tokoh perjanjian versailles

Sejarah dan Isi Perjanjian Versailles

Isi Perjanjian Versailles – Perjanjian Versailles merupakan salah satu perjanjian yang menjadi akhir dari peristiwa Perang Dunia I yang berkobar dari tahun 1914 M – 1918 M. Melalui konferensi pers yang dilakukan, Jerman menandatangani gencatan senjata antara Jerman dengan pihak sekutu pada bulan November 1918 di Compiegne Forest.

Perjanjian Versailles ini diawali dengan pihak sekutu yang melakukan negoisasi dan perumusan perjanjian sekitar tanggal 7 Mei 1919 M yang bertepatan dengan peringatan jatuhnya RMS Lusitania. Rumusan perjanjian ini dilakukan selama enam bulan dalam Konferensi Paris hingga ditandangani oleh pihak yang bersangkutan pada tanggal 28 Juni 1919 M.

Karena Jerman tidak diizinkan ikut serta dalam perundingan dan perumusan perjanjian, Pemerintah Federal memprotes karena menganggap hal ini tidak adil kemudian menarik diri dari negosiasi perjanjian. Oleh karena itu, Perjanjian Versailles merupakan karya tunggal pihak sekutu.

Latar Belakang Perjanjian Versailles

perang dunia 1
Photo by idntimes.com

Perjanjian Versailles terjadi akibat terjadinya Perang Dunia I. Awalnya, pemicu dari Perang Dunia I adalah peristiwa pembunuhan Pangeran Franz Ferdinand dari Austria-Hungaria beserta istrinya di Sarajevo Bosnia yang dilakukan oleh teroris Serbia, Gavrilo Princip.

Kematian Pangeran Ferdinand beserta istrinya pada tanggal 28 Juni 1914 membuat penduduk Austria-Hungaria tidak terima dan menuntut untuk melakukan pembalasan terhadap pembunuhnya yang berasal dari Yugoslavia, Serbia. Pada saat itu, kawasan Bosnia merupakan salah satu kawasan Austria yang telah dituntut oleh Serbia.

Karena pihak Serbia tidak mengindahkan permintaan dan ultimatum dari Austria-Hungaria, maka terjadilah perang antara kedua negara tersebut. Perang yang awalnya hanya dua negara pun merambah ke negara-negara lainnya yang melakukan dukungan kepada salah satu pihak yang sedang bertikai. Jerman hadir sebagai negara yang mendukung Austria-Hungaria untuk melawan Serbia.

Pada tanggal 28 Juli 1914 M, Jerman memutuskan untuk menyerang Serbia yang ternyata dibantu oleh pihak Rusia. Peperangan antara pihak sentral (pihak Austria-Hungaria) dan pihak sekutu (pihak Serbia) terus terjadi hingga pada tanggal 11 November 1918 M, pihak sentral menandatangani gencatan senjata. Dalam gencatan senjata tersebut, pihak sentral mengalami kekalahan dari pihak sekutu.

Pihak sekutu yang terdiri dari Amerika Serikat, Inggris raya, Perancis, dan beberapa negara lainnya memberikan ketentuan hukum kepada pihak yang kalah perang, yakni pihak sentral. Negara-negara yang mendapatkan hukuman ini mendapatkan hukuman yang tertuang dalam sebuah perjanjian. Salah satu negara yang ikut serta mendapatkan hukuman adalah Jerman yang hukumannya tertuang dalam Perjanjian Versailles.

Waktu Pelaksanaan Perjanjian

pertemuan perundingan
Photo by idntimes.com

Perjanjian Versailles dirumuskan dan dilaksanakan dalam waktu yang cukup lama. Sebelum adanya penandatanganan Perjanjian Versailles, pihak sekutu dan Jerman menandatangani kesepakatan gencatan senjata pada bulan November 1918.

Setelah itu, pihak sekutu melakukan negosiasi dan perumusan untuk membuat butir-butir perjanjian pada tanggal 7 Mei 1919 M. Akhirnya, Perjanjian Versailles ditandatangani oleh kedua belah pihak yang bersangkutan pada tanggal 28 Juni 1919 M, tepatnya lima tahun setelah kematian pangeran Franz Ferdinand. Perjanjian ini diratifikasi oleh Liga Bangsa-bangsa pada tanggal 10 Januari 1920 M.

Dalam perjanjian tersebut, Jerman harus menjadi pihak yang bertanggung jawab atas kerugian Perang Dunia I yang telah terjadi. Negara Jerman harus memikul segala macam ganti rugi yang disebabkan terjadinya Perang Dunia I, hal ini tercantum sesuai dengan pasal 231 – 247.

Tokoh dalam Perjanjian Versailles

tokoh perjanjian versailles
Photo by wawasansejarah.com

Terdapat beberapa tokoh sentral dari pihak sekutu yang merumuskan isi dari Perjanjian Versailles. Beberapa tokoh yang terlibat dalam perumusan perjanjian ini disebut sebagai Big Four karena tugasnya yang besar dan terdiri dari empat orang.

Empat orang dari pihak sekutu ini lah yang merumuskan secara detail isi dari Perjanjian Versailles yang dianggap sangat merugikan pihak Jerman. Berikut tokoh-tokoh yang terlibat:

  1. Perdana Menteri David Lloyd George perwakilan dari Inggris Raya
  2. Perdana Menteri Gergoes Clemenceau perwakilan dari Perancis
  3. Vittorio Orlando perwakilan dari Italia, dan
  4. Presiden Woodrow Wilson perwakilan dari Amerika

Selain itu, pihak Jerman diwakili oleh Menteri Luar Negeri Jerman yang baru Hermann Muller yang menandatangani Perjanjian Versailles. Dalam perumusan perjanjian ini, tidak ada satupun tokoh atau perwakilan dari pihak Jerman yang diundang dan diajak berunding untuk merumuskan isi dari Perjanjian Versailles.

Isi Perjanjian Versailles

perjanjian versailles
Photo by parliament.uk

Perjanjian yang dilakukan sekutu kepada Jerman akhirnya berhasil dirumuskan menjadi beberapa isi. Berikut isi Perjanjian Versailles yang berhasil dirumus oleh pihak sekutu.

Isi Perjanjian Versailles
  1. Jerman harus menyerahkan wilayah Elzas Lotaringen kepada Perancis; wilayah Eupen, Malmedy, dan Maresnet kepada Belgia; wilayah Prusia Barat dan Posen kepada Polandia; dan menyerahkan Kota Danzig dengan wilayah muara Sungai Wisla pada Laut Baltik sebagai wilayah merdeka yang bebas dan dilindungi oleh Liga Bangsa-Bangsa.
  2. Penyerahan wilayah Saar kepada pihak LBB dalam kurun waktu selama 15 tahun. Selanjutnya, warga di wilayah Saar dipersiapkan waktu untuk memilih bergabung bersama Perancis atau bergabung bersama dengan Jerman.
  3. Penyerahan wilayah jajahan yang dikuasai oleh Jerman kepada pihak sekutu, yakni Inggris, Perancis, dan Jepang.
  4. Jerman diharuskan membayar ganti rugi akibat perang kepada sekutu akibat kerusakan yang telah ditimbulkan. Biaya ganti rugi yang harus dibayarkan Jerman kepada pihak sekutu adalah sekitar 132 miliar mark emas.
  5. Jerman diharuskan memberikan kapal dagang yang mereka miliki kepada pemerintah Inggris.
  6. Jumlah angkatan militer Jerman akan dibatasi dan Jerman dilarang melakukan wajib militer di negaranya.
  7. Wilayah di Rhein akan diduduki oleh pihak sekutu.
  • Daerah yang Diserahkan Kepada Pihak Sekutu

Berikut daerah milik Jerman yang harus diserahkan kepada pihak sekutu:

NoDaerah yang Diserahkan
1Lorraine, daerah-daerah yang diserahkan kepada Jerman menurut Mukaddimah Perdamaian yang ditandatangani di Versailles pada tanggal 26 februari 1871 dan Perjanjian Frankfurt pada tanggal 10 Mei 1871 dikembalikan kepada Perancis tanpa jajaj pendapat mulai terhitung sejak gencatan senjata tanggal 11 November 1918. Area keseluruhan 14.522 km² dengan penduduk 1.815.000 jiwa
2Schleswig Utara termasuk kota-kota dengan mayoritas penduduknya adalah Jerman, yaitu Tondern, Apenrade, Sonderburg, Hadersleben, dan Lugum di Schleswig-Holstein setelah jajak pendapat Schleswig diberikan kepada Denmark. Area keseluruhan 3.984 km² dengan penduduk 163.600 jiwa.
3Provinsi Prusia Posen dan Prusia Barat yang dicaplok oleh Prusia ketika Pembagian Polandia (1771 – 1795) dikembalikan kepada Polandia yang telah lahir kembali. Wilayah ini telah dibebaskan oleh masyarakat Polandia lokal ketika terjadi Pemberontakan Wielkopolska antara tahun 1918 -1919. Area keseluruhan 53.800 km² dengan penduduk 4.224.000 jiwa.
4Prusia Barat diberikan kepada Polandia agar negara ini memiliki akses bebas ke lautan, termasuk minoritas Jerman didalmnya yang cukup besar dengan ini mencipakan Koridor Polandia.
5Wilayah hlucinsko Hulczyn di Silesia Hulu diberikan kepada Cekoslovakia. Keseluruhan area 316 atau 333 km² dengan penduduk 49.000 jiwa.
6Bagian timur di Silesia Hulu diberikan kepada Polandia dengan area seluas 3.214 km² dan penduduk sebanyak 965.000 jiwa meskipun 60% pada jajak pendapat penduduk ini memilih untuk menetap bergabung dengan Jerman.
7Kota Eupen dan Malmedy diberikan kepada Belgia.
8Daerah Soldau di Prusia Timur (stasiun kereta api rute Warsawa-Gdansk) diberikan kepada Polandia dengan luas area 492 km².
9Bagian utara Prusia sebagai Memelland berada dibawah pengawasan Perancis. Wilayah ini kemudian diserahkan kepada Lithuania tanpa adanya jajak pendapat.
10Bagian timur Prusia Barat dan bagian selatan Prusia Timur (Warmia dan Masuria), sebuah wilayah kecil diberikan kepada Polandia.
11Provinsi Saarland akan diawasi oleh Liga Bangsa-Bangsa selama lima belas tahun. Lalu, setelah periode 15 tahun tersebut akan diadakan jajak pendapat apakah penduduk di wilayah tersebut akan bergabung dengan Perancis atau Jerman. Pada masa ini, produk batu bara dari wilayah tersebut diberikan kepada Perancis.
12Pelabuhan Danzig (sekarang Gdansk, Polandia) dengan wilayah muara Sungai Wisla pada Laut baltik dijadikan sebagai Free Stadt Danzig (Kota Bebas Danzig) dan berada dibawah pengawasan Liga Bangsa-Bangsa dengan wilayah seluas 1.893 km² dan penduduk sebanyak 408.000 jiwa.
  • Syarat-Syarat Pembatasan Militer Jerman

Selain menyerahkan beberapa wilayah yang dikuasainya kepada pihak sekutu, Jerman juga mendapatkan beberapa batasan terhadap armada militernya. Berikut batasan-batasan militer Jerman.

  • Batasan-Batasan Militer

Berikut batasan-batasan militer Jerman:

  1. Jumlah tentara maksimal yang dimiliki oleh Jerman sebanyak 100.000 orang dan dihapuskannya wajib militer
  2. Jumlah maksimal Angkatan Laut Jerman sebanyak 15.000 orang
  3. Jumlah kapal perang bersenjata (Battelship) Jerman maksimal 6 dengan ketentuan bobot maksimal 10.000 ton
  4. Jumlah kapal perang gerak cepat (Cruiser) Jerman maksimal 6 dengan ketentuan bobot maksimal 6.000 ton
  5. Jumlah kapal penghancur (Destroyer) Jerman maksimal 12 dengan ketentuan memiliki bobot maksimal 800 ton
  6. Jumlah kapal torpedo (PT Boat) Jerman maksimal 12 dengan bobot maksimal 200 ton
  7. Batasan dalam produksi senjata, contoh Senapan Mesin Maxim dan Rifle Gewehr 98
  • Larangan Militer

Berikut larangan-larangan militer Jerman:

  1. Jerman dilarang memiliki satu pun kapal selam
  2. Jerman dilarang melakukan perdagangan senjata antarnegara (Impor-ekspor senjata)
  3. Jerman dilarang memiliki gas beracun
  4. Jerman dilarang membawa pesawat tempur
  5. Jerman dilarang memiliki tank dan mobil bersenjata (Artileri darat)
  6. Jerman dilarang melakukan blockade terhadap kapal lain

Dampak Perjanjian Versailles

isi perjanjian versailles
Photo by theinsidemag.com

Diadakannya perjanjian Versailles, diharapkan menjadi titik tengah dari pihak-pihak yang berseru untuk menghentikan peperangan. Akan tetapi, dampak yang merugikan dari perjanjian ini sangat dirasakan oleh pihak Jerman.

Setelah Perjanjian Versailles ditandatangani oleh kedua belah pihak, Jerman harus kehilangan banyak wilayah kekuasaannya. Tidak hanya itu, Jerman juga tidak lagi tampil sebagai imperialis terkuat di dunia karena wilayah jajahannya harus diserahkan kepada pihak sekutu. Bahkan, armada militer milik Jerman juga dibatasi ruang geraknya.

Dampak lain yang dirasakan oleh Jerman adalah hancurnya ekonomi negara Jerman. Hal ini disebabkan karena jerman harus membayar seluruh kerugian perang karena ia menjadi pihak yang bertanggung jawab atas Perang Dunia I dalam Perjanjian Versailles.

Selain itu, munculnya blok-blok kekuasaan pasca Perang Dunia I. Blok-blok kekuasaan tersebut diatur oleh pihak sekutu dan Jerman sehingga membentuk suatu kelompok baru yang terus berseteru. Dengan adanya blok tersebut, maka perbedaan lawan dan kawan menjadi lebih jelas.

Pelanggaran dari Isi Perjanjian Versailles

isi perjanjian versailles
Photo by dw.com

Persyaratan dalam Perjanjian Versailles merupakan pukulan yang berat bagi pihak Jerman. Selain itu, perlakuan pihak sekutu kepada perwakilan politik Jerman juga dianggap sangat merendahkan. Pemerintah sipil Jerman yang baru terbentuk setelah runtuhnya kekuasaan kekaisaran, saat itu mengalami berbagai tekanan dari beragam pihak karena menyetujui Perjanjian Versailles.

Krisis politik dan krisis ekonomi di Jerman yang juga dipicu krisis ekonomi global pada tahun 1930-an menjadikan pemerintah sipil di Jerman runtuh. Keruntuhan ini menandakan berakhirnya “Republik Weimar”.

Pada akhirnya, keruntuhan Republik Weimar menjadikan Jerman mengadakan pemilu baru pada tahun 1930-an. Adolf Hitler dan partainya keluar sebagai pemenang suara terbanyak kedua setelah Partai SPD. Akan tetapi, Partai SPD gagal membentuk kubu-kubu politik pemerintahan yang stabil. Presiden Paul von Hidenburg akhirnya menyerahkan mandat pembentukan pemerintahan kepada Adolf Hitler.

Perjanjian Versailles yang sebelumnya dimaksudkan agar menjadi solusi dari pertikaian yang terjadi di dunia ini nyatanya tidak mulus dan dapat diterima oleh pihak yang bersangkutan. Jerman yang merasa menjadi pihak yang paling dirugikan karena perjanjian ini, tidak terima dengan isi perjanjian. Mereka tidak terima dan menentang perjanjian ini karena merasa tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan perjanjian.

Selain itu, Perjanjian Versailles mengakibatkan Jerman kehilangan banyak daerah dan uang yang tidak sedikit untuk ganti rugi. Hitler yang saat itu menjadi penguasa Jerman menggantikan penguasa sebelumnya tidak terima begitu saja perjanjian tersebut dan terus berusaha memobilisasi massa untuk melakukan perlawanan.

Perlawanan yang dilakukan Jerman terus bergelora hingga mencetuslah Perang Dunia II.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah dan isi Perjanjian Versailles. Semoga materi kali ini dapat menambah wawasan kita mengenai sejarah umum. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!