Adab Berdoa yang Baik kepada Allah dalam Islam

Adab berdoa – Berdoa merupakan suatu kegiatan manusia memohon kepada Allah dalam segala keadaan. Dan Berdoa terdapat adab-adab yang harus diperhatikan. Tak luput, banyak manusia yang kerap kali alpa untuk berdoa kepada Allah. Padahal, Allah selalu mendengar doa-doa yang dipanjatkan oleh hamba-hamba-Nya.

Doa, salah satu senjata ampuh umat islam untuk mengubah takdir yang bisa diubah. Jika menginginkan sesuatu hanya berusaha tanpa doa, maka dia telah berbuat sombong pada yang telah menciptakan-Nya. Jika dia berdoa tanpa usaha, maka sama saja bohong. Karena untuk mencapai suatu keinginan, kita perlu untuk mengikhtiarkan yang di langit dan yang di bumi.

Pengertian Doa dalam Agama Islam

Doa, secara bahasa diambil dari bahasa Arab “الدُّعَاءُ” yang berarti seruan. Jadi, berdoa adalah menyeru, memanggil, mengucap. Sedangkan secara istilah, doa adalah kegiatan menyeru, meminta, atau memohon kepada Allah sebagai pemilik dan penguasa alam semesta.

Adab-Adab Berdoa dalam Islam

adab berdoa
Pict by bimbinganislam.com

Agar terkabulnya sebuah doa, maka diperlukan adab-adab yang baik agar Allah menerima doa kita. Beberapa adab-adab dalam berdoa adalah:

  • Mencari waktu yang mustajab untuk berdoa

Salah satu adab dalam berdoa adalah mencari waktu yang mustajab. Dan diantara waktu-waktu yang mustajab untuk berdoa adalah ketika sahur atau sepertiga malam terakhir, ketika berbuka puasa, ketika malam lailatul qadr, diantara adzan dan iqamah, ketika sedang sujud dalam shalat, ketika turun hujan, dan ketika hari arafah.

  • Memanfaatkan dengan sebaik-baiknya keadaan yang mustajab dalam berdoa

  • Menghadap kiblat dan mengangkat tangan ketika berdoa

  • Doa yang dipanjatkan tidak dibuat bersajak

  • Berdoa cukup dengan suara yang lirih dan tidak dikeraskan

  • Merendahkan hati, khusyuk, dan penuh harap sebelum berdoa

  • Mengulang-ulang doa yang dipanjatkan

  • Memulai berdoa dengan menyanjung Allah

  • Bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam saat berdoa

Bersshalawat kepada Nabi Muhammad merupakan salah satu poin yang penting dalam adab berdoa. Ibnul Qayyim mengatakan, bahwasannya ada tiga tingkatan bershalawat saat berdoa, yaitu:

  1. Bershalawat sebelum memanjatkan doa setelah memuji Allah
  2. Bershalawat diawal, pertengahan, dan akhir saat berdoa
  3. Bershalawat diawal dan diakhir, lalu hajat yang diminta dipanjatkan dipertengahan doa.

Perintah untuk bershalawat saat memanjatkan doa dijelaskan dalam hadits Fudholah bin ‘Ubaid, ia berkata, “Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mendengar seseorang memanjatkan doa dalam sholatnya, setelah itu ia tidak bershalawat kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam. Beliau pun berkata,”Orang ini terlalu tergesa-gesa dalam memanjatkan doanya.” Kemudian beliau memanggilnya lalu menegurnya atau mengatakan kepada yang lainnya, “Jika salah seorang diantara kalian berdoa, hendaknya mulailah dengan memuji Allah, menyanjung-Nya, lalu bershalawat kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu panjatkan doa yang diinginkan.” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud. Abu Isa At-Tirmidzi mengatakan hadits ini hasan shahih. Al-

  • Bertawassul dalam berdoa

Bentuk-bentuk tawassul dalam berdoa yaitu:

  1. Menyebutkan nama-nama baik Allah (asmaul husna) dan sifat-Nya
  2. Menyebutkan amalah shalih terbaik yang kita miliki
  3. Perantaraan doa orang shalih yang masih hidup
  • Dahului dengan meminta ampunan kepada Allah dan memperbanyak taubat

  • Hindari mendoakan keburukan, baik untuk diri sendiri, keluarga, maupun orang asing

Sebagaimana firman Allah dalam Al-Quran yang berbunyi:

وَلَوْ يُعَجِّلُ اللَّهُ لِلنَّاسِ الشَّرَّ اسْتِعْجَالَهُم بِالْخَيْرِ لَقُضِيَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ

“Dan jika sekiranya Allah menyegerakan keburukan kepada manusia sebagaimana permintaan mereka menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka (binasa).” (QS. Yunus: 11)

  • Menghadirkan hati ketika berdoa kepada Allah

ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لاَ يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لاَهٍ

“Berdoalah kepada Allah dengan yakin akan dikabulkan. Dan ketahuilah, bahwasannya Allah tidak mengabulkan doa dari hati yang lalai.” (HR. Tirmidzi no. 3479. Hadits ini dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

  • Memilih doa yang telah diajari Rasulullah dan doa yang telah disebutkan dalam Al-Quran

Hal-Hal yang Menghalangi Terkabulnya Doa

adab berdoa
Pict by muslimah.or.id

Beberapa hal yang menghalangi terkabulnya doa seorang muslim ketika berdoa, diantaranya:

  • Tergesa-gesa dalam berdoa

Dari abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda,

لاَ يَزَالُ يُسْتَجَابُ لِلْعَبْدِ مَا لَمْ يَدْعُ بِإِثْمٍ أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ مَا لَمْ يَسْتَعْجِلْ ». قِيلَ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَا الاِسْتِعْجَالُ قَالَ: يَقُولُ قَدْ دَعَوْتُ وَقَدْ دَعَوْتُ فَلَمْ أَرَ يَسْتَجِيبُ لِى فَيَسْتَحْسِرُ عِنْدَ ذَلِكَ وَيَدَعُ الدُّعَاءَ

Doa seorang hamba akan selalu dikabulkan, selama dia berdoa bukan untuk keburukan atau memutus tali silaturrahim dan dia tidak tergesa-gesa dalam berdoa”. Kemudian ada yang bertanya,”Ya Rasulullah, apa yang dimaksud tergesa-gesa dalam berdoa?” Kemudian Rasulullah menjawab,”yaitu seseorang yang berkata,’Sungguh aku telah berdoa dan berdoa, akan tetapi aku tidak melihat doaku dikabulkan’, lalu dia merasa jenuh dan meninggalkan doa tersebut.” (HR. Muslim no. 2735)

  • Tidak Khusyuk

  • Tidak bersungguh-sungguh

  • Makan dan minum dari yang haram

Memakan makanan yang haram menjadi salah satu tertolaknya doa.Hal ini dijelaskan secara gamblang didalam salah satu hadits,

Dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, bahwasannya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لاَ يَقْبَلُ إِلاَّ طَيِّبًا وَإِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ فَقَالَ ( يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّى بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ) وَقَالَ (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ) ». ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَغُذِىَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

”Wahai Manusia, sesungguhnya Allah itu baik. Dia tidak akan menerima kecuali sesuatu yang baik pula. Dan sesungguhnya Allah telah memerintahkan orang-orang yang beriman sebagaimana yang Allah perintahkan kepada para rasul. Firman-Nya (Wahai para Rasul! Makanlah dari kalian makanan yang baik-baik (halal) dan kerjakanlah amal yang shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan). Dan Allah juga berfirman, (Wahai orang-orang yang beriman! Makanlah rezeki yang baik-baik yang telah Kami rezekikan kepadamu). Kemudian, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menceritakan tentang seorang laki-laki yang telah lama berjalan jauh karena jauhnya jarak yang ditempuh. Sehingga rambutnya kusut dan berdebu. Laki-laki tersebut mengadahkan tangannya ke langit seraya berdoa, ‘Wahai Rabbku, wahai Rabbku’. Padahal, makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan ia dikenyangkan dari yang haram, maka bagaimana doanya akan dikabulkan” (HR. Muslim no. 1015)

  • Bermaksiat kepada Allah

Keutamaan Orang-Orang yang Berdoa

  • Doa adalah salah satu ibadah. Jadi, doa merupakan suatu bentuk penghambaan dan ketaatan kita kepada Allah.

الدُّعَاءُ هُوَ الْعِبَادَةُ

“Doa adalah Ibadah.” (HR. abu Daud no. 1479)

  • Doa menjadi salah satu sebab untuk mencegah bala bencana
  • Doa sebagai peredam murka Allah kepada hamba-Nya

مَنْ لَمْ يَسْأَلِ اللَّهَ يَغْضَبْ عَلَيْهِ

“Barangsiapa yang tidak meminta kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR. Tirmidzi no. 3373. Hadits ini hadits hasan sebagaimana yang dikatakan oleh Syaikh Al Albani)

  • Doa menunjukkan sikap tawakkal kita kepada Allah.

Hal ini dikarenakan dengan berdoa, kita menyerahkan segala urusan kita kepada Allah, bukan kepada selain-Nya.

  • Doa adalah senjata para Rasul dan Nabi ketika mengahadapi kesulitan.

Hal ini banyak diceritakan dalam ayat-ayat di Al-Quran dan Sirah Nabawiyah. Dimana, para Rasul dan Nabi memohon kepada Allah ketika menghadapi situasi dan kondisi yang sulit. Seperti kisah Nabi Ayub ketika sakit menahun dan kisah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika Perang Badar.

  • Doa juga menjadi senjata orang-orang yang terdholimi

ثَلاَثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لاَ شَكَّ فِيْهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

“Tiga orang yang doanya pasti terkabulkan dan tidak ada keraguan didalamnya, yaitu doa orang yang terdholimi, doa orang yang musafir, dan doa seorang ayah untuk anaknya” (HR. Tirmidzi dan Abu Daud, dinilai sebagai hadits hasan oleh Syaikh Al Albani)

Demikianlah sedikit ulasan mengenai adab berdoa dalam Islam. Islam juga mengatur keseharian kita dengan adab dan tata cara, diantaranya adalah tata cara pengurusan jenazah, tata cara mandi junub, dan tata cara berwudhu.

Semoga dengan kita belajar mengenai ada-adab dalam berdoa ini, menjadi bertambah dekatnya kita dalam berhubungan dengan Allah dan juga Rasul-Nya. Dan juga, dimudahkan dan dikuatkannya dalam menghadapi urusan-urusan kita di dunia. Aamiin

Alhamdulillah

Semoga Bermanfaat!

 

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Content is protected !!