Alat Musik Orkestra, Apa saja Jenisnya?

alat musik orkestra

Alat Musik Orkestra – Musik merupakan salah satu hal yang tidak lagi asing dalam kehidupan kita. Penyajiannya pun sudah beragam dan berupa-rupa. Terdapat satu sajian musik yang sudah berlangsung selama berabad-abad dan masih tetap bertahan sampai sekarang, yakni orkestra.

Untuk anda yang sering menonton film, terutama film klasik pasti tidak akan asing dengan sajian pertunjukan musik. Pertunjukan musik tersebut disebut sebagai orkestra. Nah, bagi kamu yang ingin mengenal lebih jauh mengenai orkestra dan apa saja musik instrument di dalamnya, berikut ulasan lengkapnya.

Pengertian orkestra

Orkes berasal dari bahasa Belanda orkest yang berarti sama. Kata orkest bermuara dari bahasa Yunani kuno, ὀρχήστρα orkhestra, yang berarti area tempat duduk penonton dan panggung yang digunakan oleh penyanyi koor dan pemain musik.

Dalam Kamus Besar Bahasaa Indonesia (KBBI), orkes adalah kelompok pemain musik yang bermain bersama pada seperangkat alat musik atau alat musik yang memainkannya secara bersamaan.

Orkestra merupakan sekelompok pemain musik yang memainkan berbagai musik secara bersamaan. Para pemain musik ini disebut sebagai musisi. Para musisi orkestra biasanya memainkan musik klasik. Akan tetapi, zaman yang terus berkembang membuat orkestra juga berkembang dengan tidak hanya memainkan musik klasik, namun juga berbagai jenis musik lainnya.

Sejarah Singkat Musik Orkestra

Musik orkestra mulai muncul pada abad ke-15 dan abad ke-16 M. Pada awalnya, permainan musik orkestra merupakan ide dari para bangsawan yang menyewa beberapa musisi untuk memainkan musik di acara pesta dansa mereka.

Kemudian, pada abad ke-17 M, musik orkestra berkembang menjadi pengiring teater atau opera. Meskipun terbilang sebagai musik klasik yang jarang diketahui oleh orang-orang, musik orkestra mulai dikenal oleh masyarakat.

Peran-Peran dalam Musik Orkestra

Berikut peran-peran dalam permaianan musik orkestra:

  • Konduktor

konduktor pertunjukan orkestra
Photo by artesitalia from Pixabay

Konduktor adalah pemimpin yang mengatur para musisi ketika pertunjukan orkestra. Dengan dipandu oleh konduktor, para musisi akan memahami kapan porsi dari masing-masing alat yang akan dimainkan oleh mereka.

Konduktor akan memberi kode kepada musisi kapan mereka harus memainkan alat musik yang bersuara keras dan kapan mereka harus memainkan alat musik yang bersuara lembut. Dengan demikian, posisi konduktor dalam permainan orkestra dapat dikatakan sangat penting.

Seorang konduktor tidak harus pandai memainkan alat musik, tetapi ia harus dapat membaca notasi musik. Selain itu, konduktor juga harus memahami karakter dari setiap instrument musik yang ada.

  • Anggota

Jumlah anggota dalam permainan orkestra juga bermacam-macam. Orkestra kecil atau orkestra kamar memiliki anggota 50 orang atau kurang. Sedangkan orkestra simponi memiliki anggota yang dapat mencapai 100 orang.

Jenis-Jenis Orkestra

pertunjukan orkestra
Photo by 윤재 손 from Pixabay

Terdapat beberapa jenis orkestra, yakni:

  • String Orkestra

String orkestra atau orkes gesek merupakan satuan orkes yang terdiri dari sejumlah alat musik yang digesek.

  • Simphony Orkestra

Simphony Orkestra adalah standar orkes besar yang dikenal sejak abad ke-15 M. Jumlah pemain Simphony Orkestra dapat mencapai 100 orang.

  • Chamber Orkestra

Chamber Orkestra atau orkes kamar adalah orkes dalam ukuran yang lebih kecil dengan jumlah pemain yang terbatas. Jumlah pemain Chamber Orkestra mencapai 50 orang atau bisa kurang dari itu.

  • Theater Orkestra

Theater Orkestra atau Light Musik Orkestra merupakan satuan musik yang masih sejenis dengan simfoni dimana dengan mengikutsertakan alat musik saxophone dan combo band.

  • Philharmonic Orkestra

Philharmonic Orkestra merupakan orkes lengkap yang menggunakan alat musik yang lebih beragam dari musik simfoni.

  • Cosmopolitan Orkestra

Cosmopolitan Orkestra merupakan orkes lengkap yang terdiri dari berbagai macam alat musik, baik itu alat musik orkes simfoni sebagai intinya atau ragam alat musik tradisional lainnya.

Macam-Macam Alat Musik Orkestra

sheet music
Photo by Rebecca Jasso from Pixabay

Alat musik dalam orkestra memiliki banyak sekali macam-macamnya. Diantaranya adalah strings, yakni alat musik yang digesek seperti biola, cello, dan viola. Ada juga alat musik perkusi atau pukul seperti drum dan piano. Ada juga alat musik woodwinds, yakni alat musik yang ditiup seperti terompet, flute, dan trombon.

Meskipun terdiri dari berbagai alat musik, suara yang dihasilkan dari alat-alat musik tersebut tetap indah. Hal ini dikarenakan setiap musisi memiliki porsi sendiri dalam memainkan alat musik tersebut. Jadi, tidak ada kekhawatiran suara musik yang dihasilkan akan kacau.

Klasifikasi Alat Musik Orkestra

Dari berbagai macam alat musik orkestra, alat musik tersebut diklasifikasikan lagi ke berbagai macam. Berikut klasifikasi lengkapnya:

  • Instrumen String

Dalam permainan orkestra, instrument musik yang tergolong dalam kategori strings atau alat musik gesek adalah keluarga viola atau biola. Dalam bahasa Inggris, instrument ini disebut sebagai bowed instrument. Meskipun demikian, banyak juga alat musik yang tergolong dalam instrument strings yang dimainkan menggunakan alat penggesek (bow) atau tanpa alat tersebut yang dikenal dengan sebutan kordofon (chordophone).

Bow atau busur yang digunakan sebagai alat penggesek berbentuk seperti anak panah. Pada bagian penggesek menggunakan bahan yang terbuat dari rambut ekor kuda.

Suara yang dihasilkan dari alat musik gesek bergantung dengan panjang senar, berat, ketebalan, dan tekanannya ketika menggesek senar tersebut. Biasanya, badan alat musik gesek terbuat dari bahan kayu seperti kayu cemara Eropa, kayu arang atau ebony, dan pohon maple.

Pada mulanya, senar dari alat musik gesek terbuat dari usus domba. Akan tetapi dengan perkembangan zaman yang terus maju dan untuk memenuhi kebutuhan suara gesekan yang dihasilkan, senar alat musik gesek pun dibuat dari kawat baja atau kawat perak.

Violin atau Biola

Biasanya, biola menjadi instrument yang memimpin dalam sebuah orkestra. Dalam satu grup orkestra, jumlah pemain biola berkisar 30-an biola. Biola memiliki empat buah senar yang mana mampu menhasilkan nada dengan tinggi dapat mencapai 4 oktaf. Karena nada suaranya yang tinggi, biola menggunakan tanda kunci G (treble cleff). Biola menggunakan empat senar dengan nada berturut-turut dari bawah, yakni: g – d’ – a’ – e

Dalam mengekspresikan rasa permainan musik, biola mampu memberikan berbagai ekspresi baik itu dari musik yang sangat lembut hingga tegas. Akan tetapi, hasil tersebut tergantung dengan kemampuan dari pemain biola yang memainkannya. Violinis merupakan sebutan bagi para pemain biola.

Dalam sejarah masih tidak diketahui siapa sebenarnya orang yang menemukan biola. Namun, di awal kemunculan biola terdapat seorang pembuat biola yang terkenal bernama Andrea Amati (1525-1611 M). Selain sebagai pembuat biola, Andrea Amati juga mendirikan Cremonese School of Violin Making.

Viola

Viola adalah jenis biola alto yang memiliki ukuran sedikit lebih besar dari violin atau biola. Meskipun memiliki ukuran badan yang lebih besar dari violin, viola menghasilkan nada yang lebih rendah dibandingkan biola. Tanda kunci yang digunakan biola alto yakni tanda kunci C (Alto Cleff). Biola alto menggunakan empat senar yang bila diurutkan dari bawah ke atas akan memiliki nada: c – g – d’ – a’.

Teknik dalam memainkan viola juga memiliki sedikit perbedaan dengan biola. Ukuran viola yang lebih besar dari biola mengharuskan jari-jari pemain juga harus lebih melebar untuk memainkannya. Selain itu, senar viola yang tidak seresponsif biola menjadikan pemain viola harus memiliki banyak teknik. Pemain viola juga harus banyak latihan agar dapat memahami dan menyesuaikan karakter viola yang berbeda dengan biola.

Cello

Cello merupakan alat musik yang masih tergolong dalam keluarga biola. Akan tetapi, nada yang dihasilkan cello adalah nada rendah (bass) dimana tinggi nadanya satu oktaf di bawah biola alto atau viola. Cello menempati sebagai alat musik terbesar kedua dari istrumen alat musik gesek. Terdapat dua cara untuk memainkan alat musik cello, yakni digesek menggunakan bow atau dimainkan dengan cara dipetik.

Tanda kunci yang digunakan dalam cello biasanya adalah tanda kunci F (Bass cleff). Untuk nada-nada tinggi juga bisa menggunakan Alto Cleff atau bahkan Treble Cleff. Nada yang dihasilkan dari empat senar yang berurutan dari bawah ke atas adalah nada: C – C – d- a.

Ukurannya yang sangat besar membuat permainan alat musik ini dimainkan secara berbeda dengan biola atau viola. Ujung bagian bawah cello diletakkan di lantai ketika dimainkan, sedangkan badan cello diletakkan diantara kedua kaki pemainnya.

Pada abad ke-16 M, alat musik cello pertama kali dikenalkan oleh Andrea Amati dari Cremona. Pada tahun 1527, Andrea Amati membuat cello yang terkenal bernama “King Amati”. Hingga saat ini, cello “King Amati” masih disimpan di Metropolitan Museum of Art di New York.

Double Bass atau String Bass

Nama lain dari double bass yakni contrabass atau bass. Alat musik ini merupakan alat musik terbesar dalam instrumen string (gesek). Bass termasuk dalam instrument yang penting dalam satuan orkestra karena bass dapat menghasilkan bunyi dengan nada paling rendah.

Tanda kunci yang digunakan dala contrabass yakni tanda kunci F (Bass cleff). Contrabass juga menggunakan empat buah senar yang jika diurutkan nadanya dari bawah ke atas yakni E – A – d – g.

Biasanya, posisi bass diletakkan di lantai ketika dimainkan karena ukuran badannya yang cukup tinggi dan besar. Ketika memainkannya, pemain bass akan mengambil posisi duduk pada kursi yang tinggi atau bisa juga dimainkan dengan cara berdiri. Selain dimainkan dengan cara dipetik, bass juga dapat dimainkann dengan cara digesek menggunakan bow.

Harpa

Harpa menjadi salah satu alat musik terbesar dalam jajaran instrument alat musik orkestra. Alat musik harpa modern memiliki 46 senar dan memiliki jangkauan nada hingga 6 ½ oktaf. Cara memainkan dari alat ini yakni dengan cara dipetik tanpa menggunakan alat gesek.

Alat musik harpa diperkirakan sudah ada sejak 3000 SM sehingga ia dijuluki sebagai salah satu musik tertuua di dunia. Perkiraan ini dibuktikan dengan adanya lukisan dinding di piramida meskipun bentuk ari lukisan tersbut berbeda dengan harpa yang kita kenal saat ini.

  • Instrumen Woodwind

Woodwind merupakan pengertian alat musik tiup yang terbuat dari kayu. Meskipun demikian, woodwind saat ini tidak hanya untuk alat musik tiup yang terbuat dari kayu, namun sudah dikombinasikan dengan bahan logam, plastik, pun kombinasi lainnya.

Bentuk alat musik woodwind mirip seperti pipa silinder yang memanjang. Pada salah satu ujung pipa akan tersemat pipa yang lebih kecil sebagai tempat lubang peniup (mouthpiece).

Terdapat empat jenis alat musik orkestra dalam instrument woodwind. Berikut keempat alat musik tersebut:

Flute

Flute lebih dikenal dengan sebutan seruling dalam bahasa Indonesia. Meskipun tidak terbuat dari kayu, flute termasuk dalam instrumen woodwind. Pada umumnya, flute terbuat dari bahan logam seperti perak atau emas.

Untuk menghasilkan bunyi, pemain harus meniup pada mouthpiece flute di bagian ujung samping. Dengan meniup mouthpiece flute akan memungkinkan udara mengalir ke lubang salah satu ujung lubang flute yang lain sehingga mengeluarkan suara. Suara yang dihasilkan dari flute terdengar seperti sebuah siulan. Flute cukup memiliki karakter suara yang khas, berkarakter suara tinggi, dan menggunakan tanda kunci G (treble cleff) untuk notasinya.

Salah satu jenis flute yang mampu mengeluarkan nada tinggi adalah piccolo. Terkadang, pemain flute juga merangkap memainkan piccolo ketika sedang dalam pementasan orkestra. Dalam sejarah, flute mulai digunakan sebagai permainan orkestra sejak tahun 1681 M.

Oboe

Pada tahun 1670, oboe mulai dikenal untuk pertama kalinya di Paris. Meskipun demikian, masih tidak diketahui siapa sebenarnya yang pertama kali menciptakan alat musik ini. Dalam kurun waktu 10 tahun, penggunaan oboe sebagai instrument musik orkestra mulai menyebar ke daratan Eropa.

Oboe diambil dari bahasa Perancis “hautbois” yang memiliki arti instrument bernada tinggi. Suara yang dihasilkan oboe berupa suara yang bening dan tajam. Oleh karena itu, alat musik ini sering dijadikan sebagai patokan alat musik lain di sebuah orkestra untuk men-tuning apa.

Salah satu jenis oboe yang sering digunakan dalam instrument orkestra adalah cor anglais (English horn). Cor anglais menghasilkan tinggi nada yang lebih rendah dibandingkan oboe.

Clarinet

Clarinet terbuat dari bahan kayu dan dimainkan dengan cara posisi vertikal. Pada tahun 1690 M, clarinet pertama kali diciptakan oleh seseorang pembuat alat musik dari Nuremberg bernama Johan Christoph Denner bersama dengan anakanya, Jacob. Alat musik clarinet terbuat dari kayu Blackwood Afrika dan alat musik ini berjenis single-reed.

Clarinet mampu menghasilkan suara yang jernih dan romantic. Akan tetapi, suara yang dihasilkan tetap bergantung pada teknik pemain clarinet dalam meniupnya. Clarinet terbagi menjadi dua, yakni clarinet in A (nada C di clarinet = nada A di piano) dan clarinet in Bes (nada C di clarinet = nada Bes di piano).

Terdapat beberapa jenis clarinet, diantaranya adalah bass clarinet dan contrabass clarinet. Kedua jenis clarinet tersebut menghasilkan tinggi nada yang lebih rendah dibandingkan dengan clarinet biasa.

Basson

Basson seringkali dijuluki sebagai badut orkestra atau The Clown of the Orkestra. Tinggi nada yang dihasilkan dari alat musik ini adalah nada paling rendah (bass). Peran dari basson sebagai alat musik orkestra yakni untuk melengkapi keragaman dari seluruh instrument satuan orkestra.

Dalam hal ukuran, basson menjadi alat musik terbesar dalam instrument woodwind terutama jenis basson dengan nada paling rendah, yakni contra-basson. Bentuk alat musik serupa dengan pipa panjang yang melekuk dan terdapat banyak tuts.

Basson dapat menghasilkan suara yang kaya dan vibrato yang lembut. Suara ini cenderung mirip dengan suara vocal penyanyi bernada bariton.

  • Instrumen Brass

Instrument brass merupakan alat musik tiup seperti woodwind, tetapi perbedaannya ia terbuat dari bahan kuningan. Suara yang dihasilkannya sangat keras sehingga alat musik ini cenderung mendominasi satuan suara dari jajaran alat musik orkestra.

Perbedaan lainnya terletak pada bagian mouthpiece antara instrument bass dan instrument woodwind. Instrument woodwind memiliki ujung mouthpiece yang tipis yang mana disisipkan ke dalam mulut ketika meniupnya. Sedangkan insrumen brass memilki ujung mouthpiece yang lebar sehingga pemain harus menempelkan bibir luarnya pada ujung peniup.

Pada dasarnya, alat musik brass berbentuk pipa sangat panjang dengan corong yang melebar di ujung pipa. Oleh karena itu, untuk memudahkan pemain dalam memegang dan memainkannya maka pipa yang panjang itu dibuat meliuk-liuk dengan berbagai bentuk.

Alat musik yang termasuk dalam instrument brass yakni terompet, French horn, trombone, dan tuba.

Terompet

Dalam sejarah, terompet atau trumpet sudah dikenal sejak zaman Mesir kuno. Hal ini dapat dilihat dari lukisan-lukisan dinding yang terdapat dalam makam raja-raja Mesir kuno. Pada masa itu, terompet dianggap sebagai sesuatu yang sakral dan hanya dapat digunakan untuk penyembahan dewa Osiris. Terompet kuno terbuat dari bahan tembaga atau perak dengan panjang sekitar 50-60 cm.

Dari seluruh alat instrument brass, terompet termasuk dalam alat musik terkecil dalam instrument brass. Meskipun demikian, terompet dapat menyumbangkan nada dengan pitch tertinggi diantara alat musik instrument brass lainnya. Karakter suara yang dimiliki terompet terdengar kencang dan melengking.

Pada masa ini, umumnya terompet terbuat dari bahan kuningan yang bentuknya memiliki dua lekukan. Jika lekukan ini diluruskan, maka panjang terompet dapat mencapai hampir 2 meter. Dalam permainan orkestra, biasanya terdapat dua sampai empat pemain terompet.

French Horn

Horn merupakan salah satu alat musik orkestra dengan bentuk yang sangat unik. Alasan horn memiliki bentuk yang unik antara lain tuts horn dimainkan dengan tangan kiri dan corong yang biasanya menghadap ke depan. Ketika dimiankan, corong horn dihadapkan terbalik ke belakang. Horn merupakan salah satu instrument musik yang cukup sulit untuk dimainkan.

Seperti namanya, French horn adalah alat musik yang berasal dari Perancis. Bentuk French horn yang meliuk-liuk membuatnya terlihat begitu unik. Jika pipa horn dibuat lurus, maka ukuran panjang dari pipa tersebut dapat mencapai hingga 550 cm. Pada umumnya, dalam permainan orkesra terdapat 2-8 pemain French horn.

Trombone

Trombone berarti terompet yang besar. Kata trombone diambil dari bahasa Italia “Tromba” yang artinya terompet, dan “one” yang artinya besar. Alat musik ini memiliki ukuran yang cukup panjang. Berbeda dengan alat musik pada umumnya yang memiliki tuts untuk memainkannya, trombone justru didorong ke depan dan ditarik ke belakang ketika memainkannya.

Pada abad ke-15 M, trombone pertama kali diciptakan untuk menghadirkan nada rendah dalam orkestra demi memenuhi kebutuhan komposer.  Meskipun trombone memiliki ragam bentuk yang berubah-ubah, konsep dasar dalam memainkannya tetaplah sama.

Trombone biasanya terbuat dari bahan kuningan yang panjang. Apabila seluruh lekukannya dibuat lurus, maka uukuran trombone dapat mencapai hingga 275 cm. Dalam permainan orksetra, biasanya terdapat tiga pemain trombone.

Tuba

Diantara isntrumen brass lainnya, tuba memiliki ukuran terbesar. Peran tuba dalam instrument musik yakni menghadirkan nada terendah (bass) dalam satuan orkestra. Cara memainkan tuba yakni dengan digendong atau dipangku karena ukurannya yang besar, terutama corong bagian ujungnya yang melebar.

Diantara keseluruhan alat musik orkestra, tuba mampu menghasilkan suara terendah dan berat. Ukuran panjang tuba yang berliku-liku dapat dibuat beragam, sedangkan panjangna sekiar 250-550 cm. Semakin panjang ukuran tuba, maka nada yang dihasilkan akan semakin rendah.

Dalam permainan orkestra, biasanya hanya terdapat satu pemain tuba. Oleh karena itu, seorang pemain tuba harus mempunyai pernafasan yang baik. Hal ini dikarenakan untuk menghasilkan tuba suara yang lantang dan seimbang, harus dibutuhkan tenaga pernafasan yang cukup kuat.

  • Instrumen Perkusi

Perkusi merupakan jenis alat musik yang memainkannya dengan cara dipukul, dikocok, atau digesek. Instrument musik perkusi merupakan alat musik yang memiliki anggota teranyak dari instrument musik orkestra lainnya.

Untuk menjadi pemain perkusi maka dibutuhkan pengalaman dan latihan yang banyak. Hal ini dikarenakan pemain perkusi harus mampu mengontrol kekuatan dan ketepatan dalam menabuh alat musiknya. Dengan begitu, suara yang dihasilkan dari alat musik perkusi sesuai dengan keharmonisan orkestra.

Menentukan ritme dan tempo ketukan dalam sebuah aransemen merupakan tanggung jawab dari pemain alat musik perkusi. Pemain perkusi juga terkadang merangkap memainkan beberapa alat musik sekaligus.

Dalam permainan orkestra, alat musik perkusi yang paling sering digunakan antara lain Tmani, Xylophone, Cymbals, Triangle, Snare Drum, bass drum, Tambourine, Maracas, Gong, Chimes, Celesta, dan Piano. Alat musik perkusi yang dapat menghasilkan nada dan suara yang dapat membunyikan not antara lain xylophone, timpani, dan piano. Sedangkan alat musik perkusi yang tidak memiliki nada antara lain Cymbals, bass drum, dan Castanets.

Berikut alat musik perkusi yang biasa dimainkan dalam permainan orkestra:

Bass Drum

Bass drum menjadi salah satu alat musik perkusi dengan ukuran diameter yang sangat lebar dan terbesar dalam instrument alat musik perkusi. Suara bass drum menghasilkan suara nada rendah yang memberikan aksen pada nada bass.

Bentuk dan bahan dasar bass drum sedikit mirip dengan snare drum. Pembeda dari bass drum dan snare drum terletak pada snarenya dimana bass drum tidak menggunakan snare atau kabel-kabel di sekitarnya seperti snare drum.

Cara memainkan bass drum cukup dengan cukup dengan dipukul menggunakan tongkat pemukul khusus. Tongkat pemukul ini di bagian kepalanya dibuat menggunakan bahan yang keras atau lembut yang mana akan mempengaruhi bunyinya. Selain tongkat, teknik dan kekuatan ketika memukul bass drum mempengaruhi hasil bunyi dari bass drum.

Dalam permainan orkestra, biasanya hanya terdapat satu pemain bass drum yang kemungkinan juga merangkap memainkan alat perkusi lainnya.

Chimes

Secara harfiah, chimes berarti lonceng. Akan tetapi chimes disini mengacu pada alat musik perkusi. Chimes memiliki bunyi seperti deringan dan beberapa lonceng dengan nada tinggi. Pada awalnya, alat ini digunakan sebagai dentingan jam.

Meskipun chimes sudah ditemukan sekitar 3000 tahun yang lalu, alat musik ini baru sampai ke daratan Eropa sekitar abad ke-11 M.

Alat musik chimes terbuat dari bahan logam yang memiliki bentuk panjang dan kecil-kecil. Logam-logam tersebut kemudian disusun secara sejajar dalam posisi digantung. Cara memainkan alat ini cukup menggunakan tongkay kecil lalu disentuh atau dipukul pada chimes.

Tubular Bells

Tubular bells adalah salah satu alat musik perkusi yang masih memiliki kesamaan yang dekat dengan chimes. Pada dasarnya, alat musik ini menghasilkan suara yang mirip dengan suara bel gereja. Tubular bells pertama kali dikenalkan di Inggris pada tahun 1886 M.

Alat musik tubular bells terbuat dari logam yang berbentuk dari kumpulan tabung. Setiap tabung ini memiliki diameter ukuran sekitar 30-80 mm.  Semakin panjang ukuran tabung maka nada yang dihasilkan akan semakin rendah. Tubuller bells menghasilkansuara yang terdengar sangat jelas dan memiliki resonansi yang baik.

Orkestra di Indonesia

Orkestra mulai masuk ke Indonesia pada awal tahun 1900-an yang dibawa oleh bangsa Belanda. Pada mulanya, bangsa Belanda membawa permainan musik orkestra ke Indonesia untuk menghibur masyarakat Belanda. Menurut sejarah, orkestra tertua yang ada di Indonesia adalah Batavian Staff Orkestra.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!