kitab pararaton

15 + Kitab Sastra Peninggalan Kerajaan Majapahit

Kitab Kerajaan Majapahit – Kerajaan Majapahit merupakan salah satu kerajaan yang bercorak agama Hindu di Indonesia. Kerajaan ini berbasis di Jawa Timur. Kerajaan Majapahit berdiri sekitar tahun 1293 M – 1500 M. Wilayah cakupan Kerajaan Majapahit ketika masa kejayaannya sangatlah luas, bahkan meliputi negara-negara lain.

Kerajaan Majapahit pun meninggalkan berbagai peninggalan sejarah sebagai bukti jejak kejayaan dan keberadaan kerajaan ini. Peninggalan yang ditinggalkan oleh Kerajaan Majapahit berupa candi-candi, prasasti peninggalan Kerajaan Majapahit, dan kitab-kitab sastra.

Kitab peninggalan kerajaan pada zaman dahulu merupakan esai yang berbentuk cerita, catatan, atau laporan mengenai suatu peristiwa, baik itu yang bersifat mitologi atau pun sejarah. Ketika masih berada pada zaman kerajaan periode Hindu-Buddha, kitab-kitab ini biasa ditulis di lembaran palem yang disatukan dan dihubungkan dengan seutas tali.

Pembuatan kitab sastra mulai dirintis ketika Dinasti Isana berkuasa, terutama pada masa pemerintahan Dharmawangsa Teguh. Dharmawangsa Teguh pun mempelopori penulisan ulang kisah Mahabharata dalam bahasa Kawi (Jawa Kuno).

Isi kitab pun tidak ditulis dengan kalimat langsung, akan tetapi dibentuk dalam rangkaian puisi yang indah dalam beberapa ayat (puisi). Ungkapan yang dituliskan dalam bentuk puisi ini biasa disebut sebagai kakawin. Sedangkan, tema kitab dapat ditulis dengan bentuk penulisan ulang (komposisi) mitologi yang berasal dari India atau membuat tema yang baru.

Selain Dharmawangsa Teguh, pelopor selanjutnya dari Dinasti Isana yakni Airlangga. Selama masa pemerintahan Airlangga, Mpu Kanwa berhasil menyusun sebuah kitab yang kita kenal sebagai Kitab Arjunawiwaha.

Setelah Dinasti Isana, dinasti-dinasti selanjutnya pun mulai lebih memperhatikan kreativitas dalam bidang kitab sastra.

Kitab Peninggalan Kerajaan Majapahit

Sebagai kerajaan terbesar di Nusantara, Kerajaan Majapahit meninggalkan beberapa kitab sastra yang masih dapat kita nikmati sekarang di museum. Berikut beberapa kitab peninggalan Kerajaan Majapahit.

Kitab Sastra Peninggalan Kerajaan Majapahit
  1. Kitab Negarakertagama
  2. Kitab Sutasoma
  3. Kitab Arjuna Wiwaha
  4. Kitab Kunjarakarna
  5. Kitab Sundayana
  6. Kitab Soritasi
  7. Kitab Ranggalawe
  8. Kitab Panjiwijayakarma
  9. Kitab Usana Jawa
  10. Kitab Panggelaran Tantu
  11. Kitab Pararaton
  12. Kitab Calon Arang
  13. Kitab Tantu Panggelaran
  14. Kitab Usana Bali
  15. Kitab Sorandakan
  16. Kitab Parthayajna
  17. Kitab Kutaramanawa
  • Kitab Negarakertagama

Kitab negarakertagama
Photo by bunga911.blogspot.com

Kitab Negarakertagama merupakan salah satu kitab peninggalan Kerajaan Majapahit yang paling terkenal dibandingkan dengan kitab-kitab lainnya. Negarakertagama bermakna Negara dengan tradisi (agama) yang suci. Kitab ini ditulis oleh Mpu Prapanca atau Dang Acarya Nadendra pada tahun saka 1287 atau 1365 M yang berbentuk naskah tunggal.

Kitab Negarakertagama pertama kali ditemukan padaa tahun 1894 M di Istana Raja Lombok. Kitab ini pertama kali ditemukan dan diselamatkan oleh J.L.A Brandes sebelum dibakar bersama dengan seluruh buku yang ada di perpustakaan kerajaan.

Kitab Negarakertagama menceritakan tentang kondisi Kota Trowulan, Kerajaan Majapahit, dan koloninya. Selain itu, kitab ini juga menceritakan tentang kisah perjalanan Raja Hayam Wuruk di sekitar wilayah Majapahit.

Kitab Negarakertagama juga menceritakan tentang diadakannya upacara Sradda untuk Gayatri, pemerintahan Kerajaan Majapahit, dan kehidupan beragama di wilayah Kerajaan Majapahit.

  • Kitab Sutasoma

kitab kerajaan majapahit sutasoma
Photo by satujam.com

Kitab Sutasoma merupakan salah satu kitab peninggalan Kerajaan Majapahit yang ditulis oleh Mpu Tantular. Kitab ini menceritakan tentang seorang pangeran dari Negeri Hastinapura, Sutasoma, yang keluar dari istana demi menjadi seorang pendeta Buddha.

Dalam Kitab Sutasoma terdapat ungkapan yang hingga sekarang dijadikan sebagai moto Negara Kesatuan Republik Indonesia, yakni Bhinneka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrawa.

Ketampanan pangeran Sutasoma konon diagambarkan setara dengan Arjuna putra Pandu. Pangeran Sutasoma mengorbankan dirinya sendiri untuk membantu orang-orang sekitar yang membutuhkan bantuan atau pun dalam keadaan kesulitan.

  • Kitab Arjuna Wiwaha

kitab arjuna wiwaha
Photo by kelasips.co.id

Kitab Arjuna Wiiwaha merupakan salah satu kitab sastra kuno yang dibuat dan digubah pertama kali pada abad ke-11 M. Kitab ini ditulis oleh Mpu Kanwa pada masa pemerintahan Raja Airlangga. Kitab Arjuna Wiwaha menceritakan tentang Raja Arjuna Sasrabahu yang berhasil mengalahkan raksasa yang jahat dan kejam.

  • Kitab Kunjarakarna

Kitab Kunjakarna
Photo by kelasips.co.id

Kitab Kunjarakarna menceritakan tentang seorang raksasa bernama Kunjarakarna yang ingin menjadi manusia. Agar keinginannya terkabul, raksasa ini pun menghadapi Wirocana (Buddha Dharmakaya) dan diizinkan untuk melihat neraka.

Ketaatan dan kesungguhan raksasa untuk mempraktikkan dan menjalankan agama Buddha menjadikan keinginannya dikabulkan untuk menjadi seorang manusia.

  • Kitab Sundayana

Kitab Sundayana menceritakan tentang Acara Bubat. Acara Bubat merupakan rencana pernikahan antara Raja Hayam Wuruk dengan Dyah Pitaloka, putri dari Sri Baduga Maharaja dari Kerajaan Pajajaran.

Terdapat kesalahpahaman antara patih Gadjah Mada dengan Sri Baduga Maharaja, jika putrinya, Dyah Pitaloka, akan menjadi seorang selir dan bukan seorang permaisuri. Pertempuran antara kedua belah pihak pun tidak dapat dihindarkan.

Sri Baduga Maharaja dan para prajuritnya dari Kerajaan Pajajaran pun melawan Kerajaan majapahit dibawah komando Patih Gadjah Mada. Pertempuran yang terjadi di Ladang Bubat pun berakhir kekalahan bagi Kerajaan Pajajaran. Peristiwa ini pun dikenal sebagai Perang Bubat.

Dalam peperangan ini, Raja Sri Baduga Maharaja dan para pengikutnya tewas. Dyah Pitaloka pun melakukan melakukan bunuh diri melihat peristiwa ini.

  • Kitab Soritasi

Kitab Soritasi menceritakan tentang kisan pemberontakan yang dilakukan oleh Lembu Sora melawan Raja Jayanegara di wilayah Lumajang.

  • Kitab Ranggalawe

Kitab Ranggalawe menceritakan tentang pemberontaka yang dilakukan oleh Ranggalawe melawan Raja Jayanegara. Ranggalawe berasal dari wilayah Tuban.

  • Kitab Panjiwijayakarma

Kitab Panjiwijayakarma menceritakan tentang perjalanan hidup Raden Wijaya untuk menjadi Raja Majapahit.

  • Kitab Usana Jawa

Kitab Usana Jawa menceritakan tentang keberhasilan dan kemenangan Patih Gjah Mada dan Arya Damar menaklukkan Kerajaan Bali menjadi bagian dari wilayah Kerajaan Majapahit.

  • Kitab Panggelaran Tantu

Kitab Panggelaran Tantu merupakan salah satu kitab peninggalan Kerajaan Majapahit yang menceritakan tentang pemindahan Gunung Mahameru oleh Dewa Brahma, Dewa Siwa, dan Dewa Wisnu.

Runtuhnya Gunung Mahameru di sepanjang Pulau jawa yang kemudian berubah menjadi gunung-gunung di Jawa.

  • Kitab Pararaton

kitab pararaton kerajaan majapahit
Photo by kelasips.co.id

Kitab Pararaton menceritakan tentang kisah-kisah. Kisah-kisah dalam kitab ini menceritakan tentang riwayat raja-raja Kerajaan Majapahit, terutama hubungan antara raja Singhasari dan raja Majapahit. Dalam kitab ini juga menceritakan tentang pemberontakan Lembu Sora, Ronggolawe, Peristiwa Bubat, dan cerita tentang Raja Jayanegara.

  • Kitab Calon Arang

kitab calon arang kerajaan majapahit
Photo by kelasips.co.id

Kitab Calon Arang menceritakan tentang seorang penyihir-penyihir yang ada di Kerajaan Kahuripan. Calon Arang memiliki seorang putri yang sangat cantik, tetapi tidak ada yang ingin melamar putrinya. Hal ini membuat Calon Arang merasa sangat terhina.

Calon Arang pun menyebarkan penyakit ke seluruh negeri. Tindakan yang dilakukan oleh Calon Arang ini membuat Raja Airlangga marah dan memerintahkan agar Empu Baradha membunuh Calon Arang. Akan tetapi, Calon Arang pun dibunuh oleh Empu Baradha.

  • Kitab Tantu Panggelaran

Kitab Tantu Panggelaran merupakan kitab yang berisi sebuah teks prosa yang menceritakan tentang kisah diciptakannya manusia di Pulau Jawa dan segala aturan yang harus ditaati oleh umat manusia.

Kitab Tantu Panggelaran ditulis menggunakan Bahasa Jawa pertengahan pada zaman Kerajaan Majapahit. Suntingan teks dari teks prosa ini telah terbit pada tahun 1924 M di Leiden oleh Dr. Th. Pigeaud.

  • Kitab Usana Bali

Kitab Usana Bali menceritakan tentang kekacauan di Bali akibat keganasan Maya Danawa.

  • Kitab Sorandakan

Kitab Sorandakan merupakan salah satu kitab peninggalan Kerajaan Majapahit yang menceritakan tentang tuntutan hukuman mati kepada Lembu Sora atas pemberontakannya terhadap Raja Jayanegara di wilayah Lumajang.

Tuntutan hukuman mati yang diberikan kepada Lembu Sora diambil berdasarkan kitab undang-undang Kutara Manawa. Ia diberi hukuman tersebut karena membunuh Mahisa Anabrang dalam masa pemberontakan Rongga Lawe.

  • Kitab Parthayajna

Kitab Parthayajna merupakan kitab yang menceritakan tentang keadaan Pandhawa setelah kalah bermain dadu, hingga akhirnya mereka pun mengembara ke hutan.

  • Kitab Kutaramanawa

Kitab Kutaramanawa merupakan salah satu kitab Kerajaan Majapahit yang berisi tentang perundang-undangan yang dipakai pada masa Kerajaan Majapahit. Kitab perundang-undangan ini memiliki watak dan sifat yang mirip dengan Manawadharmasastra, kedua-duanya menekankan susunan masyarakat yang terdiri dari empat warna demi kebaikan masyarakat.

Demikianlah sedikit ulasan materi mengenai kitab peninggalan Kerajaan Majapahit yang berhasil dikumpulkan dan disusun, melalui kitab-kitab inilah kita juga dapat mengetahui penyebab runtuhnya Kerajaan Majapahit dan kejayaannya. Semoga dengan memahami materi ini dapat menambah wawasan kita mengenai sejarah yang terjadi di Indonesia, terutama sejarah Kerajaan Majapahit. Aamiin.

Alhamdulillah.

Semoga bermanfaat!

 

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: