Biografi Ciputra, Bapak Real Estate Indonesia

Biografi Ciputra – Bapak Ciputra merupakan salah satu entrepreneur yang sukses di Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu konglomerat dan pengusaha yang cukup mumpuni di Indonesia. Ia adalah pemilik dari Grup Ciputra yang mengelola beragam elit Citraland.

Kesuksesan yang diraih oleh Ciputra tidaklah mudah. Ia dilahirkan bukan dari keluarga yang tergolong kaya raya. Berkat kegigihan dan kerja keras yang ia lakukan semasa hidupnya, ia berhasil mendapatkan apa yang sekarang ia rasakan.

Untuk mengenal salah satu entrepreneur yang cukup terkenal ini, berikut akan kita bahas mengenai biografi dan sekelumit dari kisah hidup dari Ciputra.

Biodata Singkat Ciputra

NamaCiputra (Tjie Tjin Hoan)
Tempat, Tanggal LahirParigi (Sulawesi Tengah), 24 Agustus 1931
Orang TuaTjie Sim Poe (Ayah)
Lie Eng Nio (Ibu)
Pasangan Dian Sumeler
AnakRina Ciputra Sastrawinata
Junita Ciputra
Cakra Ciputra
Candra Ciputra

Karier Ciputra

No Karier
1Pendiri PT Daya Cipta
2Direksi Jaya Group
3Penasihat Jaya Group
4Pendiri Metropolitan Group
5Direktur Utama Jaya Group
6Presiden Komisaris Metropolitan Group
7Pendiri Ciputra Group
8Pendiri Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai
9Pendiri PT Metropolitan Development
10Pendiri PT Pembangunan Jaya
11Pendiri PT Daya Cipta (biro arsitek)

Kelahiran Ciputra

Nama lengkapnya adalah Dr. Ir. Ciputra. Ia dilahirkan pada tanggal 24 Agustus 1931 dengan nama Tjie Tjin Hoan di Kota Parigi, Sulawesi Selatan. Ia adalah anak ke-3 dari pasangan yang bernama Tjie Sim Poe dan Lie Eng Nio.

Pada usianya yang ke-6 tahun, Ciputra dibawa oleh ibunya kembali ke Gorontalo. Keluarganya merupakan keluarga yang sederhana. Kedua orang tuanya adalah seorang pedagang kelontong di Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo.

Masa Kecil

Sejak kecil, Ciputra sudah membantu orang tuanya untuk berdagang sehingga ia terbiasa bermain sambil berdagang. Lingkungan orang tuanya yang berlatar sebagai pedagang kelontong telah sukses menciptakan lingkungan entrepreneurial bagi Ciputra.

Kedua orang tuanya merupakan sosok pedagang kecil yang sangat menghargai pelanggannya. Hal ini memberikan pengaruh bagi Ciputra untuk bekerja keras, integritas, persistensi, dan mempunyai seterminasi dalam hidup.

Masa kanak-kanak Ciputra dapat dibilang tidak begitu beruntung. Akan bungsu dari tiga bersaudara ini di usia enam hingga delapan tahun diasuh oleh tante-tantenya yang kurang baik. Ia selalu diberikan pekerjaan yang berat dan menjijikan, seperti membersihkan tempat ludah.

Ciputra juga terbiasa berburu binatang hutan menggunakan tombak untuk dikonsumsi, selebihnya dijual untuk membantu perekonomian keluarga. Ia juga sudah diberikan tugas tidur di kebun untuk menjaga ladang.

Pada tahun 1944 ketika usia Ciputra 12 tahun, ia kehilangan ayahnya yang meninggal dunia di tahanan tentara pendudukan Jepang. Ayahnya terkena tuduhan palsu sebagai mata-mata Belanda dan meninggal dalam tahanan tersebut.

Ketika menginjak usia remaja, keadaan yang dialaminya memaksa Ciputra untuk menjadi seorang pengusaha sedari kecil. Ia menjual hasil pertanian dan perburuan untuk menyambung hidup. Ia pun terbiasa membuat topi dari daun dan dijual ke masyarakat sekitar. Hal ini menjadi penempa bagi Ciputra dan mulai tumbuh benih entrepreneurship dalam jiwa kecilnya.

Kepahitan yang dirasakannya dalam usia yang masih muda menimbulkan tekad yang kuat dalam hati Ciputra. Ia pun bercita-cita untuk bersekolah di Pulau Jawa dengan harapan dapat menjadikan hidupnya kedepannya menjadi lebih baik yang bebas dari kemiskinan dan kemelaratan.

Terlambat Bersekolah

Dr. Ir. Ciputra kembali ke dunia pendidikan meski terlambat. Keterlambatannya dalam bersekolah disebabkan keadaan negara Indonesia yang waktu itu masih dalam suasana peperangan. Ia masuk kelas 3 SD di Desa Bumbulan meski sudah terlambat 4 tahun, usianya saat itu sudah 12 tahun.

Ketika nerusia 16 tahun, ia berhasil menamatkan jenjang SD. Ciputra pun melanjutkan pendidikan SMP-nya di Gorontalo dan pendidikan SMA-nya di SMA Frater Don Bosco, Manado. Setelah lulus dari pendidikan SMA-nya, ia melanjutkan belajarnya di Institut Teknologi Bandung (ITB) jurusan arsitektur.

Merintis Bisnis

pendiri ciputra group
Photo bynurfaina.wordpress.com

Ciputra telah merintis bisnisnya ketika ia masih menjadi mahasiswa arsitektur di Institut Teknologi Bandung. Bersama dengan teman kuliahnya yang bernama Ismail Sofyan dan Budi Brasali, mereka mendirikan PT Daya Cipta pada tahun 1957 yang berkantor di sebuah garasi.

Biro arsitek yang dimiliki oleh ketiga mahasiswa tersebut sudah mendapatkan kontrak pekerjaan yang lumayan pada masa itu. Mereka ditugaskan untuk menangani proyek gedung bertingkat sebuah bank di Banda Aceh.

Pada tahun 1960, Ciputra berhasil lulus dari jurusan arsitek di ITB. Ia pun memutuskan untuk pindah ke Jakarta. Keputusan yang dibuatnya ini menjadi awal kehidupan yang menentukan jalan hidup Ciputra dan kedua temannya tersebut.

Dibawan naungan PT Perentjana Djaja IPD, proyek bergengsi yang berhasil mereka dapatkan setelah pindah ke Jakarta adalah pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan Senen.  Dengan berbagai cara yang diusahakannya, Ciputra berhasil menemui Gubernur Jakarta ketika itu, Dr. R. Soemarno, untuk menawarkan proposalnya.

Keberuntungan berada dipihaknya. Pertemuan dengan Gubernur Jakarta tersebut ditindaklanjuti dengan didirikannya PT Pembangunan Jaya atau dikenal juga sebagai Jaya Group. Sebelum mendirikan PT tersebut, hal ini telah dirapatkan terlebih dahulu dengan Presiden Soekarno.

Setelah pembangunan pusat perbelanjaan di kawasan Senen selesai, proyek selanjutnya yang menjadi fokus Ciputra adalah Taman Impian Jaya Ancol dan Bintaro Jaya. Melalui perusahaan Grup Jaya yang 40% sahamnya dimiliki Pemda DKI, Ciputra menunjukkan kemampuannya sebagai entrepreneur yang professional.

Pebisnis yang Mumpuni

Ciputra sangat mumpuni dalam menghimpun sumber daya yang disediakan menjadi kekuatan bisnis yang luar biasa. Grup Jaya yang didirikan dengan modal Rp 10 juta pada tahun 1961, kini tumbuh menjadi perusahaan yang memiliki omset aset sekitar Rp 5 triliun.

Dengan dukungan kemampuan dari relasinya, Ciputra juga mengembangkan jaringan perusahaannya diluar Grup Jaya. Pengembangan jaringan diluar perusahannya antara lain Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan yang terakhir Grup Ciputra.

Jumlah keseluruhan anak usaha dari kelima grup tersebut kurang lebih diatas seratus. Anak usaha dari Grup Jaya saja berjumlah 47 dan anak usaha dari Grup Metropolitan mencapai 54. Mengenai hal tersebut, Ciputra pun berkelakar, “Kalau anak kita sepuluh, kita masih bisa mengingat namanya masing-masing. Tapi, jika lebih dari itu, jumlah pun sudah susah diingat.”

Karya-karya yang diciptakan Ciputra beragam dan lumayan terkenal, karena hampir seluruh subsektor properti dijamah olehnya. Ciputra kini mengendalikan lima kelompok usaha, diantaranya adalah Grup Jaya, Metropolitan, Pondok Indah, Bumi Serpong Damai, dan Ciputra Development yang masing-masing bergerak dalam sektor property.

Pembangunan Proyek Besar

Seiring berjalannya waktu, Ir Ciputra mendapatkan pesanan pembangunan berbagai proyek besar. Proyek yang dikerjakannya mencapai 11 buah yang tersebar di Jabotabek, Surabaya, dan Vietnam. Luas lahan yang dikerjakannya kurang lebih mencapai 20.000 hektar.

Pekerjaan proyek yang dilakoninya mencapai 11 buah tersebut tersebar di 11 kota, yakni Bumi Serpong Damai, Pantai Indah Kapuk, Puri Jaya, Citraraya Kota Nuansa Seni, Kota Taman Bintaro Jaya, Pondok Indah, Citra Indah, Kota Taman Metropolitan, Citra Raya Surabaya, Kota Baru Sidoarjo, dan Citra Westlake City di Hanoi.

Proyek-proyek property yang dilakoni oleh Ciputra sangatlah berkelas dan menjadi trend setter di bidang yang digelutinya. Selain itu, proyek-proyek tersebut menjadi magnet bagi pertumbuhan wilayah yang ada di sekitarnya.

Diantara 10 faktor yang menentukan kepuasan pelanggan, fasilitas yang disediakan merupakan unsur ketiga dari faktor tersebut. Pelanggan harus merasa puas dengan pengadaan fasilitas umum dan fasilitas sosial dari suatu proyek. Akan tetapi, fasilitas yang ditawarkan tersebut tidak harus dibangun sekaligus pada tahap awal proyek pengembangan.

Jika fasilitas pelengkap langsung dibangun, maka harga jual akan melambung tinggi. Hal ini tentu tidak memberikan keuntungan bagi pembeli tahap pertama, selain itu juga terlalu beresiko bagi pengembang.

Ir Ciputra memiliki saham di lima kelompok usaha yang digelutinya. Kelima kelompok usaha tersebut adalah Grup Jaya, Grup Metropolitan, Grup Pondok Indah, Grup Bumi Serpong Damai, dan Grup Ciputra. Dari kelima grup usaha tersebut, Ciputra meletakkan loyalitasnya yang pertama kepada Grup Jaya.

Hal tersebut terjadi karena ia hampir identik dengan Grup Jaya karena dari grup usaha tersebut, jaringan bisnis property Ciputra mulai dibangun. Sejak perusahaan Grup Ciputra dibangun pada tahun 1961, Ciputra sudah menjabat sebagai jajaran direksinya kurang lebih selama 35 tahun.

Pada masa 3 tahun pertama, Ciputra menjabat sebagai direktur dan 32 tahun berikutnya sebagai direktur utama. Pada tahun 1996, ia mengundurkan diri dari jabatan direktur utama dan menjadi komisaris aktif. Selain hal tersebut, Ciputra merupakan pemegang saham terbesar di perusahaan Grup Jaya setelah Pemda DKI.

Pada tahun 1970, Ciputra mendirikan kelompok usaha ketiganya bersama Ismail Sofyan, Budi Brasali, dan beberapa mitra lainnya dengan mendirikan PT Metropolitan Development. Saat mendirikan perusahaan ini, Ciputra merangkap jabatan sebagai Direksi Utama jaya Group dan Presiden Komosaris Metropolitan Group.

Kemudian, Ciputra pun membangun kelompok usaha ketiga yang dinamakan Grup Pondok Indah (PT Metropolitan Kencana). Kelompok usaha Grup Pondok Indah merupakan hasil dari patungan usaha dengan PT Metropolitan Development dan PT Waringin Kencana milik Sudwikatmono dan Sudono Salim. Grup ini diantaranya mengembangkan Perumahan Pondok Indah dan Pantai Indah Kapuk.

Kelompok usaha keempat yang dibangun oleh Ciputra adalah PT Bumi Serpong Damai. Perusahaan yang dibangun pada tahun 1980-an ini hasil konsorium dengan 10 pengusaha terkemuka. Kesepuluh pengusaha tersebut antara lain Sudono Salim, Eka Tjipta, Widjaya, Sudwikatmono, Ciputra, dan Grup Jaya.

Grup ini mengembangkan proyek Kota Mandiri Bumi Serpong Damai dengan luas tanah sekitar 6.000 hektar, proyek jalan tol BSD- Bintaro Pondok Indah, dan lapangan golf Damai Indah Golf.

Ciputra Development

Setelah berhasil dengan keempat kelompok usahanya, Ciputra membangun kelompok usahanya yang kelima, yakni Grup Ciputra. Grup usaha ini dibangun pada tanggal 22 Oktober 1981 dengan nama PT Citra Habitat Indonesia. Pada awal tahun 1990-an, namanya pun diubah menjadi Ciputra Development (CD).

Dalam grup ini, Ciputra menjadi dirut utamanya dan keenam jajaran direksi Grup Ciputra diisi oleh anak dan menantunya. Pertumbuhan Ciputra Development lambat laun lebih menonjol dibandingkan keempat grup usaha milik Ciputra lainnya.

Dengan usia yang paling muda dari lima grup usaha milik Ciputra, CD justru menjadi grup usaha yang pertama kali go public di pasar modal, tepatnya pada bulan Maret 1994. Pada tahun tersebut, Perseroan melakuukan Penawaran Umum Perdana kepada Bursa Efek Indonesia (pada saat itu masih bernama Bursa Efek Jakarta).

Beberapa bulan kemudian, Jaya Real property ikut menyusul. Jumlah total aktiva yang dimiliki olehh CD pada bulan Desember 1996 berkisar RP. 2,85 triliun dengan laba pada tahun tersebut mencapai RP. 131,44 miliar.

Ciputra Develompent kini memiliki 4 proyek sakala luas. Keempat proyek tersebut adalah Perumahan Citra 455 Ha, Citraraya Kota Nuansa Seni diTengerang dengan luas 1.000 Ha, Citraraya Surabaya 1.000 Ha, dan Citra Indah Jonggol 1.000 Ha.

Selain itu, CD juga memiliki proyek-proyek hotel dan mal yang dikembangkannya. Mal-mal tersebut diantaranya adalah Hotel dan Mal Ciputra dan super blok seluas 14,5 hektar di Kuningan, Jakarta.

Grup Ciputra juga mengembankan Citra Westlake City dengan luas 400 hektar di Ho Chi Minh City, Vietnam. Pembangunan proyek ini diproyeksikan dalam kurun waktu 30 tahun dengan total investasi sebesar US$ 2,5 miliar.

Ciputra Development juga menerjuni dunia bisnis keuangan melalui Bank Ciputra dan bisnis broker lewat waralaba Century 21. Semenjak beberapa tahun yang lalu, Ciputra menyatakan kelima grup usaha miliknya (terutama grup usaha untuk proyek property), dimasukkan dalam sebuah aliansi pemasaran.

Asliansi yang dinyatakan oleh Ciputra bernama “Sang Pelopor”, tetapi nama tersebut kini berganti menjadi “Si Pengembang”. Perubahan nama tersebut dinyatakan oleh Ciputra dikarenakan nama “Sang Pelopor” memiliki kesan nama yang arogan dan berorientasi pada kepentingan sendiri.

Pada tahun 1997, terjadi krisis ekonomi di Indonesia yang menyebabkan tiga perusahaan yang dipimpin oleh Ciputra ikut terimbas. Bank Ciputra dan Asuransi Jiwa Ciputra Allstate yang baru dirintisnya pun terpaksa ditutu karena dianggap tidak layak.

Kebijakan moneter yang dikeluarkan pemerintah dalam mengatasi krisis moneter dimanfaatkan oleh Ciputra untuk merestrukturisasi utang. Dengan adanya tindakan tersebut, ketiga grup perusahaannya yang terkena dampak dari krisis ini bisa bangkit.

Ciputra akhirnya melakukan ekspansi besar-besaran terhadap perusahaannya dan mencatatkan sejumlah anak perusahannya di Bursa Efek Indonesia. Pada tahun 1999, PT Ciputra Surya melakukan Penawaran Umum Perdana pada Bursa Efek Indonesia dan disusul PT Ciputra Properti pada tahun 2007. Akan tetapi, pada tahun 2016, PT Ciputra Surya Tbk kembali bergabung dengan perusahaan induk, PT Ciputra Development Tbk.

Kiprah Ciputra dalam Bidang Sosial

biografi ciputra
Photo by kenangan.com

Pengahargaan Ciputra

NoPenghargaan
1Lifetime Achievement Award versi majalah Globe Asia 2007
2Lifetime Achievement Award versi Enterprise Asia
3Enterpreneur Of The Year versi Ernst and Young Indonesia, 2007
4World Enterpreneur Of The Year versi Global Ernst and Young Montecarlo, 2008
5The 2nd Most Admired CEO in Indonesia versi Swa Leadership Award 2008
6Penghargaan khusus dari Teo Ming Kian selaku Chairman MediaCorp, induk Perusahaan Channel NewsAsia
7Lifetime Achievement Luminary Award dari Channel NewsAsia Singapura, 2013.
8Dan lain-lain.

Ciputra dikenal sebagai seseorang yang mempelopori pembangunan kota skala besar. Ia menekankan pentingnya untuk menyebarkan semangat kewirausahaan. Selain sebagai salah satu filantropis terbesar di Indonesia, ia juga dikenal sebagai pengusaha yang aktif dalam bidang sosial terutama mengenai pendidikan kemasyarakatan.

Bagi Ciputra, pendidikan merupakan kunci kesuksesan bagi generasi bangsa. Selama hidupnya,ia terlibat aktif alam lebih dari 10 yayasan yang bergerak dalam berbagai bidang. Dalam bidang pendidikan, ia turut aktif dalam mendirikan lembaga pendidikan dari TK hingga perguruan tinggi.

Ciputra pernah menjabat sebagai ketua di Don Bosco Foundation, Jaya Yayasan Pendidikan, Tarumanegara Foundation, dan Prasetya Mulya Foundation. Pada tahun 2008, ia juga dianugerahi oleh Universitas Tarumanegara gelar doktor honoris causa karena dedikasinya dalam bidang pendidikan.

Pada tahun 2003, Ciputra mendirikan yayasan pendidikan yang dibangunnya sendiri di Surabaya. Sekolah yang dibangun dan dirancang oleh Ciputra ini pernah meraih pernghargaan Lifetime Achievement Award tahun 2006. Kurikulum yang diterapkan di sekolah yang ia dirikan menitik beratkan pada materi kewirausahaan agar lulusan dari sekolah tersebut dapat menjadi pengusaha.

Sumbangsih dan kiprah Ciputra untuk Indonesia dalam sektor pengembangan property di Indonesia pun diabadikan dalam Museum Rekor Indonesia (MURI). Ia memperoleh dua rekor sekaligus, yakni wirausahawan peraih penghargaan terbanyak dalam berbagai bidang dan sebagai penyelenggara pelatihan kewirausahaan terbanyak, khususnya kepada para dosen di Indonesia.

Melalui Universitas Ciputra Entrepreneurship Center (UCEC), ia memberikan pelatihan kepada para dosen yang mencapai sekitar 1600 dosen. Selain itu, Ciputra juga mendapatkan gelar sebagai Entrepreneur of The Year 2007 versi Ernst & Young.

Selain aktif dalam berbagai gerakan sosial, ia juga aktif berderma  dengan sesama kalangan dalam bidang property. ia aktif terlibat dalam pembentukan Ikatan Arsitek Indonesia, Asosiasi Real Estate Indonesia (REI), Asia Pacific Real Estate Foundation (APREF), dan ia terpilih sebaagai orang pertama dari Indonesia yang terpilih sebagai Ketua Federasi International Asosiasi Real Estate (FIABCI) pada tahun 1989-1990. Dengan kiprahnya tersebut, ia dijuluki sebagai Bapak Real Estate Indonesia.

Dalam bidang keolahragaan, ia turut serta mengelola Jaya Raya Foundation dan Jaya Raya Badminton Club yang telah menghasilkan beberapa juara tingkat dunia, seperti juara dunia ganda pria Olimpiade 2008 dan juara ganda pria pada Asian Games 2010. Ia juga penggagas dari pendirian AYUB (Yayasan Asosiasi Bangsa).

Ciputra juga menciptakan beberapa buku bertema kewirausahaan yang berjudul Ciputra: The Entrepreneur – Passion of My Life Ciputra (2008) dan Ciputra Quantum Leap: Entrepreneurship Mengubah Masa Depan Bangsa dan Masa Depan Anda (2009). Selain itu, terdapat bebrapa buku yang memuat mengenai biografinya dan buku yang mengulas tentang praktik entrepreneurship.

Ciputra juga dikenal sebagai seorang pengusaha yang menyukai seni. Ia mendirikan Ciputra Artpreneur yang terdiri dari Theatre berstandar internasional, galeri untuk berbagai acara, dan museum yang memamerkan beragam karya seni kontemporer dan modern koleksi pribadi miliknya. Dedikasinya dalam bidang seni menjadikannya mendapatkan penghargaan Maecenas FTI 2016.

Kekayaan Ciputra

Menurut data yang dihimpun oleh majalah Globe Asia pada tahun 2018, PT Ciputra Develompent Tbk berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp. 1,3 triliun pada kuartal pertama tahun tersebut.

Total kekayaan yang dimiliki Ciputra pada tahun 2018 sebesar RP. 20,4 triliun menurut data dari majalah Globe Asia. Ia pun menempati daftar orang terkaya di Indonesia pada nomer 31. Hingga akhir hayat Ciputra, beliau berhasil mewariskan kekayaan sekitar RP 18,32 triliun.

Kematian Ciputra

Ciputra meninggal dunia ketika berusia 88 tahun. Ia meninggal di Singapura pada hari Rabu tanggal 27 November 2019. Ia meninggal pada pukul 01.05 waktu Singapura.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai Biografi Ciputra. Semoga materi pembahasan kali ini dapat memotivasi kita untuk bekerja, belajar, dan bergerak lebih giat lagi. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: