Sejarah Pithecanthropus Erectus: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis

Ciri-Ciri Pithecanthropus Erectus – Indonesia merupakan negara yang mempunyai berbagai macam kebudayaan yang tidak luput dari sejarah akan nenek moyang pada zaman dahulu. Berbagai daerah di Indonesia juga ditemukan berbagai fosil kehidupan manusia purba dan budayanya.

Beberapa fosil manusia purba yang berhasil ditemukan di Indonesia adalah manusia purba jenis Homo Sapiens, Meganthropus, dan Pithecanthropus. Selain di Indonesia, terdapat pula berbagai manusia purba di dunia dengan berbagai jenis. Pada umumnya, manusia purba pada zaman dahulu menganut sistem kepercayaan animisme dan dinamisme.

Manusia purba kali ini yang akan kita bahas adalah manusia purba Pithecanthropus Erectus. Pithecanthropus Erectus merupakan salah satu manusia purba di Indonesia yang fosilnya pertama kali ditemukan dalam kebudayaan masyarakat modern. Fosil manusia purba ini paling banyak yang ditemukan daripada fosil manusia purba lainnya.

Fosil Pithecanthropus Erectus pertama kali ditemukan oleh Dr. Eguene Dubois di beberapa tempat yang berbeda di Pulau Jawa. Fosil yang ditemukan oleh Dr. Eguene Dubois berupa kerangka rahang bawah, tulang paha, tempurung kepala, dan gigi geraham atas juga gigi geraham bawah.

Sebelum kita melanjutkan materi ini lebih lanjut, mari kita ketahui lebih dahulu apa itu Pithecanthropus Erectus?

Pengertian Pithecanthropus Erectus

ciri ciri manusia purba
Photo by ipsmudah.com
Nama manusia purba Pithecanthropus Erectus berasal dari bahasa Latin Pithecos yang bermakna kera, Anthropus yang memiliki arti manusia dan Erectus yang bermakna tegak. Jadi secara harfiah, Pithecanthropus Erectus diartikan sebagai manusia kera yang berdiri tegak.

Istilah Pithecanthropus Erectus ini diberikan oleh Eguene Dubois pada manusia purba jenis ini dikarenakan melihat dari bentuk dan perkiraan ciri-ciri fisiknya. Selain itu, Pithecanthropus Erectus diperkirakan hidup antara 500 ribu hingga 1 juta tahun yang lalu.

Manusia purba jenis Pithecanthropus Erectus ini diperkirakan hidup pada masa batu tua atau zaman Paleolithikum dan ditemukan pertama kali oleh Dr. Eguene Dubois pada tahun 1891 M di Trinil, lembah Sungai Bengawan Solo. Penemuan fosil manusia purba ini berupa tulang rahang, dua geraham, bagian atas tengkorak dan tulang paha kiri.

Berdasarkan hasil penelitiannya, Pithecanthropus Erectus menjalani hidup dengan cara berburu dan mengumpulkan makanan serta hidup secara nomaden, yang artinya berpindah-pindah. Hidup secara nomaden ini dimaksudkan untuk mencari sumber bahan makanan yang dari satu tempat ke tempat yang lainnya jika sumber makanan di tempat tersebut habis. Mereka juga melakukan perburuan hewan.

Ciri-Ciri Pithecanthropus Erectus

pithecanthropus
Photo by zonapenemuan.blogspot.com

Pithecanthropus Erectus merupakan manusia purba yang mendekati kebudayaan masyarakat modern. Berikut ciri-ciri manusia purba Pithecanthropus Erectus yang berhasil dihimpun oleh para peneliti:

  • Berjalan secara tegak dan tegap
  • Memiliki volume otak antara 750 cc – 1350 cc
  • Memiliki tinggi badan sekitar 165 cm – 180 cm
  • Memiliki berat badan sekitar 100 kg
  • Memiliki rahang bawah yang kuat
  • Memiliki gigi geraham yang besar
  • Memiliki alat pengunyah yang kuat
  • Memiliki tulang pipi yang tebal
  • Memiliki dahi yang masih menonjol
  • Memiliki otot leher yang besar dan kuat
  • Tidak memiliki dagu
  • Memiliki tulang belakang yang menonjol dan tajam
  • Cara memakan makanan masih kasar dan baru sedikit dikunyah
  • Hidup sekitar 500 ribu – 1 juta tahun yang lalu

Jenis-Jenis Pithecanthropus Lainnya di Indonesia

ciri ciri pithecanthropus erectus
Ciri Pithecanthropus Erectus Jenis gambar

Pithecanthropus Erectus merupakan manusia purba yang fosilnya paling banyak ditemukan dan dilakukan penelitian terhadap fosil ini. Selain itu, para ahli juga menemukan beberapa jenis manusia purba Pithecanthropus dan membaginya ke dalam beberapa jenis.

Manusia purba Pithecanthropus yang pernah ditemukan di Indonesia
  1. Pithecanthropus Mojokertensis
  2. Pithecanthropus Soloensis
  3. Pithecanthropus Robustus
  • Pithecanthropus Mojokertensis

Penamaan Pithecanthropus Mojokertensis dinamakan sesuai dengan tempat penemuan dari fosil manusia purba ini, yaitu di Mojokerto. Akan tetapi, Pithecanthropus Mojokertensis terkadang juga disebut sebagai Pithecanthropus Robustus, terutama oleh Von Koenigswald.

Pithecanthropus Mojokertensis merupakan manusia purba yang ditemukan oleh Von Koenigswald berupa fosil tengkorak anak-anak di Desa Jetis, Mojokerto.  Selanjutnya pada tahun 1936 M, Weidenreich juga menemukan fosil berupa tuang tengkorak dan tulang paha.

Dan diantara peninggalan sejarah manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis adalah kapak perimbas, kapak penetak, kapak genggam, pahat genggam, alat serpih, dan alat-alat tulang lainnya.

  • Pithecanthropus Soloensis

pithecantropus soloensis
Photo by thegorbalsla.com

Manusia purba selanjutnya yang akan kita bahas adalah Pithecanthropus Soloensis. Seperti namanya, Pithecanthropus Erectus ditemukan di sekitar Kota Solo tepatnya di Ngandong, Lembah Sungai Bengawan Solo. Fosil manusia purba ini ditemukan oleh peneliti Oppernoorth, G.H.R Von Koenigswald, dan Ter Harr sekitar tahun 1931 M – 1934 M berupa tengkorak dan juga tulang kering.

Penemuan fosil Pithcanthropus Soloensis di Indonesia memberikan arti yang penting bagi penilitian manusia purba dikarenakan penemuan ini terdapat satu seri tengkorak berjumlah banyak dalam satu tempat.

Masa kehidupan manusia purba Pithecanthropus Soloensis diperkirakan sekitar 900 ribu – 200 ribu tahun lalu di pulau Kalimantan, Sumatera, hingga ke Cina pada masa Pleistosen Tengah. Fosil Pithecanthropus yang ditemukan di Indonesia memiliki beberapa umur yang bervariasi, yakni sekitar 30.000 sampai 1 juta tahun yang lalu.

Melalui penemuan ini, para peneliti dapat memperkirakan jenis kelamin, usia, dan kapasitas otak yang dimiliki oleh manusia purba Pithecanthropus Soloensis. Ciri-ciri Pithecanthropus Soloensis dapat dinilai dari bentuk tengkoraknya.

Pithecanthropus Soloensis memiliki bentuk tengkorak yang memanjang, lonjong, dan tebal. Rongga matanya juga berbentuk lebar dan memanjang dengan memiliki struktur tulang yang padat. Manusia purba ini memiliki ciri-ciri yang hampir sama dengan Homo Sapiens, oleh karena itu keduanya sering kali disamakan.

  • Pithecanthropus Robustus

pithecantropus robustus
Photo by id.wikipedia.org
Banyak ilmuwan yang beranggapan jika manusia Jawa atau Pithecanthropus Erectus atau Homo Erectus merupakan mata rantai yang hilang hubungan antara manusia purba dengan kehidupan manusia modern.

Pithecanthropus Robustus memiliki makna kera berahang besar atau manusia kera yang kuat. Fosil manusia purba ini ditemukan pada tahun 1939 M di Sangiran oleh Weidenrich. Fosil ini sering kali disamakan dengan Pithecanthropus Mojokertensis, terutama oleh Von Koenigswald. Ciri-ciri Pithecanthropus Robustus memiliki bentuk hidung melebar yang lebih mirip dengan kera.

Pada tahun 1963 M, Tjokrohandoyo yang bekerja sebagai asisten dari ahli purbakala Duyfjes menemukan fosil manusia purba berupa tengkorak anak-anak yang ditemukan di Kepuhklagen, sebelah utara Perning, Mojokerto.

Pithecanthropus Mojokertensis ditemukan pada lapisan Pucangan atau Pleistosen Bawah yang diperkirakan hidup sekitar dua juta hingga satu juta tahun yang lalu. Penemuan fosil ini paling banyak ditemukan di daerah Mojokerto, Kedung Bribus, Trinil, Sangiran, Sambug Macan, Sragen, dan Ngandong. Manusia purba Pithecanthropus Mojokertensis masih hidup dengan cara mengumpulkan makanan.

Beberapa penemuan yang ditemukan oleh Dr. Eguene Dubois dan G.H.R Von Koenigswald menjadi temuan yang paling tua dan menjadi rujukan akan keberadaan manusia purba. Penemuan-penemuan ini kerap kali juga menjadi rujukan untuk mendukung teori revolusi milik Charles Darwin dan Alfred Russel Wallace.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai sejarah dan ciri-ciri Pithecanthropus Erectus yang berhasil disusun oleh peneliti. Semoga dengan mempelajari dan mengulas kembali mengenai materi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang sejarah manusia purba yang ada di Indonesia. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!