biografi chairul tanjung

Biografi Chairul Tanjung “Si Anak Singkong”

Biografi Chairul Tanjung – Chairul Tanjung merupakan salah satu pengusaha yang mahsyur di Indonesia. Bagaimana tidak, namanya sudah tercatat di majalah Forbes sebagai salah satu konglomerat di Indonesia sejak tahun 2012.

Salah satu konglomerat Indonesia ini memang pandai sekali dalam urusan berbisnis. Buktinya, pada tahun 2018 ia dinobatkan sebagai salah satu dari 1.000 orang terkaya di dunia oleh majalah Forbes. Bidang usaha yang digelutinya juga tidak hanya dalam bidang multimedia saja, ia juga merambah bisnis properti, keuangan, retail, dan lainnya.

Berikut sedikit biografi yang menceritakan bagaimana jatuh bangunnya Chairul Tanjung dalam menjalani dan membangun usaha bisnisnya hingga dapat mencapai kesuksesannya yang sekarang ini.

Biodata Singkat Chairul Tanjung

NamaChairul Tanjung
Tempat, Tanggal LahirJakarta, 16 Juni 1962
Orang Tua- Abdul Ghafar Tanjung (Ayah)
- Halimah (Ibu)
SaudaraChairal Tanjung
IstriAnita Ratnasari Tanjung
Anak- Putri Indahsari Tanjung
- Rahmat Dwiputra Tanjung
AgamaIslam
Riwayat Pendidikan- SD Van Lith, Jakarta (1975)
- SMP Van Lith, Jakarta (1978)
- SMAN 1 Boedi Oetomo, Jakarta (1981)
- Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Indonesia (1987)
- Executive IPPM (MBA; 1993)
Pekerjaan Pemilik (CEO) Utama CT Corp

Kelahiran dan Masa Kecil

Chairul Tanjung yang juga akrab disapa CT dilahirkan pada tanggal 16 Juni 1962 di Jakarta. Ia merupakan seorang putra dari Abdul Ghafar Tanjung dan Halimah. Ayahnya berasal dari Sibolga, Sumatera Utara yang bekerja sebagai seorang wartawan pada masa orde lama yang menerbitkan surat kabar beroplah kecil. Sedangkan ibunya berasal dari Cibadak, Jawa barat yang bekerja sebagai ibu rumah tangga.

Pada masa orde baru, usaha yang dilakoni ayahnya terpaksa ditutup dikarenakan berseberangan secara politik yang berkuasa saat itu. Keadaan tersebut memaksa orang tua Chairul menjual rumah mereka untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mereka berpindah ke losmen yang sempit.

Kehidupan masa kecil Chairul Tanjung tidaklah mudah. Keadaan tersebut membuatnya dijuluki sebagai anak singkong. Julukan yang disematkan kepada dirinya tersebut bukan karena ia pernah berjualan singkong. Akan tetapi, julukan tersebut disematkan bagi orang-orang miskin yang tinggal di lingkungan kumuh di Jakarta.

Riwayat Pendidikan

biografi ct
Photo by berkuliah.com

Chairul Tanjung bersekolah di SD Van Lith, Jakarta dan berhasil menyelesaikan pendidikan tersebut pada tahun 1975. Ia pun melanjutkan pendidikannya di SMP Van Lith dan lulus pada tahun 1978. Setelah berhasil menyelesaikan jenjang SMP-nya, ia melanjutkan pendidikannya di SMA Negeri 1 Boedi Oetomo, Jakarta dan berhasil menyelesaikan jenjang tersebut pada tahun 1981.

Setelah lulus SMA, ia melanjutkan pendidikannya dengan berkuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1987. Setelah berhasil mendapatkan gelar S1 di fakultas tersebut, ia melanjutkan pendidikannya kembali dan berhasil meraih gelar MBA di Executive Institut Pendidikan dan Pembinaan Manajemen (IPPM) dan lulus pada tahun 1993.

Ketika menjalani kuliah di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Chairul Tanjung pernah mendapatkan penghargaan nasional sebagai Mahasiswa Teladan Tingkat Nasional tahun 1984-1985.

Keluarga Chairul Tanjung

keluarga chairul tanjung
Photo by akurat.co

Dibelakang pria yang hebat, terdapat istri hebat yang mendampinginya. Begitu juga dengan Chairul Tanjung, wanita hebat yang menjadi istrinya tersebut adalah Anita Ratnasari. Anita juga lulusan dari jurusan kedokteran gigi. Dahulu, ia juga berasal dari keluarga yang lebih mapan dari suaminya, Chairul Tanjung.

Tidak ada sumber yang mengatakan bagaimana pasangan ini bertemu, bisa jadi keduanya bertemu saat kuliah. Istri dari Chairul Tanjung ini juga menekuni dunia bisnis. Diketahui, ia memiliki bisnis yang dikerjakan bersama dengan istri Sandiaga Uno. Selain berbisnis, ia juga sering terjun dalam kegiatan sosial, khususnya dalam bidang pendidikan.

Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari memiliki dua orang anak dari hasil pernikahan mereka. Anak pertamanya seorang perempuan yang bernama Putri Indahsari Tanjung dan anak keduanya seorang laki-laki yang bernama Rahmat Dwiputra Tanjung.

Passion bisnis yang digeluti oleh kedua orang tuanya ini juga tercermin dalam diri anak sulungnya. Sejak berusia 15 tahun, Putri telah merintis bisnis event organizer-nya. Ia juga memiliki sebuah agensi yang bernama Creativepreneur Event Creator.

Perjalanan Karier Si Anak Singkong

chairul tanjung
Photo by portalbisnis.id

Setelah lulus dari bangku SMA, Chairul Tanjung berhasil masuk ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Pada tahun 1981, biaya untuk masuk kuliah sebesar RP 75 ribu dengan uang kuliah pertahunnya Rp 45 ribu. Untuk memenuhi biaya tersebut, ibunya sampai harus menggadaikan selembar kain halus. Mengetahui hal tersebut, ia terenyuh dan berjanji tidak lagi meminta uang kepada orang tua.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya selama kuliah, ia berjualan buku kuliah stensilan, kaos, dan fotokopi di kampus. Ia juga mendirikan toko peralatan kedokteran dan laboratorium di bilangan Senen, Jakarta Pusat namun mengalami kebangkrutan.

Kegagalannya dalam membangun bisnis tidak menjadikan Chairul Tanjung patah semangat. Ia pun mencoba peruntungannya dengan membuka usaha kontraktor meskipun ia juga mengalami kebangkrutan. Akibat kebangkrutan tersebut, ia harus bekerja di perusahaan baja dan sempat pindah ke perusahaan rotan. Perjalanan hidupnya ini juga diabadikan dalam sebuah buku yang berjudul “Si Anak Singkong”.

Setelah menyelesaikan kuliah dari UI, Chairul Tanjung bersama tiga rekannya mendirikan PT Pariarti Shindutama dengan modal awal RP 150 juta berkat pinjaman dari Bank Exim. Perusahaan tersebut memproduksi sepatu anak-anak untuk diekspor, keberuntungan pun berpihak kepada mereka karena perusahaan yang mereka dirikan langsung mendapatkan pesanan 160 ribu pasang dari Italia.

Membangun Perusahaan Sendiri

logo para group
Photo by thingstheynevertoldu.blogspot.com

Akan tetapi, karena perbedaan visi dengan rekan-rekannya tentang ekspansi usaha, Chairul Tanjung memilih untuk melepaskan diri dari perusahaan tersebut dan mendirikan usaha sendiri yang diberi nama Para Group. Kepiawaiannya dalam membangun relasi jaringan dan pengusaha menjadikan bisnis yang baru dibangunnya semakin berkembang.

Chairul merupakan sosok yang mau berkawan dengan siapapun, bahkan dengan petugas pengantar surat. Perilakunya ini pun menjadikan usaha yang digelutinya berkembang dan semakin lancar. Ia juga membangun relasi yang baik dengan berbagai perusahaan, baik dengan perusahaan yang sudah memiliki nama maupun perusahaan yang belum terkenal.

Chairul merngarahkan usahanya ke konglomerasi yakni perusahaan yang memiliki beragam bisnis dan memungkinkan tidak ada kaitan antara satu dengan lainnya. Chairul Tanjung memposisikan perusahaan yang digelutinya pada tiga bisnis utama yakni keuangan, properti, dan multimedia.

Perusahaan konglomerasi yang dibangun oleh Chairul Tanjung ini memiliki Para Inti Holdindo sebagai father holding company. Para Inti Holdindo ini membawahi tiga sub-holding. Ketiga sub-holding tersebut terdiri dari Para Global Investindo (sektor keuangan), Para Inti Investindo (sektor media dan investasi), dan Para Inti Propertindo (sektor properti).

Dalam menjalani perkembangan bisnisnya, Chairul lebih senang mengakuisisi perusahaan lainnya daripada membangun bisnis dari awal. Hal ini dikarenakan tidak adanya waktu untuk membangun usaha bisnisnya dari nol.

Puncak Kesuksesan

ct group dan anak perusahaannya
photo by ag-xin.blogspot.com
Kehormatan kita adalah Kepribadian Kita. Saat Kepribadian saja tidak punya, tak akan mungkin punya Kehormatan. – Chairul Tanjung

Dalam sektor keuangan, ia mengambil alih kepemilikan Bank Karman pada tahun 1996 dan mengubah namanya menjadi Bank Mega pada tahun 1997. Dibawah Perusahaan Para Group, Chairul Tanjung memiliki beragam perusahaan dalam bidang finansial. Perusahaan-perusahaan tersebut diantaranya adalah Asuransi Umum Mega, Asuransi Jiwa Mega Life, Para Multi Finance, Bank mega, Mega Capital Indonesia, Bank Mega Syariah, dan Mega Finance.

Ketika terjadi krisis moneter tahun 1998, dimana banyak pengusaha yang memindahkan investasinya ke Singapura, Chairul lebih memilih untuk tetap bertahan di Indonesia. Ia mengelola Bank Mega dengan maksimal. Keputusan ini merupakan hasil dari pandangan dia jika seorang pengusaha harus pantang menyerah dan memiliki target yang jelas meskipun dalam kondisi yang sulit.

Dalam bidang properti dan investasi, perusahaan milik Chairul Tanjung membawahi Para Bandung Propertindo, Para Bali Popretindo, Batam Indah Investindo, dan Mega Indah Propertindo. Sedangkan dalam bidang penyiaran dan multimedia, Para Group memiliki Trans TV, Trans7, Mahagaya Perdana, Trans Fashion, Trans Lifestyle, dan Trans Studio.

Khusus dalam sektor bisnis property, Para Group memiliki Bandung Supermall yang diluncurkan pada tahun 1999 sebagai Central Business District. Pembangunan ini menghabiskan luas tanah sekitar 3 hektar dengan menghabiskan Rp 99 miliar.

Dalam bidang investasi, Para Group melalui anak perusahaannya yakni Trans Corp membeli saham Carefour Indonesia sebesar 40% dengan MoU (Memmorandum of Understanding) pada awal tahun 2010. Pembelian saham tersebut ditandatangani pada tanggal 12 Maret 2010 di Prancis.

Perubahan Nama Perusahaan

logo ct group
Photo by id.wikipedia.org

Pada tanggal 1 Desember 2011, Chairul Tanjung meresmikan perubahan nama Perusahaan Para Group menjadi CT Group. Perusahaan tersebut terdiri dari tiga perusahaan sub holding yakni Mega Corp, Trans Corp, dan CT Global Resources yang meliputi layanan finansial, media, ritel, gaya hidup, hiburan, dan sumber daya alam.

Pada tahun 2010, majalah Forbes menetapkan Chairul Tanjung sebagai salah satu orang terkaya di dunia. Ia berhasil meraih posisi ke-937 sebagai orang terkaya di dunia oleh majalah tersebut. Satu tahun kemudian, menurut majalah Forbes kekayaan Chairul Tanjung meningkat menjadi lebih dari dua kali lipat dengan total kekayaan USD 2,1 miliar. Tahun 2014, ia ditempatkan menjadi orang terkaya di dunia ke-375 dengan total kekayaan USD 4miliar.

Menurut Chairul, membangun dan mengembangkan suatu jaringan adalah hal yang penting. Selain itu, memiliki hubungan rekan yang baik juga sangat diperlukan. Bagi Chairul, hubungan pertemanan yang baik akan membantu proses berkembangnya bisnis yang sedang dikerjakan. Ketika performa bisnis dalam kondisi yang tidak baik, maka jejaring dapat diandalkan. Ia juga memiliki idealisme dalam hal berinvestasi jika peruusahaan lokal juga mampu bersinergi dengan perusahaan multinasional. Dan juga tidak menutup kemungkinan dapat bekerja sama dengan perusahaan multinasional dari luar negeri.

Modal juga hal yang penting dalam membangun dan mengembangkan usaha, tetapi kerja keras juga merupakan hal pokok yang harus dimiliki seseorang jika ingin sukses. Selain itu, membangun kepercayaan sama halnya dengan membangun sebuah integritas.

Menjadi Menko Perekonomian

Pada tanggal 16 Mei 2014, Chairul Tanjung ditunjuk oleh Presiden Bambang Yudhoyono yang saat itu menjabat sebagai Ketua Komite Ekonomi Nasional (KEN) menjadi Menko Perekonomian. Ia menggantikan Hatta Rajasa yang secara resmi mengundurkan diri dari jabatan tersebut karena mencalonkan diri menjadi pasangan calon wapres bersama wapres Prabowo dalam pilpres 2014.

Pelantikan terhadap Chairul Tanjung menjadi Menko Perekonomian dilaksanakan di Istana Negara pada hari Senin, 19 Mei 2014. Pelantikan ini didasarkan atas Keputusan Presiden Nomor 41 Tahun 2014. Pada tanggal 27 Oktober 2014, posisi Chairul Tanjung sebagai Menko Perekonomian digantikan oleh Sofyan Djamil.

Mendirikan Yayasan Amal

ct arsa foundation
Photo by ctarsafoundation.org

Menjadi salah satu pengusaha yang sukses di Indonesia, tidak membuat Chairul Tanjung melupakannya untuk beramal. Bersama istrinya, Anita Ratnasari, ia mendirikan CT Arsa Foundation. Nama yayasan tersebut merupakan singkatan dari Chairul Tanjung dan Anita Ratnasari.

Dulunya, yayasan amal ini dibentuk untuk membantu anak-anak yang menjadi korban tsunami di Aceh pada tahun 2004. Sebanyak 600 anak dirawat akibat musibah tersebut. Anak-anak tersebut pun dibawa ke Sumatera Utara dan tinggal di sebuah asrama yang dinamakan Rumah Anak Madani.

Rumah Anak Madani inilah yang menjadi awal mula berdirinya SMA Unggulan Arsa Foundation di Deli, Serdang. Sekolah yang dibangun ini juga diprakasai oleh CT dan Anita. Pada tahun 2010, CT Arsa Foundation kembali membuka SMA Unggulan khusus untuk anak-anak cerdas yang kurang mampu. SMA Unggulan CT Arsa yang kedua ini dibangun di Solo, Jawa Tengah.

Penghargaan

Pada tanggal 18 April 2015, Chairul Tanjung dikukuhkan sebagai salah satu guru besar dalam bidang ilmu kewirausahaan Universitas Airlangga (Unair) di Surabaya. Ia ditetapkan sebagai guru besar ke-438 Unair. Acara pengukuhan tersebut dilaksanakan di ruang Garuda Mukti, Gedung Rektorat, kampus C Unair.

Pada tahun 2015, Chairul tanjung juga mendapatkan penghargaan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Award.

Buku “Si Anak Singkong”

buku si anak singkong
Photo by bukalapak.com

Kisah hidup dan biografi Chairul Tanjung yang penuh inspiratif dan penuh motivasi akhirnya dibukukan. Buku yang berjudul “Chairul Tanjung Si Anak Singkong” ini diterbitkan oleh Penerbit Buku Kompas yang disusun oleh wartawan Kompas Tjahja Gunawan Adireja.

Buku yang menceritakan tentang kisah perjalanan hidup Chairul Tanjung ini diluncurkan tepat ketika Chairul Tanjung berusia setengah abad, yakni pada tanggal 20 Juni 2012.

Demikianlah sedikit ulasan mengenai biografi salah satu tokoh Indonesia dalam sektor perekonomian, Chairul Tanjung. Selain Chairul Tanjung, terdapat beberapa konglomerat di Indonesia yang juga berpengaruh dalam pertumbuhan perekonomian di Indonesia seperti Bob Sadino dan Ciputra.

Semoga materi kali ini dapat menambah wawasan dan memotivasi diri kita untuk lebih giat lagi dalam mengejar mimpi. Aamiin.

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan komentar

error: Content is protected !!