Sejarah Dinasti Ayyubiyah

Dinasti Ayyubiyah atau juga bisa disebut Bani Ayyubiyah merupakan sebuah dinasti Islam yang berlatar belakang dari Kurdi. Dinasti ini dibangun oleh Shalahuddin Al-Ayyubi dan berpusat di Mesir. Sebelum dibangun, Shalahuddin Al-Ayyubi menjabat sebagai wazir Dinasti Fatimiyah hingga akhirnya khalifah terakhir Dinasti Fatimiyah wafat, kursi kekhalifahan digantikan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi.

Sejarah Berdirinya Dinasti Ayyubiyah

peperangan
Photo by nwmesir.blogspot.com

Latar belakang sejarah berdirinya Dinasti Ayyubiyah dimulai dengan diangkatnya Shalahuddin Al-Ayyubi sebagai wazir menggantikan pamannya di Dinasti Fatimiyah pada tahun 1169 M. Saat menempati posisi wazir, dia bekerja untuk dua majikan secara bersamaan, yaitu Al-Adid sebagai khalifah Dinasti Fatimiyah, dan Nuruddin sultan, Turki dan satu majikan tidak langsung, yaitu Khalifah Dinasti Abbasiyah.

Setelah wafatnya khalifah terakhir Dinasti Fatimiyah pada tahun 1171 M, Al-Adid, Shalahuddin Al-Ayyubi menggantikan kursi kekhalifahan sebagai penguasa Mesir dan berbaiat kepada Dinasti Abbasiyah yang merupakan salah satu “majikan” Shalahuddin Al-Ayyubi.

Akan tetapi, tiga tahun setelah berbaiat kepada Dinasti Abbasiyah pada tahun 1174 M, kekhalifahan Dinasti Abbasiyah juga runtuh. Hal ini dimanfaatkan oleh Shalahuddin Al-Ayyubi untuk mendeklarasikan dirinya sebagai khalifah dan lahirnya Dinasti Ayyubiyah.

Pada masanya, ia memindahkan ibukota Dinasti Ayyubiyah dari Mesir dari tahun 1771 sampai dengan tahun 1774 ke Damaskus setelah selesai Perang Salib, dinasti ini menempati Damaskus sebagai ibukota negara dari tahun 1174 sampai dengan tahun 1218.

Pada tahun 1218, ibukota negara Dinasti Ayyubiyah dipindahkan lagi oleh Al Kamil ke Kairo hingga tahun 1250. Akhirnya, pada tahun 1250 sampai dengan tahun 1260, ibukota negara Dinasti Ayyubiyah dipindahkan ke Aleppo oleh Al-Asyraf.

Tokoh Pendiri Dinasti Ayyubiyah

dinasti ayyubiyah
Photo by ilmu-semesta.com

Biografi singkat mengenai pendiri Dinasti Ayyubiyah adalah Shalahuddin Al-Ayyubi. Nama lengkapnya adalah Yusuf bin Najmuddin Al-Ayyubi yang mana merupakan keturunan dari suku Kurdi. Dunia barat lebih mengenalnya dengan sebutan Saladin. Ia dilahirkan di Kota Tikrit (Irak) tahun 1138 M.

Ayahnya bernama Najmuddin Ayyub, ia adalah seorang penguasa Saljuk di Tikrit pada masa pemerintahan Nuruddin Zanky yang merupakan penguasa Saljuk untuk wilayah Mousul, Irak.

Pada masa mudanya, Shalahuddin Al-Ayyubi belum begitu dikenal oleh masyarakat kebanyakan. Selain itu, riwayat pendidikannya pun tidak banyak diketahui. Kebanyakan orang mengetahuinya sebagai seorang yang suka melakukan diskusi mengenai masalah-masalah ilmu agama, misalnya ilmu fiqh, Al-Quran, ilmu hadits dan ilmu kalam.

Shalahuddin Al-Ayyubi wafat pada hari Rabu tanggal 27 Shafar tahun 589 H, atau bertepatan dengan bulan Februari tahun 1193 M pada usianya yang ke-57 tahun di Damaskus.

Silsilah Khalifah Dinasti Ayyubiyah

silsilah dinasti ayyubiyah
Photo by islamidia.com

Silsilah khalifah Dinasti Ayyubiyah hanya berjumlah sepuluh orang yang mana berkuasa selama 90 tahun.

Khalifah-Khalifah yang Memimpin Dinasti Ayyubiyah
  1. Shalahuddin Al-Ayyubi
  2. Al-Aziz ibn Salahuddin
  3. Mansur ibn Al-‘Aziz
  4. Al-Adil I Ahmad ibn Ayyub
  5. Al-Kamil
  6. Al-Adil II
  7. Malik As-Shalih Najmuddin
  8. Muazzam Tauransyah ibn Shalih
  9. Syajarah Ad-Durr, istri dari Malik As-Shalih
  10. Asyraf ibn Yusuf

Dan dari ke-10 khalifah tersebut, terdapat 3 khalifah yang terkenal pada masa Dinasti Ayyubiyah, yaitu Shalahuddin Al-Ayyubi, Al-Adil I, dan Al-Kamil.

Masa Kejayaan Dinasti Ayyubiyah

benteng Shalahuddin Al-Ayyubi
Photo by republika.co.id

Masa kejayaan Dinasti Ayyubiyah terjadi pada masa Khalifah Shalahuddin Al-Ayyubi dan Al-Kamil. Diantara kemajuan-kemajuan yang terjadi pada masa ini adalah,

  • Kemajuan di Bidang Pendidikan

Ibnu Juzair mengatakan, bahwasannya salah satu akademi terkemuka pada masa Dinasti Ayyubiyah adalah As-Shalahiyah di Kairo. Al-Azhar yang semula mengajarkan paham Syi’ah, pada masa Shalahuddin Al-Ayyubi dijadikan tempat untuk pengajaran paham Sunni.

Pada masa pemerintahan Shalahuddin Al-Ayyubi, kota Syiria menjadi kota pendidikan yang besar. Meskipun Shalahuddin Al-Ayyubi lebih aktif dalam perang Salib, ia juga memajukan pendidikan di negerinya. Ia juga dikenal sebagai pelindung para ilmuwan, karena melalui lembaga pendidikan inilah ia berusaha mengganti paham Syi’ah menjadi paham Sunni.

  • Kemajuan di Bidang Kesehatan

Salah satu kemajuan dalam bidang kesehatan pada masa Khalifah Shalahuddin Al-Ayyubi adalah dengan dibangunnya 2 rumah sakit tanpa biaya pengobatan.

  • Kemajuan di bidang Arsitektur

Dalam bidang arsitektur, Khalifah Shalahuddin Al-Ayyubi membangun banteng Kairo pada tahun 1183 M, yang mana bahan bangunan dari banteng ini serupa dengan batu balok yang dipakai bangunan Piramida.

  • Kemajuan di Bidang Pertanian dan Perdagangan

Kemajuan dalam bidang pertanian dan perdagangan dapat dikatakan terjadi pada masa Khalifah Al-Kamil. Pada masa pemerintahannya, ia membangun saluran irigasi dan penandatanganan perjanjian dagang dengan negara-negara Eropa.

  • Al-Azhar, Pusat Bidang Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Ilmu-Ilmu Islam.

Al-Azhar merupakan nama sebuah lembaga keagamaan dan pendidikan yang sangat masyhur di dunia Islam. Lembaga ini terletak di Kota Kairo, Mesir. Al-Azhar mencakup sebagai masjid yang digunakan sebagai pusat kegiatan Islam dan lembaga pendidikan pengembangan misi dakwah.

Peta Kekuasaan Dinasti Ayyubiyah

wilayah kekuasaan dinasti Ayyubiyah
Photo by sholihfikr.blogspot.com

Sebelum dinasti Ayyubiyah berkuasa, Mesir dikuasai oleh Dinasti Fatimiyah, yang mana kemudian beralih tangan ke tangan Shalahuddin Al-Ayyubi, kemudian oleh Shalahuddin Al-Ayyubi didirikan Dinasti Ayyubiyah.

Peta wilayah kekuasaan Dinasti Ayyubiyah meliputi Mesir, Suriah, Yaman, Hijaz, Diyar Bakr, Palestina, Jordan, Yaman, Afrika Utara, Makkah, dan Irak Utara yang dikuasai dalam rentang waktu 12-13 Masehi. Setelah Dinasti Ayyubiyah hancur, sebagian besar wilayah kekuasaannya dikuasai oleh Kesultanan Mamluk.

Ilmuwan pada Masa Dinasti Ayyubiyah

Al-Mughni fil Al-Adwiya Al-Mufradat
Photo by majalahdrise.com

Dan diantara tokoh-tokoh ilmuwan pada masa Dinasti Ayyubiyah adalah,

  • Abdul Latif

abdul latif
Photo by zulfanafdhilla.com

Hasil karya Abdul Latif yang terkenal di Eropa adalah Acccount of Egypt yang mana karya tersebut masih berupa tulisan tangan (manuskrip) yang ditemukan oleh Edward Pococke di perpustakaan Boldeian. Di dalamnya termuat deskripsi mengenai bencana kelaparan yang disebabkan Sungai Nil yang mengalami kekeringan pada tahun 1200 M -1202 M.

Sebagian besar tulisan karya-karyanya yang berjumlah kurang lebih 116 buah berisi mengenai ilmu kedokteran. Bahkan, Abdul Latif merupakan seorang ahli anatomi pertama yang memberikan deskripsi lengkap dan akurat mengenai tengkorak manusia dan tulang muka, termasuk juga rahang bawah manusia.

Selain itu, Abdul Latif juga mengembangkan studi mengenai petualangan pada umumnya. Ia menyempurnakan Teori Galenus mengenai tulang bawah dan tulang yang menghubungkan tulang punggung dan tulang kaki.

  • Ibnu Al-Baytar

ibnu al baytar
Photo by zulfanafdhilla.com

Ibnu Al-Baytar lahir di Damaskus pada tahun 590 H atau 1194 M dan meninggal di Damaskus pada tahun 668 H atau 1270 M. ia merupakan seorang ahli kedokteran muslim Arab, Bibliografer, dan ahli sejarah.

Beberapa dari karya Ibnu Al-Baytar adalah Al-Mughni fil Al-Adwiya Al-Mufrodat (bahasan mandiri tentang ramuan-ramuan yang sederhana), dimana karyanya ini menjelaskan mengenai beberapa conoh ramuan obat yang tepat untuk semua penyakit pada masa itu.

Karya Ibnu Al-Baytar yang lain adalah Al-Jami’ li Murodat Al-Adwiya wa Al-Aghdhiya (kumpulan obat-obat yang mudah), dimana buku ini memuat tidak kurang dari 1400 contoh obat, yang mana 300 macam didalmnya merupakan penemuannya sendiri. Secara umum, ramuan-ramuan tersebut berasal dari tumbuhan-tumbuhan, binatang-binatang, dan mineral-mineral.

  • Ibnu Abi Ushaybi’ah

Ibnu Abi Usaibiah
Photo by republika.co.id

Beberapa hasil karya dari Ibnu Abi Ushaybi’ah adalah “Uyun al-Anba’ fi Tabakat al-Atibba” yang mana buku ini  merupakan kumpulan dari tidak  kurang 380 biografi ahli ilmu kedokteran yang tak terkira nilainya bagi sejarah sains Arab,  “Isabat al-Munajjimin”, “At-Tajarib wa al-Fawaid”, “Hikayat al-Atiba’ fi Ilajat al-Adwa”, dan “Ma’alim al-Umam”.

  • Daud Al-Intaki

dinasti ayyubiyah
Photo by edu.glogster.com

Daud Al-Intaki lahir di Antioch, Syiria. Dan beliau wafat di Mekkah pada tahun 1599 M.

Daud Al-Intaki adalah seorang ahli kedokteran. Beberapa karya beliau diantaranya adalah Tadhkirat Ulil al-Bab wal Jami`lil ajab al-Ujab” yang mana buku ini merupakan pegangan kedokteran lengkap dengan kupasannya yang mendalam.

Karya Daud Al-Intaki yang lainnya adalah Memoria” karyanya yang ini berisikan ramuan obat-obatan yang telah digunakan berbagai apotek di Eropa, ”Risalah fil Ta`ir wal-Ukab” karyanya yang ini berisikan kecaman pedas terhadap para filsuf, dan ”Unmudhaj fi`ilm al-Falak” karyanya yang berisikan penggunaan astrologi dalam dunia kedokteran.

  • Abu Barakat Al-Baladi

dinasti ayyubiyah
Photo by al-waie.id

Abu Barakat Al-Baladi dilahirkan di Balad pada tahun 470 H atau 1077 M. Beliau wafat pada tahun 560 H atau 1165 M.

Abu Barakat Al-Baladi merupakan seorang dokter dan filsuf. Beberapa dari karyanya adalah “Kitab Al-Mu’tabar”, dimana kitab ini membahas tentang logika, “Naturalia”, yang mana berisikan mengenai Psikologi dan metafisika, dan “Risalah fi Sabab Zuhur Al-Kawakib Laylan wa Khafaa’iha Naharan”.

  • Muhammad Ad-Damiri

hayatul hayawan
Photo by muslimheritage.com

Tidak diketahui dimana dan kapan Muhammad Ad-Damiri lahir, akan tetapi beliau wafat di Kairo pada tahun 1405 M.

Muhammad Ad-Damiri merupakan seorang ahli Zoologi (ahli ilmu hewan). Hasil dari karyanya adalah “Hayat Al-Hayawan”, yang mana buku ini berisikan ilmu hewan islam. Buku ini sangat lama dipelajari dan digunakan oleh sekolah-sekolah diberbagai negeri di Timur.

  • Kahin Al-Attar

Kahin Al-Attar merupakan seorang farmakologi dengan hasil karyanya yang berjudul “Management of The Drugstore” (Mengatur Resep Apotek) yang mana buku ini disusun pada tahun 1400 M dan terkenal di Eropa.

Sebab Kemunduran dan Runtuhnya Dinasti Ayyubiyah

serangan bangsa mongol
Photo by tongkronganislami.net

Runtuhnya Dinasti Ayyubiyah mulai dirasakan ketika dipimpin oleh Khalifah As-Shalih. Pada waktu itu, tentara kaum budak Mesir yakni Kaum Mamluk berhasil memegang kendali pemerintahan. Setelah Khalifah Ash-Shalih meninggal, Kaum Mamluk mengangkat istri dari Khalifah Ash-Shalih untuk dijadikan sultanah.

Selain itu, terdapat beberapa faktor dan sebab yang mendukung runtuhnya Dinasti Ayyubiyah:

  • Kebangkitan Mamluk dan lepasnya wilayah Mesir

Pada masa pemerintahan Sultan As-Salih, tentara dari kaum budak Mesir atau biasa disebut juga kaum Mamluk mulai memegang kendali pemerintahan. Setelah Sultan As-Salih wafat, kaum Mamluk mengangkat isteri Sultan As-Salih, yaitu Syajarat Ad-Dur sebagai sultanah atau ratu. Ia adalah penguasa muslim perempuanyang memerintah Dinasti Ayyubiyah selama 80 hari.

  • Serangan Bangsa Mongol

Pada tahun 1260 M, tentara Mongol hendak menyerbu Mesir. Komandan tentara Islam pada waktu itu dikomandoi oleh Qutuz, panglima perang Mamluk. Dalam peperangan melawan tentara Mongol, pasukan Qutuz menang, dengan begitu ia mengambil alih kekuasaan Dinasti Ayyubiyah, maka berakhirlah riwayat Dinasti Ayyubiyah.

Kemajuan dan Peninggalan dinasti Ayyubiyah

benteng kairo
Photo by kisahislam.net

Diantara kemajuan-kemajuan dan peninggalan dari Dinasti Ayyubiyah adalah,

a) Bidang Pendidikan

Penguasa Dinasti Ayyubiyah berhasil menjadikan kota Damaskus sebagai kota pendidikan. Hal ini ditandai dengan dibangunnya madrasah As-Shauhiyyah pada tahun 1239 M sebagai lembaga madrasah dan pusat pengajaran empat mazhab.

Selain itu, dibangun juga Dar Al-Hadits Al-Kamiilah pada tahun 1222 M yang berfungsi sebagai pengajaran pokok-pokok hukum secara umum dan berbagai hukum sunni. Al-Azhar yang semulanya mengajarkan paham Syi’ah ketika Dinasti Fatimiyah berkuasa, kemudian dijadikan tempat pengajaran paham Sunni pada masa Dinasti Ayyubiyah.

b) Bidang Arsitektur

Dalam bidang arsitek dapat dilihat pada monument bangsa Arab, bangunan masjid yang mirip gereja di Beirut, dan istana-istana yang dibangun menyerupai gereja.

Selain itu, bukti peninggalan kemajuan Dinasti Ayyubiyah adalah Benteng Kairo yang dibangun oleh Shalahuddin Al-Ayyubi pada tahun 1183 M. Bahan bangunan yang digunakan untuk membangun banteng ini serupa dengan batu balok yang dipakai bangunan piramida.

c) Bidang Filsafat dan Keilmuan

Pada masa Dinasti Ayyubiyah, telah diterjemahkan salah satu karya yang berjudul “Adelasd of Bath”, karya-karya orang Arab mengenai bidang astronomi dan geometri, dan juga penerjemah dalam bidang kedokteran.

Selain itu, dalam bidang kedokteran juga dibangunnya rumah sakit yang bebas dari biaya.

d) Bidang Industri

Dalam bidang Industri, Dinasti Ayyubiyah membangun kincir yang dibuat oleh orang Syiria dan kincir ini lebih hebat daripada kincir buatan orang barat. Selain itu, terdapat pabrik karpet, pabrik kain, dan juga pabrik gelas.

e) Bidang Perdagangan

Bidang perdagangan pada masa Dinasti Ayyubiyah sangat berpengaruh bagi Eropa dan juga negara-negara yang dikuasai oleh dinasti ini.

f) Bidang Militer

Dalam bidang militer, Dinasti Ayyubiyah memiliki alat-alat perang yang lengkap seperti kuda, pedang, panah, dan sebagainya. Dinasti ini juga memiliki burung elang sebagai kepala bueung-burung dalam peperangan.

Selain Dinasti Ayyubiyah, terdapat pula beberapa dinasti Islam yang ikut andil dalam perkembangan sejarah Islam yang menghantarkan Islam hingga pelosok dunai, diantaranya adalah Dinasti Abbasiyah dan Dinasti Turki Usmani.

Semoga, dengan kita menelisik kisah-kisah sejarah pada masa dinasti ini, kita dapat mengambil ibrah dan juga termotivasi untuk menjadi lebih baik lagi. Aamiin

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!