Biografi Bob Sadino, Pengusaha Sukses Peternakan dan Agribisnis

Biografi Bob Sadino – Untuk menjadi seorang pengusaha yang sukses, tidak sedikit para pebisnis memiliki cerita hidup yang panjang sebelum mendapatkan kesuksesannya. Beberapa diantaranya bahkan mengalami jatuh-bangun yang tidak biasa, namun yang paling penting adalah seberapa banyak mereka bangun dari masa kejatuhannya.

Salah satu pengusaha yang patut untuk kita ambil hikmah kehidupannya adalah Bob Sadino atau juga dikenal dengan nama Oom Bob. Bob Sadino merupakan seorang pengusaha asal Indonesia yang menjalani bisnis dalam bidang pangan dan peternakan.

Oom Bob juga seorang pengusaha yang dikenal dengan gaya dan tampilannya yang nyentrik karena sering tampil memakai celana pendek dan kemeja dalam kesehariannya. Dalam balutan gayanya yang nyentrik, ia memiliki kisah inspiratif dibalik perjuangannya membangun usahanya hingga dikenal oleh banyak orang. Berikut biogafi dan profil Bob Sadino.

Biodata Singkat Bob Sadino

NamaBambang Musatri Sadino
Tempat, Tanggal LahirTanjung Karang, Bandar Lampung, 9 Maret 1933
WafatJakarta, 19 Januari 2015
AgamaIslam
Orang tuaSadino (Ayah)
Itinah Soeraputra (Ibu)
IstriSoelami Soejoed
Anak- Shanti Dwi Ratih
- Mira Andiani
Karier Pekerjaan- Karyawan Unilever (1954 – 1955)
- Karyawan Djakarta Lloyd di Amsterdam dan Hamburg
- Pemilik tunggal Kem Chicks (supermarket)
- Dirut PT Boga Catur Rata
- PT Kem Foods (pabrik sosis dan ham)
- PT Kem Farms (keun sayur)
Alamat RumahJalan al-Ibadah II/12, Kemang, Kebayorang Baru, Jakarta Selatan. Telp: 793981
Alamat KantorKem Chicks Jalan Bangka Raya 86 Jakarta Selatan. Telp 793618

Kelahiran dan Masa Kecil Bob Sadino

Bob Sadino lahir di Tanjung Karang, Hindia Belanda (sekarang Bandar Lampung, Indonesia) pada tanggal 9 Maret 1933 dengan nama Bambang Mustari Sadino. Ia lahir sebagai anak bungsu dari lima bersaudara dengan kebutuhan hidup yang berkecukupan dikarenakan ayahnya adalah seorang amtenar.

Berasal dari keluarga yang berkecukupan membuat Oom Bob tidak sulit untuk mendapatkan akses pendidikan yang layak. Ia berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga tamat SMA pada tahun 1953. Kehidupannya bisa dibilang cukup memadai dibanding dengan anak seusianya yang lainnya. Ayahnya yang bernama Sadino bekerja sebagai guru sekolah kemudian diangkat menjadi kepala sekolah. Sedangkan ibunya bernama Itinah Soeraputra.

Perjalanan Hidup Bob Sadino

Selepas lulus dari pendidikan SMA-nya, Bob Sadino diterima bekerja di PT Unilever. Namun, ia hanya bekerja selama beberapa bulan saja di perusahaan tersebut. Ia akhirnya memilih untuk mengikuti temannya mendaftar kuliah di Fakultas Hukum Universitas Indonesia.

Akan tetapi, Bob Sadino cepat merasa bosan di bangku kuliahnya. Akhirnya, ia memutuskan untuk meninggalkan bangku kuliah dan kembali bekerja di PT Unilever.

Orang tuanya pun meninggal dunia ketika Bob Sadino masih berusia 19 tahun. Ia akhirnya dipercaya oleh keluarganya untuk mewarisi seluruh harta dari peninggalan kedua orang tuanya. Hal tersebut dilakukan karena keluarganya beralasan Bob Sadino merupakan anak bungsu dan saudara-saudaranya dinilai sudah memiliki kehidupan yang mapan.

Dengan harta warisan yang ditinggalkan oleh kedua orang tuanya, Bob Sadino memanfaatkan setengah harta tersebut untuk pergi dan tinggal di Belanda selama kurang lebih 9 tahun. Di Belanda, ia bekerja di Djakarta Lylod di Kota Amsterdam.

Selain bekerja di Amsterdam, Bob Sadino juga bertemu dengan seorang wanita dari Indonesia di kota tersebut yang bernama Soelami Soejoed hingga akhirnya keduanya menikah. Pada tahun 1967, ia dan istrinya kembali menetap di Indonesia.

Sekembalinya ke Indonesia dari Belanda, Bob Sadino membawa dua mobil Mercendes buatan tahun 1960-an. Ia pun menjual satu unit mobil tersebut untuk ia gunakan membeli sebidang tanah di Kemang, Jakarta Selatan.

Karir Pekerjaan Bob Sadino

Sekembalinya tinggal di Indonesia, Bob Sadino memutuskan untuk memanfaatkan satu unit mobil Mercedes yang lainnya untuk ia sewakan dan ia sendiri yang menjadi sopirnya. Ia menjadi sopir taksi gelap berbekal mobilnya tersebut.

Akan tetapi, usaha penyewaan mobil milik Oom Bob tidak berjalan lancar. Mobil Mercedes yang ia sewakan mengalami kecelakaan yang membuat mobilnya mengalami kerusakan berat. Ia pun memilih untuk tidak memperbaiki mobilnya karena biaya perbaikannya yang sangat mahal.

Akibat kecelakaan tersebut, Oom Bob memutuskan untuk bekerja sebagai kuli bangunan dengan upah harian yang ia terima sebesar Rp. 100,-. Ia pun sempat mengalami depresi yang berat akibat tekanan hidup yang ditanggungnya.

Perintisan Telur Ayam Negeri

Pada suatu hari, sahabat Bob Sadino yang bernama Sri Mulyono Herlambang menyarankannya untuk beternak dan berbisnis telur ayam negeri. Ia pun memberikan 50 ekor ayam ras untuk diternakkan Oom Bob. Pada saat itu telur ayam negeri masih sangat jarang ditemukan di pasaran. Melihat adanya peluang dalam bisnis ini, Oom Bob akhirnya mulai merintis usaha bisnis ternak telur ayam negeri tersebut.

Ia memulai berjualan telur ayam negeri bersama istrinya dari pintu ke pintu kepada orang asing yang tinggal di wilayah Kemang. Pada saat itu, telur ayam negeri masih belum populer di Indonesia. Jadi, barang dagangan ayam telur negeri tersebut hanya dibeli oleh ekspariat-ekspariat yang tinggal di daerah Kemang dan beberapa orang Indonesia yang pernah tinggal di luar negeri.

Karena memiliki pengalaman hidup di Eropa dan fasih dalam berbahasa Inggris membuat Oom Bob tidak begitu kesulitan dalam berbicara dengan orang asing di wilayah Kemang. Bisnis ayam telur milik Oom Bob pun mulai dikenal oleh masyakat luas, ia pun menambahkan bisnis dengan berjualan ayam potong.

Pendirian Perusahaan

Pada tahun 1970, Oom Bob mendirikan sebuah perusahaan yang diberi nama Kem Chicks. Kem Chicks merupakan sebuah perusahaan yang menyediakan berbagai macam produk pangan impor bagi warga Jakarta. Bersamaan dengan berjalannya waktu, Oom Bob melihat permintaan daging sosis semakin meningkat. Akhirnya pada tahun 1975, ia mendirikan sebuah perusahaan yang bernama Kem Food.

Kem Food yang didirikan oleh Oom Bob merpakan perusahaan yang mempelopori industri olahan daging di Indonesia. Perusahaan ini memproduksi beragam jenis olahan daging seperti Sosis, Burger, dan Bakso.

Selain menjadi orang pertama yang mengenalkan bisnis telur ayam negeri, Oom Bob juga orang pertama yang mengenalkan perladangan sayuran menggunakan sistem hidroponik di Indonesia. Perladangan sayuran yang didirikan oleh Oom Bob menggunakan sistem hidroponik dinamakan Kem Fams.

Berdasarkan catatan yang dilaporkan pada awal tahun 1985 menunjukkan jika perusahaan Bob Sadino mampu menjual rata-rata 40 hingga 50 ton daging segar, 60 hhingga 70 ton daging olahan, dan 100 ton sayuran segar perbulannya.

Setelah sukses menjalani bisnis di dunia agribisnis, Bob Sadino melebarkan usaha saypnya ke sektor property. Ia pun mendirikan The Mansion, sebuah hunian apartemen yang terletak di Kemang, Jakarta. Dalam menjalani bisnis property tersebut, ia bekerja sama dengan Agung sedayu Group.

Kematian Bob Sadino

Semenjak meninggalnya istrinya yang bernama Soelami Soejod pada bulan Juli tahun 2014, kesehatan Oom Bob terus menurun. Ia sempat dirawat secara intensif selama dua pekan di Rumah Sakit Pondok Indah akibat penyakitnya. Pada tanggal 19 Januri 2015, Oom Bob meninggal dunia akibat penyakit komplikasi yang diderita olehnya.

Awalnya, Oom Bob hanya menderita penyakit flu yang lama tidak sembuh akibat faktor usia. Akan tetapi, hal tersebut merembet ke penyakit lainnya yang mengakibatkan komplikasi. Selain itu, ia juga sempat menderita penyakit pernafasan yang kronis, ungkap saman Syarief, keponakan dari Bob Sadino.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai biografi Bob Sadono, pengusaha sukses dalam bidang peternakan dan pertanian. Semoga materi kali ini dapat menambah motivasi dan inspirasi untuk terus berjuang dalam menjalani hidup. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!