota di Persepolis. Kerajaan ini mengalami masa kejayaannya pada masa pemerintahan Raja Darius Agung.

Berikut peninggalan kebudayaan bangsa Persia:
  1. Pembagian wilayah dalam beberapa satrapi
  2. Pembangunan jalan dari Suza hingga Sardes
  3. Penyederhanaan huruf paku

Demikianlah ringkasan materi mengenai sejarah peradaban Mesopotamia dan peninggalannya. Semoga materi kali ini dapat menambah wawasan kita mengenai peninggalan peradaban-peradaban yang ada di dunia. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: