Adab Membaca Al-Quran

adab membaca al quran

Adab Membaca Al-Quran – Indonesia mengakui beberapa agama yang dianut oleh warga negaranya, salah satunya adalah Agama Islam. Sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, tentu saja menjadi kebanggaan tersendiri bagi umat islam di Indonesia.

Setiap agama mempunyai kitab sebagai patokan umatnya dalam hidup beragama, begitu juga dengan Islam. Al-Quran merupakan kitab agama milik umat Islam yang dibawa oleh Rasulullah sejak 14 abad silam. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita sebagai umat Islam untuk menghormati kitab Al-Quran yang merupakan kumpulan firman-firman Allah dengan menjaga adab-adabnya.

Contents

Pengertian Adab Membaca Al-Quran

Menurut wikipedia bahasa Indonesia, adab adalah norma atau aturan mengenai sopan santun yang didasarkan atas aturan agama terutama agama Islam. Namun, dalam perkembangannya, kata beradab dan tidak beradab dikaitkan dari segi kesopanan secara umum dan tidak khusus digabungkan dalam agama Islam.

Jadi, adab dapat diartikan sebagai norma, aturan, dan tata krama.

Sedangkan adab membaca Al-Quran adalah bagaimana kita menjaga aturan dan norma dalam berperilaku dan kaidah-kaidah bacaan ketika membaca Al-Quran. Kaidah-kaidah bacaan ketika membaca Al-Quran meliputi pemahaman Al-Quran sebagai firman Allah dan berkaitan dengan ilmu tajwid secara baik dan benar ketika membacanya.

Adab-Adab Membaca Al-Quran

adab membaca al-quran
Pict by Konsultasisyariah.com

Adab-Adab dalam membaca Al-Quran terbagi menjadi tiga, yaitu:

1.Adab Sebelum Membaca Al-Quran

  • Berniat membaca Al-Quran hanya untuk mengharap ridho dan pahala dari Allah, tanpa ada maksud lain.

  • Disunnahkan membaca Al-Quran dalam keadaan suci (Berwudhu)

Lalu, bagaimana hukum wanita yang ingin membaca Al-Quran dalam keadaan sedang haid atau datang bulan?

Ulama bersepakat jika wanita yang sedang berhadats diperbolehkan untuk membaca Al-Quran. Namun, dia tidak boleh menyentuh Al-Quran. Jika dia membaca Al-Quran lewat aplikasi di handphone, sebagian ulama memperbolehkan untuk memegangnya. Karena hakikat mushaf Al-Quran dengan Al-Quran yang berada di handphone berbeda.

Dalil yang mendukung pernyataan ini adalah:

عَنْ أَبِى بَكْرِ بْنِ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرِو بْنِ حَزْمٍ عَنْ أَبِيهِ عَنْ جَدِّهِ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- كَتَبَ إِلَى أَهْلِ الْيَمَنِ كِتَابًا فَكَانَ فِيهِ لاَ يَمَسُّ الْقُرْآنَ إِلاَّ طَاهِرٌ
Dari Abu Bakr bin Muhammad bin ’Amr bin Hazm dari ayahnya dari kakeknya, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menulis kepada penduduk Yaman yang didalamnya tertulis “Tidak boleh menyentuh Al-Quran kecuali orang yang suci” (HR. Daraquthni No. 449. Hadits ini dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)

  • Disunnahkan saat membaca Al-Quran, mulut dalam keadaan bersih.

Bau mulut dapat dibersihkan dahulu dengan bersiwak atau semacamnya.

  • Memillih tempat yang bersih dan suci

  • Menghadap kiblat dan duduk dalam keadaan tenang

2. Adab Ketika Membaca Al-Quran

adab membaca al-quran
Pict by ummuhabibah.com
  • Membaca Al-Quran dengan tartil dan penuh perenungan dan penghayatan

Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam firman Allah yang berbunyi:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلً

“Dan bacalah Al-Quran itu dengan tartil (perlahan-lahan)” (QS. Al-Muzzamil 04)

Dan juga firman Allah yang berbunyi:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآَنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al-Quran ataukah hati mereka terkunci?” (QS. Muhammad: 24)

  • Disunnahkan membaca Al-Quran diawali dengan kalimat isti’adzah, yaitu ‘Audzubillahi minas syaiton nirrojiim

Perintah ini tertuang dalam ayat Al-Quran:

فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآَنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

Maka apabila kamu hendak membaca Al Quran, mintalah perlindungan kepada Allah dari syaiton yang terkutuk.” (QS. An-Nahl: 98)

  • Membaca kalimat Bismillahir rahmanir rahiim setiap awal surat kecuali surat Bara’ah atau surat At-Taubah

Namun, jika memulai bacaan Al-Quran berada di pertengahan surat maka cukup dengan mengucapkan kalimat isti’adzah.

  • Membaguskan suara ketika membaca Al-Quran

Hal ini disandarkan pada hadits yang berbunyi:

زَيِّنُ الْقُرْآنَ بِأَصْوَاتِكُمْ

“Hiasilah (perindah) Al-Quran denga suaramu” (HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

  • Disunnahkan untuk bersujud ketika membaca ayat sajdah

Jika disaat membaca ditemukan ayat sajdah, maka disunnahkan untuk bersujud. Begitupun jika imam sholat membaca ayat sajdah, maka imam tersebut disunnahkan untuk sujud.

Doa sujud tilawah yaitu:

سَجَدَ وَجْهِى لِلَّذِى خَلَقَهُ وَصَوَّرَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ تَبَارَكَ اللَّهُ أَحْسَنُ الْخَالِقِينَ

“Wajahku bersujud kepada Dzat yang telah menciptakannya, yang membentuknya, yang telah menciptakan pendengaran dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya (Mahasuci Allah, sebaik-baik pencipta)”(HR. Abu Daud, Tirmidzi, dan An-Nasai)

  • Menyimak dan mendengarkan dengan baik

Jika kita sedang mendengarkan Al-Quran, maka simaklah dengan baik bacaan ayat Al-Quran tersebut. Hal ini berdasarkan firman Allah yang berbunyi:

وَاِذَا قُرِئَ الْقُرْاٰنُ فَاسْتَمِعُوْا لَهٗ وَاَنْصِتُوْا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُوْنَ

“Dan apabila dibacakannya Al-Quran kepadamu, maka dengarkanlah (Al-Quran itu) dan diamlah, agar kamu juga mendapatkan rahmat” (QS. Al-A’raf: 204)

  • Disunnahkan untuk membaca Al-Quran dari mushaf

Membaca Al-Quran lewat aplikasi di handphone sah-sah saja. Akan tetapi pahala orang yang membaca Al-Quran dengan mushaf lebih utama dari orang yang membaca Al-Quran lewat aplikasi di handphone.

Dalil yang menjelaskan pernyataan tersebut adalah:

من سره أن يحب الله و رسوله ، فليقرأ في المصحف

“Barang siapa yang ingin dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, maka bacalah mushaf” (Silsilah Al-Ahadits Ash-Shahihah, no. 2342. Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa sanad hadits ini adalah hadits hasan).

  • Prioritaskan untuk menghafal Al-Quran

Memprioritaskan diri untuk mulai menghafal Al-Quran, karena ilmu yang paling mulia dan yang paling pantas didahulukan adalah Al-Quran. Menghafal Al-Quran juga merupakan salah satu bentuk syiar agama Islam kepada lingkungan sekitar.

Keutamaan menghafal Al-Quran dijelaskan dalam hadits dari Abdullah bin ‘Amr, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِى الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَؤُهَا

“Dikatakan kepada orang yang membaca (menghafal) Al-Quran nanti: ‘Bacalah, naiklah, dan tartillah sebagaimana engkau mentartilnya di dunia. Maka sesungguhnya, kedudukanmu ada pada ayat terakhir yang engkau baca (hafal).”(HR. Abu Daud no. 1464 dan Tirmidzi no. 2914 hadits ini dikategorikan sebagai hadits shahih kata Syaikh Al Albani)

3. Adab Setelah Membaca Al-Quran

berdoa
Pict by masjidalamanah.com
  • Ucapan kalimat صَدَقَ اللّهُ الْعَظِيْمُ tidak termasuk sunnah

Mengucapkan kalimat صَدَقَ اللّهُ الْعَظِيْمُ setelah membaca Al-Quran dan dilakukan secara terus-menerus tidak termasuk sunnah. Ucapan kalimat tersebut benar secara makna, tapi jika diucapkan terus-menerus setiap setelah membaca Al-Quran termasuk dalam bid’ah. Karena amalan ini tidak ada dasarnya dan tidak didapatkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

  • Membaca doa setelah membaca Al-Quran

Salah satu sunnah yang banyak ditinggalkan oleh umat islam adalah membaca doa setelah membaca Al-Quran. Doa yang dimaksud adalah ucapan Subhanakallahumma wa bihamdika laa ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik. Hal ini dijelaskan dalam hadits yang berbunyi:

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ : مَا جَلَسَ رَسُوْلَ اللَّهِ مَجْلِسًا قَطّ، وَلاَ تَلاَ قُرْآنًا، وَلاَ صَلَّى صَلاَّةً إِلاَّ خَتَمَ ذَالِكَ بِكَلِمَاتٍ، قَالَتْ: فَقُلْتُ، يَا رَسُوْلَ اللَّهِ، أَرَاكَ تَجْلِسُ مَجْلِسًا، وَلاَ تَتْلُوَ قُرْآنًا، وَلاَ تُصَلّى صَلاَةً إِلاَّ خَتَمْتَ بِهَؤُلاَءِ الْكَلِمَاتِ؟

قاَلَ : نَعَمْ، مَنْ قَالَ خَيْراً خُتِمَ لَهُ طَابَعٌ عَلَى ذَلِكَ الْخَيْرِ، وَمَنْ قَالَ شَرّاً كُنَّ لَهُ كَفَّارَةً: سُبْحَانَكَ [اللَّهُمَّ] وَبِحَمْدِكَ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ، أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Dari Aisyah, beliau berkata:”Tidaklah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk di suatu tempat atau membaca Al-Quran atau melaksanakan shalat kecuali beliau akhiri dengan beberapa kalimat”. Beliau (Aisyah) berkata: “Akupun bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Ya Rasulallah, aku melihatmu duduk di suatu tempat. Tidaklah engkau membaca Al-Quran ataupun melaksanakan sholat kecuali engkau akan mengakhirinya dengan beberaapa kalimat?” Rasulullah berkata: “Betul, barang siapa yang mengucapkan kebaikan maka dengan kalimat tersebut akan dipatri dengan kebaikan. Barang siapa yang mengucapkan kejelekan maka kalimat tersebut akan menghapus dosa, yaitu ucapan” Subhanakallahumma wa bihamdika laa ilaha illa anta astagfiruka wa atubu ilaik” (HR. An-Nasai dalam Al Kubro. Syaikh Muqbil Al Wadi’i dalam Al Jami’ Ash Shahih mimma Laisa fii Ash Shahihain 2: 12 mengatakan, “Hadits ini adalah hadits yang shahih”)

  • Mengamalkan Al-Quran setelah membacanya

Salah satu bentuk kita mencintai Al-Quran adalah dengan terus berusaha mengamalkan kandungan yang ada didalamnya.

Keutamaan Membaca Al-Quran

Beberapa keutamaan membaca Al-Quran, yaitu:

  • Perniagaan yang tidak pernah merugi

Hal ini telah Allah janjikan dalam firman-Nya QS. Fathir: 29-30 yang berbunyi, “Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan salat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami berikan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi”. “Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri.

  • Membaca Al-Quran akan mendatangkan pahala, walau kita membacanya masih terbata-bata

Hal ini dijelaskan secara rinci dalam sebuah hadits berikut:

عَنْ عَائِشَةَ رضى الله عنها قَالَتْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِى يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

Dari Aisyah radhiyallahu anha berkata, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Seseorang yang mahir membaca Al-Quran akan bersama para malaikat yang mulia lagi senantiasa taat kepada Allah. Dan orang-orang yang membaca Al-Quran yang terbata-bata di dalamnya dan sulit atas bacaannya, maka baginya dua pahala” (HR. Muslim)

  • Mendatangkan syafaat bagi siapa saja yang membacanya

اقْرَءُوا الْقُرْآنَ فَإِنَّهُ يَأْتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ شَفِيعًا لأَصْحَابِهِ

” Bacalah Al-Quran, karena sesungguhnya dia akan datang pada hari kiamat memberikan syafaat kepada para pembacanya” (HR. Muslim)

  • Sebaik-baik manusia adalah yang belajar Al-Quran dan mengajarkannya

Hadits tentang hal ini sudah tidak asing lagi, yaitu:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

” Sebaik-baik dari kalian adalah orang yang mempelajari Al-Quran dan mengajarkannya” (HR. Bukhari)

  • Pahala yang berlipat disetiap hurufnya

“Siapa saja yang membaca satu huruf dari Kitab Allah (Al-Qur’an), maka untuknya satu kebaikan, dan satu kebaikan itu akan dibalas dengan sepuluh kali lipatnya,” (HR. At-Tirmidzi).

  • Pahala bagi orang tua yang anaknya mempelajari Al-Quran

  • Membaca Al-Quran dapat menentramkan hati

الَّذِينَ آمَنُوا وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُمْ بِذِكْرِ اللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d:28)

Nah, begitulah ulasan sedikit mengenai adab-adab dalam membaca Al-Quran. Poin-poin adab diatas diutarakan untuk semua kalangan dan tanpa batasan usia.

Selain adab membaca Al-Quran, Islam juga mengajarkan adab sehari-hari lainnya seperti adab berdoa, tata cara pengurusan jenazah, dan tata cara mandi junub yang benar. Semoga dengan kita mempelajari adab-adab ini, dapat menambah rasa cinta kita terhadap Al-Quran dan juga dapat menjadi hujjah kita di akhirat kelak. Aamiin

Alhamdulillah

Semoga bermanfaat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!