Keutamaan Membaca Al-Quran Secara Rutin

Al-Quran adalah kitab suci umat Islam yang Allah ‘Azza wa Jalla turunkan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui Malaikat Jibril. Allah ‘Azza wa Jalla menjanjikan akan menjaga kemurnian dan keaslian Al-Quran hingga hari kiamat melalui cara-Nya dan akan memberikan keutamaan-keutamaan bagi setiap orang yang mau membaca, menghafalkan, mempelajari, atau pun mengajarkannya.

Al-Quran memiliki 114 surat yang terbagi ke dalam 30 juz, dalam setiap juz-nya terdiri dari 10 lembar dengan 15 baris ayat. Surat-Surat dalam Al-Quran terbagi menjadi dua, yaitu Surat Makkiyah dan Surat Madaniyah.

Surat Makkiyah yaitu surat yang turun kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebelum hijrah ke kota Madinah. Sedangkan Surat madaniyah yaitu surat yang turun setelah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke kota Madinah.

Kebanyakan orang sangat sibuk dengan urusan dunia hingga tidak sempat untuk membaca Al-Quran. Padahal, hanya dengan membaca satu ayat dalam Al-Quran, Allah ‘Azza wa Jalla akan memberikan kebaikan dan keutamaan yang berlipat kepada kita.

Berikut keutamaan orang yang mau membaca, menghafal, mempelajari, atau pun mengajarkan Al-Quran adalah,

Siapa saja, hamba Allah ‘Azza wa Jalla yang semakin dekat dengan Al-Quran maka dia akan menjadi mulia karenanya. Baik ia dengan membacanya, menghafalkannya, memahaminya atau mengamalkan kandungan dalam Al-Quran.

Berikut penjelasan dalam hadits,

إِنَّ اللَّهَ يَرْفَعُ بِهَذَا الْكِتَابِ أَقْوَامًا وَيَضَعُ بِهِ آخَرِينَ

“Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla mengangkat derajat suatu kaum dengan kitab ini (Al-Quran) dan merendahkan yang lain dengan kitab ini.” (HR. Muslim no. 817, dari ‘Umar bin Khattab)

  • Membaca Al-Quran adalah Bentuk Perniagaan yang Tidak akan Rugi

Dengan membaca Al-Quran, maka kita melakukan perniagaan yang tidak akan merugi karenanya. Karena apa? Karena kita bertransaksi dengan Allah ‘Azza wa Jalla, dan Allah ‘Azza wa Jalla lah sebaik-baik Pemberi balasan.

Hal tersebut langsung oleh Allah ‘Azza wa Jalla janjikan dalam firman-Nya yang berbunyi,

(29) الَّذِينَ يَتْلُونَ كِتَابَ اللَّهِ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً يَرْجُونَ تِجَارَةً لَنْ تَبُورَ

 (30) لِيُوَفِّيَهُمْ أُجُورَهُمْ وَيَزِيدَهُمْ مِنْ فَضْلِهِ إِنَّهُ غَفُورٌ شَكُورٌ

“(29) Orang-orang yang membaca kitab Allah dan mendirikan sholat dan menginfakkan sebagian dari apa-apa yang telah Kami rezekikan dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak pernah merugi. (30) Agar Allah menyempurnakan terhadap mereka pahala mereka dan menambahkan untuk mereka karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.” (QS. Fathir: 29-30)

Imam Asy-Syaukani rahimahullah juga berkata,

أي: يستمرّون على تلاوته ، ويداومونها

“Maksudnya adalah yang terus-menerus dalam membacanya, dan menjadi kebiasaannya.” (Tafsir Fath Al-Qadir)

Jadi, dari sisi manakah tidak meruginya suatu perdagangan dengan membaca Al-Quran?

a. Membaca satu huruf dalam Al-Quran diganjar dengan satu kebaikan yang mana dilipatkan menjadi sepuluh kebaikan

Hal ini tertera dalam sebuah hadits,

عَنْ عَبْد اللَّهِ بْنَ مَسْعُودٍ رضى الله عنه يَقُولُ: قَالَ رَسُولُاللَّهِ صلى الله عليه وسلم: مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا لاَ أَقُوْلُ : آلم حَرْفٌ ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَ لاَمٌ حَرْفٌ وَمِيْمٌ حَرْفٌ

“Dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca satu huruf dari kitab Allah (Al-Quran) maka baginya satu kebaikan, dan satu kebaikan berlipat menjadi 10 kebaikan yang semisalnya. Dan aku tidak mengatakan ‘Alif Laam Miim’ itu satu huruf. Namun, Alif satu huruf, Laam satu huruf, dan Miim satu huruf.” (HR. At-Tirmidzi dan dishahihkan dalam kitab Shahih Al-Jami’ no. 6469)

Hal ini jelas sangat menguntungkan bagi kita apabila dekat dengan Al-Quran, amalan yang ringan namun akan Allah ‘Azza wa Jalla balas dengan berlipat kebaikan.

b. Kebaikan akan menghapuskan kesalahan

Al-Quran adalah tentang kebaikan, dan segala kebaikan akan menghapus kesalahan yang kita perbuat.

(144 :إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ (هود

“Sesungguhnya amal perbuatan yang baik menghapuskan amal perbuatan yang buruk (dosa).” (QS. Huud: 114)

c. Semakin banyak bacaan dalam membaca Al-Quran, akan semakin bertambah pula balasan pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla.

Apabila semakin bertambahnya kuantitas bacaan kita dalam membaca al-Quran, maka semakin berlipat pula ganjaran kita dari Allah ‘Azza wa Jalla. Berikut penjelasan dalam hadits,

عنْ تَمِيمٍ الدَّارِىِّ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم :مَنْ قَرَأَ بِمِائَةِ آيَةٍ فِى لَيْلَةٍ كُتِبَ لَهُ قُنُوتُ لَيْلَةٍ

“Dari Tamim Ad-Dari radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Barangsiapa yang membaca 100 ayat dalam semalam, maka dituliskan baginya pahala shalat sepanjang malam.” (HR. Ahmad dan dishahihkan dalam kitab Shahih Al-Jami’ no. 6468)

d. Membaca Al-Quran dalam shalat akan bertambah mulia

Apabila kita membaca Al-Quran dalam bacaan shalat, maka semakin agung pula bacaan kita. Berikut penjelasan dalam hadits,

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم (أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ إِذَا رَجَعَ إِلَى أَهْلِهِ أَنْ يَجِدَ فِيهِ ثَلاَثَ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ) قُلْنَا: نَعَمْ. قَالَ : فَثَلاَثُ آيَاتٍ يَقْرَأُ بِهِنَّ أَحَدُكُمْ فِى صَلاَتِهِ خَيْرٌ لَهُ مِنْ ثَلاَثِ خَلِفَاتٍ عِظَامٍ سِمَانٍ

“Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maukah salah seorang diantara kalian apabila pulang ke rumahnya mendapati di dalamnya tiga onta yang hamil, gemuk, dan besar?” Kami menjawab, “iya”. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Maka bacalah salah seorang diantara kalian dalam shalatnya tiga ayat lebih baik baginya daripada tiga onta yang hamil, gemuk, dan besar.” (HR. Muslim)

  • Membaca Al-Quran akan Mendatangkan Kebaikan

keutamaan membaca al-quran
Photo by MATAQ Darul Ulum

Seseorang yang membaca Al-Quran akan mendapatkan kebaikan dan keutamaan, bagaimana pun kondisi bacaannya dalam membaca Al-Quran. Berikut penjelasan dalam sebuah hadits,

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anhu berkata, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang yang mahir dalam membaca Al-Quran akan bersama malaikat yang mulia yang senantiasa taat kepada Allah. Dan seseorang yang membaca Al-Quran dengan terbata-bata juga sulit dalam bacaannya, maka baginya dua pahala.” (HR. Muslim)

  • Membaca Al-Quran akan Mendatangkan Syafaat

Salah satu harapan umat Islam di hari kiamat adalah mendapatkan syafaat, salah satu wasilah yang dapat memberikan syafaat kepada kita adalah Al-Quran. Hal ini tertuang dalam hadits yang berbunyi,

عَنْ أَبي أُمَامَةَ الْبَاهِلِىُّ رضى الله عنه قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ صلى الله عليه وسلم يَقُولُ: اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

“Dari Abu Umamah Al-Bahily radhiyallahu ‘anhu berkata, “Aku telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya ia (Al-Quran) akan datang pada hari kiamat kepada temannya (orang yang membaca Al-Quran) untuk memberikan syafaat.” (HR. Muslim)

  • Membaca Al-Quran Merupakan Salah Satu Ibadah yang Paling Agung

Salah satu ibadah yang paling agung adalah kita membaca Al-Quran. Berikut penjelasan dalam hadits,

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضى الله عنهما : ضَمِنَ اللَّهُ لِمَنَ اتَّبَعَ الْقُرْآنَ أَنْ لاَ يَضِلَّ فِي الدُّنْيَا ، وَلاَ يَشْقَى فِي الآخِرَةِ ، ثُمَّ تَلاَ فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى

“Dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu ‘anhu berkata, “Allah ‘Azza wa Jalla telah menjamin bagi siapa saja yang mengikuti Al-Quran tidak akan tersesat di dunia, dan tidak akan rugi di akhirat”, kemudian beliau membaca ayat,

(فَمَنَ اتَّبَعَ هُدَايَ فَلاَ يَضِلُّ وَلاَ يَشْقَى)

“Maka barang siapa yang mengikuti petunjuk-Ku, maka dia tidak akan tersesat dan tidak akan celaka” (QS. Thaha: 123) (Atsar Shahih yang diriwayatkan dalam kitab Mushannaf Ibnu Abi Syaibah).

  • Sebaik-baik Manusia adalah yang Mempelajari dan Mengajarkan Al-Quran

Dan sebaik-baik manusia adalah, siapa saja yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya kepada orang lain. Berikut penjelasan dalam hadits,

 عَنْ عُثْمَانَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه و سلم قَالَ: خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

“Dari Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, (Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya)”. (HR. Bukhari)

  • Orang Tua yang Anaknya Mempelajari Al-Quran akan Mendapatkan Pahala

Bagi orang tua yang anaknya menghafalkan Al-Quran, maka di akhirat kelak akan diberikan mahkota dan pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia dan seisinya. Dalam hadits, dari Abu Hurairah, bahwasannya Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

من قرأ القرآن وتعلَّم وعمل به أُلبس والداه يوم القيامة تاجاً من نور ضوؤه مثل ضوء الشمس ، ويكسى والداه حلتين لا تقوم لهما الدنيا فيقولان : بم كسينا هذا ؟ فيقال : بأخذ ولدكما القرآن

“Barangsiapa yang menghaafal Al-Quran, mengkajinya dan mengamalkannya, maka Allah akan memberikan mahkota bagi kedua orang tuanya dari cahaya yang terangnya seperti matahari. Dan kedua orang tuanya akan diberi dua pakaian yang tidak bisa dinilai dengan dunia. Kemudian kedua orang tuanya bertanya, “Mengapa saya sampai diberi pakaian semacam ini?” Lalu disampaikan kepadanya, “Disebabkan anakmu telah mengamalkan Al-Quran.” (HR. Hakim dan Al-Albani menilai hadits ini hasan).

  • Pahala bagi Orang yang Berkumpul untuk Membaca dan Mengkajinya

Berikut penjelasan dalam hadits yang artinya,

“Tidak berkumpul suatu kaum di salah satu rumah Allah sedangkan mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya melainkan akan dilimpahkan kepada mereka ketenangan dan rahmat, dikelilingi para malaikat, dan disanjung oleh Allah dihadapan para makhluk-Nya dan di sisi-Nya.” (HR. Abu Daud)

  • Membaca Al-Quran dapat Menentramkan Hati

Siapa saja yang membaca Al-Quran, maka hatinya akan menjadi tentram. Hal ini langsung Allah ‘Azza wa Jalla janjikan dalam firman-Nya yang berbunyi,

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(Yaitu) Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan mengingat Allah. Bukankah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)

  • Membaca Al-Quran dapat Menyembuhkan Penyakit

Seluruh ayat dalam Al-Quran adalah obat yang dapat digunakan untuk menyembuhkan penyakit. Akan tetapi, terdapat beberapa ayat atau surat dalam Al-Quran yang lebih dikhususkan karena memiliki keutamaan sebagai obat penyembuh, contohnya adalah Surat Al-Fatihah.

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman dalam kitab-Nya,

ﻭَﻧُﻨَﺰّﻝُ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﻘُﺮْﺁﻥِ ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺂﺀٌ ﻭَﺭَﺣْﻤَﺔٌ ﻟّﻠْﻤُﺆْﻣِﻨِﻴﻦَ ﻭَﻻَ ﻳَﺰِﻳﺪُ ﺍﻟﻈّﺎﻟِﻤِﻴﻦَ إِلاَّ خَسَارًا

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang dapat menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang mukmin dan (Al-Quran) tidaklah menambah terhadap orang-orang yang zalim selain kerugian.” (QS. Al-Israa’: 82)

Menurut Syaikh Muhammad Al-Amin Asy-Syinqith yang dimaksud dengan obat dalam ayat ini adalah obat untuk penyakit fisik dan penyakit jiwa. Beliau berkata,

ﻣَﺎ ﻫُﻮَ ﺷِﻔَﺎﺀٌ ﻳَﺸْﻤَﻞُ ﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﻘَﻠْﺐِ ﻣِﻦْ ﺃَﻣْﺮَﺍﺿِﻪِ ; ﻛَﺎﻟﺸَّﻚِّ ﻭَﺍﻟﻨِّﻔَﺎﻕِ ﻭَﻏَﻴْﺮِ ﺫَﻟِﻚَ ، ﻭَﻛَﻮْﻧَﻪُ ﺷِﻔَﺎﺀً ﻟِﻠْﺄَﺟْﺴَﺎﻡِ ﺇِﺫَﺍ ﺭُﻗِﻲَ ﻋَﻠَﻴْﻬَﺎ ﺑِﻪِ ، ﻛَﻤَﺎ ﺗَﺪُﻝُّ ﻟَﻪُ ﻗِﺼَّﺔُ ﺍﻟَّﺬِﻱ ﺭَﻗَﻰ ﺍﻟﺮَّﺟُﻞَ ﺍﻟﻠَّﺪِﻳﻎَ ﺑِﺎﻟْﻔَﺎﺗِﺤَﺔِ ، ﻭَﻫِﻲَ ﺻَﺤِﻴﺤَﺔٌ ﻣَﺸْﻬُﻮﺭَﺓٌ

“Obat yang mencakup obat hati atau jiwa dari penyakit, seperti keraguan, kemunafikan, dan perkara lainnya. Dan macam obat untuk fisik dapat dilakukan dengan ruqyah kepada orang yang sakit. Sebagaimana yang terjadi dalam kisah seseorang yang terkena sengatan kaljengking diruqyah dengan membacakan Surat Al-Fatihah, dan ini adalah kisah shahih yang masyhur.” (Tafsir Adhwaul Bayan)

  • Penghafal Al-Quran Didahulukan untuk Menjadi Imam ketika Shalat Jamaah

keutamaan membaca al-quran
Photo by islampos.com

Seorang penghafal Al-Quran yang banyak hafalan Al-Qurannya diutamakan untuk menjadi imam. Dalam hadits menjelaskan, dari Abu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يَؤُمُّ الْقَوْمَ أَقْرَؤُهُمْ لِكِتَابِ اللَّهِ فَإِنْ كَانُوا فِى الْقِرَاءَةِ سَوَاءً فَأَعْلَمُهُمْ بِالسُّنَّةِ … وَلاَ يَؤُمَّنَّ الرَّجُلُ الرَّجُلَ فِى سُلْطَانِهِ

“Yang paling berhak untuk menjadi imam adalah yang paling banyak hafalan kitab Allah (Al-Quran). Jika dalam jumlah hafalan Al-Quran sama, maka dahulukan yang paling paham tentang sunnah… dan tidak berhak diantara kalian menjadi imam di wilayah orang lain.” (HR. Ahmad, Muslim, dan yang lainnya).

  • Kedudukan Orang yang Menghafal Al-Quran di Akhirat Sesuai dengan Ayat Terakhir yang Dihafal

Kedudukan orang yang menghafalkan Al-Quran di Akhirat adalah menurut ayat yang terakhir kita hafal semasa di dunia. Hal ini berdasarkan hadits, dari Abdullah bin Amr bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

“Dikatakan kepada teman (orang yang menghafalkan) Al-Quran, ‘Bacalah dan tartillah sebagaimana yang engkau lakukan di dunia, maka sesungguhnya kedudukanmu adalah terletak pada ayat terakhir yang engkau baca (hafal).” (HR. Abu Daud no 1464 dan Tirmidzi no. 2914, menurut Syaikh Al-Albani hadits ini adalah hadits shahih)

Selain keutamaan yang dapat kita dapatkan ketika membaca Al-Quran, terdapat pula keutamaan-keutamaan khusus yang  terdapat dalam beberapa surat di Al-Quran. Beberapa surat yang memiliki keutamaan-keutamaan khusus adalah Surat Al-Kahfi, Surat Al-Ikhlas, dan juga Surat Al-Mulk.

Semoga dengan mengetahui keutamaan-keutamaan dalam membaca Al-Quran, dapat memacu kita untuk lebih bersemangat dalam membaca, mentadabburi, maupun menghafalkan Al-Quran dalam keseharian kita. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!