pembentukan voc

Latar Belakang Berdirinya VOC Belanda di Indonesia

Latar Belakang VOC – Belanda merupakan salah satu negara yang menjajah Indonesia dengan waktu yang cukup lama daripada negara lainnya, yakni kurang lebih selama 350 tahun lamanya. Untuk memuluskan penjajahannya selama di Indonesia, pedagang Belanda membuat kongsi dagang antar sesama pedagang Belanda yang diberi nama VOC.

Harga rempah-rempah yang tinggi di wilayah Eropa membuat bangsa Eropa tergiur untuk mencari wilayah produsen rempah-rempah tersebut. Indonesia yang menjadi salah satu wilayah produsen rempah-rempah tersebut pun tak lepas dari incaran bangsa Eropa, termasuk Belanda. Salah satu usaha Belanda untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Indonesia dengan mendirikan kongsi dagang VOC.

VOC merupakan kepanjangan dari Vereenigde Oostindische Compagnie yang dalam bahasa Indonesia berarti Persekutuan Perusahaan Hindia Timur. Kongsi dagang ini diberi nama Perusahaan Dagang Hindia Timur dikarenakan wilayah barat juga memiliki kongsi dagang. Kongsi dagang wilayah barat bernama Persekutuan Dagang Hindia Barat atau Geoctroyeerde Westindische Compagnie.

Sebagai perkumpulan kongsi dagang milik Belanda, pemerintah Kerajaan Belanda memberikan dukungan pada kongsi dagang ini dengan memberikan hak oktroi atau hak istimewa. Salah satu hak istimewa yang dimiliki kongsi dagang ini adalah memiliki armada perang sendiri. Oleh karena itu, tidak jarang para sejarawan menyebut VOC sebagai negara di dalam negara.

Rakyat Indonesia pada zaman itu menyebut VOC sebagai Kompeni, penyebutan ini didasari dari kata Compagnie. Penyebutannya yang sulit membuat rakyat Indonesia menyebutnya dengan panggilan itu. Akan tetapi, rakyat Indonesia lebih mengenal penyebutan Kompeni sebagai tentara Belanda, bukan sebagai kongsi dagang milik Kerajaan Belanda di Indonesia.

Sejarah VOC Belanda merupakan sejarah yang tidak terlupakan bagi masyarakat Indonesia. Kesewenangan VOC Belanda dan penderitaan yang dirasakan oleh masyarakat pribumi kala itu masih terus diingat hingga sekarang. Berikut akan kita ulas bersama mengenai sejarah dan latar belakang VOC Belanda di Indonesia.

Latar Belakang Berdirinya VOC

latar belakang voc
Photo by habibullahurl.com

Keinginan bangsa Eropa untuk menguasai dan memonopoli aspek perdagangan di Nusantara tidak hanya diinginkan oleh negeri Belanda. Inggris pun menginginkan hal yang sama sebagaimana diinginkan oleh bangsa Eropa kebanyakan untuk menguasai perdaagangan rempah-rempah. Untuk mewujudkan keinginan tersebut, bangsa Eropa berlomba-lomba mendirikan kongsi dagang.

Sebelum kongsi dagang Belanda dibentuk dengan nama VOC, Inggris sudah mendirikan kongsi dagangnnya pada tahun 1600 di wilayah India bernama EIC singkatan dari East India Company. Pembentukan kongsi dagang ini menimbulkan kekhawatiran para pedagang Belanda. Awalnya mereka bersaing sesama pedagang Belanda, mereka pun memutuskan untuk bekerja sama menyaingi EIC.

Pendiri VOC

pendiri voc
Photo by sureplus.id

Berdirinya kongsi dagang para pedagang Belanda diprakarsai oleh seorang anggota parleman Belanda bernama Johan Van Oldebanavelt. Van Oldebanavelt mengusulkan agar para pedagang Belanda saling bekerja sama dan mendirikan suatu sarikat dagang.

Pada tanggal 20 Maret tahun 1602 M, atas prakarsa dari Pangeran Maurits dan Van Oldebanavelt dibentuklah kongsi dagang pertama di Belanda. Kongsi dagang ini diberi nama Vereenigde Oost-Indische Compagnie uang disingkat VOC atau Perkumpulan Dagang Hindia Timur. Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 anggota yang diketuai oleh Francois Wittert dengan kantor pertamanya di Banten.

VOC Belanda untuk melancarkan usahanya pun diberikan suatu hak istimewa oleh Kerajaan Belanda dengan nama hak oktroi. Hak istimewa VOC ini menjadikan VOC berkembang sangat pesat dan menyebabkan bangsa Portugis di Nusantara terdesak. Untuk mendukung kepentingan VOC, maka diangkatlah Gubernur Jenderal VOC yang pertama, Pieter Both.

Tujuan Dibentuknya VOC

voc
Photo by kabardewata.com

Sebagai kongsi dagang Belanda di wilayah Nusantara, VOC memiliki beberapa tujuan. Berikut beberapa tujuan dibentuknya VOC, ialah:

  • Menghindari persaingan dagang yang ttidak sehat antara sesame pedagang Belanda. Dengan diadakannya kerja sama, maka pihak Belanda akan mendapatkan keuntungan yang maksimal.
  • Memperkuat kedudukan persaingan perdagangan bangsa Belanda dengan bangsa Eropa lainnya.
  • Memonopoli perdagangan di wilayah Nusantara
  • Membantu mengumpulkan dana kepada pemerintah Belanda untuk menghadapi Spanyol yang masih menduduki Belanda ketika itu.

Politik Ekonomi VOC di Indonesia

pembentukan voc
Photo by historia.id

VOC Belanda di Indonesia memiliki pengaruh yang besar dalam mendulang kas masuk ke Kerajaan Belanda. Untuk mendukung kepentingan VOC, ia melakukan monopoli perdagangan terutama perdagangan rempah-rempah. Oleh karena itu, VOC menerapkan beberapa kebijakan untuk mendukung monopoli perdagangannya yang sangat memberatkan rakyat pribumi.

Berikut beberapa kebijakan yang dilakukan VOC Belanda kepada rakyat pribumi di Indonesia:

  • Verplichte Leverinte

Verplichte Leverinte merupakan kebijakan VOC yang memaksa rakyat pribumi untuk menjual hasil bumi kepada VOC dengan harga yang telah ditetapkan mereka. Hasil bumi ini antara lain lada, kapas, kayu manis, gula, beras, nila, dan binatang ternak.

Pemberlakuan kebijakan ini memaksa rakyat pribumi hanya diijinkan menjual hasil buminya kepada pedagang-pedagang Belanda.

  • Contingenten

Contingenten merupakan kebijakan VOC yang mewaajibkan rakyat pribumi untuk membayar pajak hasil bumi kepada VOC.

  • Ektripasi

Ektripasi merupakan kebijakan VOC dimana mereka memilik hak untuk mangatur peredaran rempah-rempah. Jika produksi suatu rempah-rempah berlebihan, maka VOC berhak untuk menebang atau membakar tanaman rempah rempah tersebut agar harga tidak merosot tajam.

  • Pelayaran Hongi

Pelayaran Hongi merupakan pengawasan perdagangan yang dilakukan oleh VOC Belanda menggunakan perahu kora-kora jika terjadi penyelundupan perdagangan dan pasar gelap di sekitar wilayah Nusantara.

  • Preanger Stelsel

Preanger Stelsel juga disebut sebagai Sistem Priangan. Sistem ini dinamakan sebagai sistem Priangan dikarenakan diterapkan di wilayah Priangan pada tahun 1677 – 1871. Peraturan ini menjelaskan rakyat pribumi harus membayar pajak dalam bentuk hasil bumi yang setara dengan nilai pajak, bukan uang. Jika tidak mempunyai lahan, maka wajib bekerja di lahan VOC dengan sistem kerja paksa tanpa upah.

Sistem Birokrasi VOC di Indonesia

latar belakang voc
Photo by parararam.com

Untuk menjalankan sisitemnya dengan baik, VOC mengangkat seorang Gubernur Jenderal yang dibantu empat anggota yang disebut Raad van Indie atau Dewan India. Dibawah Gubernur Jenderal terdapat Gubernur yang memimpin daerah, dan dibawah Gubernur terdapat residen yang dibantu asisten residen.

Gubernur yang dianggap berhasil mengembangkan usaha dagang VOC di Indonesia diantaranya adalah (1619 – 1629) Jaan Pieterszoon Coen, (1636 – 1645) Antonio van Diemen, (1653 – 1678) Joan Maetsycker, dan (1681 – 1684) Cornelis Speelman.

Daftar Gubernur Jenderal yang pernah menjabat di VOC :
  1. (1610 – 1614) Pieter Both
  2. (1614 – 1615) Gerard Reynest
  3. (1616 – 1619) Laurens Reael
  4. (1619 – 1623) Jan Pieterszoon Coen
  5. (1623 – 1627) Pieter de Carpienter
  6. (1627 – 1629) Jan Pieterszoon Coen
  7. (1629 – 1632) Jacques Specx
  8. (1632 – 1636) Hendrik Brouwer
  9. (1636 – 1645) Antonio van Diemen
  10. (1645 – 1650) Cornelis van der Lijn
  11. (1650 – 1653) Carel Reyniersz
  12. (1653 – 1678) Joan Maetsuycker
  13. (1678 – 1681) Rijckloff van Goens
  14. (1681 – 1684) Cornelis Speelman
  15. (1684 – 1691) Abraham van Riebereck
  16. (1691 – 1704) Willem van Outhoorn
  17. (1704 – 1709) Joan van Hoorn
  18. (1709 – 1713) Abraham van Riebereck
  19. (1713 – 1718) Christoffel van Swol
  20. (1718 – 1725) Hendrick Zwaardecroon
  21. (1725 – 1729) Mattheus de Haan
  22. (1729 – 1731) Diederick Durven
  23. (1731 – 1735) Dirk van Cloon
  24. (1735 – 1737) Abraham Patras
  25. (1737 – 1741) Adriaan Valckenier
  26. (1741 – 1743) Johannes Thedens
  27. (1743 – 1750) Gustaaf Willem Baron van Imhoff
  28. (1750 – 1761) Jacob Mossel
  29. (1761 – 1775) Petrus Albertus van der Parra
  30. (1775 – 1777) Jeremias van Riemsdijk
  31. (1777 – 1780) Reinier de Klerk
  32. (1780 – 1796) Willem Arnold Alting
  33. (1796 – 1798) Pieter Gerardus van Overstraten

Pemerintahan VOC menerapkan sistem tidak langsung dalam sistem pemerintahannya dengan memanfaatkan sistem feodalisme yang sudah berkembang di Indonesia.

Kemunduran VOC

latar belakang voc
Photo by sejarahlengkap.com

Kejayaan VOC pada akhirnya juga berakhir dengan kemundurannya. Akibat kemundurannya, pemerintah Kerajaan Belanda membubarkan VOC pada tanggal 31 Desember tahun 1799 M. Seluruh hutang-hutang dan kekayaan milik VOC diambil alih oleh pemerintah Kerajaan Belanda.

Berikut beberapa penyebab runtuhnya VOC di Indonesia:

  1. Pegawai VOC banyak melakukan praktik korupsi
  2. VOC terjebak banyak hutang
  3. Pengeluaran VOC semakin banyak akibat perang
  4. Persaingan yang sangat ketat dengan pedagang antar bangsa Eropa
  5. Penggunaan tentara sewaan oleh VOC yang membebani kas
  6. Perang terus-menerus antara VOC dengan rakyat pribumi mengeluarkan biaya yang cukup besar, terutama ketika melawan Pangeran Diponegoro
  7. Pembagian deviden (laba perdagangan) kepada pemilik saham membebani kas VOC yang sudah mengalami defisit

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah dan latar belakang berdirinya VOC di Nusantara. Semoga materi kali ini dapat menjadikan hati kita lebih dekat dengan Indonesia lewat sejarahnya. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: