Hak Oktroi VOC di Nusantara dan Sejarahnya

lambang VOC

Hak Oktroi VOC – Belanda menjajah Indonesia kurang lebih selama 350 tahun lamanya. Dengan masa penjajahan yang terbilang cukup lama, Belanda banyak mengeluarkan kebijakan-kebijakan yang menguntungkan mereka dan memberatkan rakyat pribumi. Salah satu kebijakan yang dikeluarkan adalah pembentukan suatu badan bernama VOC.

VOC merupakan suatu badan yang bersifat independen yang tergabung didalamnya para pedagang dari Belanda. VOC memiliki kepanjangan dari Vereenigde Oost-Indische Compagnie atau dalam bahasa Indonesia memiliki arti perusahaan dagang Hindia-Belanda. Perusahaan dagang ini didirikan pada tanggal 20 Maret tahun 1602 M.

Setelah Belanda sukses melakukan ekspedisi ke Indonesia dibawah pelayaran Cornelis De Houtman, ia menguatkan pengaruhnya di wilayah Nusantara. Salah satu usahanya adalah dengan memberikan hak oktroi kepada VOC Belanda di Indonesia oleh Kerajaan Belanda.

Hak oktroi VOC memiliki masa berlaku dalam jangka waktu tertentu dan dapat diperpanjang kembali. Masa berlaku hak oktroi untuk VOC beralngsung selama 23 tahun, dan akan terus diperpanjang hingga akhirnya VOC mengalami kebangkrutan.

Salah satu latar belakang pembentukan VOC adalah untuk menghindari persaingan dagang antara sesama pedagang Belanda. Selain itu, VOC juga dibentuk untuk memperkuat pengaruh dan posisi pedagang Belanda agar dapat bersaing dengan perusahaan dagang dari negara lain, contohnya dengan Portugis dan Inggris.

Hak oktroi VOC merupakan sebutan lain untuk hak istimewa VOC. Ketika VOC Belanda berkuasa di Indonesia, mereka membuat kebijakan-kebijakan yang berpengaruh pada tatanan pemerintahan setempat. Tidak jarang pula, kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh VOC Belanda menimbulkan reaksi perlawanan dari masyarakat.

Sebelumnya, pusat kegiatan VOC Belanda berada diwilayah Ambon, Maluku. Kota Ambon ini dekat dengan pusat perdagangan rempah-rempah di wilayah Maluku. Akan tetapi, wilayah ini terlalu jauh dengan lokasi lain di Asia tempat Belanda melakukan transaksi perdagangan. Belanda pun menaklukkan kota Jayakarta tahun 1619 dan mendirikan kota baru bernama Batavia sebagai pusat kekuasaan VOC.

Berikut akan kita ulas bersama sejarah mengenai hak oktroi VOC Belanda di Indonesia secara ringkas.

Hak Istimewa VOC

hak oktroi VOC Belanda
Photo by pengajar.co.id

Pemerintah pusat dari Kerajaan Belanda memberikan hak istimewa untuk VOC Belanda di Indonesia. Hak istimewa ini dikenal dengan hak oktroi VOC. Berikut hak-hak istimewa yang diberikan pemerintah Kerajaan Belanda kepada VOC:

Hak Oktroi atau Hak Istimewa VOC
  • Hak Monopoli
  • Hak Kedaulatan

Hak Kedaulatan dalam hak oktroi VOC meliputi :

  1. Hak untuk mencetak dan mengeluarkan mata uang sendiri,
  2. Hak untuk mengangkat atau memberhentikan penguasa daerah,
  3. Hak untuk mengumumkan perang atau mengadakan perdamaian,
  4. Hak untuk mendirikan suatu banteng,
  5. Hak untuk melaksanakan perjanjian dengan kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia,
  6. Hak untuk membentuk pasukan atau sebuah angkatan perang sendiri,
  7. Hak untuk memerintah di negeri jajahan
  • Hak Monopoli

Hak monopoli yang diberikan kepada VOC salah satunya ia dapat berlayar dan berdagang di wilayah Tanjung Harapan dan wilayah barat Selat Magelheans, termasuk Kepulauan Nusantara. Pelayaran ini digunakan untuk mengontrol perdagangan jika terdapat rakyat pribumi yang melakukan pelanggaran perjanjian dagang dengan VOC Belanda.

Monopoli perdagangan yang dilakukan oleh VOC Belanda terutama dalam perdagangan rempah-rempah.

  • Hak Kedaulatan

Hak kedaulatan atau Soevereiniteit merupakan hak yang dapat bertindak sebagaimana sebuah negara bertindak.

Setelah VOC Belanda diberikan hak oktroi oleh pemerintah Kerajaan Belanda, bangsa Indonesia mengalami banyak kerugian dan penderitaan akibat hak oktroi ini. Hal ini terjadi karena tindakan kesewenangan VOC yang tidak memperhatikan dampak hak oktroi ini kepada masyarakat Indonesia.

Fungsi Hak Oktroi VOC

hak oktroi VOC
Photo by dictio.id

Setelah membaca pembahasan diatas, jelas sekali tujuan utama pembentukan VOC hanyalah untuk kepentingan rakyat Belanda itu sendiri. VOC Belanda tidak memperhitungkan kesejahteraan wilayah yang dijajahnya selama ia mendapatkan keuntungan yang banyak.

Berikut bebrapa fungsi hak oktroi yang dimiliki VOC, diantaranya adalah;

  • Memperluas Ruang Gerak VOC di Nusantara

Hak oktroi yang diberikan pemerintah Kerajaan Belanda kepada VOC di Indonesia membuatnya layaknya sebuah negara. Ia memiliki hak atas sebuah kedaulatan yang dapat bertindak sebagaimana sebuah negara.

Jadi, jika kita telisik lebih dalam, keberadaan hak oktroi VOC Belanda menajdikan rakyat Nusantara semakin miskin dan menderita.

  • Monopoli Perdagangan di Indonesia

Salah satu keinginan Belanda adalah memenangkan persaingan di dunia perdagangan. Dengan memonopoli perdagangan di Indonesia yang mana merupakan salah satu penghasil rempah-rempah, maka posisi Belanda di dunia perdagangan cukup berpengaruh.

  • Menyaingi Kongsi Dagang Inggris di India

Fungsi selanjutnya adalah untuk menyaingi kongsi dagang Inggris di India yang dikenal dengan sebutan EIC. EIC sendiri merupakan kepanjangan dari East India Compaine. Dengan adanya hak oktroi yang dimiliki VOC Belanda, maka ia dapaat memenangkan persaingan dagang dengan Inggris.

  • VOC Gudang Kekayaan bagi Belanda

Kongsi dagang VOC milik Belanda merupakan gudang kekayaan bagi bangsa Belanda. Tidak jarang, bangsa Belanda melalui VOC meraup keuntungan yang cukup besar.

Pengaruh Hak Oktroi VOC

mata uang VOC
Photo by penikmatpena.blogspot.com

Pengaruh hak oktroi menjadikan Belanda menguasai semua perdagangan rempah-rempah yang ada di wilayah Nusantara. Selain menguasai aspek perdagangan di Nusantara, VOC Belanda juga membangun bebrapa pelabuhan penting dan banteng-benteng.

Berikut beberapa banteng yang dibangun VOC di Nusantara, diantaranya adalah:

  • Benteng yang ada di Banten, disebut sebagai Benteng Kota Intan atau Fort Speelwijk
  • Banteng yang ada di Ambon, disebut sebagai Benteng Victoria
  • Banteng yang ada di Makassar, disebut sebagai Benteng Rotterdam
  • Banteng yang ada di Ternate, disebut sebagai Benteng Orange
  • Banteng yang ada di Banda, disebut sebagai Benteng Nasao

Selain itu, keunggulan senjata yang dimiliki VOC dan konflik internal antar penguasa lokal dimanfaatkan VOC untuk melebarkan sayap kekuasaannya dan memonopoli perdagangan di wilayah tersebut. Satu per satu kerajaan-kerajaan yang ada di Indonesia dikuasai oleh pihak VOC Belanda.

“Tidak ada perdagangan tanpa perang, dan tidak ada perang tanpa perdagangan” – Jan Pieterzoon Coen

Setelah Jan Pieterzoon Coen diangkat menjadi Gubernur Jenderal di Indonesia menggantikan Pieter Both, ia semakin aktif melakukan kebijakan ekspansif wilayah di Indonesia. Ia juga memindahkan pos dagang VOC di Banten dan kantor pusat VOC di Maluku ke Jayakarta, dan mengganti nama Jayakarta menjadi Batavia.

Pada masa pemerintahan Coen di Nusantara, terjadi pertentangan antara Inggris dan VOC Belanda. Pertentangan ini disebabkan perebutan pusat perdagangan di wilayah Jayakarta. Pertentangan tersebut dimenangkan oleh pihak Belanda dengan bantuan dari Pangeran Arya Ranamenggala dari Baanten. Inggris pun diusir dari Jayakarta dan Pangeran Jayakarta diberhentikan sebagai penguasa Jayakarta.

Tanggal 12 Maret tahun 1619 M, VOC Belanda secara resmi mendirikan banteng di Jayakarta yang diberi nama Batavia. Kantor dagang milik VOC Belanda di Ambon pun dipindahkan ke Batavia. Perpindahan ini dilakukan setelah Pangeran Jayakarta menyerah kepada Belanda pada tanggal 30 Mei 1619 M.

Pada tanggal 30 Mei 1619 M juga, Jan Pieterzoon Coen mengubah nama Jayakarta menjadi Batavia. Hari pergantain nama ini dianggap sebagai hari pendirian Batavia.

Masa Berakhirnya Hak Oktroi VOC

lambang VOC
Photo by parararam.com

Menjelang akhir abad ke-18, masa berlaku hak oktroi VOC berakhir. Hal ini disebabkan kondisi VOC mulai berubah, VOC mulai mengalami kemunduran yang sangat parah hingga akhirnya bangkrut pada tanggal 17 Maret tahun 1798 M.

Meskipun VOC bangkrut pada tahun 1798 M, hak oktro VOC masih berlaku hingga tanggal 31 Desember tahun 1800 M.

Selain itu, salah satu upaya VOC untuk mempertahankan monopoli perdagangan di Kepulauan Maluku dengan melakukan pelayaran Hongi atau Hongitochten.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah hak oktori VOC di Nusantara. Semoga materi kali ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai sejarah di Nusantara. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!