kerajaan islam pagaruyung

Kerajaan-Kerajaan Islam di Indonesia dan Sejarah Singkatnya

Kerajaan Islam di Indonesia – Islam merupakan salah satu agama yang diakui oleh negara Indonesia. Selain itu, Agama Islam merupakan agama dengan pemeluk paling banyak di Indonesia. Sebagai agama mayoritas, tentu Islam memiliki sejarah yang panjang dalam perkembangan dan penyebarannya di Indonesia.

Salah satu dampak penyebaran dan perkembangan Agama Islam di masa lalu adalah munculnya kerajaan-kerajaan yang bercorak Islam. Masuknya agama Islam ke Indonesia juga tidak lepas dari peran para ulama, pedagang-pedagang muslim, dan para mubaligh yang turut menyebarkannya.

Salah satu bukti masuknya Islam ke Indonesia adalah peninggalan dan jejak-jejak yang bercorak Islam pada masa lalu. Berikut beberapa kerajaan-kerajaan Islam yang ada di Indonesia.

Kerajaan Islam di Indonesia

Berikut beberapa kerajaan yang bercorak Islam di Indonesia.

  • Kerajaan Samudera Pasai (1267 – 1521 M)

kerajaan islam di Indonesia
Photo by ceritadanbiografi.blogspot.com

Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam tertua yang ada di Indonesia. Kerajaan ini berdiri pada abad yang ke-13 M sekitar tahun 1267 M oleh Sultan Malik As-Saleh. Letak kerajaan ini berada di Kabupaten Lhokseumawe, Aceh Utara.

Kerajaan Samudera Pasai mengalami masa kejayaannya ketika dibawah pemerintahan Sultan Muhammad Malik Zahir (Sultan Malik al-Tahir) tahun 1326 M. Hal ini dicantumkan dalam catatan yang ditulis oleh Ibnu Batutah. Dalam catatan Ibnu Batutah menyebutkan jika Sultan Malik al-Tahir adalah sosok pemimpin yang memiliki semangat tinggi dan gemar mempelajari ilmu-ilmu Islam.

Kerajaan ini mengalami kemundurannya diakibatkan adanya perang saudara yang terjadi untuk memerebutkan tahta kerajaan. Hal ini juga diperparah dengan kedatangan Portugis ke Indonesia. pada tahun 1521 M, Portugis berhasil meruntuhkan Kerajaan Samudera Pasai.

Peninggalan dari Kerajaan Samudera Pasai diantaranya adalah Cakra Donya, naskah surat Sultan Zainal Abidin, makam Sultan Malik al-Saleh, stempel Kerajaan Samudera Pasai, dan lain-lain.

  • Kerajaan Aceh Darussalam (1514 – 1903 M)

Taman Sari Gunongan
Photo by tripadvisor.co.id

Kerajaan Aceh Darussalam berdiri pada tahun 1514 M oleh Sultan Ibrahim atau Sultan Ali Mughayat Syah. Sultan Ibrahim merupakan sultan pertama yang memimpin Kerajaan Aceh Darussalam selama 10 tahun. Kerajaan Aceh Darussalam mengalami masa puncak kejayaannya ketika Sultan Iskandar Muda berkuasa, yakni tahun 1607 – 1636 M.

Kerajaan Aceh Darussalam mengalami masa kekalahannya pada masa pemerintahan Sultan Alauddin Muhammad Daud Syah. Faktor utama yang menjadi sebab keruntuhannya adalah kekalahan angkatan militer Aceh melawan penjajahan Belanda.

Jejak peninggalan dari Kerajaan Aceh Darussalam diantaranya adalah Masjid Raya Baiturrahman, Benteng Indrapatra, Taman Sari Gunongan, Makam Sultan Iskandar Muda, meriam Kerajaan Aceh Darussalam, uang emas Kerajaan Aceh Darussalam, dan lain-lain. 

  • Kerajaan Peureulak/Perlak (840 – 1292 M)

Kerajaan Islam Perlak
Photo by histori.id

Kerajaan Peureulak merupakan kerajaan Islam yang berdiri pada tahun 840. Pendiri dari kerajaan ini adalah Sultan Alaiddin Syed Maulana Abdul Aziz Syah. Ia merupakan raja pertama dari awal berdirinya hingga tahun 864 M.

Kesultanan ini tercatat dalam beberapa catatan Cina dan catatan Marco Polo. Ia pernah menulis bahwasannya ia pernah singgah ke negeri bernama Ferlec (Peureulak) yang penduduknya sudah menganut agama Islam.

Sultan terakhir yang memimpin kerajaan ini adalah Sultan Makhdum Alaiddin Malik Abdul Aziz Johan yang berkuasa dari tahun 1267-1292 M. Pada akhir masanya, kerajaan ini digabungkan dengan Kerajaan Samudera Pasai.

  • Kerajaan Demak (1475 – 1554 M)

masjid agung demak
Photo by kompas.com

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama yang ada di Pulau Jawa. Kerajaan ini berdiri sekitar tahun 1475 M dengan Raden Patah sebagai pendirinya. Pada tahun 1507 M, Kerajaan Demak dipimpin oleh Pati Unus atau Pangeran Sebrang Lor menggantikan Raden Patah. Kerajaan ini memiliki lima raja yang pernah berkuasa.

Kerajaan Demak berakhir ketika Raja Arya Penangsang tewas ditangan anak angkat Jaka Tingkir, Sutawijaya. Hal ini terjadi akibat pemberontakan yang terjadi karena perebutan kekuasaan yang akhirnya dimenangkan oleh Jaka Tingkir.

Jejak peninggalan Kerajaan Demak diantaranya adalah Masjid Agung Demak, Pintu Bledek, Soko Tatal dan Soko Guru, Bedug, kentongan, Situs Kolam Wudhu, makrusah, dampar kencana, pring campa, dan lain-lain.

  • Kerajaan Islam Pajang (15648 – 1587 M)

large masjid laweyan
Photo by goodnewsfromindonesia.id

Kerajaan Islam Pajang merupakan salah satu kerajaan Islam yang didirikan oleh Jaka Tingkir atau Sultan Adi Wijaya. Kerajaan ini didirikan pada tahun 1568 M. Pada tahun 1582 M, Pangeran Benowo pun menggantikan ayahnya setelah Jaka Tingkir meninggal dunia.

Kerajaan Islam Pajang mengalami kehancuran ketika dibawah pemerintahan Pangeran Benowo. Pangeran Benowo memberikan tahta kerajaan kepada saudara angkatnya, yakni Sutowijoyo.

Peninggalan Kerajaan Islam Pajang diantaranya adalah Masjid Laweyan, makam para bangsawan, Bandar kabanaran, Pasar Laweyan, kesenian batik, dan lain-lain.

  • Kerajaan Islam Mataram (1586 -1647 M)

Kerajaan islam di Indonesia
photo by dictio.id

Kerajaan Islam Mataram atau Kerajaan Mataram Islam didirikan oleh Sutawijaya yang bergelar Panembahan Senopati pada abad ke-16 M, yakni tahun tahun 1586 M. Wilayah kerajaan ini pada awalnya merupakan hadiah bagi Ki Ageng Pamenahan karena berhasil mengalahkan Arya Penangsang.

Kerajaan Islam Mataram terletak di Kotagede, sebelah tenggara Kota Yogyakarta. Pada tahun 1601 M, setelah meninggalnya Sutowijoyo dilantiklah Mas Jolang atau Panembahan Seda ing Krapyak sebagai Sultan Mataram.

Kerajaan Islam Mataram mengalami masa kejayaannya pada masa pemerintahan Mas Rangsang atau Sultan Agung. Pada masanya, ia berhasil menggabungkan tahun Masehi dengan tahun Saka. Sedangkan, masa kemunduran kerajaan ini mulai terlihat ketika Raja Amangkurat I berkuasa dan akhir kejayaan kerajaan ini terjadi ketika Amangkurat II berkuasa.

Peninggalan dari Kerajaan Islam Mataram diantaranya adalah sastra gendhing karya Sultan Agung, tahun saka, kerajinan perak, kalang obong, kue kipo, batu datar, pakaian kyai gundhil, gapura makam Kotagede, dan lain-lain.

  • Kerajaan Islam Cirebon (1430 -1679 M)

keraton kasepuhan cirebon
Photo by sejarahlengkap.com

Kerajaan Islam Cirebon atau Kesultanan Cirebon merupakan kesultanan yang didirikan oleh Pangeran Cakrabuana pada tahun 1430 M. Namun, Sultan pertamanya adalah Sultan Syarif Hidayatullah atau lebih kita kenal sebagai Sunan Gunung Jati.

Kerajaan Islam Cirebon mengalami masa kejayaannya ketika dipimpin oleh Sultan Syarif Hidayatullah. Masa kemunduran dari kerajaan ini mulai terlihat ketika Kesultanan Cirebon terbagi menjadi dua wilayah kekuasaan, yakni Kasepuhan dan Kanoman.

Peninggalan Kerajaan Islam Cirebon diantaranya adalah Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton, Kacirebonan, Masjid Cipta Rasa, Masjid Jami Pakuncen, dan lain-lain.

  • Kerajaan Islam Banten (1526 – 1813 M)

masjid agung banten
Photo by goodnewsfromindonesia.id/

Kerajaan Islam Banten didirikan oleh Maulana Hasanuddin pada tahun 1526 M. Masa kepemimpinan Sultan Hasanuddin merupakan masa kejayaan bagi Kerajaan Islam Banten.

Kemunduran Kerajaan Islam Banten mulai terlihat ketika dibawah pemerintahan Sultan Abdul Mufakir.

Peninggalan Kerajaan Islam Banten diantaranya adalah Masjid Agung Banten, Istana Keraton Kaibon Banten, Istana Keraton Surosowan Banten, Benteng Speelwijk, Keris Penunggul Naga, Keris Naga Sasra, dan lain-lain.

  • Kerajaan Islam Banjar (1520 – 1905 M)

kerajaan islam banjar
Photo by kalsel.prokal.co

Kerajaan Islam Banjar didirikan oleh Raden Samudera pada tahun 1520 M. Kerajaan ini terletak di Provinsi Kalimantan. Setelah Raden Samudera wafat, tahta kerajaan digantikan oleh Sultan Rahmatullah.

Masa kejayaan Kerajaan Islam banjar sudah terjadi sejak awal periode tahun 1526 – 1787 M. pada masa kejayaan ini, kerajaan ini terkenal dengan bidang pertanian dan agensi militernya. Di Kerajaan Islam Banjar terdapat seorang ulama yang terkemuka bernama Syeh Muhammad Arysad al-Banjari.

Peninggalan Kerajaan Islam Banjar diantaranya adalah Candi Agung Amuntai dan Masjid Sultan Suriansyah.

  • Kerajaan Sukadana

kerajaan islam sukadana
Photo by batasnegeri.com

Kerajaan Sukadana atau Kerajaan Tanjungpura merupakan salah satu kerajaan Islam di Indonesia. Kerajaan ini dipimpin pertama kali oleh Sultan Muhammad Zainuddin dari tahun 1665 – 1724 M.

Sultan terakhir yang memimpin kerajaan ini adalah Sultan Muhammad Syaifuddin. Kerajaan Tanjungpura runtuh diakibatkan perebutan kekuasaan yang sering terjadi di lingkungan kerajaan.

Kerajaan Sukadana meninggalkan negeri batu. Negeri batu merupakan sebuah makam tua di kota yang pernah ditempati oleh Kerajaan Sukadana.

  • Kerajaan Islam Ternate (1527 M – 1950 M)

kerajaan islam ternate
Photo by dictio.id

Kerajaan Islam Ternate merupakan kerajaan yang terletak di Maluku Utara dan didirikan oleh Sultan Marhum pada tahun 1527 M. Di Maluku, terdapat empat kerajaan yang berdiri, yakni Kerajaan Ternate, Tidore, Obi, dan Bacan. Dari keempat kerajaan tersebut, hanya Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore yang berkembang sepat karena sumber rempah-rempah yang melimpah.

Setelah Sultan Mahrum wafat, tahta Kerajaan Ternate diserahkan kepada Sultan Harun. Kerajaan Ternate mengalami masa kejayaannya ketika Sultan Baabullah berkuasa. Kerajaan ini mengalami kemunduran akibat tidak mampu membendung serangan dari Spanyol dan VOC Belanda. Pada tahun 1950 M, Kesultanan Ternate bergabung dengan Indonesia.

Peninggalan Kerajaan Islam Ternate diantaranya adalah Istana Sultan Ternate, Masjid Jami Sultan Ternate, Makam tua, tempat untuk berdoa, singgasana, tombak, pedang, senapan, tameng, dan tulisan Raja dalam bahasa Arab.

  • Kerajaan Islam Tidore (1081 – 1950 M)

Kerajaan islam di indonesia
Photo by sejarahlengkap.com

Kerajaan Islam yang ada di Indonesia selanjutnya adalah Kerajaan Islam Tidore. Kerajaan ini dibangun pada tahun 1801 M oleh Raja Muhammad Naqil. Kerajaan ini terletak disebelah selatan Kerajaan Islam Ternate.

Agama Islam menjadi agama resmi kerajaan ini setelah agama tersebut disahkan oleh Raja Tidore yang ke-11, yakni Sultan Djamullah. Peresmian ini tidak lain buah hasil dari dakwah Syaikh Mansur dari Arab.

Kerajaan Islam Tidore mengalami puncak kejayaannya ketika dipimpin oleh Sultan Nuku (1780 – 1805 M). Kerajaan Tidore menjadi pusat perdagangan karena banyaknya bangsa Eropa yang melakukan transaksi perdagangan rempah-rempah di wilayah ini.

Kerajaan Islam Tidore mulai goyah semenjak diadu domba oleh pihak imperialisme barat yang datang ke tanah Maluku dengan Kerajaan Ternate. Pada tahun 1950 M, Kerajaan Tidore menyatakan bergabung dengan Indonesia.

Kerajaan Islam Tidore meninggalkan beberapa peninggalan. Peninggalan-peninggalan tersebut diantaranya adalah Benteng Torre, Benteng Tahula, Istana Kie, dan beragam macam makanan. Makanan-makanan tersebut adalah Lapis Tidore, Kue Bilolo, Kue Kale-Kale, Kue Abu, Popeda, dan lain-lain.

  • Kerajaan Islam Makassar

kerajaan islam makassar
Photo by portaldemisterios.com

Kerajaan Islam Makassar yang berdiri pada tahun 1300 M merupakan penggabungan antara dua kerajaan, yakni Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo. Raja pertama yang memimpin Kerajaan Islam Makassar adalah Sultan Alauddin. Masa puncak kejayaan dari Kerajaan Islam Makassar ini terjadi pada masa pemerintahan Sultan Hasanuddin.

Sebenarnya, terdapat beberapa kerajaan Islam di Makassar, diantaranya adalah Kerajaan Gowa, Bone, Waju, Luwu, Tallo, dan Soppeng. Namun, hanya ada dua kerajaan yang berkembang pesat karena berada di tengah jalur pelayaran, yakni Kerajaan Gowa dan Kerajaan Tallo. Oleh karena itu, dua kerajaan ini memutuskan untuk bersatu.

Peninggalan Kerajaan Islam Makassar diantaranya adalah berupa bangunan dan kompleks pemakaman. Peninggalan lainnya antara lain Benteng Ford Rotterdam, Batu Pallantikang, Masjid Katangka, Kompleks Makam Katangka, makam Syekh Yusuf.

  • Kerajaan Buton

kerajaan islam buton
Photo by reqnews.com

Kerajaan Buton merupakan kerajaan Islam yang terletak di wilayah Sulawesi Tenggara. Kerajaan Buton menjadi kerajaan Islam semenjak Raja Mulae Sangia Gola meminta kepada Ulama Sayid Jamaluddin al-Kubra untuk mengislamkannya. Selanjutnya, raja ke-6 Kerajaan Buton meminta Syeikh Abdul Wahid untuk mengislamkannya.

Kerajaan Buton masih berdiri hingga tahun 1960 M, hingga akhirnya memilih bergabung dengan NKRI. Kerajaan ini memiliki peninggalan berupa Benteng Wolio.

  • Kerajaan Pagaruyung

kerajaan islam pagaruyung
Photo by minews.id

Kerajaan Pagaruyung merupakan salah satu kerajaan Islam di Indonesia yang terletak di Sumatera Barat. Sejarah mengenai Kerajaan Islam Pagaruyung masih menjadi misteri. salah satu peninggalan dari kerajaan ini adalah Istana Pagaruyung.

Kerajaan Pagaruyung yang sebelumnya bercorak Agama Hindu berubah menjadi bercorak Agama Islam sejak abad ke-17. Menurut Tambo adat Minangkabau, raja yang memerintah Kerajaan Pagaruyung pertama kali memeluk Agama Islam adalah Sultan Alif.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah kerajaan Islam yang ada di Indonesia. Semoga materi kali ini dapat menambah wawasan kita mengenai sejarah Islam yang ada di Indonesia. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!