kuil dewa langit

Peradaban Cina Kuno dan Peninggalannya

Peradaban Cina Kuno – Cina atau Tiongkok merupakan salah satu wilayah di Asia yang memiliki sejarah peradaban yang panjang. Selain peradaban Romawi Kuno, peradaban Mesir Kuno, dan peradaban Cina kuno.

Cina memiliki wilayah yang mana sebagian besar wilayahnya terdiri dari pegunungan. Di sebelah utara wilayah Cina mengalir Sungai Huang Ho atau Sungai Kuning, dan di sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse King. Di lembah Sungai Huang Ho inilah lahir sebuah peradaban Cina Kuno.

Cina juga dikenal dengan nama Tiongkok. Kata Tiongkok berasal dari kata Chung Kuo yang bermakna “Negeri Tengah”. Orang-orang Cina Kuno menganggap jika negerinya berada di tengah-tengah dunia. Penduduk Cina atau Tiongkok disebut sebagai Chung Hua yang bermakna “Penduduk Negeri Tengah”. Dari kata Chung Hua ini kemudian berubah menjadi Tionghoa.

Letak Geografis Peradaban Cina Kuno

peradaban Cina Kuno
Photo by dewyregarsejangela.files.wordpress.com

Peradaban Cina Kuno dimulai dari beberapa kota yang ada di sepanjang lembah Sungai Kuning atau Sungai Hwang Ho yang sekarang dikenal sebagai Sungai Hwang He. Sungai Hwang Ho disebut sebagai Sungai Kuning disebabkan sungai ini membawa lumpur kuning sepanjang alirannya.

Sungai Kuning atau Sungai Hwang Ho bersumber dari daerah pegunungan Kwen-Lun di Tibet. Setelah mengalir melalui pegunungan Cina Utara, sungai ini membawa lumpur kuning yang membentuk dataran rendah Cina dan bermuara di Teluk Tsii-Li di Laut Kuning.

Sedangkan, di dataran tinggi sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse Kiang yang berhulu di Pegunungan Kwen-Lun (Tibet) yang bermuara di Laut Cina Timur.

Di Wilayah yang subur inilah, masyarakat Cina melakukan cocok tanam, seperti menanam gandum, teh, padi, jagung, dan kedelai. Pertanian

Kehidupan Masyarakat Peradaban Cina Kuno

peradaban cina kuno
Photo by kompasiana.com

Kehidupan masyarakat Cina Kuno memiliki dua sisi kehidupan, yakni sisi kehidupan ekonomi dan kehidupan sosial.

Kehidupan Ekonomi

Ketika Dinasti Shang berkuasa, penduduk Cina Kuno bermata pencaharian sebagai petani. Ketika itu, para petani sudah mulai menggunakan bajak sebagai alat pengolahan tanah. Selain bertani, penduduk Cina Kuno juga beternak, berburu, dan menangkap ikan.

Ketika Dinasti Chou berkuasa, kehidupan masyarakat Cina Kuno semakin berkembang. Ada yang bermata pencaharian sebagai pedagang, penenun, pengrajin, penebang kayu, dan buruh.

Ketika Dinasti Chin berkuasa, mayoritas penduduk Cina Kuno bermata pencaharian sebagai petani dan penenun.

Kehidupan Sosial

Kehidupan sosial masyarakat Cina Kuno diatur dalam sebuah aturan feodalisme. Golongan bangsawan berkuasa atas rakyat biasa. Rakyat biasa wajib membayar upeti atau pajak kepada golongan bangsawan Cina Kuno.

Masyarakat Cina Kuno juga menghormati beberapa kekuatan ghaib. Penghormatan masyarakat Cina Kuno ditujukan kepada:

  1. Dewa Langit atau Syangit sebagai dewa tertinggi
  2. Kekuatan alam
  3. Arwah leluhur

Sistem Pemerintahan Peradaban Cina Kuno

dinasti cina kuno
Photo by Arahfajar.com

Sistem pemerintahan yang digunakan oleh masyarakat Cina Kuno adalah sistem dinasti atau kekaisaran. Sistem ini menganut pergantian antar kekuasaan secara turun-temurun menurut silsilah keluarga.

Berikut beberapa dinasti terkenal yang pernah berkuasa dalam Peradaban Cina Kuno:
  1. Dinasti Shang
  2. Dinasti Chou
  3. Dinasti Chin
  4. Dinasti Han
  5. Dinasti Tang
  6. Dinasti Shung

Berikut ulasan lengkap mengenai sejarah dinasti yang pernah berkuasa dalam peradaban Cina Kuno:

  • Dinasti Shang

dinasti shang
Photo by sejarah-negara.com

Pusat pemerintahan Dinasti Shang berada di kota Anyang yang mana berdekatan dengan Sungai Kuning. Kota Anyang merupakan salah satu kota tertua dan kota terpenting pada masanya dalam sejarah peradaban Cina Kuno.

Pemerintahan Dinasti Shang bercorak dan menitik beratkan pada bidang militer. Oleh karena itu, para prajurit Dinasti Shang ahli dalam berperang, terutama dalam menggunakan kereta berkuda yang disertai dengan busur dan anak panah.

  • Dinasti Chou

 

dinasti chou
Photo by sejarah-negara.com

Pada masa pemerintahan Dinasti Chou, raja-raja menyerahkan tugas kepemerintahan kepada golongan bangsawan. tugas pemerintahan ini meliputi pemungutan pajak atau upeti, urusan keamanan, dan lain-lain. Sebagai imbalan atas jasanya, para bangsawan diberikan sebidang tanah yang disebut vazal oleh dinasti.

Sistem vazal yang diterapkan pada akhirnya merugikan pemerintah. Hal ini terjadi disebabkan sering terjadi kekacauan antar bangsawan maupun pemberontakan. Masa pemerintahan Dinasti Chou pun melemah, dan sebagai gantinya kekuasaan diganti oleh Dinasti Chin.

  • Dinasti Chin

dinasti Chin
Photo by sejarah-negara.com

Raja yang terkenal pada masa pemerintahan Dinasti Chin adalah Kaisar Shin Huang Ti. Kaisar Shin Huang Ti sangat memperhatikan kemakmuran rakyatnya. Dalam sektor perdagangan, kaisar membuat timbangan dengan ukuran yang seragam.

Kaisar Shin Huang Ti pun memulai hubungan dengan negeri India. Untuk menghadapi serangan dari bangsa Syung-Nu, kaisar memerintah untuk membuat sebuah tembok raksasa. Tembok raksasa ini pun dikenal dengan sebutan “Great Wall” atau “Tembok Besar Cina”.

  • Dinasti Han

dinasti han
Photo by sejarah-negara.com

Pada masa pemerintahan Dinasti Han, raja yang terkenal dari dinasti ini bernama Han Hwu Tie. Perdagangan dengan negara-negara lain pun mulai ditingkatkan. Pada masa dinasti ini juga ditemukan pembuatan kertas menggunakan campuran bubur kayu dan lem. Penemuan pembuatan kertas ini ditemukan oleh Tsai Lun.

Pada masa Dinasti Han, agama Konfusionisme pun dijadikan sebagai agama resmi negara. Masyarakat pada dinasti ini juga sudah mengenal sistem pembuatan kertas. Kertas terbuat dari kulit kayu dan kain-kain bekas yang tidak terpakai.

  • Diansti T’ang

dinasti tang
Photo by sejarah-negara.com

Dinasti Tang merupakan salah satu dinasti peradaban Cina Kuno yang didirikan oleh Li Shih Min atau lebih dikenal dengan nama Kaisar T’ang Tai Tsung. Kaisar T’ang Tai Tsung memperluas wilayah kekuasannya ke luar negeri Cina. Dari arah selatan ia memperluas ke Ton-kin, Annam, dan Kamboja. Dan sebelah barat ia menguasai Persia dan Laut Kaspia.

Pada masa dinasti ini juga ditemukan teknik percetakan untuk mencetak buku dan kalender. Diansti Tang mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Kaisar T’ang Tai Tsung. Dalam bidang seni syair dan lukis, telah lahir seniman-seniman yang mumpuni seperti Li Tai Po, Tu Fu, dan Wang Wei.

Berikut beberapa tindakan yang dikeluarkan oleh Kaisar T’ang Tai Tsung:
  1. Dikeluarkannya udang-undang yang mengatur pembagian tanah
  2. Membuat peraturan mengenai pajak
  3. Membagi Kerajaan Cina Kuno dalam 10 propinis
  • Dinasti Shung

dinasti Sung
Photo by sejarah-negara.com

Dinasti Shung merupakan salah satu dinsati peradaban Cina Kuno yang sangat memperhatikan bidang seni dan ilmu pengetahuan. Kerajinan porselin pada masa dinasti ini juga berkembang dengan sangat baik.

Pada masa dinasti ini pula, Tiongkok diserang oleh bangsa Mobgol dibawah pimpinan Jengis Khan. Bangsa Mongol pun berhasil menduduki wilayah Tiongkok. Pada abad ke-14, Bangsa Mongol berhasil dikalahkan oleh Tiongkok. Setelah berhasil mengalahkan Bangsa Mongol, Tiongkok diserang oleh bangsa Mansyuria.

Peninggalan Peradaban Cina Kuno

terracota
Photoo by hariansejarah.id

Berikut beberapa peninggalan peradaban dari Cina Kuno yang masih dapat kita nikmati dan rasakan keberadaannya:

  • Seni Sastra

tokoh filsafat cina
Photo by id.quora.com
Bangsa Cina Kuno telah mengenal tulisan sejak zaman pemerintahan Dinasti Shang. Bangsa Cina biasanya membuat tulisan-tulisan pada kulit penyu, tulang-tulang biantang, dan piring-piring. Tulisan Bangsa Cina Kuno berupa gambar atau lambang yang disebut pictograf.

Pada masa pemerintahan Dinasti Chou, tulisan-tulisan dibuat dan dipahatkan pada potongan-potongan bambu. Cara menulisnya dari atas kemudian ke bawah. Setiap wilayah pada zaman Cina Kuno memiliki bentuk-bentuk tulisan sendiri. Pada masa pemerintahan Dinasti Chin, tulisan antar wilayah tersebut berhasil disatukan.

Seni sastra milik peradaban Cina Kuno berasal dari ajaran filsafat-filsafat. Ketika Dinasti Chou berkuasa, mulai bermunculan para filsuf besar, diantaranya adalah Lao Tse, Kong Fu Tse, dan Meng Tse. Pengaruh ajaran filsafat menjadikan keadaan pemerintahan di Cina Kuno yang semula kacau menjadi lebih teratur.

  • Ajaran Lao Tse

ajaran lao tse
Photo by cikimm.com

Ajaran filsafat Lao Tse mengajarkan agar manusia mengikuti petunjuk yang telah diatur oleh alam dan menolak kehidupan yang bersifat duniawi. Menurut ajaran ini, terdapat kekuatan ghaib yang mengatur alam semesta yang dinamakan Tao. Ketenteraman dan keadilan di alam semesta akan tercapai jika mereka tunduk pada Tao. Ajaran Lao Tse ini terkenal sebagai Taoisme yang dimuat dalam sebuah buku berjudul Tao Te Ching.

  • Ajaran Kong Fu Tse

kong fu tse
Photo by tridharma.or.id

Ajaran filsafat Kong Fu Tse mengajarkan kepada orang-orang Cina untuk kembali menjalani kehidupan lama, yakni kehidupan berdasarkan tradisi atau kebiasaan para leluhur. Kong Fu Tse juga mengajarkan agar masyarakat harus mengutamakan akhlak yang baik. Ajaran yang dibawa oleh Kong Fu Tse ini dinamakan Konfusianisme Kong Fu Tse atau Konfusius.

  • Ajaran Meng Tse

meng tse
Photo by ms.m.wikipedia.org

Ajaran filsafat Meng Tse mengajarkan ajaran yang bersangkutan dengan pemerintahan. Ia berpendapat, jika manusia pada dasarnya memiliki pembawaan yang baik. Jika terdapat orang yang berbuat jahat, maka hal tersebut merupakan akibat dari rasa tidak puas ata pemerintahan yang buruk.

Menurut Meng Tse, rakyat mempunyai hak untuk memberontak terhadap pemerintah jika raja yang memerintah tidak peduli dengan kesejahteraan dan kemakmuran rakyatnya.

  • Seni Bangunan

Dalam sektor seni bangunan, bangsa Cina Kuno telah memiliki keahlian yang cukup mumpuni. Hal ini dapat terlihat dari bangunan-bangunan yang ditinggalkan pada masa Cina Kuno, seperti kuil langit, tembok besar, dan pintu gerbang kuil.

  • Kuil Dewa Langit

peradaban cina kuno
Photo by rencanaliburan.com

Kuil dewa langit merupakan tempat suci yang digunakan untuk pemujaan para Dewa. Salah satu kuil yang sangat terkenal yakni kuil dewa langit yang dibangun di Kota Beijing. Kuil dewa langit ini terbuat dari berbagai batu pualam yang indah.

  • Tembok Besar Cina

tembok besar cina
Photo by panayota

Tembok besar Cina atau The Great Wall of China masuk dalam salah satu bangunan keajaiban dunia. Tembok ini dibangun pada masa pemerintahan Dinasti China. Tembok besar Cina disebut sebagai tembok besar dikarenakan ukuran tembok ini yang besar. Panjang tembok ini 2.430 km dengan lebar 8 m dan tinggi 16 m.

Tembok besar Cina dibangun dengan tujuan untuk menahan serangan dari suku-suku bar-bar di sebelah utara, seperti Suku Hsiung-Nu.

  • Pintu Gerbang Kuil

peradaban cina kuno
Photo by mobile.indonesian.china.com

Pada masa peradaban Cina Kuno, Peking merupakan salah satu tempat kediaman kaisar. Di Peking, terdapat banyak istana dan kuil untuk keluarga kerajaan. Salah satu seni bangunan yang menarik perhatian adalah pintu gerbang Kuil Kong Fu Tse.

Pintu gerbang Kuil Kong Fu Tse dinding-dindingnya dihiasi dengan tegel yang berwarna-warni dan atap pintu ini berbentuk melengkung ke atas. Pintu gerbang ini merupakan sebagai pintu pembuka jalan masuk menuju Kuil Kong Fu Tse. Kuil ini di maksudkan untuk menghormati arwah para guru besar bangsa Tionghoa.

  • Ilmu Pengetahuan dan Teknologi

peradaban cina kuno
Photo by erabaru.net

Bangsa Cina Kuno sudah mengenal ilmu pengetahuan, terutama dalam bidang astronomi. Ilmu astronomi atau ilmu perbintangan digunakan oleh masyarakat Cina Kuno untuk membuat sistem penanggalan.

Ilmu astronomi atau ilmu perbintangan merupakan ilmu dasar untuk seluruh aktivitas bangsa Cina Kuno. Hal ini terjadi dikarenakan bangsa Cina Kuno menggunakan ilmu astronomi untuk memperhitungkan waktu berpanen, waktu berlayar, dan usaha-usaha lainnya yang memerlukan informasi tentang pergantian dan perputaran musim.

Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa Cina Kuno dapat kita lihat dari hasil peninggalan kebudayaan mereka. Sejak zaman dahulu, bangsa Cina Kuno sudah terkenal sebagai ahli pembuat keramik (gerabah), porselen, kain sutra, kertas dari kayu, dan benda-benda dari perunggu dan mesiu.

Keramik merupakan ciri khas hasil karya bangsa Cina. Pembuatan benda-benda dari keramik tersebut mengandung jiwa seni. Hal ini dapat dilihat dari berbagai keramik terdapat beragam macam bentuk hiasan, seperti guci keramik yang dihias seekor naga dan lain-lain.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah dan peradaban Cina Kuno. Semoga dengan mempelajari materi ini dapat menambah wawasan dan ilmu pengetahuan kita tentang sejarah peradaban Cina Kuno. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: