Sejarah Homo Sapiens: Pengertian, Ciri-Ciri, Jenis

Ciri-Ciri Homo Sapiens – Fosil maupun peralatan dan hasil kebudayaan dari manusia purba banyak ditemukan di Indonesia. Penemuan ini menjadi bagian hal yang penting bagi penelitian para ahli untuk mendapatkan informasi lebih banyak dan akurat mengenai manusia purba dan kehidupannya di masa lalu.

Pembahasan yang akan kita bahas kali ini merupakan fosil yang ditemukan pada masa Pleistosen akhir, sehingga bentuk fisik dari manusia purba ini telah mirip dengan manusia. Manusia purba ini dinamakan sebagai Homo Sapiens. Mereka mengenal sistem kepercayaan animisme dan dinamisme. Kali ini, kita akan membahas mengenai sejarah manusia purba jenis Homo Sapiens juga ciri-ciri manusia purba ini.

Homo Sapiens merupakan manusia purba yang diperkirakan bentuknya sudah menyerupai manusia modern seperti saat ini. Homo Sapiens memiliki ciri kemampuan yang lebih maju dan mumpuni dibandingkan dengan manusia purba yang berjenis Meganthropus dan Pithecanthropus. Homo Sapiens juga disebut sebagai cikal-bakal manusia modern karena dianggap telah memiliki akal. Selain ketiganya, terdapat juga beberapa jenis manusia purba di dunia.

Pengertian Homo Sapiens

ciri-ciri homo sapiens
Photo by dailymail.co.uk

Homo Sapiens terdiri dari dua kata, yaitu Homo yang bermakna manusia dan Sapiens yang bermakna cerdas. Jenis manusia purba ini disebut sebagai manusia yang cerdas dikarenakan sudah mampu membuat peralatan dari batu dan tulang yang digunakan untuk aktivitas berburu dan meramu.

Walaupun manusia purba Homo Sapiens sudah mendekati manusia modern saat ini, kehidupan manusia purba ini masih tergolong sederhana. Menurut para ahli, Homo Sapiens diperkirakan hidup pada zaman pleistosen akhir.

Homo Sapiens terus mengalami peningkatan kemampuan mereka dalam menggunakan peralatan. Mereka mulai mengasah batu menjadi semakin halus dan juga telah mengenal teknik membuat gerabah dengan menggunakan meja bundar.

Klasifikasi Ilmiah Homo Sapiens

Manusia purba berjenis Homo Sapiens ini memiliki klasifikasi ilmiah sebagai berikut:

Kingdom

Filum

Kelas

Ordo

Sub Ordo

Famili

Sub Famili

Bangsa

Genus

Spesies

: Animalia

: Chordata

: Mammalia

: Primata

: Haplorhini

: Hominidae, : Homininae

: Homininae

: Homini

: Homo

: Homo Sapiens

Ciri-Ciri Fisik Homo Sapiens

ciri ciri homo sapiens
Photo by bradshawfoundation.com

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, Homo Sapiens memiliki kemampuan dan kebudayaan yang lebih maju dibandingkan dengan jenis manusia purba lainnya, baik itu Meganthropus maupun Pithecanthropus. Selain mempunyai kemampuan yang lebih maju, Homo Sapiens juga mempunyai ciri-ciri fisik yang lebih mendekati bentuk fisik manusia modern pada umumnya.

Berikut Ciri-ciri Fisik <em>Homo Sapiens</em>:
  • Hidup antara 25.000 – 40.000 tahun yang lalu
  • Mampu berdiri dan berjalan dengan tegak
  • Berat badan antara 30 – 150 kg
  • Memiliki volume otak sebesar 1000 – 1200 cc
  • Memiliki bentuk muka yang datar dan juga lebar
  • Memiliki akar hidung yang lebar
  • Memiliki busur kening yang menonjol dan terlihat nyata
  • Bagian mulut sedikit menonjol
  • Memiliki ciri-ciri mirip ras mongoloid dan ras austramelanosid
  • Memiliki tinggi tubuh 1,30 m – 2,10 m (130 – 210 cm)
  • Memiliki otak yang lebih berkembang daripada Meganthropus dan Pithecanthropus
  • Memiliki otot kunyah, gigi, dan rahang yang sudah menyusut
  • Memiliki dagu
  • Penyusutan pada otot dibagian tengkuk

Berdasarkan ciri-ciri fisik di atas, Homo Sapiens memiliki ciri terpenting yang membedakannya dengan manusia purba jenis Meganthropus dan Pithecanthropus. Perbedaan ciri fisik tersebut terletak di perbedaan volume otak Homo Sapiens yang tergolong cukup besar dibandingkan manusia purba lainnya.

Kehidupan Sosial Homo Sapiens

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, Homo Sapiens memiliki kemampuan yang lebih maju dari manusia purba sebelumnya. Walaupun memiliki kemampuan yang lebih mumpuni, kehidupan Homo Sapiens masih tergolong sederhana seperti kehidupan manusia purba lainnya.

Dan diantara ciri kehidupan sosial Homo Sapiens adalah:

  • Bertahan hidup dengan cara berburu dan bercocok tanam
  • Hidup mulai menetap dan tidak berpindah-pindah
  • Berburu menggunakan batu dan kayu yang telah diruncingkan
  • Mampu membuat peralatan sederhana dari batu dan tulang untuk berburu dan pengolahan makanan
  • Mulai menggunakan pelindung tubuh atau baju dari kulit hewan buruan

Jenis-Jenis Manusia Purba Homo Sapiens di Indonesia

manusia purba indonesia
Photo by berkasilmu.com

Berdasarkan jenisnya, manusia purba jenis Homo Sapiens dapat dibedakan berdasarkan daerah penemuan fosil manusia purba ini di Indonesia. Oleh karena itu, manusia purba Homo Sapiens dibedakan menjadi tiga, yaitu:

  • Homo Wajakensis

Fosil manusia purba Homo Sapiens ditemukan oleh Dr. Eguene Dubois pada tahun 1889 M di Wajak, Jawa Timur. Sesuai dengan nama tempat penemuannya, jenis Homo Sapiens ini dinamakan Homo Wajakensis. Dr. Eguene Dubois mulai tertarik meneliti manusia purba di Indonesia setelah mendapatkan kiriman sebuah tengkorak dari B.D Von Reitschoten yang menemukan tengkorak di daerah Wajak, Tulung Agung.

Fosil manusia purba ini diperkirakan sudah ada sejak 15.000 – 40.000 tahun SM. Struktur tengkoraknya berbeda dengan struktur tengkorak bangsa Indonesia. Struktur tengkorak manusia purba Homo Wajakensis memiliki kesamaan dengan pribumi purba orang Australia.

Dr. Eguene Dubois menduga bahwasannya Homo Wajakensis merupakan ras Australoide karena memiliki silsilah langsung dengan bangsa asli Australia. Manusia purba ini mulai menyebar ke timur dan barat Benua Australia. Rahang atas dan rahang bawah yang ditemukan di Wajak sangatlah mirip dengan manusia purba dari ras Australoid.

Menurut pendapat seorang ahli, Homo Wajakensis sebenarnya mirip dengan Homo Soloensis. Kedua manusia purba ini sama-sama berasal dari lapisan pleistosen atas. Sifat-sifat inilah yang mendekati manusia modern zaman sekarang.

  • Homo Soloensis

Pada tahun 1931 M – 1934 M, seorang ahli purbakala bernama G.H.R Von Koeningswald, Oppenoorth, dan Ter Haar menemukan fosil purbakala di Lembah Sungai Bengawan Solo di dekat Desa Ngandong, di daerah Blora dan Sragen, Jawa tengah.  Berdasarkan penemuan tulang Homo Soloensis ini, para ahli menduga bahwa mereka hidup dan berkumpul di sekitar tepi sungai.

Fosil yang ditemukan berupa tengkorak, gigi, dan tulang rahang. Sesuai dengan tempat penemuannya, manusia purba ini kemudian dinamakan Homo Soloensis. Homo Soloensis ditemukan di lapisan pleistosen atas yang diprediksi hidup sekitar 900.000 – 300.000 tahun yang lalu. Hasil budaya yang ditemukan berupa kapak genggam atau kapak perimbas, alat serpih, dan peralatan yang terbuat dari tulang.

Homo Soloensis memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pithecanthropus Erectus. Homo Soloensis diperkirakan merupakan evolusi dari Pithecanthropus Mojokertensis. Akan tetapi, ada juga yang mengatakan bahwasannya manusia purba ini termasuk dalam Homo Neadethalensis. Manusia purba Homo Soloensis termasuk dalam Homo Sapiens dari Asia, Eropa, dan Afrika.

Hasil Kebudayaan Homo Sapiens

peninggalan kebudayaan homo sapiens
Photo by ppg.spada.ristekdikti.go.id

Setiap manusia purba memiliki peninggalan kebudayaan yang sejalan dengan zamannya masing-masing. Homo Sapiens pun mempunyai hasil kebudayaannya yang digunakan untuk berburu, bercocok tanam, dan aktifitas lainnya.

Berikut Hasil Kebudayaan <em>Homo Sapiens</em>:
  • Kapak persegi
  • Kapak batu
  • Kapak genggam
  • Alat serpih
  • Alat tulang/tanduk runcing
  • Kapak genggam Sumatra ( Pabble )
  • Kapak Pendek ( Bache Courte )
  • Flakes
  • Kapak corong ( Kapak sepatu )
  • Nekara
  • Bejana Perunggu
  • Perhiasan dan manik-manik dari perunggu.

Jadi, kesimpulan dari materi yang telah kita bahas bersama diatas adalah Homo Sapiens merupakan manusia purba yang memiliki kemampuan otak melebihi manusia purba jenis lainnya, baik itu manusia purba jenis Meganthropus maupun Pithecanthropus. Homo Sapiens dapat kita bedakan menjadi dua jenis, yakni Homo Wajakensis dan Homo Soloensis.

Demikianlah pemaparan materi mengenai sejarah dan ciri-ciri manusia purba Homo Sapiens. Semoga dengan mempelajari materi kali ini, dapat menambah wawasan dan pengetahuan kita mengenai peristiwa sejarah yang telah terjadi, terutama sejarah nenek moyang kita di Indonesia. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!