peradaban amerika kuno

Yuk, Mengenal Lebih Dekat Peradaban Bangsa Amerika Kuno

 Peradaban Amerika Kuno – Amerika, tidak ada negara di dunia yang mengenal nama ini. Amerika, khususnya Amerika Serikat merupakan negara adidaya yang mana mayoritas kegiatan ekonomi masyarakatnya berada di sektor industri. Ia juga merupakan salah satu anggota dewan keamanan tetap organisasi dunia, PBB.

Sebelum kedigdayaan Amerika seperti sekarang ini, Amerika memiliki sejarah peradaban yang menarik untuk kita bahas. Selain peradaban Amerika, terdapat beberapa peradaban dunia yang juga menarik untuk kita bahs, diantaranya adalah Peradaban Mesopotamia dan Peradaban Lembah Sungai Indus.

Berikut akan kita bahas bersama sejarah peradaban Amerika Kuno.

Penamaan Nama Amerika

Christopher Colombus
(Christopher Colombus) Photo by girochantal

Pada tahun 1499 M, seorang pelaut asal Italia melakukan penjelajahannya untuk menemukan dunia baru. Pelaut tersebut bernama Amerigo Vespucci, ia merupakan seorang navigator ulung dengan pendidikan yang baik.

Setelah melakukan penjelajahan, Amerigo Vespucci pun sampai pada tujuannya yang diberi nama “Novus Mundus” dalam bahasa latin bermakna “Dunia Baru”. Perjalanan menuju dunia baru ditulis oleh Vespucci hingga terkenal di daratan Eropa. Karyanya pun diterbitkan dalam bahasa-bahasa Eropa.

Seorang katograf dari Jerman yang bernama Martin Waldseemuller pada tahun 1507 M membuat peta baru dengan memasukkan dunia baru di dalamnya. Kartograf ini mengetahui informasi mengenai dunia baru berkat tulisan karya Vespucci.

Amerigo Vespucci
Photo by WikimediaImages

Ketika peta baru karya Waldseemuller diresmikan, nama Amerika sudah terpampang di benua yang ditemukan oleh Amerigo Vespucci sebagai dunia baru. Sejak saat itulah, dunia baru yang ditemukan oleh Amerigo Vespucci dinamakan Amerika yang diambil dari nama depan Vespucci.

Sebelum Vespucci menemukan benua Amerika, benua ini telah ditemukan oleh Christopher Colombus sebagai dunia baru. Akan tetapi, penjelajahan yang dilakukan oleh Christhoper Colombus tidak didokumentasikan dalam bentuk catatan. Oleh karena itu, Martin Waldseemuller beranggapan Vespucci lah yang menemukan benua Amerika.

Selain itu, alasan nama Colombus tidak dijadikan sebagai nama dari dunia baru dikarenakan Colombus manganggap bahwa benua Amerika merupakan rute baru benua Asia, bukan sebagai dunia baru. Akan tetapi, seorang ahli kapal selam dan sejarawan kondang Gavin Menzies mengunggkapkan bahwa penemu Benua Amerika adalah Laksamana Muslim asal Cina yang bernama Cheng Ho.

Dalam catatan Gavin Menzies, Cheng Ho menginjakkan kaki di sana 70 tahun sebelum pelayaran Columbus. Ia menunjukkan bukti berupa peta-peta pelayaran kuno dan artefak yang secara jelas menyatakan jika Cheng Ho pernah singgah di Amerika setelah melakukan pelayaran pada periode 1421-1423.

Sebelum Colombus, Amerigo Verpucci, maupun pelaut Muslim China Cheng Ho menemukan benua Amerika, telah hidup sebuah peradaban yang berkembang di benua Amerika.

Peradaban Amerika Kuno

peradaban amerika kuno
Photo by Google

Sekitar 20.000-an tahun yang lalu, Selat Bering masih berukuran sempit yang digunakan oleh bangsa yang berasal dari daratan Siberia melakukan penyeberangan ke benua Amerika. Berdasarkan hasil penelitian para arkeolog, bangsa yang pertama kali datang ke benua Amerika adalah bangsa Amurian.

Setelah kedatangan bangsa Amurian, selang beberapa tahun kemudian datanglah bangsa dengan ras Mongolia, tepatnya pada awal masa abad masehi. Kedatangan bangsa Mongolia ke daratan Amerika membuat percampuran antar kedua ras. Percampuran ras ini melahirkan bangsa baru yang bernama Indian Amerika atau Amerind.

Bangsa Amerind ini pun menyebar ke seluruh daratan benua Amerika, mulai dari Amerika Selatan, Amerika Tengah, hingga Amerika Utara. Cara hidup bangsa Amerind adalah dengan berburu dan mengumpulkan buah-buahan liar. Selain berburu dan mengumpulkan makanan, mereka juga sudah mengenal cara bercocok tanam dengan sederhana.

Berdasarkan temuan arkeologis sekitar tahun 2500 SM, bangsa Amerind telah melakukan kegiatan bercocok tanam jagung, cokelat, kentang, kacang, dan tembakau. Kegemaran mereka bercocok tanam didasarkan pada kepercayaan jika produksi pertanian meningkat, maka mereka dapat meningkatkan angka kelahiran. Sejak saat itu, mereka menyebar ke seluruh penjuru dan membuat peradaban sendiri.

Tahun-tahun pun berlalu, peradaban baru yang lebih maju pun muncul di benua Amerika. Peradaban itu adalah peradaban Maya, peradaban Aztec, dan peradaban Inca.

Berikut Beberapa Bangsa yang Mendukung Peradaban Amerika Kuno
  1. Peradaban Bangsa Maya
  2. Peradaban Bangsa Aztec
  3. Peradaban Bangsa Inca

Peradaban Amerika Kuno Bangsa Maya

peradaban amerika kuno
Photo by nationalgeographic.grid.id

Peradaban bangsa Maya merupakan salah satu peradaban Amerika Kuno yang muncul di wilayah Mesoamerika. Peradaban bangsa ini dimulai pada periode pra-klasik 2000 SM – 300 M, periode klasik 300 M – 900 M, dan periode post-klasik 1535 M hingga dikalahkan oleh bangsa Spanyol di Yucatan.

Kerajaan bangsa Maya terletak di wilayah Meksiko Selatan dan Amerika Tengah. Wilayah Kerajaan bangsa Maya meliputi Semenanjung Yukatan (Meksiko), Hounduras, dan Guatemala. Pusat peradaban bangsa ini terletak di Semenanjung Yukatan.

Bangsa Maya merupakan bangsa yang bermata pencaharian dalam bidang agraris. Mereka bercocok tanam jagung, merica, biji-bijian, kacang-kacangan, dan buah-buahan. Aktivitas utama masyarakat bangsa Maya adalah bertani dan berdagang. Bangsa Maya berdagang dengan cara menjualnya kepada pembeli dengan membawa langsung barang dagangannya kepada pembeli.

Bangsa Maya dalam kepercayaannya menyembah Jaguar atau dewa kucing. Dewa kucing dilambangkan sebagai penguasa dunia arwah sekaligus sebagai simbol keberanian dalam kehidupan mereka. Ketika melakukan kegiatan upacara, masyarakat bangsa Maya akan mempersembahkan darah manusia sebagai syarat wajib dalam rangkaian upacara.

Dalam segi ilmu pengetahuan dan teknologi, bangsa Maya telah mengenal dua sistem penanggalan. Sistem penanggalan yang pertama dihitung berdasarkan lama bumi mengelilingi matahari, yakni selama 365 hari. Rincian tiap tahunnya terdapat 18 bulan, tiap bulannya terdapat 20 hari, dan ada satu bulan hanya berjumlah 5 hari. Sistem penanggalan kedua dihitung berdasarkan kepercayaan, yakni 1 tahun berjumlah 260 hari.

Bangsa Maya juga sudah mengenal sistem penulisan. Mereka mengembangkan sistem penulisan hieroglyph untuk mencatat peristiwa-peristiwa, astronomi, dan juga kegiatan upacara keagamaan. Seluruh peristiwa ini dicatat pada kulit rusa atau kerbau, dan kulit pohon. Tulisan hieroglyph mempunyai 850 karakter.

Hasil kebudayaan bangsa Maya diantaranya adalah membangun kota terbesar di dunia pada masanya, yakni kota Theotihuakan yang dihuni oleh 100.000 penduduk. Tikal merupakan situs tertua di dunia yang berbentuk pyramid (piramida kastilo) yang mempunyai sisi terjal.

Salah satu bentuk kebudayaan bangsa Maya adalah Rabinal Achi, yakni sebuah drama tradisional yang dimasukkan dalam daftar Karya Agung Budaya Lisan dan Non-bendawi Manusia oleh UNESCO pada tahun 2005.

Peradaban Amerika Kuno Bangsa Aztec

peradaban bangsa aztec
Photo by lifestyle.okezone.com

Bangsa Aztec merupakan bangsa yang gemar berperang. Bahkan, berperang merupakan sebuah kebudayaan yang menjadi budaya sehari-hari bagi mereka. Berperang pun menjadi salah satu unsur dalam sistem kepercayaan mereka. Bangsa Aztec berasal dari kelompok suku bangsa Toltek dari utara yang kemudian mendiami dataran tinggi Meksiko.

Kebudayaan Aztek berkembang di wilayah Meksiko Tengah dan Selatan, terutama di sekitar danau-danau Tezuko, Zumpangochalko, dan Xaltokan. Pengaruh kebudayaannya meluas dari pantai pasifik sampai Teluk Meksiko.

Bangsa Aztec adalah bangsa yang menyembah matahari. Mereka menyembah matahari yang paling besar bernama Huitzilopochtli. Mereka menganggap matahari merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga dan dipelihara.

Agar matahari tetap beredar di orbitnya, maka dibutuhkan pelumas murni berupa darah manusia. Mereka meyakini bahwa pengorbanan manusia merupakan tugas wajib dan suci agar dewa matahari tetap memberikan kemakmuran bagi mereka.

Upacara pengorbanan manusia dilaksanakan di puncak piramida. Upacara pengorbanan dilaksanakan secara massal dengan membuhuh banyak korban. Setelah terbunuh, satu-persatu jantung para korban diambil oleh para pendeta untuk dipersembahkan.

Bangsa Aztec menggunakan huruf piktograf yang disebut n’ahuatl untuk mencatat ritual keagamaan, catatan sejarah, kegiatan ekonomi, bahkan puisi. Catatan-catatan ini disimpan di kulit kayu atau pun kulit rusa.

Penduduk bangsa Aztek dibedakan menjadi tiga kelas. Kelas atas ditempati oleh pendeta dan ksatria. Kelas kedua diduduki oleh pekerja, pengrajin bebas, dan kaum pedagang. Sedangkan, kelas terendah terdiri oleh kaum budak.

Hasil kebudayaan Suku Aztec antara lain adalah kuil berbentuk piramida yang tengahnya berlubang untuk memasukkan kurban berupa emas dan perak, patung di kota Vera Cruz sebagai perwujudan dewa utama yang disucikan, dan mengusahakan tambang emas dan perak.

Peradaban Amerika Kuno Bangsa Inca

peradaban bangsa inca
Photo by kembangpete.com

Peradaban bangsa Inca dimulai dari suku di daerah Cuzco ketika Sapa Inca pertama, Manco Capac mendirikan Kishawn Cuzco sekitar tahun 1200-an. Ia dianggap sebagai putra dari dewi matahari. Kerajaan Inca terletak di wilayah Peru, tepatnya di sekitar danau Titicaca dekat pegunungan Andes.

Peradaban bangsa Inca terus berkembang hingga ke wilayah belahan barat Amerika, khususnya Peru. Bangsa Inca memiliki kemiripan dengan bangsa Aztec yang memiliki watak militer. Bangsa Inca menggunakan watak militernya untuk melakukan perluasan wilayah dengan berperang, terutama dibawah pimpinan Pachautec.

Pada tahun 600 – 1000 M, bangsa Inca mulai mengembangkan pertanian. Mereka membuat sistem untuk menahan longsor dengan cara terasering. Mereka juga mengembangkan sistem irigasi untuk mencegah terjadinya banjir.

Bangsa Inca terus merawat dan mengembangkan lahan pertanian mereka untuk menghidupi para tentara, birokrat, dan buruh pabrik. Mereka menggunakan bajak yang terbuat dari perunggu untuk mengolah tanah mereka. Hasil pertanian mereka antara lain tomat, kentang putih, kacang-kacangan, dan jagung. Selain itu, bangsa Inca juga memiliki minuman semacam bir bernama chichi yang terbuat dari saripati jagung.

Dalam menjalankan sistem pemerintahannya, bangsa Inca menganut sistem kerajaan. Dalam penerapannya, bangsa Inca mengontrol rakyatnya dengan penyatuan imperium. Bangsa Inca menganut sistem kepercayaannya dengan menyembah dewa matahari. Raja-raja mereka diyakini memiliki hubungan genealogis atau asal-usul keturunan dengan dewa matahari.

Untuk mempertahankan wilayah kekuasaannya, bangsa Inca membangun jalan-jalan besar yang menghubungkan pusat pemerintahan dengan wilayah yang telah ditaklukkannya. Raja juga menaruh perhatian khusus dalam masalah perkawinan. Jika terdapat laki-laki maupun perempuan dewasa yang belum menikah, mereka akan dipilihkan oleh orang lain dan dikawinkan dalam upacara umum.

Peninggalan kebudayaan yang ditinggalkan oleh bangsa Inca berupa bangunan-bangunan istana megah yang terbuat dari batu-batu besar dan batu karang, dan mayat para suku Inca biasanya diawetkan (mummy).

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah dan peradaban Amerika Kuno. Semoga dengan mempelajari materi ini dapat menambah wawasan kita tentang peradaban-peradaban yang ada di dunia. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: